Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Kamis, 04 Mei 2023

Tuhan Adalah Gembalaku


Tuhan Adalah Gembalaku 

RENUNGAN HARIAN 

GKY MANGGA BESAR 

Kamis, 4 Mei 2023 


Nehemia 6:1-19

Pembangunan tembok diselesaikan; Usaha-usaha membunuh Nehemia


Penghalang terbesar untuk Tuhan bekerja dalam hidup kita bukan dari situasi dan kondisi ataupun orang lain, melainkan diri kita sendiri.


Jadilah orang percaya yang menuruti firman Tuhan dan alamilah karya-Nya yang ajaib. Ada kalanya, kehidupan kita dihalangi atau terhalangi oleh orang lain, bisa jadi itulah kenyataannya.


Sebenarnya, penghalang dalam kehidupan kita adalah diri kita sendiri.


Ketika batin kita banyak ditumpuki sampah duniawi yang merupakan hasil dari respon negatif terhadap berita-berita dunia, atau perilaku dan perkataan orang disekitar kita yang membuat kita tidak nyaman.


Jika kita kurang dipengaruhi oleh firman Tuhan yang membangun iman kita, maka sampah-sampah duniawi yang membebani hidup kita itu akan memperberatkan kita untuk maju dalam hidup.


Tuhan tidak ingin kita berhenti untuk maju karena Tuhan adalah Gembala yang baik dan selalu memimpin kita untuk maju.


Iman selalu membawa kita maju bersama dengan Tuhan dan memandang Yesus yang berjalan didepan kita.


Nehemia 6:1-19


1 Ketika Sanbalat dan Tobia dan Gesyem, orang Arab itu dan musuh-musuh kami yang lain mendengar, bahwa aku telah selesai membangun kembali tembok, sehingga tidak ada lagi lobang, walaupun sampai waktu itu di pintu-pintu gerbang belum kupasang pintunya,


2 maka Sanbalat dan Gesyem mengutus orang kepadaku dengan pesan: "Mari, kita mengadakan pertemuan bersama di Kefirim, di lembah Ono!" Tetapi mereka berniat mencelakakan aku.


3 Lalu aku mengirim utusan kepada mereka dengan balasan: "Aku tengah melakukan suatu pekerjaan yang besar. Aku tidak bisa datang! Untuk apa pekerjaan ini terhenti oleh sebab aku meninggalkannya dan pergi kepada kamu!"


4 Sampai empat kali mereka mengirim pesan semacam itu kepadaku dan setiap kali aku berikan jawaban yang sama kepada mereka.


5 Lalu dengan cara yang sama untuk kelima kalinya Sanbalat mengirim seorang anak buahnya kepadaku yang membawa surat yang terbuka.


6 Dalam surat itu tertulis: "Ada desas-desus di antara bangsa-bangsa dan Gasymu membenarkannya, bahwa engkau dan orang-orang Yahudi berniat untuk memberontak, dan oleh sebab itu membangun kembali tembok. Lagipula, menurut kabar itu, engkau mau menjadi raja mereka.


7 Bahkan engkau telah menunjuk nabi-nabi yang harus memberitakan tentang dirimu di Yerusalem, demikian: Ada seorang raja di Yehuda! Sekarang, berita seperti itu akan didengar raja. Oleh sebab itu, mari, kita sama-sama berunding!"


8 Tetapi aku mengirim orang kepadanya dengan balasan: "Hal seperti yang kausebut itu tidak pernah ada. Itu isapan jempolmu belaka!"


9 Karena mereka semua mau menakut-nakutkan kami, pikirnya: "Mereka akan membiarkan pekerjaan itu, sehingga tak dapat diselesaikan." Tetapi aku justru berusaha sekuat tenaga.


10 Ketika aku pergi ke rumah Semaya bin Delaya bin Mehetabeel, sebab ia berhalangan datang, berkatalah ia: "Biarlah kita bertemu di rumah Allah, di dalam Bait Suci, dan mengunci pintu-pintunya, karena ada orang yang mau datang membunuh engkau, ya, malam ini mereka mau datang membunuh engkau."


11 Tetapi kataku: "Orang manakah seperti aku ini yang akan melarikan diri? Orang manakah seperti aku ini dapat memasuki Bait Suci dan tinggal hidup? Aku tidak pergi!"


12 Karena kuketahui benar, bahwa Allah tidak mengutus dia. Ia mengucapkan nubuat itu terhadap aku, karena disuap Tobia dan Sanbalat.


13 Untuk ini ia disuap, supaya aku menjadi takut lalu berbuat demikian, sehingga aku berdosa. Dengan demikian mereka mempunyai kesempatan untuk membusukkan namaku, sehingga dapat mencela aku.


14 Ya Allahku, ingatlah bagaimana Tobia dan Sanbalat masing-masing telah bertindak! Pun tindakan nabiah Noaja dan nabi-nabi yang lain yang mau menakut-nakutkan aku.


15 Maka selesailah tembok itu pada tanggal dua puluh lima bulan Elul, dalam waktu lima puluh dua hari.


16 Ketika semua musuh kami mendengar hal itu, takutlah semua bangsa sekeliling kami. Mereka sangat kehilangan muka dan menjadi sadar, bahwa pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Allah kami.


