Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Selasa, 27 Desember 2022

Tuhan Adalah Gembalaku

Tuhan Adalah Gembalaku 

RENUNGAN HARIAN 

GKY MANGGA BESAR 

Selasa, 27 Desember 2022 


Mazmur 9:1-21

Allah Pelindung Orang-orang Saleh (part 1)


Apakah Saudara bisa membedakan antara orang percaya dengan orang yang tidak percaya? Bedanya adalah perpindahan pusat kehidupan.


Sebagai orang percaya, pusat kehidupan kita bukan lagi diri kita, tetapi Tuhan. Itulah yang membedakan secara signifikan. Orang yang berpusat kepada Tuhan adalah orang-orang percaya.


Orang percaya dipanggil Tuhan untuk tidak lagi hidup berpusat pada dirinya lagi sendiri, melainkan berpusat kepada Tuhan, untuk memuliakan Tuhan daripada memuliakan dirinya sendiri.


Ketika kita sebagai orang percaya menghadapi persoalan, kesulitan, penderitaan, sukses atau gagal, sedih atau senang, maka yang perlu selalu dipikirkan atau rindukan ialah apakah melalui semua itu kita dapat memuliakan Tuhan?


Jika semua itu membawa kita memuliakan Tuhan dan kita bersukacita karenanya, maka sesungguhnya kita sedang hidup berpusat kepada Tuhan, karena orang memuliakan Tuhan tidak tergantung pada situasi dan kondisi.


Dalam segala kondisi, Tuhan memampukan orang untuk bisa memuliakan nama-Nya. Itulah mengapa orang percaya bisa selalu bersyukur dalam segala situasi, karena tujuan hidupnya bukan dirinya sendiri, tetapi Tuhan.


Mazmur 9:1-21


1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Mut-Laben. Mazmur Daud.


2 Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib;


3 aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi,


4 sebab musuhku mundur, tersandung jatuh dan binasa di hadapan-Mu.


5 Sebab Engkau membela perkaraku dan hakku, sebagai Hakim yang adil Engkau duduk di atas takhta.


6 Engkau telah menghardik bangsa-bangsa, telah membinasakan orang-orang fasik; nama mereka telah Kauhapuskan untuk seterusnya dan selama-lamanya;


7 musuh telah habis binasa, menjadi timbunan puing senantiasa: kota-kota telah Kauruntuhkan; lenyaplah ingatan kepadanya.


8 Tetapi TUHAN bersemayam untuk selama-lamanya, takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman.


9 Dialah yang menghakimi dunia dengan keadilan dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.


10 Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan.


11 Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.


12 Bermazmurlah bagi TUHAN, yang bersemayam di Sion, beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa,


13 sebab Dia, yang membalas penumpahan darah, ingat kepada orang yang tertindas; teriak mereka tidaklah dilupakan-Nya.


14 Kasihanilah aku, ya TUHAN; lihatlah sengsaraku, disebabkan oleh orang-orang yang membenci aku, ya Engkau, yang mengangkat aku dari pintu gerbang maut,


15 supaya aku menceritakan segala perbuatan-Mu yang terpuji dan bersorak-sorak di pintu gerbang puteri Sion karena keselamatan yang dari pada-Mu.


16 Bangsa-bangsa terbenam dalam pelubang yang dibuatnya, kakinya tertangkap dalam jaring yang dipasangnya sendiri.


17 TUHAN telah memperkenalkan diri-Nya, Ia menjalankan penghakiman; orang fasik terjerat dalam perbuatan tangannya sendiri. Higayon. Sela


18 Orang-orang fasik akan kembali ke dunia orang mati, ya, segala bangsa yang melupakan Allah.


19 Sebab bukan untuk seterusnya orang miskin dilupakan, bukan untuk selamanya hilang harapan orang sengsara.


20 Bangkitlah, TUHAN, janganlah manusia merajalela; biarlah bangsa-bangsa dihakimi di hadapan-Mu!


21 Biarlah mereka menjadi takut, ya TUHAN, sehingga bangsa-bangsa itu mengakui, bahwa mereka manusia saja.


Raja Daud adalah seorang pahlawan perang dari bangsa Israel. Dia memenangkan peperangan demi peperangan. Apakah yang dibanggakan dan menjadi kesukaan dari Raja Daud?


Kebanggaan dan sukacita Raja Daud ternyata bukan kesuksesannya, melainkan bisa menyaksikan Tuhan bertahta di atas bangsa-bangsa. Itulah kebanggaan dan kegembiraannya.


Daud sebagai orang percaya, tidak berpusat pada dirinya sendiri, tetapi kepada Tuhan.


Pesan Firman Tuhan pada hari ini :

1. Sukacita orang-orang percaya dalam hidupnya karena pertolongan Tuhan dengan menyatakan kuasa, otoritas dan kemuliaan-Nya.


