Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Sabtu, 22 April 2023

Tuhan Adalah Gembalaku

Tuhan Adalah Gembalaku 

RENUNGAN HARIAN 

GKY MANGGA BESAR 

Sabtu, 22 April 2023 


2 Raja-raja 4:1-7

Minyak Seorang Janda


Sudahkah Anda melihat apa yang Anda miliki merupakan berkat yang datang dari Tuhan?


Ketika kita menyadari apa yang kita punya itu semua semata-mata karena kemurahan Tuhan kepada kita, maka kita bisa mensyukuri kehidupan kita bukan?


Percayakah Anda bahwa Tuhan memberi kepada kita bukan tanpa maksud dan tujuan. Seringkali kita tidak terlalu memandang apa yang ada pada kita sebagai pemberian dari Tuhan.


Setiap orang pasti ada pemberian Tuhan baginya, dan tidak ada orang yang tidak pernah menerima pemberian Tuhan.


Ketika kita tidak menyadari apa yang Tuhan berikan itu ada maksud dan tujuan Tuhan, maka kita tidak juga memikirkan bagaimana kita menggunakan dan mengembangkannya apa yang kita terima.


Melainkan kita biarkan, bahkan abaikan semuanya dan tentu akibatnya apa yang kita miliki sebagai sesuatu yang statik dan tidak berkembang dengan baik.


Mari kita perhatikan apa yang Tuhan berikan kepada kita dan mulai renungkan apakah kita sudah memakai dan mengembangkannya sebaik-baiknya.


2 Raja-raja 4:1-7


1 Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya."


2 Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak."


3 Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.


4 Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!"


5 Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang.


6 Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir.


7 Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."


Nabi Elisa dipakai Tuhan dengan ajaib untuk mengkonfirmasi bahwa Tuhan memang memanggil Elisa menjad nabinya menggantikan Elia.


Kali ini, nabi Elisa mendapatkan keluhan dari salah seorang istri nabi yang suaminya telah meninggal, dan meninggalkan hutang bagi keluarganya.


Pesan Firman Tuhan pada hari ini :

1. Mohonlah berkat dari apa yang ada padamu dan mulailah dari apa yang ada padamu.


2 Raja-raja 4:2

2 Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak."


Ketika seorang janda dari seorang nabi yang telah meninggal dunia dan mempunyai hutang yang belum dibayar, sehingga penghutang itu menuntut akan mengambil anak-anak mereka.


Datang-lah janda ini kepada nabi Elisa. Nabi Elisa mengatakan kalimat yang menarik,"Apakah yang dapat kuperbuat bagimu?


Namun, ia lanjutkan, “Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah.".


Seakan-akan dari kalimat ini kita mendapatkan kesan bahwa nabi Elisa mau melakukan sesuatu mulai dari apa ada di rumah janda itu.


Namun, jawab janda itu adalah"Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak."


Dari sini kita belajar sesuatu, bahwa Tuhan bisa bekerja melalui apa yang kita punyai. Namun, di satu sisi, adakalanya atau mungkin seringkali kita tidak pernah memperhitungkan apa yang kita punyai.


Ketika kita menghadapi pergumulan, kita merasa tidak punya apa-apa yang bisa menolong hidup kita, sedangkan pastilah kita punya sesuatu, yang Tuhan berikan kepada kita.


Dari kasus ini kita belajar satu hal, bahwa sebagai orang percaya kita perlu memohon berkat Tuhan dari apa yang kita punyai.


Seringkali kita berdoa mencari berkat yang lain yang tidak kita punyai, tetapi kita tidak pernah mendoakan apa yang kita punyai supaya Tuhan berkati menjadi kemuliaan dan berkat bagi orang lain.


Karena kita tidak memohon berkat Tuhan dari apa yang Tuhan berikan kepada kita yang telah kita terima, kita seringkali tidak memulai segala sesuatu dari apa yang ada pada kita.


