Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Senin, 30 Januari 2023

Tuhan Adalah Gembalaku

Tuhan Adalah Gembalaku 

RENUNGAN HARIAN 

GKY MANGGA BESAR 

Senin, 30 Januari 2023 


Amos 8:1-14

Penglihatan Keempat; Bakul dengan Buah-buahan; Peringatan Terhadap Orang yang Mengisap Sesamanya; Gerhana Matahari dan Ratapan; Lapar dan Haus


Ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus, maka Tuhan Yesus melakukan perubahan atau transformasi dalam kehidupan kita sebagai orang percaya.


Dengan satu tujuan: Agar kita menampakkan keindahan dan kemuliaan Tuhan, sehingga kita boleh menjadi kesaksian bagi nama-Nya.


Apa tanda-tanda bahwa kita anak Tuhan dan sudah hidup sebagaimana yang Tuhan inginkan?


Lukas 6:36

Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."


1 Petrus 1:16

sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.


Yohanes 13:35

Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."


Tanda-tanda “apakah kita sudah hidup sesuai dengan apa yang Tuhan mau?” adalah ketika kita menghidupi kehidupan yang memiliki keserupaan dengan Bapa di sorga.


Sebagai orang percaya yang bertumbuh, itu harus nyata di dalam buah yang bersumber dari firman Tuhan dan Roh Kudus.


Tanpa buah yang nyata, sesungguhnya kehidupan kita di dalam Tuhan tidak bertumbuh.


Amos 8:1-14


1 Inilah yang diperlihatkan Tuhan ALLAH kepadaku: Tampak sebuah bakul berisi buah-buahan musim kemarau.


2 Lalu berfirmanlah Ia: "Apakah yang kaulihat, Amos?" Jawabku: "Sebuah bakul berisi buah-buahan musim kemarau." Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Kesudahan telah datang bagi umat-Ku Israel. Aku tidak akan memaafkannya lagi.


3 Nyanyian-nyanyian di tempat suci akan menjadi ratapan pada hari itu," demikianlah firman Tuhan ALLAH. "Ada banyak bangkai: ke mana-mana orang melemparkannya dengan diam-diam."


4 Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini


5 dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu,


6 supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?"


7 TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: "Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka!


8 Tidakkah akan gemetar bumi karena hal itu, sehingga setiap penduduknya berkabung? Tidakkah itu seluruhnya akan naik seperti sungai Nil, diombang-ambingkan dan surut seperti sungai Mesir?"


9 "Pada hari itu akan terjadi," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan membuat matahari terbenam di siang hari dan membuat bumi gelap pada hari cerah.


10 Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan. Aku akan mengenakan kain kabung pada setiap pinggang dan menjadikan gundul setiap kepala. Aku akan membuatnya sebagai perkabungan karena kematian anak tunggal, sehingga akhirnya menjadi seperti hari yang pahit pedih."


11 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.


12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.


13 Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;


14 mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."


Yakobus 2:18

Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."


Orang-orang Israel pada zaman Amos tidak memiliki perbuatan yang sejalan dengan iman yang mereka akui, sehingga sesungguhnya mereka tidak memiliki iman yang sungguh-sungguh.


Hal ini nyata dari apa yang diuraikan firman Tuhan, bagaimana mereka beribadah dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.


Pesan firman Tuhan bagi kita:


1. Ketika kita kehilangan kasih yang semula, maka kita telah jatuh begitu dalam.


Amos 8:4-7

4 Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini


5 dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu,


6 supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?"


7 TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: "Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka!


Terjadi sebuah kerusakan rohani bagi orang-orang Israel. Mereka tidak sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan.


Mereka ingin waktu ibadah seperti bulan baru atau hari Sabat itu cepat-cepat berlalu. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki kerinduan kepada Tuhan.


Mereka mencari keuntungan dengan perbuatan-perbuatan yang tidak baik. Mereka tidak mengasihi saudara-saudara sebangsanya.


Mereka memeras dan menipu saudara sebangsanya, supaya mereka mendapat keuntungan.


Mereka telah kehilangan kasih yang Tuhan inginkan. Bukankah seluruh hukum taurat bergantung pada hukum kasih?


Hukum yang pertama dan terutama, dikatakan, “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, segenap jiwamu, segenap kekuatan dan pikiranmu.”


Hukum yang kedua, yang sama dengan itu, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”


Ketika bangsa Israel telah kehilangan kasih kepada Tuhan, mereka pun kehilangan kasih kepada sesamanya.


Di dalam kitab Wahyu, Tuhan Yesus memberi peringatan kepada gereja Tuhan. Gereja Tuhan, orang percaya bisa bergiat, aktif di dalam pekerjaan Tuhan.


Namun, satu hal yang perlu kita waspadai adalah jangan kita kehilangan kasih yang semula. Ketika kita kehilangan kasih yang semula itu, kita telah jatuh begitu dalam, dan Tuhan mau kita kembali.


