Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Kamis, 03 November 2022

Tuhan Adalah Gembalaku

Tuhan Adalah Gembalaku 

RENUNGAN HARIAN 

GKY MANGGA BESAR 

Kamis, 3 November 2022 


Kisah Para Rasul 18:1-11

Paulus di Korintus (Part 1)


Pergunakanlah waktu dan kesempatan yang ada, sebab Tuhan memberikan kesempatan untuk kita bisa menjadi saksi Kristus.


Jika kita membandingkan kehidupan dulu dengan sekarang, maka kita akan menemukan bahwa kesibukan kita semakin meningkat.


Gaya hidup kita berubah seiringan dengan kesibukan yang meningkat, dan sering berjumpa dengan orang lain di tempat umum.


Perjumpaan kita dengan orang lain di berbagai tempat untuk mengobrol atau melepaskan kepenatan adalah sebuah kesempatan yang Tuhan berikan agar kita menjadi saksi Kristus.


Para Rasul juga melakukan hal itu pada abad pertama, mereka menggunakan tempat-tempat perjumpaan seperti sinagoga orang Yahudi.


Mereka berdiskusi dan mengambil kesempatan untuk menjadi saksi Kristus.


Mereka juga menjumpai tempat pertemuan orang non Yahudi, yaitu di sebuah pasar yang disebut dengan agora.


Disana ada banyak orang berkumpul untuk berdiskusi termasuk para pemikir-pemikir Yunani.


Di dalam setiap zaman Tuhan membuka kesempatan bagi orang percaya untuk menjadi saksi Kristus.


Bagaimana dengan kita? Apakah kita mau menggunakan kesempatan tersebut dan menjadi saksi Kristus?


Kisah Para Rasul 18:1-11


1 Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus.


2 Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka.


3 Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah.


4 Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani.


5 Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia, Paulus dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman, di mana ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias.


6 Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: "Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain."


7 Maka keluarlah ia dari situ, lalu datang ke rumah seorang bernama Titius Yustus, yang beribadah kepada Allah, dan yang rumahnya berdampingan dengan rumah ibadat.


8 Tetapi Krispus, kepala rumah ibadat itu, menjadi percaya kepada Tuhan bersama-sama dengan seisi rumahnya, dan banyak dari orang-orang Korintus, yang mendengarkan pemberitaan Paulus, menjadi percaya dan memberi diri mereka dibaptis.


9 Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!


10 Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini."


11 Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan dan ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah mereka.


Setelah Rasul Paulus melayani di kota Atena, maka ia melanjutkan pelayanannya dengan pergi ke kota Korintus yang merupakan kota di wilayah Akhaya.


Rasul Paulus berjumpa dengan seorang yang bernama Akwila dan istrinya Priskila. Mereka adalah pekerja yang membuat kemah sama seperti Rasul Paulus.


Rasul Paulus tinggal di rumah mereka dan hal ini mengurangi biaya penginapan bagi Rasul Paulus di dalam pelayanan di kota Korintus.


Pelayanan Rasul Paulus di kota Korintus cukup lama, yaitu selama satu setengah tahun. Korintus merupakan sebuah gereja yang baik dan cukup besar, dan Rasul Paulus juga cukup lama melayani di kota ini.


Pesan firman Tuhan bagi kita:

1. Beritakanlah kabar baik melalui perbincangan sehari-hari dengan semangat persahabatan!


Kisah Para Rasul 18:4

Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani.


Rasul Paulus melihat sebuah kesempatan di Korintus untuk memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi yaitu sinagoga.


Setiap hari Sabat, sinagoga dikunjungi oleh banyak orang-orang Yahudi dan non Yahudi, yang beragama Yahudi juga berkumpul disana.


Disana Rasul Paulus sempat berbicara dengan mereka. Kata berbicara disini artinya adalah berdialog atau berbincang-bincang.


Berbincang-bincang itu adalah komunikasi dua arah dan dalam hal ini Rasul Paulus mengambil sebuah kesempatan untuk bersaksi tentang Kristus.


Rasul Paulus menceritakan firman Allah dan berusaha meyakinkan, yaitu membangun keyakinan orang lain dengan semangat persahabatan tanpa perdebatan. Itulah bagaimana ia menabur benih Injil di kota Korintus.


