Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Jumat, 18 November 2022

Tuhan Adalah Gembalaku

Tuhan Adalah Gembalaku

RENUNGAN HARIAN

GKY MANGGA BESAR

Jumat, 18 November 2022


Kisah Para Rasul 25:1-27

Paulus di hadapan Festus Naik banding kepada Kaisar


Syalom, Saudara-Saudara yang dikasihi oleh Tuhan.


Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya yaitu kebenaran Tuhan. Itulah yang menyelamatkan Saudara dalam segala pergumulan.


Saudara pasti pernah mendengar perkataan “mencari muka”. Kata ini seringkali dipakai oleh orang-orang yang mempunyai kepentingan tertentu dan untuk kepentingan itulah, dia berlaku “mencari muka”.


Namun juga ada orang memakai cara ini untuk melepaskan diri dari resiko atau kesulitan/ penderitaan.


Cara “mencari muka” telah dilakukan di pelbagai masa dan juga di pelbagai area kehidupan manusia termasuk anak-anak.


Mereka “mencari muka” dari orangtuanya atau salah satu dari orangtua mereka dengan tujuan mendapatkan apa yang mereka inginkan atau melepaskan diri dari pendisiplinan orangtua mereka.


Bagaimanakah dengan kita sebagai orang Kristen?


Tuhan Yesus mengajar kita untuk mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya dan dalam Perjanjian Lama berkali-kali diperintahkan oleh Tuhan, carilah wajah Tuhan.


Orang Kristen tidak diajar “mencari muka” dari orang-orang tertentu tapi orang Kristen harus mencari wajah Allah.


Apakah mencari kerajaan Allah dan kebenaran-Nya atau mencari wajah Tuhan, telah menjadi bagian dalam kehidupan kita sehari-hari?


Mari kita baca:

Kisah Para Rasul 25:1-27


1Tiga hari sesudah tiba di propinsi itu berangkatlah Festusdari Kaisareake Yerusalem.


2Di situ imam-imam kepala dan orang-orang Yahudi yang terkemuka datang menghadap dia dan menyampaikan dakwaan terhadap Paulus.


3Kepadanya mereka meminta suatu anugerah, yang merugikan Paulus, yaitu untuk menyuruh Paulus datang ke Yerusalem. Sebab mereka sedang membuat rencana untuk membunuh dia di tengah jalan.


4Tetapi Festus menjawab, bahwa Paulus tetap ditahandi Kaisareadan bahwa ia sendiri bermaksud untuk segera kembali ke sana.


5Katanya: "Karena itu baiklah orang-orang yang berwewenang di antara kamu turut ke sana bersama-sama dengan aku dan mengajukan dakwaan terhadap dia, jika ada kesalahannya.


6Festus tinggal tidak lebih dari pada delapan atau sepuluh hari di Yerusalem. Sesudah itu ia pulang ke Kaisarea. Pada keesokan harinya ia mengadakan sidang pengadilan, dan menyuruh menghadapkan Paulus.


7Sesudah Paulus tiba di situ, semua orang Yahudi yang datang dari Yerusalem berdiri mengelilinginya dan mereka mengemukakan banyak tuduhan berat terhadap dia yang tidak dapat mereka buktikan.


8Sebaliknya Paulus membela diri, katanya: "Aku sedikitpun tidak bersalah, baik terhadap hukum Taurat orang Yahudi maupun terhadap Bait Allahatau terhadap Kaisar.


9Tetapi Festus yang hendak mengambil hatiorang Yahudi, menjawab Paulus, katanya: "Apakah engkau bersedia pergi ke Yerusalem, supaya engkau dihakimi di sana di hadapanku tentang perkara ini?


10Tetapi kata Paulus: "Aku sekarang berdiri di sini di hadapan pengadilan Kaisar dan di sinilah aku harus dihakimi. Seperti engkau sendiri tahu benar-benar, sedikitpun aku tidak berbuat salah terhadap orang Yahudi.


11Jadi, jika aku benar-benar bersalah dan berbuat sesuatu kejahatan yang setimpal dengan hukuman mati, aku rela mati, tetapi, jika apa yang mereka tuduhkan itu terhadap aku ternyata tidak benar, tidak ada seorangpun yang berhak menyerahkan aku sebagai suatu anugerah kepada mereka. Aku naik banding kepada Kaisar!”