Kasih yang semula itu adalah kasih kepada Tuhan. Kasih kepada Tuhan itu nyata dari kasih kita kepada saudara-saudara kita seiman dan kasih kepada semua orang.


Ketika kita kehilangan itu, maka sesungguhnya kita kehilangan maksud yang Tuhan inginkan. Dia memperdamaikan kita melalui Yesus Kristus dengan Bapa di sorga, relasi kita dengan Bapa, relasi kita dengan sesama, yaitu relasi kasih.


Oleh karena itu, mari kita introspeksi diri, apakah kita sebagai orang percaya masih memiliki kasih kepada Tuhan?


Kasih kepada Tuhan itu nyata dari kerinduan kita melayani Dia, beribadah kepada-Nya, membaca firman Tuhan, berdoa, bersekutu dengan Dia.


Kedua, apakah kita memiliki kasih kepada saudara-saudara seiman dan orang-orang lain?


Itu nyata dari perbuatan, sikap, penghargaan, hati yang berbelas kasihan, sikap memaafkan, sikap murah hati kepada orang-orang yang ada di sekitar kita.


Mari kita introspeksi. Itu menjadi suatu kenyataan, apakah kita hidup bertumbuh di dalam Tuhan?

2. Tanpa firman Tuhan, kehidupan kita akan kehilangan arah dan kekuatan.


Amos 8:12-14

12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya.


13 Pada hari itu akan rebah lesu anak-anak dara yang cantik dan anak-anak teruna karena haus;


14 mereka yang bersumpah demi Asima, dewi Samaria dan yang berkata: Demi allahmu yang hidup, hai Dan! serta: Demi dewa kekasihmu yang hidup, hai Bersyeba! mereka itu akan rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi."


Berita yang sangat mengerikan adalah bahwa Tuhan memberitahukan akan terjadi kelaparan, kehausan dan kekeringan.


Bukan akan makanan dan air, tetapi akan ketiadaan firman Allah, di mana umat Tuhan tidak akan lagi mendengarkan firman Tuhan.


Allah memberitahukan hal ini karena sikap mereka kepada Tuhan. Mereka menepis dan menghina akan nubuat dan perkataan Tuhan.


Mereka tidak mau mendengar firman Tuhan, maka Tuhan katakan bahwa suatu kali mereka tidak akan mendengar firman Allah.


Ketika orang-orang tidak lagi mendengar firman Allah, umat Tuhan kehilangan arah dalam hidupnya.


Alkitab katakan bahwa mereka mengembara, mencari ke sana kemari. Mereka tidak mempunyai arah yang jelas atau petunjuk yang Tuhan berikan.


Firman Allah itu pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita.


Ketika firman Allah tidak dinyatakan, nabi-nabi tidak lagi dimunculkan, umat Tuhan kehilangan arah. Umat Tuhan pada saat kesulitan, penjajahan dan pembuangan, mereka tidak memiliki kekuatan dalam kehidupan mereka.


Betapa penting firman Tuhan bagi hidup sebagai orang percaya. Firman Tuhan memberikan arah dalam hidup kita, sehingga hidup kita di dunia ini menjadi bermakna.


Ketika hidup kita tanpa arah, ada banyak hal yang kita lakukan, yang semuanya menjadi bencana dalam hidup kita. Kita membutuhkan kekuatan dari firman Allah.


Firman Allah itu menguatkan kita, memberikan kita semangat dan pengharapan, karena kita mengenal Tuhan yang memegang dan yang setia akan firman-Nya.


Terhadap peringatan Tuhan kepada bangsa Israel, bahwa mereka tidak akan lagi mendengar firman Allah dan hari ini kita bisa memiliki firman Allah yang terbuka bagi kita.


Janganlah kita seperti orang-orang Israel, seperti Amazia yang melarang Amos berbicara tentang firman Allah.


Namun, kita berkata, “Tuhan, berbicaralah kepada saya.” Mari kita merenungkan firman Tuhan karena firman Tuhan itu menyatakan betapa Tuhan mengasihi kita.


Tuhan mau melindungi kita dan memelihara iman kita, supaya kita tidak jatuh. Kita kuat menghadapi badai apa pun, karena Tuhan mau berkata bahwa Dia memegang janji-Nya dan firman-Nya. Dia setia kepada firmanNya.


Mari kita senantiasa menjadi orang-orang percaya yang rindu akan firman Tuhan, yang menunjukkan bahwa kita adalah orang-orang percaya yang bertumbuh di dalam Tuhan.


Doakan dan renungkan.



* Kasih kepada Tuhan itu nyata dari kerinduan untuk bersekutu, melayani dan melakukan perbuatan sejalan dengan firmanNya.


* Orang Israel pada zaman Amos tidak memiliki perbuatan yang sejalan dengan iman yang mereka akui, karena sesungguhnya mereka tidak memiliki kasih kepada Tuhan.

Kuncinya: Kasih kepada Allah