Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Jumat, 20 Januari 2023

Tuhan Adalah Gembalaku


Tuhan Adalah Gembalaku 

RENUNGAN HARIAN 

GKY MANGGA BESAR 

Jumat, 20 Januari 2023 


Amos 1:1-2

Hukuman Atas Bangsa-Bangsa Lain


Sebagai orang percaya, kita mengetahui bahwa kedatangan Kristus terjadi dua kali.


Yang pertama, terjadi kurang lebih dua ribu tahun yang lalu. Ia datang sebagai Anak Domba Allah yang mengangkut dosa dunia ini, Dia adalah Juruselamat bagi dunia ini.


Kemudian Dia akan datang kembali dan kita tidak tahu kapan waktunya. Dikatakan waktunya seperti yang pencuri datang tanpa memberitahu.


Dia datang sebagai Hakim Agung yang menghakimi dunia ini, tetapi memberikan anugerah kepada kita orang-orang percaya.


Hari ini kita akan melakukan perjalanan rohani kita bersama kitab Amos. Kitab Amos ini ditulis oleh Amos dari kota Tekoa, yang berada kurang lebih delapan mil sebelah selatan kota Bethlehem, sebelas mil tenggara dari kota Yerusalem.


Kota Tekoa berada di daerah Yudea, artinya Amos adalah seorang Yudea. Namun, menarik sekali, meskipun dia seorang Yudea, pemberitaan firman Tuhan yang disampaikan oleh Amos adalah kepada bangsa Israel sebelah utara, meskipun ada juga kepada bangsa Yehuda.


Juga kepada bangsa-bangsa lain yang berada di sekitar orang-orang Israel. Pelayanan daripada Amos ini dilaksanakan pada jaman raja Uzia dan raja Yerobeam kedua di sebelah utara.


Kita tahu bahwa penerus daripada nabi Amos adalah Nabi Hosea. Pelayanan mereka sebelum bangsa Israel jatuh kedalam perbudakan Asyur tahun 722 sebelum Kristus.


Ketika Amos melayani, maka bangsa Israel sedang pada masa jaya-jayanya dalam hal ekonomi. Namun, terjadi kerusakan besar di dalam kerohanian dan moralitas mereka.


Menarik sekali bahwa Amos itu sebenarnya bukan orang yang di didik untuk menjadi seorang nabi.


Alkitab mengatakan bahwa dia itu sebetulnya adalah peternak domba dari Tekoa, bahkan dikatakan mereka itu pemungut buah ara hutan.



Amos 7:14

Jawab Amos kepada Amazia: "Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan.


Namun, Tuhan hendak memakai dia untuk menyampaikan firman Tuhan.


Berita Amos adalah berita penghakiman akan hari Tuhan kepada bangsa-bangsa disekitar bangsa Israel, termasuk juga kepada bangsa Israel dan bangsa Yehuda.


Meskipun berita penghakiman itu begitu kuat di dalam kitab Amos, tetapi kitab Amos melihat ada pengharapan yang Tuhan berikan dengan kedatangan Mesias, yaitu Yesus Kristus.


Kedatangan Tuhan Yesus untuk memulihkan segala sesuatu yang ada.


Amos 1:1-2


1 Perkataan yang dinyatakan kepada Amos, salah seorang peternak domba dari Tekoa, tentang Israel pada zaman Uzia, raja Yehuda, dan dalam zaman Yerobeam, anak Yoas, raja Israel, dua tahun sebelum gempa bumi.


2 Berkatalah ia: "TUHAN mengaum dari Sion dan dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya; keringlah padang-padang penggembalaan dan layulah puncak gunung Karmel."


Amos menyebut dirinya sebagai peternak domba dari Tekoa, dan dari namanya tidak menyebutkan siapakah ayahnya, sebagaimana biasa kita temukan ketika seseorang disebut namanya di dalam Alkitab.


Ada kemungkinan bahwa Amos adalah orang biasa, dan ayahnya juga orang biasa, sehingga tidak disebut namanya.


Di bagian lainnya disebut bahwa Amos itu adalah pemungut buah ara hutan. Namun, saat Amos menulis kitab ini, dia sedang dipakai Tuhan menjadi nabi Tuhan bagi kerajaan utara ataupun selatan.


Bagi tiga bangsa tetangga Israel dan tiga bangsa yang memiliki relasi khusus dengan bangsa Israel.


Pesan Firman Tuhan pada hari ini :

1. Tuhan memakai orang-orang biasa dengan panggilan kudus-Nya untuk menjadi saksi Kristus di tengah dunia ini.

Orang biasa itulah yang pada umumnya ada di dalam dunia ini. Orang-orang luar biasa adalah orang-orang yang spesial, yang tidak umum ada di dunia ini. Amos termasuk orang biasa.


Tetapi ketika Anda membaca pesan firman Tuhan, pesannya sangat luar biasa dan dahsyat. Berbicara tentang penghakiman Tuhan.


Dari sisi otoritas, Amos adalah orang biasa, tidak ada otoritas pada dirinya sendiri, tetapi ketika dia berbicara tentang penghakiman Tuhan, maka otoritas itu Allah berikan kepadanya.


Tuhan memakai orang biasa, dipanggil dalam panggilan kudus untuk melakukan misi Allah dengan berita yang luar biasa dahsyatnya.


Itulah yang terjadi kepada rasul-rasul Tuhan Yesus.


Kisah Rasul 4:13

Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.


Ini lengkap sekali, yang pertama, mereka orang biasa; yang kedua, tidak terpelajar. Tidak terpelajar maksudnya adalah tidak dalam pendidikan seperti orang-orang ahli taurat atau orang Farisi.