17 Pada masa itu pula para pemuka Yehuda mengirim banyak surat kepada Tobia, dan sebaliknya mereka menerima surat-surat dari padanya,


18 karena banyak orang di Yehuda mempunyai ikatan sumpah dengan dia, sebab ia adalah menantu Sekhanya bin Arah, sedang Yohanan, anaknya, mengambil anak Mesulam bin Berekhya sebagai isteri.


19 Juga mereka sebut-sebut segala kebaikan Tobia di mukaku dan segala perkataanku terus dibeberkan kepadanya. Pula Tobia mengirim surat-surat untuk menakut-nakutkan aku.


Usaha Nehemia untuk membangun sudah sedemikian keras dan usaha untuk menggagalkan pembangunan tidak kalah keras dan giat.


Cara menggagalkan untuk membangun tembok Yerusalem, yaitu dengan meruntuhkan semangat mereka.


Nehemia tidak melayani semuanya itu, ia terus melanjutkan penyelesaian pembangunan tembok tersebut.


Pesan firman Tuhan bagi kita:

1. Seringkali yang membuat kita tidak fokus dan maju bukanlah kesulitan, melainkan ketakutan yang ada di dalam hati kita.


Nehemia 6:14

Ya Allahku, ingatlah bagaimana Tobia dan Sanbalat masing-masing telah bertindak! Pun tindakan nabiah Noaja dan nabi-nabi yang lain yang mau menakut-nakutkan aku.


Tobia dan Sanbalat tidak suka akan keberhasilan, maka mereka melakukan dengan cara membuat orang-orang Israel menjadi ketakutan.


Kita harus akui seringkali ketakutan kita lebih besar daripada apa yang kita takuti, artinya ketakutan kita bukanlah sesuatu yang realitas tetapi berada di imajinasi kita.


Hal itu dapat terjadi ketika kita mendengar banyak isu yang membuat kita takut.


Ketakutan seperti itu membuat kita menjadi tidak berdaya dan tidak bisa fokus pada apa yang harus kita kerjakan. Di dalam firman Tuhan, Dia selalu berkata kepada kita untuk jangan takut.


Ketakutan membuat kita menghentikan seluruh kegiatan dalam hidup dan tidak berani melangkah.


Kita tidak perlu takut, sebab Tuhan berjalan di depan kita. Dia memimpin dan menyertai kita, apapun ancaman dan kesukaran yang dihadapi, semuanya tidak lebih besar dari Tuhan yang menyertai.


Tuhan selalu berkata kepada kita untuk tidak takut, apapun ketakutan yang kita rasakan sebagai sebuah realitas, ingatlah Tuhan adalah realitas yang nyata dan Dia lebih besar dari apa yang kau takuti.


Ketika kita berjalan bersama-Nya, tidak ada hal yang perlu ditakuti. Jangan membuat ketakutan memberhentikan kehidupan yang telah diberikan Tuhan.


2. Permasalahan bukanlah alasan bagi kita untuk berhenti maju di dalam kehidupan kita.


Nehemia 6:9

Karena mereka semua mau menakut-nakutkan kami, pikirnya: "Mereka akan membiarkan pekerjaan itu, sehingga tak dapat diselesaikan." Tetapi aku justru berusaha sekuat tenaga.


Nehemia bukan sedang menjalankan pekerjaan yang lancar, tetapi dia sedang menghadapi hambatan demi hambatan dan responnya adalah ia tetap berusaha sekuat tenaga.


Permasalahan yang hadir dalam hidup kita bisa diresponi dengan dua macam, yaitu dengan berhenti melaksanakan apa yang patut kita kerjakan atau semakin bergiat di dalamnya.


Kita sebagai orang percaya yang bertemu dengan masalah harus lebih giat dan bersungguh-sungguh di dalam Tuhan untuk mengerjakan bagian kita, bukan menyerah.


Permasalahan tidak dapat diselesaikan dengan menyerah, tetapi hanya dapat diselesaikan dengan hikmat Tuhan dan tetap berjalan sesuai dengan panggilan Dia.


Tuhan bekerja melampaui apa yang kita pikirkan dan jika kita malah berhenti, lantas bagaimana Tuhan bisa membantu dan memberikan berkat untuk kita?


Ketika kita melangkah dan terus maju di dalam permasalahan yang sulit, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.


Dia bekerja setahap demi setahap, Tuhan memang tidak langsung menyelesaikannya, tetapi Dia mau menuntun langkah-langkah kita.


Pergumulan, kesulitan, dan penderitaan bukanlah alasan yang valid bagi kita untuk berhenti dari setiap kemajuan yang perlu kita lakukan.


Itu alasan yang baik bagi kita untuk bekerja lebih sungguh-sungguh untuk bersandar dan berharap kepada Tuhan.


Doakan dan renungkan.


* Tobia dan sekutunya menakuti dengan maksud agar pekerjaan pembangunan tembok terbengkalai dan tak dapat diselesaikan. Tetapi Nehemia justru berusaha sekuat tenaga.


* Permasalahan yang hadir dalam hidup kita bisa diresponi dengan dua macam, yaitu dengan berhenti melaksanakan apa yang patut kita kerjakan atau semakin bergiat di dalamnya.


Jangan menyerah selama Allah beserta kita