Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan adalah Gembalaku
Tuhan Adalah Gembalaku
RENUNGAN HARIAN
GKY MANGGA BESAR
Kamis, 13 May 2021
Kejadian 26:1-35
Ishak di negeri orang Filistin
Kita bersyukur Tuhan kita adalah
Tuhan yang peduli atas kehidupan kita
sehingga kita tidak perlu kuatir
akan kehidupan yang kita jalani.
Situasi dan kondisi di dalam
kehidupan kita tidak selalu sama.
Perubahan situasi dan kondisi
adakalanya berlangsung begitu cepat.
Disitulah kita menyadari bahwa
kita harus menghidupi kehidupan kita
dengan responsive terhadap
perubahan-perubahan tersebut.
Perubahan dan bagaimana
kita merespon perubahan itu
menggambarkan seberapa jauh
kita bertumbuh di dalam Tuhan.
Baik dalam karakter,
falsafah hidup,
dan gaya hidup kita.
Kejadian 26:1-35
1) Maka timbullah kelaparan
di negeri itu.
--Ini bukan kelaparan yang pertama,
yang telah terjadi
dalam zaman Abraham.
Sebab itu Ishak pergi ke Gerar,
kepada Abimelekh,
raja orang Filistin.
2) Lalu TUHAN menampakkan diri
kepadanya serta berfirman:
"Janganlah pergi ke Mesir,
diamlah di negeri yang
akan Kukatakan kepadamu.
3) Tinggallah di negeri ini
sebagai orang asing,
maka Aku akan menyertai engkau
dan memberkati engkau,
sebab kepadamulah dan
kepada keturunanmu
akan Kuberikan seluruh negeri ini,
dan Aku akan menepati sumpah
yang telah Kuikrarkan
kepada Abraham, ayahmu.
4) Aku akan membuat
banyak keturunanmu seperti
bintang di langit;
Aku akan memberikan kepada
keturunanmu seluruh negeri ini,
dan oleh keturunanmu semua bangsa
di bumi akan mendapat berkat,
5) karena Abraham telah
mendengarkan firman-Ku dan
memelihara kewajibannya kepada-Ku,
yaitu segala perintah, ketetapan
dan hukum-Ku."
6) Jadi tinggallah Ishak di Gerar.
7) Ketika orang-orang di tempat itu
bertanya tentang isterinya,
berkatalah ia: "Dia saudaraku,"
sebab ia takut mengatakan:
"Ia isteriku,"
karena pikirnya:
"Jangan-jangan aku dibunuh
oleh penduduk tempat ini
karena Ribka, sebab elok parasnya."
8) Setelah beberapa lama
ia ada di sana,
pada suatu kali
menjenguklah Abimelekh,
raja orang Filistin itu dari jendela,
maka dilihatnya Ishak sedang
bercumbu-cumbuan dengan Ribka,
isterinya.
9) Lalu Abimelekh memanggil Ishak
dan berkata:
"Sesungguhnya dia isterimu,
masakan engkau berkata:
Dia saudaraku?"
Jawab Ishak kepadanya:
"Karena pikirku:
Jangan-jangan aku mati karena dia."
10) Tetapi Abimelekh berkata:
"Apakah juga yang telah
kauperbuat ini terhadap kami?
Mudah sekali terjadi,
salah seorang dari bangsa ini
tidur dengan isterimu,
sehingga dengan demikian
engkau mendatangkan
kesalahan atas kami."
11) Lalu Abimelekh memberi perintah
kepada seluruh bangsa itu:
"Siapa yang mengganggu orang ini
atau isterinya,
pastilah ia akan dihukum mati."
12) Maka menaburlah Ishak
di tanah itu dan dalam tahun itu juga
ia mendapat hasil seratus kali lipat;
sebab ia diberkati TUHAN.
13) Dan orang itu menjadi kaya,
bahkan kian lama kian kaya,
sehingga ia menjadi sangat kaya.
14) Ia mempunyai kumpulan
kambing domba dan lembu sapi
serta banyak anak buah,
sehingga orang Filistin itu
cemburu kepadanya.
15) Segala sumur, yang digali
dalam zaman Abraham, ayahnya,
oleh hamba-hamba ayahnya itu,
telah ditutup oleh orang Filistin
dan ditimbun dengan tanah.
16) Lalu kata Abimelekh kepada Ishak:
"Pergilah dari tengah-tengah kami
sebab engkau telah menjadi
jauh lebih berkuasa dari pada kami."
17) Jadi pergilah Ishak dari situ
dan berkemahlah ia di lembah Gerar,
dan ia menetap di situ.