12Setelah berunding dengan anggota-anggota pengadilan, Festus menjawab: "Engkau telah naik banding kepada Kaisar, jadi engkau harus pergi menghadap Kaisar."


13Beberapa hari kemudian datanglah raja Agripa dengan Bernike ke Kaisarea untuk mengadakan kunjungan kehormatan kepada Festus.


14Karena mereka beberapa hari lamanya tinggal di situ, Festus memaparkan perkara Paulus kepada raja itu, katanya: "Di sini ada seorang tahanan yang ditinggalkan Feliks pada waktu ia pergi.


15Ketika aku berada di Yerusalem, imam-imam kepala dan tua-tua orang Yahudi mengajukan dakwaan terhadap orang itu dan meminta supaya ia dihukum.


16Aku menjawab mereka, bahwa bukanlah kebiasaan pada orang-orang Roma untuk menyerahkan seorang terdakwa sebagai suatu anugerah sebelum ia dihadapkan dengan orang-orang yang menuduhnya dan diberi kesempatan untuk membela diri terhadap tuduhan itu.


17Karena itu mereka turut bersama-sama dengan aku ke mari. Pada keesokan harinya aku segera mengadakan sidang pengadilan dan menyuruh menghadapkan orang itu.


18Tetapi ketika para pendakwa berdiri di sekelilingnya, mereka tidak mengajukan suatu tuduhanpun tentang perbuatan jahat seperti yang telah aku duga.


19Tetapi mereka hanya berselisih paham dengan dia tentang soal-soal agamamereka, dan tentang seorang bernama Yesus, yang sudah mati, sedangkan Paulus katakan dengan pasti, bahwa Ia hidup.


20Karena aku ragu-ragu bagaimana aku harus memeriksa perkara-perkara seperti itu, aku menanyakan apakah ia mau pergi ke Yerusalem, supaya perkaranyadihakimi di situ.


21Tetapi Paulus naik banding. Ia minta, supaya ia tinggal dalam tahanan dan menunggu, sampai perkaranya diputuskan oleh Kaisar. Karena itu aku menyuruh menahan dia sampai aku dapat mengirim dia kepada Kaisar.


22Kata Agripa kepada Festus: "Aku ingin mendengar orang itu sendiri." Jawab Festus: "Besok engkau akan mendengar dia.


23Pada keesokan harinya datanglah Agripa dan Bernikedengan segala kebesaran dan sesudah mereka masuk ruang pengadilan bersama-sama dengan kepala-kepala pasukan dan orang-orang yang terkemuka dari kota itu, Festus memberi perintah, supaya Paulus dihadapkan.


24Festus berkata: "Ya raja Agripa serta semua yang hadir di sini bersama-sama dengan kami. Lihatlah orang ini, yang dituduh oleh semua orang Yahudi, baik yang di Yerusalem, maupun yang di sini. Mereka telah datang kepadaku dan sambil berteriak-teriak mereka mengatakan, bahwa ia tidak boleh hidup lebih lama.


25Tetapi ternyata kepadaku, bahwa ia tidak berbuat sesuatupun yang setimpal dengan hukuman matidan karena ia naik banding kepada Kaisar, aku memutuskan untuk mengirim dia menghadap Kaisar.


26Tetapi tidak ada apa-apa yang pasti yang harus kutulis kepada Kaisar tentang dia. Itulah sebabnya aku menghadapkan dia di sini kepada kamu semua, terutama kepadamu, raja Agripa, supaya, setelah diadakan pemeriksaan, aku dapat menuliskan sesuatu.


27Sebab pada hematku tidaklah wajar untuk mengirim seorang tahanan dengan tidak menyatakan tuduhan-tuduhan yang diajukan terhadap dia."


Alkitab bukan saja menceritakan bagaimana perilaku dan kehidupan orang-orang percaya atau umat Tuhan.


Namun juga menceritakan apa yang terjadi di sekitar orang percaya. Baik situasi, perilaku orang-orang beragama dan penguasa.


