Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Rabu, 05 April 2023

Tuhan adalah gembalaku


Tuhan Adalah Gembalaku

RENUNGAN HARIAN

GKY MANGGA BESAR

Rabu, 5 April 2023


Yohanes 12:1-8

Yesus Diurapi di Betania


Kepekaan merupakan hal yang sangat berharga dalam hidup kita, seperti kepekaan akan situasi dan kondisi, apa yang patut dikatakan dalam tindakan dan keputusan.


Kepekaan sebagai orang percaya sangat dipengaruhi bagaimana kita peka akan pimpinan Tuhan dalam hidup kita. Sangatlah penting bagi kita untuk hidup dekat dengan firman dan pimpinan Tuhan.


Setiap kita pasti ingin bisa mengambil keputusan dan tindakan yang tepat serta menggunakan kesempatan yang baik.


Ketika kita melakukannya, maka akan memberikan sumbangsih yang signifikan di dalam kehidupan kita.


Hal tersebut berbicara bagaimana kita mengikuti pimpinan Tuhan di dalam kehidupan kita yang sangat dipengaruhi bagaimana hidup kita dipenuhi oleh Roh Kudus.


Ketika kita hidup dengan disiplin bersekutu dengan Tuhan, mendengarkan firman-Nya, dan berjalan bersama Tuhan, maka kita akan menjadi orang-orang yang mengalami berkat Tuhan.


Yohanes 12:1-8


1 Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.


2 Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.


3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.


4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:


5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"


6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.


7 Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.


8 Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."


Firman Tuhan yang kita baca hari ini adalah kisah Tuhan Yesus mengunjungi kota Betania. Keluarga Maria, Martha, dan Lazarus menjamu Yesus untuk makan di rumahnya.


Ada tindakan yang berbeda, yaitu Maria mengurapi Tuhan Yesus dengan minyak narwastu murni.


Alkitab mencatat bahwa kedatangan Tuhan Yesus kali ini adalah 6 hari sebelum Tuhan Yesus melaksanakan misi penebusan diatas kayu salib.


Pesan firman Tuhan bagi kita:

1. Tindakan yang tepat waktu sangat berharga.


Yohanes 12:1-3


1 Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.


2 Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.


3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.


Maria yang mengurapi Tuhan Yesus dengan minyak narwastu murni itu tidak dinilai dari harga minyak tersebut, minyak ini adalah minyak yang mahal sebab minyak itu tidak diproduksi di tanah Israel dan di impor dari negara lain.


Para wanita di Israel sedikit demi sedikit mengumpulkan minyak itu untuk mereka masuk ke dalam perkawinan.


Minyak narwastu ini menjadi sangat penting bagi Maria, dan dia mencurahkan minyak itu kepada Tuhan Yesus.


Maria mencurahkan seluruh minyak narwastu yang mahal itu kepada Tuhan Yesus dan nilai dari pengurapan Maria itu melampaui harga minyak narwastu tersebut.


Maria mengurapi Tuhan Yesus menjelang Tuhan Yesus naik ke atas kayu salib.


Tuhan berkata: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.” Apa yang Maria perbuat ini dilakukan pada hari dan situasi serta kondisi yang tepat.


Meski tidak dicatat di dalam Alkitab, wangi minyak narwastu yang dicurahkan itu masih membekas di dalam penciuman Tuhan Yesus sampai Ia diadili.


Itulah yang memberitahukan kepada kita bahwa ketika kita bertindak tepat pada waktunya menjadi sumbangsih yang signifikan di dalam pelayanan dan kehidupan kita.


Hal itu bisa dilakukan ketika kita memiliki kedekatan dengan Tuhan, sebab Dia mempunyai cara untuk menolong kita agar kita bisa melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya.


Maria adalah seorang yang selalu berada di kaki Tuhan Yesus, dia sangat dekat dengan Tuhan Yesus.


Suatu kali ketika Tuhan Yesus datang ke rumahnya, ia duduk di kaki Yesus dan mendengarkan apa yang dikatakan. Maria melakukan persembahan yang tepat pada waktunya.


Mari kita belajar dari seorang Maria yang hidup dekat dengan Tuhan, sehingga dia punya kepekaan untuk bertindak di dalam kehidupan.



2. Kasih itu akan berbuah tindakan yang berharga


Yohanes 12:4-8


4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:


5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"


6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.


7 Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.


8 Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."


Apa yang disampaikan Yudas Iskariot memang baik, tetapi Alkitab mencatat bahwa Yudas memberikan usul tidak dengan motivasi yang sesungguhnya.


Ada perbedaan diantara Yudas dan Maria, Yudas tidak mempunyai kepekaan akan situasi dan kondisi, tetapi Maria mempunyai kepekaan itu.


Hal itu bisa terjadi karena Maria sangat mengasihi Tuhan Yesus, tetapi Yudas Iskariot lebih mencintai uang daripada Tuhan Yesus.


Hal ini menjadi pondasi di dalam ekspresi dan tindakan yang lahir dari motivasi yang berbeda, Maria begitu mengasihi Tuhan Yesus.


Orang yang mengasihi akan memikirkan apa yang dapat diperbuat kepada orang yang dikasihi.

Ketika waktunya tiba, maka dia akan melakukannya pada waktu yang tepat.


Yudas Iskariot tidak demikian, karena yang dia pikirkan adalah keuntungan diri sendiri. Dia tidak bisa melihat situasi dan kondisi serta tidak memikirkan hal terbaik yang harus dilakukan kepada Tuhan Yesus.


Dia hanya memikirkan kesempatan yang membuatnya untung saja.


Ketika kita ingin melakukan perkara yang tepat pada waktunya sesuai dengan situasi dan kondisi, maka kita harus hidup di dalam kasih dan memikirkan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri.


Kita melakukannya di dalam kepekaan akan kebutuhan orang lain.


Ketika mengasihi Tuhan, maka kita akan selalu memikirkan kepentingan Tuhan daripada kepentingan kita dan kita mempunyai kepekaan akan apa yang patut kita kerjakan.


Maria tidak punya kesadaran bahwa Tuhan Yesus akan segera naik ke atas kayu salib, tetapi dia telah melakukan perkara yang berharga karena dia sangat mengasihi Tuhan Yesus.


Mari kita belajar mencintai Tuhan dan orang lain dengan cinta yang tulus, agar kita bisa melakukan tindakan dan perkataan yang tepat pada waktunya dan bisa menjadi berkat bagi orang lain.


Doakan dan renungkan.


* Kata Yudas,"Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"


* Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.


Menipu atas nama orang miskin