18) Kemudian Ishak menggali kembali
sumur-sumur yang digali
dalam zaman Abraham, ayahnya,
dan yang telah ditutup oleh
orang Filistin sesudah Abraham mati; disebutkannyalah nama sumur-sumur itu menurut nama-nama yang telah
diberikan oleh ayahnya.
19) Ketika hamba-hamba Ishak
menggali di lembah itu,
mereka mendapati di situ
mata air yang berbual-bual airnya.
20) Lalu bertengkarlah
para gembala Gerar dengan
para gembala Ishak.
Kata mereka:
"Air ini kepunyaan kami."
Dan Ishak menamai sumur itu Esek,
karena mereka bertengkar
dengan dia di sana.
21) Kemudian mereka
menggali sumur lain,
dan mereka bertengkar
juga tentang itu.
Maka Ishak menamai sumur itu Sitna.
22) Ia pindah dari situ
dan menggali sumur yang lain lagi,
tetapi tentang sumur ini
mereka tidak bertengkar.
Sumur ini dinamainya Rehobot,
dan ia berkata:
"Sekarang TUHAN telah memberikan
kelonggaran kepada kita,
sehingga kita dapat
beranak cucu di negeri ini."
23) Dari situ ia pergi ke Bersyeba.
24) Lalu pada malam itu
TUHAN menampakkan diri kepadanya
serta berfirman:
"Akulah Allah ayahmu Abraham;
janganlah takut,
sebab Aku menyertai engkau;
Aku akan memberkati engkau
dan membuat banyak keturunanmu
karena Abraham, hamba-Ku itu."
25) Sesudah itu Ishak
mendirikan mezbah di situ
dan memanggil nama TUHAN.
Ia memasang kemahnya di situ,
lalu hamba-hambanya
menggali sumur di situ.
26) Datanglah Abimelekh
dari Gerar mendapatkannya,
bersama-sama dengan
Ahuzat, sahabatnya,
dan Pikhol, kepala pasukannya.
27) Tetapi kata Ishak kepada mereka:
"Mengapa kamu datang
mendapatkan aku?
Bukankah kamu benci kepadaku,
dan telah menyuruh aku
keluar dari tanahmu?"
28) Jawab mereka:
"Kami telah melihat sendiri,
bahwa TUHAN menyertai engkau;
sebab itu kami berkata:
baiklah kita mengadakan
sumpah setia,
antara kami dan engkau;
dan baiklah kami mengikat
perjanjian dengan engkau,
29) bahwa engkau tidak akan
berbuat jahat kepada kami,
seperti kami tidak mengganggu engkau,
dan seperti kami semata-mata
berbuat baik kepadamu
dan membiarkan engkau
pergi dengan damai;
bukankah engkau sekarang
yang diberkati TUHAN."
30) Kemudian Ishak mengadakan
perjamuan bagi mereka,
lalu mereka makan dan minum.
31) Keesokan harinya pagi-pagi
bersumpah-sumpahanlah mereka.
Kemudian Ishak melepas mereka,
dan mereka meninggalkan dia
dengan damai.
32) Pada hari itu datanglah
hamba-hamba Ishak memberitahukan kepadanya tentang sumur
yang telah digali mereka,
serta berkata kepadanya:
"Kami telah mendapat air."
33) Lalu dinamainyalah
sumur itu Syeba.
Sebab itu nama kota itu
adalah Bersyeba, sampai sekarang.
34) Ketika Esau telah berumur
empat puluh tahun,
ia mengambil Yudit,
anak Beeri orang Het,
dan Basmat, anak Elon orang Het,
menjadi isterinya.
35) Kedua perempuan itu
menimbulkan kepedihan hati
bagi Ishak dan bagi Ribka.
Apa yang dialami oleh Abraham,
sekarang dialami juga oleh Ishak,
yaitu terjadi bala kelaparan
dimana Ishak berada.
Tidak heran Ishak juga berusaha
untuk mengantisipasi
situasi dan kondisi,
kelihatannya dia akan
pergi ke Mesir karena
Tuhan memberitahukan
langsung kepadanya
jangan pergi ke mesir.
Ishak akhirnya tinggal di Gerar.
Pesan Firman Tuhan Pada Hari Ini
1. Mari bergantung kepada Tuhan,
Sang sumber berkat,
bukan bergantung kepada berkat.
Ishak mengalami masa sulit,
karena di daerahnya terjadi
bala kelaparan.
Sedangkan di mesir ada kelimpahan. Kemungkinan Ishak ingin
pergi ke Mesir.
Namun Tuhan melarang dia.
Apakah Tuhan membiarkan Ishak
untuk mengalami kesulitan
dalam kehidupannya?
Kejadian 26:12-13:
12) Maka menaburlah Ishak
di tanah itu dan dalam tahun itu juga
ia mendapat hasil seratus kali lipat;
sebab ia diberkati TUHAN.