Kita meminta kepada Tuhan sesuatu yang kita tidak punya, dan yang kita punyai tidak kita perhitungkan sebagai sesuatu yang Tuhan bisa pakai untuk menjadi berkat dalam hidup kita.


Janda ini mengatakan, kecuali satu buli-buli yang berisi minyak.


Dari kisah ini kita tahu bahwa sebuah buli-buli berisi minyak yang tidak banyak, tetapi ketika diberkati oleh Tuhan, itu sungguh-sungguh memberkati kehidupan janda ini.


Apa yang kita miliki adalah berkat Tuhan. Namun, Tuhan juga ingin memberkati berkat itu supaya semakin membawa keajaiban, kemuliaan bagi nama Tuhan.


Dan kita menjadi orang percaya yang bijaksana dalam anugerah Tuhan, tahu bagaimana mengembang-kan semuanya itu.


2. Lakukan segala sesuatu dengan iman kepada Tuhan.


2 Raja-raja 4:3-5

3 Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.


4 Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!"


5 Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang.


Jikalau kisah ini adalah kisah hidup kita, kira-kira apakah kita akan meminta bejana-bejana dari tetangga?


Kita masuk kerumah dan tutup pintu, lalu sebuah buli-buli berisi minyak yang sangat terbatas itu kita mulai tuang ke bejana-bejana yang sekian banyak.


Kita tidak tahu, karena kita tidak mengalami kasus yang sama, tetapi dari janda ini kita melihat janda ini tidak lagi berpikir atau berhitung.


Dia melakukan apa yang diperintahkan oleh nabi Elisa. Tidak mudah untuk melakukan hal yang janda ini lakukan, karena setiap dari kita bisa berhitung bukan?


Sebuah buli-buli berisi minyak, pasti minyaknya tidak lebih banyak daripada volume-volume dari buli-buli yang dikumpulkan janda itu.


Kalaupun minyak itu dibagikan ke volume bejana-bejana yang sebanyak itu, tetap saja menurut hitungan matematis kita, jumlah minyak tidak bertambah. Hanya jumlah bejana, buli-bulinya yang bertambah.


Janda ini tidak berbuat seperti kita, tetapi dia melakukannya saja.


Perempuan atau janda ini, melakukan dengan iman bahwa memang secara alamiah tidak mungkin, tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Apatah lagi itu yang Tuhan perintahkan.


Ketika Tuhan memerintahkan, Tuhan juga tahu apa yang hendak dia kerjakan.


Bukankah itu yang Tuhan Yesus lakukan kepada murid-muridnya ketika lima ribu orang membutuhkan makanan? Tuhan Yesus memerintahkan dan Tuhan Yesus tahu apa yang hendak Ia perbuat.


Bukankah itu yang Yesus lakuan kepada pelayan dari sebuah pernikahan di Kana.


Ketika air tawar diisi penuh ke dalam tempat cuci kaki dan Tuhan Yesus menyuruh pelayan membawa secedok daripada air itu kepada pemimpin pesta. Ternyata air itu telah berubah menjadi air anggur.


Berjalan dengan iman adalah berjalan sesuai dengan firman dan kehendak Tuhan.


Dengan iman artinya kita percaya Tuhan yang memerintahkan, Tuhan juga tahu apa yang Dia perbuat, meskipun kita tidak tahu. Tuhan yang memerintahkan, Tuhan sanggup mengerjakan semuanya itu.


Mari dalam hidup kita belajar berjalan dengan iman sebagaimana janda ini. Dia belajar dengan iman meskipun mungkin saja kita tidak menghadapi kasus yang sama, tetapi kasus yang sangat berbeda tetapi prinsipnya sama.


Engkau dan saya sebagai orang percaya harus belajar berjalan dengan iman.


Kita bukan saja percaya karena kita melihat, tetapi meskipun kita tidak melihat, kita percaya Tuhan sanggup.


Doakan dan renungkan.


* Elisa berkata, "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah."


* Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak."


Tuhan bekerja melalui apa yang kita punya