Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Kamis, 28 September 2023

Tuhan adalah Gembalaku

Ibrani 11:11-12

Saksi-Saksi Iman.


Ketika kita beriman kepada Tuhan, maka kita tidak perlu lagi ragu atau khawatir karena kita mengenal Tuhan itu sendiri.


Beriman kepada Tuhan itu adalah belajar kepada Tuhan bukan belajar mengenal apa yang kita mau.


Ketika kita semakin mengenal Tuhan, maka kita akan semakin beriman kepada-Nya. Iman itu berbeda dengan sugesti yang membimbing dan mengarahkan seseorang. Iman itu diletakkan kepada Tuhan dan keberadaan-Nya.


Bagi Tuhan tidak ada perkara yang tidak dapat dilakukan jika hal itu sesuai dengan kehendak dan janji-Nya. Iman adalah bukti dari segala sesuatu yang kita harapkan dan dasar dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.


Ibrani 11:11-12


11 Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.


12 Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.


Tidak mudah menjadi seperti Abraham dan Sarah, sebab ketika mereka mendapatkan janji dari Tuhan bahwa mereka akan memiliki keturunan yang banyak seperti bintang di langit dan pasir di pantai, tetapi kenyataannya mereka baru mendapatkan anak pada usia yang sudah sangat tua.


Jika mereka tidak mendapatkan janji itu, maka kemungkinan kehidupan Abraham dan Sarah akan menjadi lebih mudah karena tidak ada harapan akan janji tersebut.


Ada orang berkata bahwa pengharapan yang tidak terjadi lebih buruk daripada tidak ada pengharapan.


Hal itu adalah sebuah ujian terhadap iman mereka kepada Tuhan. Ujian yang dimaksudkan untuk mereka agar dapat mengenal siapakah Tuhan.


Pesan firman Tuhan bagi kita:

1. Iman didasarkan kepada kesetiaan Tuhan akan janji-Nya.


Ibrani 11:11

Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.


Landasan dari iman Abraham dan Sarah adalah kesetiaan Tuhan. Alkitab berkata bahwa mereka beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu walau usia mereka sudah sangat tua.


Kesetiaan Tuhan itu yang membuat kita memiliki sebuah keniscayaan untuk beriman.


Tuhan kita adalah Tuhan yang konsisten dan dapat dipercaya sehingga Ia tidak pernah menyangkali perkataan-Nya.


Dia adalah Tuhan yang setia dan Dia memegang perjanjian-Nya sebagaimana yang Ia lakukan kepada Abraham, Ishak, dan Yakub.


Di dalam kitab para nabi, Tuhan memberikan perjanjian yang sangat kekal yaitu di dalam diri Mesias.


Kita yang percaya kepada Yesus Kristus memiliki kepastian akan keselamatan, sebab Tuhan yang memberikan perjanjian kekal itu dan memegangnya dengan setia.


Jikalau kita tidak setia, tetapi Dia tetap setia memegang janji-Nya kepada kita. Marilah kita senantiasa menaruh persandaran kita kepada Tuhan.


Dia adalah Tuhan yang setia dan tidak pernah menyangkali apa yang pernah Dia katakan.


Kita perlu menggantungkan hidup kita kepada-Nya dan mengetahui apa yang Dia katakan di dalam firman-Nya. Marilah menjadi orang Kristen yang memiliki iman yang tekun.


2. Iman tidak tergantung kepada situasi dan kondisi melainkan bergantung kepada Tuhan.


Ibrani 11:12

Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.


Ketika Tuhan memberikan janji kepada Abraham dan Sarah pasti sangat senang, tapi Tuhan menggenapi janji-Nya ketika Abraham berusia 100 tahun barulah mereka mendapatkan seorang anak yang bernama Ishak.


Tuhan tetap menepati janji-Nya kepada Abraham dan Sarah bahwa keturunannya akan banyak seperti bintang di langit dan pasir di tepi pantai. Tuhan menggenapinya melalui keturunan yang tunggal itu, Yesus Kristus.


Kita menyaksikan akan bagaimana keturunan dari Abraham itu seperti bintang di langit dan pasir di tepi pantai.


Jika hanya mengandalkan kekuatan Abraham dan Sarah, maka mereka tidak akan sanggup melakukannya.


Oleh karena itu, keterbatasan dan kelemahan manusia tidak mempengaruhi janji Tuhan. Ketika Dia berjanji, maka akan ditepati.


Apapun situasi dan kondisi yang mustahil bagi kita, tetapi ingatlah bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.


Orang yang berbahagia adalah orang yang tidak bergantung kepada kekuatan manusia, tetapi bergantung dan bersandar kepada kekuatan Tuhan.


Kuasa Tuhan melampaui akal budi kita, Dia mencintai kita. Mari kita belajar bersandar penuh kepada Tuhan bukan kepada situasi dan kondisi yang kita alami.


Doakan dan renungkan.


* Karena iman Abraham dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena Abraham percaya Tuhan yang memberikan janji itu setia.


* Iman tidak tergantung kepada situasi, kondisi, keterbatasan dan kelemahan manusia melainkan bergantung kepada Tuhan.


Iman berasal dan bergantung pada Allah