Mazmur 9:2-8

2 Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib;


3 aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi,


4 sebab musuhku mundur, tersandung jatuh dan binasa di hadapan-Mu.


5 Sebab Engkau membela perkaraku dan hakku, sebagai Hakim yang adil Engkau duduk di atas takhta.


6 Engkau telah menghardik bangsa-bangsa, telah membinasakan orang-orang fasik; nama mereka telah Kauhapuskan untuk seterusnya dan selama-lamanya;


7 musuh telah habis binasa, menjadi timbunan puing senantiasa: kota-kota telah Kauruntuhkan; lenyaplah ingatan kepadanya.


8 Tetapi TUHAN bersemayam untuk selama-lamanya, takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman.


Mazmur menceritakan kesuksesan Raja Daud dalam peperangan, tetapi di dalamnya tidak ada sedikit pun Raja Daud memegahkan dirinya. Kebanggaan, sukacita, dan kegembiraan Raja Daud seluruhnya untuk Tuhan.


Inilah yang menjadi ciri-ciri orang-orang percaya. Pusat hidup orang percaya bukan pada dirinya sendiri, tetapi pada Tuhan. Terjadi perpindahan dari mementingkan diri kepada mengutamakan Tuhan.


Semua itu terjadi ketika seseorang menerima kasih karunia di dalam Yesus Kristus, sehingga dia tahu, hidup yang dia miliki bukan miliknya sendiri, tetapi milik Tuhan.


Hidup yang dia lalui harus menyenangkan, memuliakan, memasyurkan, meninggikan Tuhan dan melakukan seluruh rencana Tuhan. Sikap hati berpusat kepada Tuhan menjadi kekuatan orang percaya.


Sikap hati yang seperti itu cocok untuk segala cuaca, cerah atau gelap, tenang atau penuh badai sekalipun, karena bagi orang percaya, yang terpenting adalah dia boleh memuliakan Tuhan.


Bukankah memuliakan Tuhan tidak selalu pada masa-masa cerah, tetapi pada masa-masa gelap? Tuhan bisa memakai kita untuk memuliakan Dia.


Mari kita bersyukur kepada Tuhan! Di dalam hidup yang lancar, kita bisa memuliakan Tuhan.


Tetapi juga di saat kita menderita. Penderitaan itu tidaklah menjadi alasan untuk tidak memuliakan Tuhan, karena hidup kita hanya berpusat kepada Tuhan.


2. Orang-orang percaya tidak perlu menjadi putus asa di dalam kesulitan, karena Tuhan tidak pernah lupa untuk membelanya.


Mazmur 9:10-13

10 Demikianlah TUHAN adalah tempat perlindungan bagi orang yang terinjak, tempat perlindungan pada waktu kesesakan.


11 Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.


12 Bermazmurlah bagi TUHAN, yang bersemayam di Sion, beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa,


13 sebab Dia, yang membalas penumpahan darah, ingat kepada orang yang tertindas; teriak mereka tidaklah dilupakan-Nya.


Daud memberitahukan bagaimana sikap Tuhan kepada orang-orang percaya, yaitu orang-orang yang mencari wajah-Nya, yang mengalami penderitaan dan diinjak-injak, karena orang percaya tidak melawan dengan kekerasan, tetapi berjalan dengan iman bersandar kepada Tuhan.


Tuhan tidak pernah lupa untuk membela orang-orang percaya.


Apa yang menjadi pergumulan hidup Saudara yang sepertinya tidak ada jalan keluar? Tuhan ingat orang-orang yang tertindas. Dia mendengar teriak orang-orang percaya dan tidak melupakannya.


Kita sebagai orang-orang percaya, tidak perlu putus asa, kecil hati atau kecewa, karena Tuhan tidak pernah lupa untuk membela Engkau dan saya. Yesus Kristus adalah pembela agung kita.


Tidak ada apa pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan, karena kasih itu Dia telah berikan dengan menyerahkan Anak-Nya di atas kayu salib bagi dosa kita. Dia juga adalah pemilik hidup kita, yang membela kita.


Jika Tuhan tidak pernah melupakan kita, mari kita sebagai orang percaya, tidak pernah melupakan Tuhan. Selalu ingat Dia, selalu ingin memuliakan nama-Nya.


Doakan dan renungkan.


* Apakah Saudara bisa membedakan antara orang percaya dengan orang yang tidak percaya? Bedanya adalah perpindahan pusat kehidupan.


* Sebagai orang percaya, pusat kehidupannya berpindah dari diri sendiri kepada Tuhan. Itulah yang membedakan secara signifikan kehidupan orang-orang percaya.


Fokus pada Tuhan Yesus