Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Selasa, 13 Juni 2023

Tuhan adalah Gembalaku

Tuhan Adalah Gembalaku 

RENUNGAN HARIAN 

GKY MANGGA BESAR 

Selasa, 13 Juni 2023 


Efesus 6:18-24

Perlengkapan Rohani (Part 2)


Menjadi orang percaya adalah menjadi orang yang mengalami keindahan hidup dengan Tuhan Yesus, karena Tuhan Yesus beserta dengan kita, dan iman Kristen itu tidak hanya berbicara soal pengetahuan, tetapi relasi kasih dengan Tuhan Yesus.


Oleh karena itu, kehidupan orang Kristen adalah kehidupan yang indah, karena kita memiliki relasi dengan Tuhan Yesus di dalam kasih dan kebaikan Tuhan.


Jadilah orang Kristen yang memiliki relasi yang intim dengan Tuhan Yesus.


Setiap orang percaya perlu membaca Alkitab atau firman Allah setiap hari. Setiap orang percaya perlu mendengar atau belajar pengajaran iman Kristen.


Setiap orang percaya perlu memiliki pengetahuan akan siapa Allah, Yesus Kristus, dan Roh Kudus.


Namun, apakah sampai di situ saja yang diperlukan oleh orang Kristen? Tentu tidak. Setiap orang percaya melalui semuanya itu, imannya dapat dibangunkan.


Iman itu adalah jalan masuk kita di dalam relasi kita dengan Bapa kita di sorga. Iman yang dibangunkan itu terkait dengan persekutuan kita yang semakin erat dengan Tuhan.


Kenyataan dari sebuah relasi dengan Tuhan yang begitu intim, itu terlihat dari bagaimana kita menghidupi kehidupan doa kita.


Ketika kita belajar pengetahuan tentang firman Allah atau tentang iman Kristen, itu baik. Namun, itu bukan akhir, melainkan fondasi di dalam kita membangun relasi yang intim dengan Tuhan.


Bagaimana kenyataan iman Saudara di dalam praktikal, dalam hal doa kepada Tuhan?


Efesus 6:18-24


18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,


19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,


20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.


21 Supaya kamu juga mengetahui keadaan dan hal ihwalku, maka Tikhikus, saudara kita yang kekasih dan pelayan yang setia di dalam Tuhan, akan memberitahukan semuanya kepada kamu.


22 Dengan maksud inilah ia kusuruh kepadamu, yaitu supaya kamu tahu hal ihwal kami dan supaya ia menghibur hatimu.


23 Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari Allah, Bapa dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai sekalian saudara.


24 Kasih karunia menyertai semua orang, yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus dengan kasih yang tidak binasa.


Surat Efesus ini diakhiri dengan nasihat agar kita sebagai orang percaya, memiliki kehidupan doa yang baik.


Berdoa adalah jembatan dari pengajaran kepada pengamalan iman Kristen. Kita percaya kasih karunia Tuhan, kebaikan dan kuasa Tuhan, itu semua nyata ketika kita mengamalkannya di dalam doa yang sungguh-sungguh.


Pesan Firman Tuhan pada hari ini :

1. Kita patut berdoa di dalam Roh Kudus dengan segenap hati dan sepenuhnya.


Efesus 6:18
dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,


Sekian panjang Rasul Paulus menulis surat Efesus. Sekian banyak nasihat dan pengajaran yang sangat mendalam, dan di akhir surat ini, Rasul Paulus menekankan, kita harus menjadi orang Kristen yang berdoa.


Bagian ini kalau kita baca dalam teks bahasa inggris, di situ dikatakan beberapa kali yaitu “all” (segenap atau seluruh) misalnya “All times in the Spirit” artinya kita harus berdoa di dalam sepenuh atau segala waktu dan kesempatan kita.


Bukan hanya “all times” tetapi “will all prayer and supplication” yaitu segala macam bentuk doa yang bisa kita doakan.


