Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan adalah gembalaku
Tuhan Adalah Gembalaku
RENUNGAN HARIAN
GKY MANGGA BESAR
Kamis, 23 Maret 2023
1 Raja-raja 2:13-46
Tindakan-tindakan Salomo Untuk Mengokohkan Takhtanya
Tulisan yang kita tulis bisa kita hapus, tetapi perbuatan dan perkataan kita yang telah kita laksanakan tidak pernah dapat kita hapus, dan bisa saja diingat oleh orang lain hingga selamanya.
Marti kita menjadi orang yang berhati-hati di dalam perilaku, perbuatan, dan perkataan kita sehingga kita tidak mempermalukan nama Tuhan dan bisa menjadi berkat bagi orang lain.
Sejarah hidup seseorang dapat mempengaruhi masa depan orang itu. Hal itu sering kita kenal dengan yang namanya track record.
Track record memang dapat menggambarkan siapakah seseorang itu, tetapi tidak berarti bahwa seseorang itu tidak dapat berubah di dalam kehidupannya.
Kita harus menjadi waspada agar kita menghidupi kehidupan ini dengan sebaik-baiknya.
Kehidupan yang takut akan Tuhan memberikan dampak yang baik terhadap kehidupan kita sehari-hari.
Yang dimaksud dengan takut akan Tuhan adalah bahwa kita melakukan segala perkara karena kita mengasihi Tuhan dan ingin memuliakan nama-Nya.
Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menjadi saksi Kristus di dalam dunia ini.
1 Raja-raja 2:13-46
13 Pada suatu hari Adonia, anak Hagit, masuk menghadap Batsyeba, ibu Salomo, lalu perempuan itu berkata: "Apakah engkau datang dengan maksud damai?" Jawabnya: "Ya, damai!"
14 Kemudian katanya: "Ada sesuatu yang hendak kukatakan kepadamu." Jawab perempuan itu: "Katakanlah!"
15 Lalu katanya: "Engkau sendiri tahu bahwa akulah yang berhak atas kedudukan raja, dan bahwa seluruh Israel mengharapkan, supaya aku menjadi raja; tetapi sebaliknya kedudukan raja jatuh kepada adikku, sebab dari TUHANlah ia mendapatnya.
16 Dan sekarang, satu permintaan saja kusampaikan kepadamu; janganlah tolak permintaanku." Jawab perempuan itu kepadanya: "Katakanlah!"
17 Maka katanya: "Bicarakanlah kiranya dengan raja Salomo, sebab ia tidak akan menolak permintaanmu, supaya Abisag, gadis Sunem itu, diberikannya kepadaku menjadi isteriku."
18 Jawab Batsyeba: "Baik, aku akan membicarakan hal itu untuk engkau dengan raja."
19 Batsyeba masuk menghadap raja Salomo untuk membicarakan hal itu untuk Adonia, lalu bangkitlah raja mendapatkannya serta tunduk menyembah kepadanya; kemudian duduklah ia di atas takhtanya dan ia menyuruh meletakkan kursi untuk bunda raja, lalu perempuan itu duduk di sebelah kanannya.
20 Berkatalah perempuan itu: "Suatu permintaan kecil saja yang kusampaikan kepadamu, janganlah tolak permintaanku." Jawab raja kepadanya: "Mintalah, ya ibu, sebab aku tidak akan menolak permintaanmu."
21 Kata perempuan itu: "Biarlah Abisag, gadis Sunem itu, diberikan kepada kakakmu Adonia menjadi isterinya."
22 Tetapi raja Salomo menjawab ibunya: "Mengapa engkau meminta hanya Abisag, gadis Sunem itu, untuk Adonia? Minta jugalah untuknya kedudukan raja! Bukankah dia saudaraku yang lebih tua, dan di pihaknya ada imam Abyatar dan Yoab, anak Zeruya?"
23 Lalu bersumpahlah raja Salomo demi TUHAN: "Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan lebih dari pada itu, jika Adonia tidak membayarkan nyawanya dengan permintaan ini!
24 Oleh sebab itu, demi TUHAN yang hidup, yang menegakkan aku dan mendudukkan aku di atas takhta Daud, ayahku, dan yang membuat bagiku suatu keluarga seperti yang dijanjikan-Nya: pada hari ini juga Adonia harus dibunuh."
