Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan adalah Gembalaku
Ibrani 4:14-16
Yesus sebagai Imam Besar
Mengenal Kristus akan mengubah cara pandang hidup kita, bahkan akan sangat mengubah hidup kita, karena siapakah Kristus dan apa yang telah Dia kerjakan bagi kita?
Tidak ada siapapun yang dapat dipersamakan dan disetarakan dengan Yesus Kristus. Bukan saja secara hakekat siapa diri-Nya, melainkan secara pelayanan yang Dia berikan bagi kita.
Apa yang Yesus Kristus lakukan bagi kita? Dia lakukan dengan seluruh diri-Nya.
Ketika Dia menyerahkan nyawa-Nya mati di atas kayu salib, untuk seluruh diri kita dan seluruh kehidupan kita, bahkan untuk sampai kepada kekekalan kita.
Siapakah yang dapat melakukan hal itu? Tidak ada seorang pun. Kristus melakukannya karena Dia adalah Anak Allah. Bukan saja karena Dia Anak Allah, Dia mau melakukannya bagi kita. Bukankah ini perkara yang sangat besar dan terlalu besar.
Kristus adalah Allah dan Dia menjadi manusia yang sejati serta melayani kita dengan seluruh diri-Nya. Oleh karena itu kita orang percaya menerima keselamatan kekal dengan pasti, bukan semoga.
Bukankah hal ini membuat kita hidup penuh dengan pengharapan, penuh sukacita, penuh keberanian di dalam menghadapi tantangan dalam dunia ini.
Mengenal Kristus mengubah cara pandang kita, bahkan mengubah seluruh hidup kita.
Ibrani 4:14-16
14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
Penulis surat Ibrani sedang menguraikan akan supremasi atau kekuasaan tertinggi Yesus Kristus di atas segala sesuatu.
Namun dari bagian yang kita baca ini, maka ketika kita mengenal Siapakah dan apakah yang Yesus Kristus lakukan.
Kita orang yang bijaksana, kita tidak mau menaruh harapan kita kepada yang lain, tetapi kita akan menaruh harapan kita hanya kepada Dia yaitu Yesus Kristus, karena bukan saja siapakah Dia tetapi juga karena apa yang telah Dia lakukan dan sedang dan terus Dia lakukan bagi kita.
Pesan Firman Tuhan bagi kita:
1. Kristus adalah Imam Besar Agung, Pembela satu-satunya bagi kita di sorga, karena Ia satu-satunya yang telah mengalahkan maut dengan bangkit dari antara orang mati dan hidup serta naik ke sorga.
Ibrani 4:14-15
14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
Penulis surat Ibrani sangat mengenal apa yang terjadi dengan orang-orang Kristen kepada siapa dia menulis surat. Ketika dia mengatakan bahwa: “Teguh berpegang pada pengakuan iman kita.”
Kemungkinan besar orang-orang Kristen pada masa itu mengalami kesulitan, penderitaan bahkan tidak dapat dipungkiri mereka mengalami penganiayaan.
Dan penganiayaan, penderitaan, kesulitan itu bukan sekedar sifatnya alamiah tetapi berkenaan dengan iman mereka.
Di situlah penulis surat Ibrani mengatakan: “Supaya mereka teguh berpegang pada pengakuan iman mereka.”
Mengapa demikian? Karena Kristus, Dia adalah Imam Besar Agung yang telah melintasi semua langit karena Dia adalah Anak Allah, yang dimaksud dengan semua langit adalah Dia bertakhta di sorga.
Meskipun Kristus, Dia di tempat yang maha tinggi di sorga, tetapi Dia adalah Imam Besar Agung yang turut merasakan kelemahan-kelemahan kita.
Kata turut merasakan kelemahan-kelemahan kita bukan sekedar hanya bersifat afektif, namun bersifat eksistensial artinya Dia turut menderita bersama-sama dengan kita.
Di situlah Dia mengalami pencobaan, Dia mengalami penganiayaan, bahkan Dia pernah mati di atas kayu salib.
Setiap kita akan mati, Dia pun mengalaminya secara eksistensi bukan secara afeksi, namun Dia mengalami semuanya itu dan Dia tidak pernah berbuat dosa.
Sehingga Dia menjadi Imam Besar Agung yang melintasi semua langit yang sanggup menolong kita yang sedang mengalami pencobaan, kesulitan bahkan kita semuanya akan menghadapi kematian.
Ketika kita bersandar kepada Dia, maka kita mendapat pertolongan karena Dia memberikan kita hidup.
Tidak ada seorang pun yang menjadi pembela kita di sorga, hanya Yesus Kristus satu-satunya Pembela kita.