Ada doa ucapan syukur, doa penyembahan, doa permohonan, doa pengakuan dosa, dan syafaat. Ada banyak macam doa.


Bukan hanya dalam segala waktu dan segala jenis doa, tetapi “with all perseverance” yaitu dengan segenap ketekunan, yaitu doa yang tidak putus-putusnya. Doa perlu ketekunan.


Orang berdoa mempunyai satu kekuatan yang besar untuk di dalamnya kita berharap kepada Tuhan. Tuhan Yesus berkata, “Janganlah kita jemu-jemu berdoa” karena doa memerlukan segenap ketekunan kita.


Bukan hanya dengan segala waktu, segala jenis doa dan permohonan, dan segenap ketekunan kita, ditambahkan juga “for all the saints”, untuk seluruh orang kudus.


Kita harus berdoa di dalam Roh dengan segenap hati kita dan dengan sepenuhnya. Berdoa harus menjadi nafas hidup orang percaya, karena dalam segala waktu, segenap jenis doa, segenap ketekunan dan untuk seluruh orang-orang percaya.


Bagaimana dengan kehidupan doa Saudara? Ada banyak hal yang perlu kita doakan.


Bukan hanya untuk keluarga kita, kita harus mendoakan pekerjaan Tuhan, gereja Tuhan, pekerjaan misi, penerjemahan Alkitab, orang-orang percaya yang teraniaya, pergumulan keluarga-keluarga Kristen, pergumulan anak-anak sekolah, pendidikan dan banyak hal yang lain.


Jika kita tahu begitu banyak yang perlu kita doakan, tidak heran Rasul Paulus berkata, “Berdoalah di dalam segala waktu itu dalam Roh.


Berdoalah dengan berbagai jenis doa yang berbeda-beda, dengan tekun, berdoalah untuk segenap orang-orang percaya.”


2. Berdoalah bagi pemberita firman dan pemberita Injil.


Efesus 6:19-20

19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil,


20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.


Betapa penting firman Tuhan bagi hidup kita, dan bagi orang-orang yang belum mengalami kasih Tuhan. Oleh karena itu, betapa penting Tuhan mengutus orang-orang untuk memberitakan firman Allah.


Orang-orang yang memberitakan firman Allah, mereka melakukannya bukan dengan kekuatan manusia, tetapi dengan kekuatan Roh Kudus.


Betapa penting mereka memberitakan kebenaran Allah, bukan pendapat atau ide pribadi, dan konsep-konsep dunia ini.


Bagaimana semua itu bisa terjadi? Dengan kita mendoakan mereka. Biar Roh Kudus bekerja, baik atas pemberita firman di gereja, yayasan atau di mana pun.


Mereka memberitakan firman, yaitu kebenaran firman Tuhan yang disampaikan.


Kita juga perlu berdoa bagi pemberita Injil, supaya Tuhan memberikan mereka hikmat, keberanian dalam memberitakan Injil.


Rasul Paulus adalah seorang yang berani dan mempunyai ajaran yang sehat di dalam iman Kristen, tetapi orang yang seperti ini tetap tidak bisa mengandalkan diri sendiri.


Dia butuh dukungan doa dari jemaat Tuhan, supaya dia bisa memberitakan kebenaran, sebagaimana yang firman Tuhan sampaikan, dengan berani.


Doa kita sangat dibutuhkan bagi para pemberita Injil. Ketika kita mendoakan mereka, mereka dipakai Tuhan dengan luar biasa. Indahnya adalah, bukan hanya mereka yang dipakai Tuhan, tetapi kita yang berdoa.


Kita melayani bersama-sama untuk Injil, supaya kasih Tuhan bisa dialami oleh mereka juga yang belum mengenal Tuhan Yesus.


Doakan dan renungkan.


*Dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,


* supaya dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian memberitakan rahasia Injil.


Pendoa dan Penginjil dipakai Tuhan