25 Lalu raja Salomo menyerahkan hal itu kepada Benaya bin Yoyada; orang ini memancung dia sehingga mati.
26 Dan kepada imam Abyatar raja berkata: "Pergilah ke Anatot, ke tanah milikmu, sebab engkau patut dihukum mati, tetapi pada hari ini aku tidak akan membunuh engkau, oleh karena engkau telah mengangkat tabut Tuhan ALLAH di depan Daud, ayahku, dan oleh karena engkau telah turut menderita dalam segala sengsara yang diderita ayahku."
27 Lalu Salomo memecat Abyatar dari jabatannya sebagai imam TUHAN. Dengan demikian Salomo memenuhi firman TUHAN yang telah dikatakan-Nya di Silo mengenai keluarga Eli.
28 Ketika kabar itu sampai kepada Yoab — memang Yoab telah memihak kepada Adonia, sekalipun ia tidak memihak kepada Absalom — maka larilah Yoab ke kemah TUHAN, lalu memegang tanduk-tanduk mezbah.
29 Kemudian diberitahukanlah kepada Salomo, bahwa Yoab sudah lari ke kemah TUHAN, dan telah ada di samping mezbah. Lalu Salomo menyuruh Benaya bin Yoyada: "Pergilah, pancung dia."
30 Benaya masuk ke dalam kemah TUHAN serta berkata kepadanya: "Beginilah kata raja: Keluarlah." Jawabnya: "Tidak, sebab di sinilah aku mau mati." Lalu Benaya menyampaikan jawab itu kepada raja, katanya: "Beginilah kata Yoab dan beginilah jawabnya kepadaku."
31 Kata raja kepadanya: "Perbuatlah seperti yang dikatakannya; pancunglah dia dan kuburkanlah dia; dengan demikian engkau menjauhkan dari padaku dan dari pada kaumku noda darah yang ditumpahkan Yoab dengan tidak beralasan.
32 Dan TUHAN akan menanggungkan darahnya kepadanya sendiri, karena ia telah membunuh dua orang yang lebih benar dan lebih baik dari padanya. Ia membunuh mereka dengan pedang, dengan tidak diketahui ayahku Daud, yaitu Abner bin Ner, panglima Israel, dan Amasa bin Yeter, panglima Yehuda.
33 Demikianlah darah mereka akan ditanggungkan kepada Yoab dan keturunannya untuk selama-lamanya, tetapi Daud dan keturunannya dan keluarganya dan takhtanya akan mendapat selamat dari pada TUHAN sampai selama-lamanya."
34 Maka berangkatlah Benaya bin Yoyada, lalu memancung dan membunuh Yoab, kemudian dia dikuburkan di rumahnya sendiri di padang gurun.
35 Raja mengangkat Benaya bin Yoyada menggantikan Yoab menjadi kepala tentara; dan raja mengangkat imam Zadok menggantikan Abyatar.
36 Kemudian raja menyuruh memanggil Simei, dan berkata kepadanya: "Dirikanlah bagimu sebuah rumah di Yerusalem, diamlah di sana, dan janganlah keluar dari sana ke mana-mana pun.
37 Sebab ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa pada waktu engkau keluar dan menyeberangi sungai Kidron, pastilah engkau mati dibunuh dan darahmu akan ditanggungkan kepadamu sendiri."
38 Lalu berkatalah Simei kepada raja: "Baiklah demikian! Seperti yang tuanku raja katakan, demikianlah akan dilakukan hambamu ini." Lalu Simei diam di Yerusalem beberapa waktu lamanya.
39 Dan sesudah lewat tiga tahun, terjadilah bahwa dua orang hamba Simei lari kepada Akhis bin Maakha, raja Gat, lalu diberitahukan kepada Simei: "Ketahuilah, kedua orang hambamu ada di Gat."
40 Maka berkemaslah Simei, dipelanainya keledainya, dan pergilah ia ke Gat, kepada Akhis, untuk mencari hambanya itu. Lalu Simei pulang dan membawa mereka dari Gat.
41 Ketika diberitahukan kepada Salomo, bahwa tadinya Simei pergi dari Yerusalem ke Gat dan sekarang sudah pulang,
42 maka raja menyuruh memanggil Simei dan berkata kepadanya: "Bukankah aku telah menyuruh engkau bersumpah demi TUHAN dan telah memperingatkan engkau, begini: Ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa pada waktu engkau keluar dan pergi ke mana-mana pun, pastilah engkau mati dibunuh! Dan engkau telah menjawab: Baiklah demikian, aku akan mentaatinya.
43 Mengapa engkau tidak menepati sumpah demi TUHAN itu dan juga perintah yang kuperintahkan kepadamu?"
44 Kemudian kata raja kepada Simei: "Engkau sendiri tahu dalam hatimu segala kejahatan yang kauperbuat kepada Daud, ayahku, maka TUHAN telah menanggungkan kejahatanmu itu kepadamu sendiri.
