Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Jumat, 11 Agustus 2023

Tuhan adalah Gembalaku

1 Timotius 5:17-25

Beberapa Petunjuk dan Nasehat Lagi


Ada orang percaya yang begitu menghormati Tuhan, namun kurang begitu menghormati orang lain.


Apakah hal itu terjadi karena dia memang sangat menghormati Tuhan? Atau apakah menghormati Tuhan membuat orang tidak menghormati orang lain?


Orang percaya menghormati Tuhan, tetapi juga harus menghormati orang-orang di sekitarnya. Karena hal itulah yang berkenan di hadapan Tuhan.


Setiap orang memiliki keunikannya sendiri dan setiap pemimpin memiliki gayanya sendiri. Demikian juga dengan pemimpin-pemimpin rohani.


Apa pun keunikan dan gayanya, asalkan itu tidak terkait dengan dosa, kita harus tetap belajar menghormatinya. Karena menjadi pemimpin rohani adalah penetapan atau panggilan Tuhan.


Ada kalanya kita sebagai orang percaya tidak bisa menerima kekurangan dari pemimpin rohani kita.


Namun kita harus sadar bahwa tidak ada seorang pun yang tidak memiliki kekurangan, termasuk kita semua.


Belajar menghormati pemimpin rohani yang takut akan Tuhan dengan segala kekurangannya adalah suatu ekspresi kita dalam menghormati Tuhan.


1 Timotius 5:17-25


17 Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.


18 Bukankah Kitab Suci berkata: ”Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik,” dan lagi ”seorang pekerja patut mendapat upahnya.”


19 Janganlah engkau menerima tuduhan atas seorang penatua kecuali kalau didukung dua atau tiga orang saksi.


20 Mereka yang berbuat dosa hendaklah kautegor di depan semua orang agar yang lain itu pun takut.


21 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus dan malaikat-malaikat pilihan-Nya kupesankan dengan sungguh kepadamu: camkanlah petunjuk ini tanpa prasangka dan bertindaklah dalam segala sesuatu tanpa memihak.


22 Janganlah engkau terburu-buru menumpangkan tangan atas seseorang dan janganlah terbawa-bawa ke dalam dosa orang lain. Jagalah kemurnian dirimu.


23 Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah.


24 Dosa beberapa orang mencolok, seakan-akan mendahului mereka ke pengadilan, tetapi dosa beberapa orang lagi baru menjadi nyata kemudian.


25 Demikian pun perbuatan baik itu segera nyata dan kalau tidak demikian, ia tidak dapat terus tinggal tersembunyi.


Nasehat yang disampaikan Paulus pada bagian Alkitab di atas adalah nasehat untuk Timotius sebagai gembala jemaat.


Dari begitu banyak nasehat Paulus, ada nasehat yang bersifat demi kebaikannya, yakni tentang kesehatannya. Dari sini kita bisa tahu bahwa Timotius bukanlah seseorang yang memiliki fisik yang kuat.


Hal itu juga menggambarkan bahwa siapa pun kita dan dalam kondisi apa pun kita, kita tetap bisa melayani Tuhan. Namun kita juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesehatan kita.


Nasehat Paulus pada Timotius di bagian Alkitab di atas adalah tentang bagaimana Timotius bersikap kepada para penatua, yakni orang-orang yang sepenuh waktu melayani di gerejanya.


Bagaimana sikap Timotius pada mereka yang jatuh dalam dosa, dan bagaimana Timotius harus menetapkan pemimpin rohani atau penatua di gerejanya.


Melalui dari nasehat Paulus itu, kita bisa mendapat prinsip penting bagaimana kita hidup di dalam gereja Tuhan, bagaimana hidup dalam persekutuan orang-orang percaya.


Pesan Firman Tuhan bagi kita:


1. Tidak semua pemimpin gereja itu dipanggil untuk berkhotbah dan mengajar, namun orang percaya harus menaati pemimpin gereja.


1 Timotius 5:17-19


17 Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.


18 Bukankah Kitab Suci berkata: “Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik,” dan lagi “seorang pekerja patut mendapat upahnya.”


19 Janganlah engkau menerima tuduhan atas seorang penatua kecuali kalau didukung dua atau tiga orang saksi.


Penatua pada zaman gereja abad pertama adalah pemimpin Rohani di dalam gereja atau pemimpin gereja.


Ada dua penatua, yakni penatua yang berkhotbah dan mengajar serta penatua tidak berkhotbah namun memimpin gereja. Keduanya sama-sama memimpin gereja.


Melalui bagian ini bisa diketahui bahwa penatua adalah orang yang sepenuh waktu melayani di gereja Tuhan.


