Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan adalah Gembalaku
Tuhan Adalah Gembalaku
RENUNGAN HARIAN
GKY MANGGA BESAR
Senin, 12 Juni 2023
Efesus 6:10-18
Perlengkapan Rohani
“Jangan lupa diri!” Kata seperti ini penting bagi kita sebagai orang percaya. Selain kita tidak melupakan Tuhan, kita juga tidak lupa siapa diri kita, sehingga kita tidak menjadi sombong, melainkan selalu menjadi orang yang bergantung kepada Tuhan.
Sebagai orang percaya, kita sudah berada di dalam Kristus, Pemenang itu. Namun, kita perlu menginsyafi bahwa kita ini masih hidup dalam darah dan daging. Kita hidup di dunia ini di dalam Kristus dan di dalam darah dan daging.
Bersama Kristus, kita semua ini adalah orang-orang yang sudah menang. Namun, karena keberadaan kita di dalam darah dan daging, maka kita tetap di dalam keberadaan yang lemah. Tuhan Yesus berkata bahwa daging itu lemah, tetapi roh itu penurut.
Darah dan daging memiliki kelemahan dalam hal menuruti Tuhan dan lebih suka menuruti jalan sendiri, sedangkan dalam kehidupan kita ada banyak faktor yang menarik sana dan sini.
Seringkali daging kita tertarik dengan semuanya itu. Itulah yang disebut dengan peperangan rohani.
Dunia ini menawarkan banyak hal dan darah dan daging kita begitu lemah. Bukankah di dalam peperangan sesungguhnya, penting sekali seorang tentara memiliki ketaatan 100% kepada perintah panglima?
Jika tidak melakukan perintah panglima, itu akan membahayakan dirinya.
Karena kesadaran seperti ini, maka orang Kristen harus senantiasa melekat bersekutu dengan Kristus agar kemenangan Kristus yang telah Tuhan berikan kepada kita itu, nyata dalam hidup kita.
Efesus 6:10-18
10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan
pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,
15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;
16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat,
17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,
Rasul Paulus saat menulis surat ini, sedang dalam penjara. Dia pasti sangat familiar dengan pakaian dari tentara Romawi.
Oleh karena itu, ketika dia berbicara tentang peperangan rohani, dia membandingkannya sebagai perlengkapan seorang tentara Romawi.
Orang Kristen tidak boleh menjadi orang yang bergantung pada dirinya sendiri, betapa pun ia seorang Kristen yang sudah lama, sudah melayani, sudah menjadi pemimpin gereja atau sudah membaca Alkitab berulang-ulang.
Orang Kristen harus bergantung kepada Tuhan dan harus bertanggung jawab akan apa yang dia lakukan.
Pesan Firman Tuhan pada hari ini :
1. Jadilah kuat di dalam Tuhan.
Efesus 6:10
Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
Ini adalah akhir dari surat Efesus, dari semua yang Rasul Paulus bahas.
Apa yang Rasul Paulus bahas, baik akan pengajaran iman Kristen, mengenai gereja, keluarga dan pekerjaan, semuanya hanya bisa melekat kepada pengetahuan kita, tetapi tidak menjadi pengalaman kita.
Kita yang sudah tahu bahwa kita adalah orang yang menang dalam Kristus, tetapi dalam kenyataan hidup kita selalu kalah. Banyak orang berkata, “Apa gunanya saya percaya kepada Tuhan? Saya selalu kalah.”
Kemungkinan banyak orang Kristen hanya memiliki pengetahuan, tetapi tidak ada pengalaman. Dia tahu Tuhan Yesus bangkit dari orang mati, tetapi dia tidak pernah sanggup bangkit, karena dia bersandar pada dirinya sendiri.
Dia tahu Yesus penuh kuasa, tetapi dia tidak pernah mengalaminya, karena dia hidup berdasarkan rasionya sendiri. Ada banyak orang Kristen punya pengalaman pahit dalam hidupnya, dia tidak pernah mengalami apa yang dia tahu.