Karena Dia telah melaksanakan karya penebusan di atas kayu salib. Dia telah menang atas kematian, atas setan, atas dunia dan Dia telah bangkit. Dia hidup dan naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa.
Di situlah mengapa penulis surat Ibrani berkata: “Supaya orang-orang teguh berpegang kepada pengakuan iman kita.”
Karena apa yang mereka alami penderitaan, kesulitan yang diakibatkan orang-orang yang mungkin berniat jahat bagi mereka, tidak dapat dibandingkan dengan Yesus Kristus yang membela kita di sorga.
Dia di atas segala sesuatu, Dia turut merasakan kelemahan-kelemahan kita dan Dia yang bertakhta itu. Dia juga bersama-sama dengan kita, ketika kita menghadapi kesulitan.
Firman Tuhan di bagian lain berkata: “Tidak ada apapun yang dapat memisahkan kita daripada kasih Kristus.”
Mengapa demikian? Karena Dia telah mati bagi kita, menyerahkan nyawa-Nya dan Dia ada bersama-sama dengan kita.
Oleh karena itu apapun yang kita hadapi dalam hidup ini, kita bersyukur di sorga ada Kristus satu-satunya Pembela kita.
Apapun yang kita hadapi mari kita bersandar kepada Tuhan, jangan tawar hati, tetapi tetap memiliki iman kepada Yesus Kristus Juruselamat kita yang telah mati dan menanggung dosa-dosa kita.
2.Takhta kasih karunia di sorga bagi kita karena Kristus adalah Pembela yang turut merasakan kelemahan-kelemahan kita.
Ibrani 4:16
16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
Banyak orang berpikir sangat sederhana, ketika dia datang dengan berkata dia berdoa kepada Tuhan.
Mengapa demikian? Ketika seorang berani menghampiri Tuhan untuk berdoa kepada Dia, seorang itu harus berpikir bahwa siapakah Tuhan dan siapakah kita.
Dia Tuhan yang Maha Kudus dan tidak boleh ada cacat cela, tidak boleh ada dosa yang boleh menghampiri Dia, sedangkan kita penuh dengan dosa.
Bagaimanakah orang berdosa seperti kita boleh menghampiri Tuhan? Jangankan berdoa kepada Dia, menghampiri Tuhan pun tidak bisa, apa lagi mau mendengar seruan doa kita.
Inilah pesan daripada surat Ibrani ketika kita datang kepada Tuhan melalui Yesus kristus, maka kita sedang datang kepada takhta kasih karunia Allah.
Mengapa kita mendapatkan berkat yang seperti itu? Karena Kristus, Dia telah menanggung dosa kita dan Dia turut merasakan kelemahan-kelemahan kita.
Sehingga ketika kita datang kepada Dia, maka kita datang di dalam kasih karunia Tuhan.
Kasih karunia itu adalah hal yang sangat berharga yang kita terima daripada Tuhan, karena Tuhan tidak memperhitungkan segala dosa, kekurangan dan kesalahan kita.
Jikalau Tuhan memperhitungkan segala dosa, kesalahan dan kekurangan kita. Kita tidak akan pernah mendapat pertolongan daripada Tuhan, karena murka Allah masih berada di atas kepala kita.
Tetapi Puji syukur kepada Tuhan, dosa kita diampuni oleh Tuhan karena karya Kristus di atas kayu salib dan Dia sekarang menjadi pembela kita di sorga.
Oleh karena itu sebagai orang percaya. Marilah kita datang kepada Tuhan di dalam setiap pergumulan kita.
Karena kita bukan menghampiri Tuhan yang sedang menghakimi kita, tetapi kita menghampiri Tuhan yang berkasih karunia kepada kita.
Di dalam Kristus seluruh janji Allah ya dan amin. Dan kita akan mendapat pertolongan pada waktu-Nya. Mari kita melihat betapa besar kasih Allah kepada kita. Dengan Dia mengaruniakan Yesus Kristus bagi kita.
Tidak ada seorang pun dapat menghampiri Allah dengan keberadaan dirinya yang adalah orang berdosa.
Tetapi karena Kristus telah mati menanggung dosa kita, maka kita yang percaya boleh menghampiri takhta kasih karunia-Nya di dalam segala keberadaan dan pergumulan kita.
Alkitab memberitahukan, kita mendapat pertolongan pada waktu-Nya.
Doakan dan renungkan
*Inilah pesan dari surat Ibrani: ketika kita datang kepada Tuhan melalui Yesus kristus, maka kita sedang datang kepada takhta kasih karunia Allah.
* Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
Datang dan temukan kasih karunia