Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Minggu, 23 Mei 2021

Tuhan adalah Gembalaku

Tuhan Adalah Gembalaku
RENUNGAN HARIAN
GKY MANGGA BESAR
Minggu, 23 Mei 2021

Kejadian 32 : 22 - 32
Pergumulan Yakub dengan Allah

Apapun yang kita hadapi
dalam kehidupan ini,
kita tahu bahwa
kita tidak pernah seorang diri.
Ada Tuhan Yesus yang berjalan
bersama kita.
Dia juga memberi kita kecakapan
untuk menghadapi kesulitan hidup
dalam anugerahNya.

Pernahkan kita mengalami
apa yang disebut dengan kesendirian?
Meskipun kita ada
ditengah-tengah orang lain
bahkan yang dekat dengan kita,
adakalnya rasa kesendirian itu muncul.

Biasanya hal itu terjadi
saat kita mengalami
pergumulan yang berat dan
kita tidak bisa menaruh beban itu
kepada orang lain namun
kita harus menghadapinya sendiri.

Adakalanya masa itu adalah
masa yang mencekam jiwa kita.
Kita tidak tahu sedang
bergumul dengan siapa.

Kejadian 32 : 22 – 32

22) Pada malam itu Yakub bangun
dan ia membawa kedua isterinya,
kedua budaknya perempuan
dan kesebelas anaknya,
dan menyeberang di tempat
penyeberangan sungai Yabok.

23) Sesudah ia menyeberangkan mereka,
ia menyeberangkan juga
segala miliknya.

24) Lalu tinggallah Yakub seorang diri.
Dan seorang laki-laki bergulat
dengan dia sampai fajar menyingsing.

25) Ketika orang itu melihat,
bahwa ia tidak dapat mengalahkannya,
ia memukul sendi pangkal paha Yakub,
sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.

26) Lalu kata orang itu:
"Biarkanlah aku pergi,
karena fajar telah menyingsing."
Sahut Yakub:
"Aku tidak akan
membiarkan engkau pergi,
jika engkau tidak memberkati aku."

27) Bertanyalah orang itu kepadanya:
"Siapakah namamu?"
Sahutnya: "Yakub."

28) Lalu kata orang itu:
"Namamu tidak akan
disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel,
sebab engkau telah bergumul
melawan Allah dan manusia,
dan engkau menang."

29) Bertanyalah Yakub:
"Katakanlah juga namamu."
Tetapi sahutnya:
"Mengapa engkau menanyakan namaku?"
Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.
30) Yakub menamai tempat itu Pniel,
sebab katanya:
"Aku telah melihat Allah
berhadapan muka,
tetapi nyawaku tertolong!"

31) Lalu tampaklah kepadanya
matahari terbit,
ketika ia telah melewati Pniel;
dan Yakub pincang
karena pangkal pahanya.

32) Itulah sebabnya sampai sekarang
orang Israel tidak memakan daging
yang menutupi sendi pangkal paha,
karena Dia telah memukul
sendi pangkal paha Yakub,
pada otot pangkal pahanya.


Yakub saat itu mengalami
perasaan kesendirian,
di mana dia sendiri
harus bergumul karena
dia akan berjumpa
dengan kakaknya, Esau.

Dia tahu bahwa dia tidak bisa
berbagi pergumulan ini
dengan orang lain.

Kejadian 32 : 22 – 24A
22) Pada malam itu Yakub bangun
dan ia membawa kedua isterinya,
kedua budaknya perempuan
dan kesebelas anaknya,
dan menyeberang di tempat
penyeberangan sungai Yabok.

23) Sesudah ia menyeberangkan mereka,
ia menyeberangkan juga segala miliknya.

24) Lalu tinggallah Yakub seorang diri.

Pesan Firman Tuhan Pada Hari Ini

1. Dalam pergumulan
kita tidak pernah sendiri,
karena Tuhan ada
bersama dengan kita

Yakub tidak bergumul seorang diri.
Alkitab mencatat di dalam

Kejadian 32 : 24
Lalu tinggallah Yakub seorang diri.
Dan seorang laki-laki bergulat
dengan dia sampai fajar menyingsing.

Seorang laki-laki itu adalah Tuhan
yang menampakan diri
secara Antropomorfis.
Dialah yang biasa menampakkan diri.
Dia adalah oknum kedua
dari Allah Tritunggal.

Yakub berkata di dalam
Kejadian 32 : 30
Yakub menamai tempat itu Pniel,
sebab katanya:
"Aku telah melihat Allah
berhadapan muka,
tetapi nyawaku tertolong!"

Yakub berpikir dia ditinggal
seorang diri dan tidak ada
yang bergumul bersama dengan dia.
Dia tidak tahu bahwa sebenarnya
dia sedang bergumul dengan Tuhan.

Dia sudah bercakap-cakap
dengan Tuhan tetapi dia tidak tahu
bahwa itu adalah Tuhan yang hadir
dalam kesendirian Yakub.
Pada akhirnya Yakub menyadari
bahwa Tuhan bergumul
bersama-sama dengan dia.

