Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Tuhan Adalah Gembalaku
RENUNGAN HARIAN
GKY MANGGA BESAR
Selasa, 29 November 2022
Hosea 6:1-11
Pertobatan yang Pura-pura dari Pihak Orang Israel.
Kita sering dengar perkataan “bertobat”. Pertobatan itu dilakukan bukan hanya sekali, tetapi terus berulang kali dalam kehidupan sehari-hari. Bertobat artinya kita kembali kepada Tuhan.
Kata “bertobat” merupakan kata umum, bukan hanya terminologi orang Kristen saja. Bagaimana orang Kristen harus memahami tentang bertobat?
Ada kata yang mirip dengan kata “bertobat”, yaitu kata “menyesal”. Apa bedanya dalam konteks iman Kristen?
Menyesal itu lahir dari seseorang yang mengalami kerugian atau penderitaan karena dosa-dosanya.
Pertobatan dalam iman Kristen lahir dari seseorang yang dicelikkan mata rohaninya, atau dilahirkan kembali oleh Roh Kudus, sehingga orang berdosa ini melihat kasih karunia Tuhan dalam Kristus.
Hal ini memampukan orang tersebut melihat dosa-dosanya, betapa binasa dan tidaksanggupnya dia menolong diri sendiri. Hanya kasih Kristus yang sanggup menyelamatkannya.
Hosea 6:1-11
1 "Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita.
2 Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita,
dan kita akan hidup di hadapan-Nya.
3 Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi."
4 Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar.
5 Sebab itu Aku telah meremukkan mereka dengan perantaraan nabi-nabi, Aku telah membunuh mereka dengan perkataan mulut-Ku, dan hukum-Ku keluar seperti terang.
6 Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.
7 Tetapi mereka itu telah melangkahi perjanjian di Adam, di sana mereka telah berkhianat terhadap Aku.
8 Gilead adalah kota para penjahat, penuh dengan jejak darah.
9 Seperti gerombolan menghadang demikianlah persekutuan para imam; mereka membunuh di jalan ke Sikhem, sungguh, mereka melakukan perbuatan mesum.
10 Di antara kaum Israel telah Kulihat hal-hal yang mengerikan; di sana ada Efraim bersundal dan Israel telah menajiskan diri.
11 Juga bagimu, hai Yehuda, telah ditentukan penuaian: Apabila Aku memulihkan keadaan umat-Ku,
Bagian ini adalah ajakan atau panggilan Tuhan kepada bangsa Israel, agar mereka bertobat dari penyelewengan mereka.
Panggilan-Nya ini luar biasa, karena bangsa Israel mengalami pendisiplinan Tuhan dengan keras.
Panggilan Tuhan ini bagaikan panggilan seorang bapa kepada anak-anaknya dengan tujuan agar umat Tuhan kembali kepada-Nya.
Demikianlah Tuhan mendidik kita, supaya kita kembali kepada kasih Tuhan.
Pesan Firman Tuhan pada hari ini :
1. Pertobatan yang sesungguhnya adalah mengenal dan lebih sungguh-sungguh mengenal Tuhan.
Hosea 6:1-3
1 "Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita.
2 Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita,
dan kita akan hidup di hadapan-Nya.
3 Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi."
Panggilan pertobatan adalah panggilan kasih karunia Tuhan. Manusia tidak sanggup bertobat kecuali Tuhan yang menghidupkan dan membangkitkan dia, sehingga dia bisa hidup di hadapan-Nya.
Seringkali orang menganggap remeh. Orang merasa dengan perbuatannya bisa hidup di hadapan Tuhan. Namun, tidak demikian.
Tuhan memang ingin kita mengenal Tuhan. Tentu mengenal Tuhan bukan berdasarkan kekuatan, hikmat, inisiatif dan kepintaran kita, sebagaimana kita mengenal orang lain.
Untuk mengenal orang lain, kita perlu orang itu memberitahu siapa dirinya, apalagi Tuhan.