13) Dan orang itu menjadi kaya,
bahkan kian lama kian kaya,
sehingga ia menjadi sangat kaya.
Siapa yang menyangka Ishak
dapat menghasilkan panen
seratus kali lipat?
Saya percaya Ishak juga
tidak melihat hal itu.
Ishak bukan bergantung
kepada berkat Tuhan,
tapi Ishak bergantung
kepada Tuhan yang memberkatinya.
Sehingga dalam situasi dan kondisi
yang seperti apapun,
Ishak dapat mengalami berkat Tuhan.
Seringkali situasi dan kondisi
yang tidak menguntungkan
terjadi dalam hidup kita.
Namun dari Firman Tuhan
hari ini,
Tuhan mengajarkan kepada kita
untuk jangan bergantung kepada
situasi dan kondisi.
Jangan bergantung kepada
berkat yang Tuhan berikan,
tetapi marilah kita bergantung
kepada Tuhan karena berkat itu
datangnya dari Tuhan.
Ketika kita bergantung pada Tuhan,
situasi seberat apapun,
Tuhan akan mengatasi situasi itu.
Itulah yang dialami oleh Ishak.
2. Buah jatuh tidak jauh
dari pohonnya
Apa yang dialami oleh Ishak,
juga dialami oleh Abraham.
Abraham mengalami
kelaparan di daerahnya,
Ishak juga mengalaminya.
Abraham pindah ke kota lain,
Ishak juga ke Gerar.
Apa yang terjadi?
Ishak juga berbuat hal yang sama
dengan Abraham.
Dia tidak mengakui bahwa
Ribka adalah istrinya.
Ribka diberitahu sebagai saudaranya.
Saya tidak tahu apakah
Ishak belajar dari Abraham?
Namun dari tindakan yang sama,
kemungkinan besar Ishak belajar
dari apa yang dilakukan oleh Abraham.
Sebagai orang tua,
kita bisa memberikan teladan dan
apa saja kepada anak-anak kita.
Namun yang Tuhan mau adalah
kita memberikan teladan sebagai
orang-orang beriman.
Hidup bergantung kepada Tuhan
dan percaya kepada Dia.
Meskipun ada ketakutan
dan ada kekuatiran,
iman kita harus melampaui
ketakutan dan kekuatiran kita.
Kepercayaan kita kepada Tuhan
harus melampaui semua ini.
Sehingga kita bisa berjalan lurus
di hadapan Tuhan,
tulus di hadapan Tuhan,
dan benar di hadapan Tuhan.
Ingatlah!
Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
3. Berkat berasal dari Tuhan.
Kita tidak perlu memperebutkannya
Ini terjadi kepada Ishak.
Hamba-hambanya menggali sumur
lalu terjadi keributan
dengan orang-orang Gerar.
Namun perhatikan
bagaimana sikap Ishak.
Ishak tidak memperebutkan sumur itu,
Ishak berpindah tempat dan
dia menggali kembali sumur yang lain.
Ketika terjadi keributan lagi
dan pertengkaran lagi,
Ishak berpindah tempat lagi
dan menggali sumur yang lain.
Sampai satu kali dia mendapatkan
sumur yang baik dan
dia tahu bahwa
Tuhanlah yang memberkati hidupnya.
Pada jaman itu sampai hari ini,
air merupakan bagian dari
kehidupan manusia dan hewan.
Keberadaan air sangatlah penting.
Demikian juga dengan Ishak.
Seharusnya bukankah Ishak
berhak memperebutkan air
dengan orang-orang Gerar
karena sebenarnya hamba-
hambanya Ishak lah
yang menggali sumur itu dan
air adalah kehidupan bagi Ishak.
Namun Ishak tidak bersandar
kepada air itu.
Dia tahu kalau Tuhan yang
memberikan berkat dan
tidak akan ada orang
yang bisa merebutnya.
Oleh karena itu,
dia tidak memperebutkannya.
Dia menggali sumur yang lain
dan Tuhan menyediakan
sumur yang baik dengan
air yang baik bagi Ishak
dan seluruh orang-orang
yang bersama-sama dengan Ishak.
Berkat berasal dari Tuhan.
Kita tidak perlu memperebutkannya.
Tuhan yang menyediakan bagi kita.
Doakan dan Renungkan
• Apakah selama ini kau bergantung
pada Berkat Tuhan atau
bergantung pada Tuhan?
• Ketika apa yang kau inginkan
diambil orang dengan cara
yang tidak benar,
apa yang akan kau lakukan?
• Jangan bergantung kepada
berkat yang Tuhan berikan,
tetapi marilah kita bergantung
kepada Tuhan karena berkat itu
datangnya dari Tuhan.
Mari kita terus belajar dan
bertumbuh dalam Kristus