Pada bagian ini Paulus menasehati agar penatua yang baik patut dihormati dua kali lipat, hal ini terkait dengan tunjangan hidup bagi para penatua yang tidak bekerja.


Sebagai orang percaya, kita harus menghormati pemimpin gereja.


Pemimpin gereja dipanggil dan ditetapkan Tuhan untuk memperhatikan, memberi makan, melindungi, mengasihi, merawat, mengatur, mengelola agar gereja bisa berfungsi dengan baik.


Menjadi kesaksian bagi dunia serta orang-orang di dalam gereja bisa dikuatkan iman mereka.


Oleh karena itu, Firman Tuhan mengajar agar kita tidak ringan telinga jika ada orang yang menuduh pemimpin gereja ini dan itu.


Kita sebagai orang Kristen harus jeli dan saksama dalam menanggapi tuduhan-tuduhan terhadap pemimpin gereja.


Firman Tuhan ini mengajarkan kita agar kita tidak berprasangka buruk, melainkan percaya kepada mereka karena mereka adalah orang-orang yang memelihara, menggembalakan, dan memberikan makan pada jemaat.


Marilah sebagai orang Kristen yang tergabung dalam gereja lokal mana pun agar bisa menghormati pemimpin gereja kita.


Pada zaman sekarang, pemimpin gereja bisa seorang majelis jemaat, pendeta, penginjil, atau penatua.


Kita menghormati mereka sebagaimana kita sadar bahwa mereka telah ditetapkan dan dipanggil oleh Tuhan. Dengan demikian, kehidupan kita bisa dipimpin oleh Tuhan.


2. Jangan pernah berkompromi dengan perbuatan dosa.


1 Timotius 5:20 & 22


20 Mereka yang berbuat dosa hendaklah kautegor di depan semua orang agar yang lain itu pun takut.


22 Janganlah engkau terburu-buru menumpangkan tangan atas seseorang dan janganlah terbawa-bawa ke dalam dosa orang lain. Jagalah kemurnian dirimu.


Nasehat ini untuk menegur dosa seseorang di depan banyak orang. Hal ini terkait dosa yang bersifat publik, yakni dosa yang sudah diketahui oleh semua orang.


Oleh karena itu, pertobatan harus dilakukan di muka orang yang sudah tahu, supaya mereka bisa menerima orang ini kembali dan sadar bahwa mereka pun tidak melakukan perbuatan yang tercela itu.


Pada prinsipnya, Firman Tuhan juga mengajar kalau ada orang berdosa atau berbuat salah, mari kita berbicara empat mata dengan dia, menegur agar ia bertobat. Jika tidak bertobat, kita perlu mengajak satu orang saksi berbicara.


Prinsip tersebut harus kita pegang baik-baik sehingga kita tidak sembarangan dalam memperlakukan orang, sekali pun dia bersalah dalam kehidupannya.


Dan bagaimana gereja harus menjaga kekudusan sehingga gereja tidak menyepelekan kehidupan seseorang yang melayani Tuhan.


Seseorang yang melayani Tuhan, apalagi pemimpin Rohani, maka dia harus sudah sungguh-sungguh bertobat dan hidup bagi Tuhan.


Bukan tanpa kekurangan, tetapi seorang yang benar-benar hidup menjaga kekudusan dan di dalam kasih.


Nasehat Paulus pada Timotius adalah supaya dia tidak buru-buru menetapkan seseorang menjadi pemimpin gereja.


Apalagi saat diketahui orang tersebut tidak hidup kudus. Jika Timotius melakukannya, maka dia akan terbawa ke dalam dosa orang lain.


Paulus menasehati jagalah kemurnian diri, artinya jangan tidak seimbang dalam penilaian.


Karena jika kita dekat dengan orang yang baik dengan kita, maka penilaian kita tidak objektif. Sehingga kita bisa terbawa kepada dosa orang lain.


Marilah kita jaga gereja Tuhan agar bisa hidup kudus. Meskipun tidak sempurna, tetapi juga hidup di dalam kasih, artinya tidak sembarangan dalam menolong orang lain kembali ke dalam jalan Tuhan.


Oleh karena itu, kita harus menjaga diri kita dengan rendah hati dan lemah lembut supaya kita tidak jatuh ke dalam pencobaan dan jerat iblis.


Doakan dan renungkan.


* Tidak semua pemimpin gereja dipanggil untuk berkhotbah dan mengajar, namun orang percaya harus hormat dan menaati pemimpin gerejanya.


* Kita menghormati mereka sebagaimana kita sadar bahwa mereka telah ditetapkan dan dipanggil oleh Tuhan. Dengan demikian, kehidupan kita bisa dipimpin oleh Tuhan.


Hormati Tuhan dan orang pilihanNya