Panggilan mengenal Tuhan adalah panggilan untuk percaya pada penyataan Tuhan kepada kita. Penyataan pokok adalah ketika Kristus menyatakan diri dan memperkenalkan diri kepada kita. Barangsiapa mengenal Yesus Kristus, dia mengenal Tuhan.
Pertobatan yang sesungguhnya adalah mengenal Tuhan. Bagaimana kita tahu kita menjadi orang yang bertobat? Ketika kita rindu lebih sungguh-sungguh lagi mengenal Tuhan.
Itulah tanda kita orang-orang yang sudah diselamatkan dan sudah bertobat, karena pertobatan itu terjadi ketika mata rohani kita dicelikkan.
Kita melihat apa yang paling berharga dalam hidup kita, yaitu Tuhan itu sendiri.
Oleh karena itu, tidak ada seorang pun yang sanggup hidup di hadapan Allah, kecuali Allah menghidupkan dan membangkitkan nya melalui karya Roh Kudus ketika dia percaya Yesus.
Hidup di hadapan Tuhan itu artinya hidup di dalam kasih karunia-Nya, di mana terang Tuhan bercahaya atasnya. Kasih Tuhan menaungi dan belas kasihan Tuhan ada atas dia.
Sebagai orang percaya, sesungguhnya setiap hari kita hidup di hadapan Tuhan, yaitu di bawah kasih karunia-Nya.
2. Tuhan menyukai kasih setia kita kepada-Nya.
Hosea 6:6
Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.
Artinya adalah relasi Tuhan dan kita tidak dibangun secara transaksional, atau bergantung kepada apa yang kita perbuat atau berikan kepada Dia.
Tidak bergantung apakah kita baik atau tidak. Hubungan kita dan Tuhan dibangun atas dasar relasi. Ketika bicara relasi, itu bicara kasih dan perjanjian.
Alkitab memberitahu kita, Tuhan yang kita kenal adalah Tuhan yang membangun perjanjian dengan umat-Nya. Melalui perjanjian itulah, kita baru mengerti apa itu Tuhan yang penuh kasih dan setia.
Tanpa perjanjian, kita tidak paham bagaimana Tuhan setia. Dengan perjanjian yang kekal, kita mengerti akan kasih Tuhan yang kekal dan kesetiaan Tuhan yang terus menerus.
Tuhan membangun relasi dengan kita bukan berdasarkan perbuatan kita, tetapi berdasarkan hubungan yang dekat, dan persekutuan.
Di situlah Tuhan berkata, “Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan …”
Korban sembelihan menggambarkan ibadah. Tuhan membangun antara kita dan Dia, bukan berdasarkan ibadah kita, tetapi atas dasar perjanjian.
Di dalam Kristus dan oleh darah-Nya, kita menerima perjanjian yang kekal, yaitu relasi yang selama-lamanya dengan Tuhan, yang disebut hidup yang kekal.
Tuhan yang berjanji, dan memegang perjanjian adalah Tuhan yang mengasihi kita selama-lamanya dan yang setia kepada perjanjian-Nya. Tuhan menyukai kasih setia.
Seluruh pelayanan, ibadah dan perbuatan baik kita adalah buah dari kasih setia.
Jangan sebaliknya. Ibadah, perbuatan baik, untuk mendapatkan kasih karunia Tuhan. Semuanya itu tidak mendapatkan kasih karunia Tuhan.
Kasih karunia Tuhan hanya cocok ketika kita merendahkan diri dan berkata, “Tuhan, saya tidak sanggup. Saya bangkrut. Saya tidak berdaya. Saya pasti binasa. Tuhan Yesus tolong saya!” Pada saat itu, kasih karunia berlaku di dalam kehidupanmu.
Tuhan menyukai kasih setia. Bagaimana dengan Saudara?
Doakan dan renungkan.
*Alkitab memberitahu kita, Tuhan yang kita kenal adalah Tuhan yang membangun perjanjian dengan umat-Nya. Melalui perjanjian itulah kita mengerti Tuhan penuh kasih dan setia.
*Sebab Tuhan menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.
Perjanjian Kasih Karunia-Nya untuk kita