45 Tetapi diberkatilah kiranya raja Salomo dan kokohlah takhta Daud di hadapan TUHAN sampai selama-lamanya."
46 Raja memberi perintah kepada Benaya bin Yoyada, lalu keluarlah Benaya, dipancungnya Simei sehingga mati. Demikianlah kerajaan itu kokoh di tangan Salomo.
Bagian firman Tuhan yang kita baca ini mengisahkan orang-orang yang tidak memiliki integritas di dalam kehidupannya, yakni terkait dengan Raja Daud.
Mereka bukan sekadar tidak setia kepada Raja Daud, melainkan mereka sedang memberontak kepada Tuhan yang menetapkan Raja Daud sebagai Raja Israel yang akan digantikan oleh Salomo.
Pesan firman Tuhan bagi kita:
1. Permintaan kita dapat menggambarkan siapakah sesungguhnya kita.
1 Raja-raja 2:13-17
13 Pada suatu hari Adonia, anak Hagit, masuk menghadap Batsyeba, ibu Salomo, lalu perempuan itu berkata: "Apakah engkau datang dengan maksud damai?" Jawabnya: "Ya, damai!"
14 Kemudian katanya: "Ada sesuatu yang hendak kukatakan kepadamu." Jawab perempuan itu: "Katakanlah!"
15 Lalu katanya: "Engkau sendiri tahu bahwa akulah yang berhak atas kedudukan raja, dan bahwa seluruh Israel mengharapkan, supaya aku menjadi raja; tetapi sebaliknya kedudukan raja jatuh kepada adikku, sebab dari TUHANlah ia mendapatnya.
16 Dan sekarang, satu permintaan saja kusampaikan kepadamu; janganlah tolak permintaanku." Jawab perempuan itu kepadanya: "Katakanlah!"
17 Maka katanya: "Bicarakanlah kiranya dengan raja Salomo, sebab ia tidak akan menolak permintaanmu, supaya Abisag, gadis Sunem itu, diberikannya kepadaku menjadi isteriku."
Ketika Raja Daud masih bertakhta, Adonia mempunyai keinginan untuk menjadi Raja bagi orang Israel.
Dia datang kepada ibu dari Raja Salomo, yaitu Batsyeba. Kedatangannya membawa sebuah permintaan, tetapi sebelum dia minta memberikan sebuah kata-kata pendahuluan.
Hal itu memberitahu kita bahwa Adonia tidak rela bahwa takhta Daud dipegang oleh Salomo.
Menurut Adonia, dialah yang berhak menjadi Raja dan seluruh Israel juga menginginkan hal tersebut. Raja Salomo menjadi raja atas kehendak Tuhan.
Kita melihat bagaimana sikap Adonia dalam hatinya terhadap apa yang Tuhan kehendaki, dan permintaan Adonia kepada Batsyeba adalah meminta gadis Sunem yang melayani Raja Daud untuk menjadi isterinya.
Permintaan ini mungkin terlihat biasa saja, tetapi pada zaman itu permintaan seperti ini merupakan sebuah pemberontakan kepada kerajaan Salomo.
Permintaan tersebut adalah keinginan Adonia untuk merebut hati rakyat Israel, sehingga kharisma dari Adonia bisa lebih besar daripada Salomo. Salomo sangat marah dan berkata bahwa mengapa tidak meminta takhtanya saja.
Permintaan Adonia secara tidak langsung sedang merebut takhta dari Raja Salomo. Permintaan Adonia memberitahukan apa yang ada di dalam hatinya dan dari kisah ini kita mendapatkan suatu pesan yang sangat penting.
Kita bisa mengenal diri kita dari apa yang kita minta, apa yang kita rindukan, dan apa yang kita doakan. Hal itulah yang memberitahukan siapa kita.
Apakah kita orang yang beriman dan hidup rohani atau cenderung hidup duniawi?
Yakobus 4:3-4
3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.
Doa adalah gambaran seorang sahabat Tuhan, tetapi ketika kita berdoa dengan keinginan duniawi maka firman Tuhan berkata bahwa kita menjadi sahabat dunia ini dan menjadikan kita musuh Allah.
Mari kita hidup dekat dengan Tuhan dan keinginan kita dikuduskan oleh firman Tuhan dan Roh Kudus.
Mari kita menjadi orang Kristen yang mendoakan apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita, dan bukan hanya mengenai keinginan kita saja, sebab keinginan kita bisa saja dipengaruhi oleh dunia ini.
