Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Tuhan Adalah Gembalaku
RENUNGAN HARIAN
GKY MANGGA BESAR
Rabu, 24 Mei 2023
Galatia 6:1-5
Saling Membantulah Kamu (Part 1)
Setiap kita adalah manusia yang rapuh dan rentan menjadi seseorang yang sering gagal. Gagal di dalam mencapai maksud dan tujuan Tuhan.
Oleh karena itu kita perlu hidup di dalam Kristus karena kita dapat melakukan segala sesuatu sesuai kehendak-Nya dengan dimampukan oleh Roh Kudus.
Dunia ini adalah dunia yang gagal dan mungkin diantara kita ada yang tidak setuju dengan pendapat ini karena eskalasi dan inovasi teknologi.
Ada banyak kemajuan-kemajuan terjadi di dalam dunia ini dibandingkan dengan masa-masa lalu. Kemajuan teknologi memang nyata, tetapi dalam kemajuan tersebut nyata, apa yang Alkitab sebut tercemar oleh dosa.
Dosa ialah manusia tidak mencapai tujuan Allah, itu terminologi dosa dengan kata hamartia yaitu tidak mencapai tujuan daripada Tuhan.
Kemajuan teknologi sebenarnya untuk memberikan kemajuan dalam peradaban manusia, tetapi kita melihat hamartia didalamnya.
Handphone yang canggih membantu manusia untuk berkomunikasi dengan orang lain, tetapi dampaknya adalah dengan komunikasi yang begitu hebat itu tidak meningkatkan kualitas relasi manusia.
Di zaman ini kita bisa dengan mudah mengakses banyak informasi, tetapi apakah dengan informasi itu dapat membuat manusia melihat arah hidupnya?
Banyak orang yang tercebur dan tenggelam di dalam kesesatan informasi tersebut. Semua yang disampaikan ini tidak untuk menyalahkan pihak manapun.
Melainkan marilah kita memikirkan bagaimanakah kita sebagai orang percaya bisa menjadi berkat ditengah kemajuan dunia agar mata rohani manusia dicelikkan oleh kuasa Roh Kudus.
Galatia 6:1-5
1 Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.
2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.
3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri.
4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.
5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.
Kesadaran akan dunia yang gagal adalah kesadaran bahwa kita semua adalah orang-orang yang gagal sebelum kita percaya kepada Kristus.
Seberapa banyak prestasi yang kita miliki itu tidak ada apa-apanya sebab diluar Kristus kita adalah orang-orang yang dikuasai oleh dosa dan kita tidak mampu untuk hidup sebagaimana yang Tuhan inginkan.
Kesadaran seperti ini harusnya mengubah cara pandang kita kepada saudara dan sesama kita terhadap apa yang terjadi dalam hidup mereka.
Pesan firman Tuhan bagi kita:
1. Orang yang rohani haruslah memiliki semangat memperbaiki bukan memperburuk, atau bahkan memburuk-burukkan.
Galatia 6:1-3
1 Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.
2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.
3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri.
Pada ayat pertama ada sebuah kata memimpin yang berarti dalam terjemahan harafiahnya adalah memperbaiki.
Banyak diantara kita lebih senang membuang apa yang sudah rusak daripada memperbaikinya terkait dengan barang-barang yang kita miliki.
Ada kalanya semangat seperti itu kita terapkan kepada sesama kita dan kalau gagal maka kita buang.
Firman Tuhan mengajarkan kepada kita bahwa orang percaya adalah orang yang rohani karena Roh Kudus tinggal di dalam mereka.
Semangat dari Roh Kudus bukanlah membuang tetapi memperbaiki, bukan memperburuk atau memburukkan orang lain sebab orang percaya perlu hidup dalam hukum Kristus yaitu bertolong-tolongan menanggung beban.
Dulu sebelum kita mengenal Kristus, kita juga bukan orang yang berarti di mata Tuhan.
Setelah kita menjadi orang-orang percaya, maka kita menjadi orang yang berarti untuk saling menolong satu sama lain.
Tuhan memberikan kepercayaan kepada kita untuk kita boleh menjadi berkat bagi orang lain.
Apapun yang terjadi kepada orang lain maka panggilan kita adalah untuk menolong dia untuk bangkit di dalam hidupnya dan celik mata rohaninya.
Menolong dia agar dia bisa bergantung dan melihat pengharapan yang Tuhan berikan.
Ketika kita melihat sekeliling kita, mari melihatnya seperti Kristus melihat orang lain dengan belas kasihan.
Tuhan ingin hidup kita menjadi orang yang berfaedah dan membangun orang lain agar mereka bisa hidup bagi Tuhan.
2. Menguji pekerjaan kita sendiri menjadikan kita sebagai orang percaya bertanggung jawab atas kepercayaan yang Tuhan berikan kepada kita.
Galatia 6:4-5
4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.
5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.
Menilai dan menghakimi orang lain itulah kebiasaan kita. Kita tidak suka dinilai oleh orang lain dan tidak suka memikirkan seperti apa diri kita. Kita sering menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi di dalam hidup kita.
Firman Tuhan yang kita baca hari ini mengajarkan kita agar kita menguji pekerjaan kita sendiri dan boleh bermegah melihat keadaan kita bukan keadaan orang lain.
Alkitab berkata bahwa tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.
Ketika kita belajar menguji pekerjaan kita maka itulah semangat bertanggung jawab dihadapan Tuhan akan apa yang telah Dia percayakan kepada kita.
Apa yang Tuhan percayakan kepada kita adalah hal yang berharga, apapun itu dan tidak ada hal yang remeh di hadapan Dia.
Ketika kita melakukannya dengan baik dan setia maka artinya kita sedang memuliakan nama Tuhan.
Nilainya bukan karena pekerjaan atau perbuatan kita tetapi pada kemuliaan Tuhan itu sendiri.
Oleh karena itu, kita perlu introspeksi diri dan menguji pekerjaan kita yang meningkatkan kualitas dan kesaksian hidup kita di mata orang lain.
Mari belajar menguji pekerjaan kita dan lebih banyak introspeksi diri sebab kita hidup di hadapan Tuhan.
Firman Tuhan berkata apapun yang kita kerjakan maka lakukanlah seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
Doakan dan renungkan.
* Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain.
* Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.
Ujilah pekerjaan sendiri