Demikian juga dengan kita.
Adakalanya kita mengalami
kesendirian di tengah situasi sulit
yang kita hadapi dan
kita merasa bergumul seorang diri.

Namun sesungguhnya
kita tidak sedang
bergumul seorang diri.
Tuhan bergumul bersama-
sama dengan kita.

Kita memiliki Imam Besar
yang dapat turut merasakan
segala kelemahan-kelemahan kita.
Dialah Imam Besar yang turut
merasakan apa yang kita alami
dan Dia mau menopang kita.
Dia mau bergumul bersama-sama.
Dia adalah Tuhan Yesus
yang juga berdoa bagi kita.

Oleh karena itu,
ketika mengalami
pergumulan yang berat,
janganlah kita melaluinya seorang diri.

Marilah kita datang kepadaNya
dan mengalami rahmat
dan anugerah Tuhan.

2. Tuhan mengubahkan kita
agar kita bergantung dan
fokus kepada Tuhan

Pergulatan Yakub tidak seorang diri.
Yakub bergulat dengan Tuhan
dan tentu Tuhan pasti lebih kuat
daripada Yakub.

Yakub adalah seorang yang
berpusat pada dirinya sendiri.
Tuhan bergulat dengan dia
supaya Yakub mengarahkan diri
kepada Tuhan,
bergantung pada Tuhan,
dan fokus kepada Tuhan.
Tuhan bergumul dengan Yakub
supaya Yakub diubahkan hidupnya.

Ketika fajar mulai menyingsing
Tuhan meninggalkan Yakub.
Namun perhatikan,
Yakub tidak mau melepaskanNya.

Kejadian 32 :26
Lalu kata orang itu:
"Biarkanlah aku pergi,
karena fajar telah menyingsing."
Sahut Yakub:
"Aku tidak akan membiarkan
engkau pergi,
jika engkau tidak memberkati aku."

Sebuah kesadaran dan
keinginan yang kuat dari Yakub
untuk berpaut kepada Tuhan.
Setelah dia bergumul dengan Tuhan,
dia tidak mau melepaskan Tuhan
sampai Tuhan mau memberkati dia.

Hal yang sangat sulit
untuk diubahkan adalah
diri kita sendiri.
Tuhan ingin supaya
kita tidak hidup berpusat
dan bergantung pada
kekuatan diri kita sendiri,
tetapi kita harus hidup
berpusat pada Tuhan dan
bergantung padaNya.

Itulah yang Tuhan inginkan
ketika kita mengalami pergumulan
di mana Tuhan bergumul dengan kita.
Biarlah kehidupan kita,
kita letak kan di dalam tanganNya.

3. Bergantung penuh kepada Tuhan
adalah kemenangan dalam
kehidupan orang percaya

Ketika kita membaca bagian ini,
kita juga kebingungan.
Apa artinya Yakub yang
diganti nama oleh Tuhan
menjadi Israel dan ia juga disebutkan
menang dalam pergulatan ini?

Bukankah ia kalah dengan
pangkal pahanya terpelecok ?
Yakub menang dalam pergulatannya
dengan Tuhan dan dengan manusia
karena sekarang dia
bergantung penuh pada Tuhan.

Pergulatan ini adalah Tuhan bergulat
dengan Yakub untuk mendapatkan Yakub.
Pada akhirnya Yakub bergulat
dengan Tuhan untuk mendapatkan Tuhan.

Inilah kemenangan bagi Yakub.
Yakub didapatkan Tuhan sehingga
Yakub ingin mendapatkan Tuhan.
Inilah yang dimaksud dengan
sebuah kemenangan.

Kesadaran kita untuk
mendapatkan Tuhan
barulah terjadi ketika
Tuhan mendapatkan kita.

Ketika Tuhan membentuk kita
dengan kasih dan kuasaNya,
barulah kita dibangunkan kesadaran
bahwa sesungguhnya
kita membutuhkan Tuhan dan
kita harus bergantung penuh pada Dia
atas seluruh kehidupan kita.

Pada saat itulah kita
sebagai orang percaya
yang sedang bergumul
dapat menjadi orang-orang
yang menang di dalam Tuhan.

Kemenangan itu didapat ketika
kita menundukkan diri di bawah
kasih dan kuasa Tuhan.

Maukah engkau menjadi
orang percaya yang
menang di dalam Tuhan?



Doakan dan Renungkan

• Doakan teman dan keluargamu
yang sedang bergumul dengan Tuhan.
Kiranya mereka dapat dimenangkan
dan merasakan penyertaan Tuhan
dalam pergumulannya.

• Bagaimanan memenangkan
pergumulan yang kau hadapi?
Bagaimana kita dapat menjadi
pendamping yang baik untuk
orang lain yang sedang bergumul?

• Kemenangan didapatkan ketika
kita menundukkan diri di bawah
kasih dan kuasa Tuhan.

Mari kita terus belajar dan
bertumbuh dalam Kristus