Lalu ada penjelasan kemudian, dikatakan bahwa mereka ini sebagai pengikut Kristus.


Orang biasa, tidak terpelajar, tetapi dipakai Tuhan dengan dahsyat memberitakan keselamatan tidak ada di dalam siapapun, selain di dalam Yesus Kristus.


Sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.


Ini bukankah berita yang sangat kuat sekali? Tetapi keluar dari mulut orang biasa.


Disitu kita belajar satu hal, bahwa ketika orang biasa dipanggil Tuhan dengan panggilan kudus untuk melakukan misi Allah, dia menjadi orang yang luar biasa.


Bukan karena orangnya, tetapi karena Roh Allah yang tinggal di dalamnya memberikan dia satu otoritas, kuasa.


Sebagaimana Tuhan Yesus berkata, segala otoritas ada di dalam tangan-Ku, oleh karena itu pergilah jadi saksi-Ku. Itulah yang membuat mereka menjadi orang yang luar biasa.


Menjadi orang biasa tidak apa-apa, tetapi menjadi orang biasa yang terpanggil dan berkata iya kepada panggilan kudus Tuhan.


Itulah yang menjadikan orang itu signifikan ditengah-tengah kehidupannya untuk memberitakan kasih Tuhan kepada orang lain.


Oleh karena itu, kita pada umumnya adalah orang biasa, tetapi Tuhan memanggil kita untuk melakukan misi yang luar biasa.


Ketika Engkau dan saya bersedia, Anda akan menyaksikan bagaimana Tuhan berkarya di dalam kehidupanmu dan kehidupanku biarpun kita adalah orang biasa-biasa saja.


2. Kristus datang sebagai anak domba Allah, mengangkut seisi dosa dunia dan akan datang kedua kalinya untuk menghakimi seluruh bangsa.


Amos 1:1-2

1 Perkataan yang dinyatakan kepada Amos, salah seorang peternak domba dari Tekoa, tentang Israel pada zaman Uzia, raja Yehuda, dan dalam zaman Yerobeam, anak Yoas, raja Israel, dua tahun sebelum gempa bumi.


2 Berkatalah ia: "TUHAN mengaum dari Sion dan dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya; keringlah padang-padang penggembalaan dan layulah puncak gunung Karmel."


Yoel 3:16

TUHAN mengaum dari Sion, dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya, dan langit dan bumi bergoncang. Tetapi TUHAN adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, dan benteng bagi orang Israel.


Apa yang disampaikan oleh Amos, betapa dahsyatnya penghakiman Tuhan itu.


Dikatakan"TUHAN mengaum dari Sion dan dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya; keringlah padang-padang penggembalaan dan layulah puncak gunung Karmel.".


Karmel artinya subur, maka gunung Karmel adalah gunung yamg subur. Apapun yang terjadi di tempat-tempat lain tidak mempengaruhi kesuburan daripada gunung Karmel.


Gunung ini selalu subur, tetapi menarik sekali, ketika Tuhan menyatakan penghakiman, gunung Karmel yang selalu subur pun akan menjadi layu.


Amos memberitahukan betapa dahsyatnya penghakiman yang Tuhan berikan ketika Dia melakukannya.


Ketika Amos berbicara tentang penghakiman pada masa itu, maka penghakiman itu adalah penghakiman kepada bangsa-bangsa yang ada, termasuk kepada umat Tuhan yang berdosa.


Namun, berita firman Allah dalam Perjanjian Lama juga menggambarkan akan penghakiman terakhir yang akan dilakukan oleh Yesus Kristus yang disebut sebagai singa dari Yehuda.


Penghakiman itu adalah untuk seluruh bangsa-bangsa yang menentang Tuhan, yang tidak percaya kepada Kristus, bahkan yang bertindak semena-mena kepada umat Tuhan.


Penghakiman pasa saat itu adalah penghakiman yang sangat dahsyat dan sangat menerikan sebagaimana dikatakan oleh firman Allah, betapa ngerinya jikalau kita jatuh ke dalam tangan Tuhan.


Tidak ada satu tempat yang sanggup bertahan seberapa pun dia kuat ketika pada hari Tuhan melakukan penghakiman.


Penghakiman dilakukan kepada orang-orang yang menentang Kristus, yang tidak percaya kepada-Nya, yang selalu melawan dan menjelek-jelekkan Tuhan kita Yesus Kristus.


Oleh karena itu, sementara kita berada di masa anugerah, yaitu antara kedatangan Yesus yang pertama dan yang kedua, marilah kita membuka hati kita, kita percaya kepada-Nya.


Mari kita melayani Dia, karena Dia adalah Tuhan yang maha kuasa, Dia raja di atas segala raja. Dia adalah Mesias itu sendiri, kedatangan pertama sebagai anak domba yang disembelih karena dosa Anda dan saya.


Sehingga ketika Dia datang kedua kali, ketika Anda dan saya berada di dalam Dia, Engkau mengalami kasih karunia dan kemuliaan Tuhan.


Kesempatan itu ada, dan jangan sampai kita membuang kesempatan yang Tuhan sediakan kepada kita.


Doakan dan renungkan


* Amos adalah orang biasa,sebagai peternak domba dari Tekoa, tapi Tuhan memakai Amos menjadi nabi Tuhan bagi kerajaan utara ataupun selatan.


* Tuhan dapat memakai orang biasa-seperti Anda dan saya- dengan panggilan kudus-Nya untuk menjadi saksi Kristus di tengah dunia ini.


Panggilan tidak biasa bagi orang biasa