Karena orang-orang percaya berhadapan dengan mereka semua dari zaman dulu sampai hari ini.


Ketika kita membaca kisah mereka, maka kita teringat akan Firman Tuhan yang tercantum dalam

Roma 12:2Janganlah menjadi serupa dengan dunia ini.


Ingatlah bahwa tanpa disadari, dapat saja kita menjadi serupa dengan dunia karena kita berinteraksi dengan dunia. Jika kita menjadi serupa dengan dunia, kita tidak bisa berfungsi lagi menjadi garam dan terang bagi dunia.


Rasul Paulus sekarang berada di hadapan orang-orang beragama dan di hadapan para penguasa.


Apakah pesan Firman Tuhan bagi kita?


  1. 1. Hidup menyenangkan Tuhan haruslah menjadi motif dan tujuan hidup orang percaya.


Firman Tuhan berkata begini:

8Sebaliknya Paulus membela diri, katanya: "Aku sedikitpun tidak bersalah, baik terhadap hukum Taurat orang Yahudi maupun terhadap Bait Allahatau terhadap Kaisar.


9Tetapi Festus yang hendak mengambil hatiorang Yahudi, menjawab Paulus, katanya: "Apakah engkau bersedia pergi ke Yerusalem, supaya engkau dihakimi di sana di hadapanku tentang perkara ini?


10Tetapi kata Paulus: "Aku sekarang berdiri di sini di hadapan pengadilan Kaisar dan di sinilah aku harus dihakimi. Seperti engkau sendiri tahu benar-benar, sedikitpun aku tidak berbuat salah terhadap orang Yahudi.


Dari kisah yang kita baca, kita bisa tahu bagaimana perilaku orang bukan percaya, diantaranya adalah para penguasa dan alim ulama.


Bagaimana Festus sebagai seorang gubernur mewakili kaisar, mengadili Rasul Paulus. Dia ingin mengambil hati orang-orang Yahudi, dengan cara melakukan keinginan orang-orang beragama pada waktu itu.


Festus ingin mengabulkannya dengan mengembalikan Paulus ke Yerusalem dan kita tahu bagaimana niat hati orang-orang beragama ini. Mereka ingin membunuh Paulus.


Bukankah ini sangat mengerikan. Pihak penguasa tidak berpaut kepada keadilan dan kebenaran, tetapi berpaut kepada kesenangan orang-orang lain.


Pada waktu itu orang beragama bukanlah orang yang mencintai hidup dan kebenaran, tapi mencintai pembunuhan dan kebohongan.


Ketika Rasul Paulus menghadapi itu, puji Tuhan, Rasul Paulus mengerti hukum Roma. Pengadilan di hadapan kaisar Agripa itu disebut sebagai pengadilan kaisar.


Artinya apa? Artinya itu adalah pengadilan yang sah, yang harus dihormati. Dan seorang gubernur yang tidak menghormati pengadilan sedang menyeleweng daripada kaisar.


Disitulah ketika Rasul Paulus berbicara itu, Festus tidak berdaya karena Paulus mengerti apa arti hukum Roma.


Kita melihat bagaimana Festus seperti itu, bagaimana dengan kita? Sebagai orang Kristen, maka kita harus hidup menyenangkan Tuhan. Itu menjadi satu-satunya motif dan satu-satu tujuan daripada orang percaya.


Orang percaya tidak boleh menjadi orang yang suka menyenangkan manusia. Mengapa demikian?


Jikalau kita mempunyai tujuan menyenangkan manusia, kita bisa terjebak untuk hidup di dalam ketidakbenaran. Mengapa?


Karena seringkali kebenaran dan kesenangan manusia, itu bertolak belakang. Tetapi jika saudara dan saya hanya punya satu motif ingin menyenangkan Tuhan, maka engkau dan saya akan hidup dalam kebenaran.


Orang yang ingin menyenangkan orang lain, dia berada di dalam pencobaan untuk hidup di dalam ketidakbenaran.


Oleh karena itu, mari kita bersihkan motivasi kita. Kita hanya ingin menyenangan hati Tuhan.


  1. 2. Jangan kita heran bahwa dunia membenci orang percaya tanpa alasan, sebab dunia sudah membenci Yesus Kristus juga tanpa alasan.