Oleh karena itu, jadilah orang percaya yang berdoa dan mendoakan apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita, sehingga hidup kita boleh berkenan kepada Tuhan.
2. Kehilangan integritas akan diikuti dengan kehilangan kepercayaan dari orang-orang sekitar kita.
1 Raja-raja 2:26-27
26 Dan kepada imam Abyatar raja berkata: "Pergilah ke Anatot, ke tanah milikmu, sebab engkau patut dihukum mati, tetapi pada hari ini aku tidak akan membunuh engkau, oleh karena engkau telah mengangkat tabut Tuhan ALLAH di depan Daud, ayahku, dan oleh karena engkau telah turut menderita dalam segala sengsara yang diderita ayahku."
27 Lalu Salomo memecat Abyatar dari jabatannya sebagai imam TUHAN. Dengan demikian Salomo memenuhi firman TUHAN yang telah dikatakan-Nya di Silo mengenai keluarga Eli.
Abyatar adalah imam Tuhan yang melayani raja, tetapi dia terlibat di dalam skandal politik dan dia mengusung Adonia untuk menjadi raja.
Abyatar menjadi imam Tuhan yang tidak setia kepada Raja Daud dan ketidaksetiaan kepada Raja Daud bukan hanya sekadar ketidaksetiaan kepada kekuasan.
Abyatar sebagai imam Tuhan tidak taat kepada Tuhan. Raja Salomo memecat Abyatar menjadi imam Tuhan di dalam kerajaannya dan mengangkat imam Zadok menjadi imam Tuhan.
Apa yang dilakukan Salomo adalah ia menggenapi apa yang dikatakan tentang keturunan Eli yang tidak akan lagi menjabat sebagai imam Tuhan.
Abyatar adalah keturunan terakhir dari imam Eli dan dia dipecat dari kedudukannya sebagai imam Tuhan.
Kita tahu bagaimana imam Eli hidup tidak setia kepada Tuhan dan hanya menuruti hawa nafsunya, sehingga Tuhan tidak lagi memakai keturunan imam Eli menjadi imam Tuhan.
Kehilangan integritas dapat dikatakan seperti seseorang yang kehilangan segala-galanya.
Orang yang kehilangan integritas dalam hidupnya akan kehilangan kepercayaan dari orang-orang sekitar termasuk sahabatnya.
Dia akan menghadapi penilaian Tuhan dan hidupnya tidak diberkati Tuhan karena dia hidup sebagai orang yang munafik.
Firman Tuhan berkata bahwa janganlah kita mendua hati dan jangan berpikir bahwa jika kita mendua hati maka kita akan mendapatkan sesuatu dari Tuhan.
Dia tidak suka dengan orang yang mendua hati dan tidak mempunyai integritas. Kita harus menjadi orang percaya yang sejati di dalam hati dan perbuatan kita sesuai dengan iman kepercayaan serta perbuatan yang jalan bersama.
Alkitab berkata bahwa iman tanpa perbuatan sesungguhnya adalah hampa dan tidak ada arti.
Iman kita seharusnya adalah iman yang hidup dan mempengaruhi seluruh hidup kita, jikalau kita adalah orang yang percaya kepada Tuhan Yesus maka Roh Kudus akan tinggal di dalam hidup kita.
Roh Kudus akan menjadikan kita orang yang berintegritas, tulus hati, hidup dalam kebenaran, dan tidak munafik.
Jangan membiasakan diri hidup tidak berintegritas sebab ketika kita membiasakannya maka itu akan menjadi karakter diri kita.
Hal tersebut akan membuat kita menjadi orang yang tidak dipercaya dan kita tidak bisa menjadi seorang saksi Kristus yang baik karena menjadi batu sandungan bagi orang lain.
Ada panggilan Tuhan dalam hidup kita sebagai orang percaya.
Kita adalah saksi Kristus dan representative Kristus di tengah dunia ini karena orang akan melihat apakah ada Kristus atau tidak di dalam hidup kita.
Doakan dan renungkan.
* Adonia menyampaikan niatnya kepada Batsyeba: "Bicarakanlah kiranya dengan raja Salomo,…supaya Abisag, gadis Sunem itu, diberikannya kepadaku menjadi isteriku."
* Tetapi jawab raja Salomo, "Mengapa engkau meminta hanya Abisag, gadis Sunem itu, untuk Adonia? Minta jugalah untuknya kedudukan raja! Bukankah dia saudaraku yang lebih tua.
Hikmat Tuhan membuka maksud tersembunyi