Untuk orang Kristen mengalami Tuhan yang hidup itu, kita harus ada di dalam Tuhan. Arti di dalam Tuhan itu, di dalam persekutuan dengan Dia. Persekutuan dengan Tuhan itu bagaikan dua sahabat baik berjalan bersama-sama dalam hidupnya. Bagaikan Henokh yang berjalan bersama Tuhan.
Ketika kita hidup berjalan bersama Tuhan, bergantung pada-Nya, senantiasa peka akan pimpinan-Nya, baru kita bisa mengalami kekuatan kuasanya. Itu rahasia kita bisa hidup di dalam Kristus dan nyata di dalam kemenangan-Nya.
Jadilah kuat di dalam Tuhan, sesuai dengan kekuatan kuasa Tuhan yang telah membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati. Tuhan punya kuasa yang begitu besar. Hanya satu cara kita bisa mengalaminya, yaitu kalau kita terkoneksi sangat baik dengan Tuhan.
2. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah.
Efesus 6:11-13
11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;
12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan
pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
Alkitab dengan tegas mengatakan bahwa kita punya tanggung jawab untuk mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah.
Bukan sebagian, tapi seluruhnya, supaya kita dapat bertahan melawan tipu muslihat iblis. Artinya iblis dengan pelbagai cara bisa menjatuhkan kita.
Jika kita tidak mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, ada lubang-lubang kosong yang siap ditembus oleh tipu muslihat iblis.
Kita dalam perjuangan ini bukan sedang melawan manusia, melainkan kuasa si jahat. Jikalau kita tidak mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, kita tidak dapat melawan tipu muslihat iblis itu.
Di dunia ini kita terus di dalam perjuangan, tidak pernah berhenti sampai kita menyelesaikannya. Perlengkapan senjata Allah ada yang sifatnya kita harus kenakan.
Ada yang sifatnya aktif, di mana kita harus melakukannya secara aktif. Ada yang sifatnya kita harus terima.
Yang harus kita kenakan yaitu baju zirah. Mengenakan baju zirah keadilan itu berbicara tentang perbuatan yang benar, yang kelihatan oleh orang. Jikalau kita hidup tidak benar, kita ada lubang-lubang di mana iblis dapat menjatuhkan kita.
Alkitab juga mengatakan agar mengenakan ikat pinggang kebenaran. Kebenaran itulah yang harus menjadi patokan kita sehingga kita bisa bergerak dengan bebas.
Orang yang mengenal kebenaran bisa bergerak bebas bagaikan ikat pinggang seorang tentara.
Kita harus aktif memberitakan Injil. Kita tidak boleh berdiam diri. Ketika kita memberitakan Injil kita juga mengalami kuat kuasa Tuhan dalam hidup kita.
Kita juga harus menerima ketopong keselamatan. Kita bukan mengusahakannya, melainkan menerima. Itu diberikan Tuhan.
Kita juga menerima pedang Roh yaitu firman Allah, artinya kita percaya kepada firman Tuhan. Di dalam segala perkara dalam hidup kita, kita bukan saja menghadapi seluruhnya dengan akal budi, perasaan, atau kepandaian kita.
Alkitab berkata, pergunakanlah perisai iman di dalam menghadapi segala sesuatu, karena dengan perisai iman kita dapat memadamkan panah api dari Iblis.
Panah api dari iblis itu adalah kekuatiran, ketakutan, kecemasan atau rasa tidak percaya, yang membuat kita gelisah dan kehilangan damai sejahtera, sehingga kita tidak bisa menguasai diri.
Kita bisa mengambil segala cara untuk kita melewati masa-masa sulit.
Iblis dengan tipu muslihatnya bisa membuat kita jauh dari Tuhan. Ketika kita menggunakan perisai iman, panah api iblis itu bisa dipadamkan.
Semua ini perlengkapan senjata Allah. Alkitab mengatakan agar di dalam doa kepada Tuhan, kita harus bergantung kepada Tuhan.
Mari kita kenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, agar kita sanggup menjalankan kehidupan kita dengan tegap dan menang, dan nama Tuhan dimuliakan.
Doakan dan renungkan.
* Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan
pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
* Alkitab dengan tegas mengatakan bahwa kita punya tanggung jawab untuk mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, bukan sebagian.
Harus komplit, tidak sebagian