Firman Tuhan berkata begini:

18Tetapi ketika para pendakwa berdiri di sekelilingnya, mereka tidak mengajukan suatu tuduhanpun tentang perbuatan jahat seperti yang telah aku duga.


19Tetapi mereka hanya berselisih paham dengan dia tentang soal-soal agamamereka, dan tentang seorang bernama Yesus, yang sudah mati, sedangkan Paulus katakan dengan pasti, bahwa Ia hidup.


25Tetapi ternyata kepadaku, bahwa ia tidak berbuat sesuatupun yang setimpal dengan hukuman matidan karena ia naik banding kepada Kaisar, aku memutuskan untuk mengirim dia menghadap Kaisar.


26Tetapi tidak ada apa-apa yang pasti yang harus kutulis kepada Kaisar tentang dia. Itulah sebabnya aku menghadapkan dia di sini kepada kamu semua, terutama kepadamu, raja Agripa, supaya, setelah diadakan pemeriksaan, aku dapat menuliskan sesuatu.


Festus bingung, melihat bagaimana orang terkemuka Yahudi menuduh Rasul Paulus, karena tidak ada sebuah tuduhanpun yang menyebabkan Rasul Paulus layak dihukum mati.


Bahkan Alkitab berkata mereka ini menuduh Paulus dengan tuduhan berat tetapi tanpa bukti karena memang Rasul Paulus tidak berbuat sebagaimana yang mereka tuduhkan.


Mereka menuduh Rasul Paulus tanpa alasan, disitulah Festus menjadi bingung. Bagaimana dia harus menyerahkan seorang terdakwa kepada kaisar tanpa catatan tentang tuduhan apa yang jelas, yang melanggar hukum Roma.


Disitulah Festus minta tolong Raja Agripa mendengarkan Paulus supaya setidaknya Festus bisa menuliskan sesuatu. Tetapi kalaupun Festus menulis sesuatu, Festuspun tanpa alasan di dalam menuduh Rasul Paulus.


Orang percaya kadang mendapatkan situasi yang sama, bahwa dunia menuduh berlaku ini dan itu, yang patut dihukum.


Bukan karena bersalah tetapi karena kita berpegang kepada kebenaran. Karena kita memberitakan kabar baik supaya orang diselamatkan, tetapi dunia menuduh kita berbuat ini dan itu, yang patut dihukum.


Tuduhan-tuduhan itu terjadi pada Paulus yaitu tuduhan tanpa alasan. Itulah yang Tuhan Yesus katakan di dalamYohanes 15:25 :

Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.


Dunia sudah membenci Yesus tanpa alasan. LaluKisah Para Rasul 13:28berkata begini:

Dan meskipun mereka tidak menemukan sesuatu yang dapat menjadi alasan untuk hukuman mati itu, namun mereka telah meminta kepada Pilatus supaya Ia dibunuh.


Mereka menuduh Yesus melanggar tetapi sesungguhnya mereka yang melanggar. Mereka menuduh Paulus melanggar, sesungguhnya mereka telah melanggar kebenaran itu.


Oleh karena itu, ketika kita menghadapi permasalahan hidup, karena kita hidup benar, namun kita diperlakukan tidak sebagaimana seharusnya, ingatlah bahwa Kristus sudah mengalaminya. Kristus dihukum mati oleh Pilatus tanpa alasan.


Disitulah mengapa Rasul Paulus naik banding kepada Kaisar karena Rasul Paulus mendapat tuduhan tanpa alasan dan Festus ingin mencari muka dari orang Yahudi.


Mari kita hidup tetap benar di hadapan Tuhan. Jika karena itu kita mengalami kesulitan penderitaan, berbahagialah karena kamu mengambil bagian di dalam penderitaan Kristus.


Doakan dan renungkan.


*Tetapi Festus yang hendak mengambil hatiorang Yahudi, menawarkan alternatif agar Paulus dihakimi di Yerusalem sesuai kemauan orang-orang Yahudi.


*Motif “mencari muka atau mengambil hati”, seringkali mengorbankan orang tidak bersalah.


Bagi orang berpihak, keadilan tidak lagi bersuara