Apakah kita sudah melihat kesempatan-kesempatan dalam perjumpaan dengan orang lain di tempat umum?


Perbincangan itu bisa kita pakai untuk menyaksikan kasih Tuhan dan membangun keyakinan orang lain dengan semangat persahabatan bukan perdebatan.


Ada banyak tempat untuk kita bisa berjumpa dan berbincang dengan orang lain. Kita bisa berbincang dengan seseorang secara personal.


Membahas pekerjaan, hobi, politik, atau hal-hal lain. Namun, kita adalah orang-orang percaya yang dipanggil untuk menjadi saksi Kristus.


Apakah kita tidak merasa berhutang jika dalam perbincangan itu kita tidak memperbincangkan kasih Tuhan bagi kita semua?


Perubahan zaman selalu terjadi, tetapi Tuhan selalu menyediakan perjumpaan atau pertemuan agar kita bisa melaksanakan panggilan Kristus, yaitu memberitakan Injil dan kabar baik kepada orang lain sehingga mereka bisa mengalami kasih Tuhan.


2. Penolakan seseorang atas berita Injil jangan menghentikan kita memberitakan kabar baik kepada orang lain lagi.


Kisah Para Rasul 18:6-11


6 Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: "Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain."


7 Maka keluarlah ia dari situ, lalu datang ke rumah seorang bernama Titius Yustus, yang beribadah kepada Allah, dan yang rumahnya berdampingan dengan rumah ibadat.


8 Tetapi Krispus, kepala rumah ibadat itu, menjadi percaya kepada Tuhan bersama-sama dengan seisi rumahnya, dan banyak dari orang-orang Korintus, yang mendengarkan pemberitaan Paulus, menjadi percaya dan memberi diri mereka dibaptis.


9 Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!


10 Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini."


11 Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan dan ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah mereka.


Di tengah-tengah penolakan kepada pelayanan Rasul Paulus, Tuhan mengkonfirmasi kepada Rasul Paulus supaya Rasul Paulus tidak menyerah tetapi terus memberitakan firman dan tidak diam.


Adakalanya kita langsung kecewa dan tawar hati ketika kita memberitakan kabar baik tapi ditolak.


Mereka mungkin melakukan sesuatu yang membuat kita menjadi terkejut. Tuhan berkata bahwa jangan takut dan teruslah memberitakan Injil dan jangan diam.


Itulah yang Rasul Paulus kerjakan, setelah ditolak oleh orang-orang Yahudi dia tidak kecewa dan dia tahu bahwa berita Injil bukanlah berita yang sama dengan dunia ini.


Pelayanan Rasul Paulus tidak sia-sia sebab ada Krispus kepala rumah ibadat dan keluarganya percaya Tuhan Yesus.


Ketika kita memberitakan Injil bisa saja orang tersebut tidak menerimanya dan kita ditolak, tetapi percayalah firman yang ditabur tidak pernah sia-sia.


Jikalau orang menolak kita, maka kita tetap bisa mencoba memberitakan Injil ke orang lain lagi.


Taburlah benih dimana kita bisa menaburnya, dan janganlah membuat tangan kita hanya berdiam.


Teruslah taburkan Injil dimana kita berjumpa dengan orang lain, sebab itulah yang Tuhan inginkan.


Ketika kita berjalan atau duduk bersama orang lain, itulah kesempatan dimana kita boleh bercerita mengenai kasih Tuhan kepada sahabat, kenalan, keluarga, atau kepada siapapun.

Beritakanlah dengan kasih, sikap yang hormat, dan rendah hati.


Jangan kecewa dan takut ketika ditolak, tetaplah mengasihinya dan terus memberitakan Injil kepada siapapun dengan kasih Tuhan.


Doakan dan renungkan.


* Menghadapi tantangan, penolakan, dimusuhi dan dihujat karena memberitakan Injil, rasul Paulus tetap setia karena Tuhan menyertainya.


* Tuhan berfirman kepada Paulus dalam suatu penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau…”


Tetap beritakan dengan kasih, hormat, dan rendah hati.