Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Tuhan Adalah Gembalaku
RENUNGAN HARIAN
GKY MANGGA BESAR
Senin, 17 Oktober 2022
Kisah Para Rasul 10:1-33
Petrus dan Kornelius.
Ingatlah bahwa hidup kita bukan hanya dari apa yang kita lihat, tetapi apa yang tidak kita lihat. Bahkan Dia, Tuhan kita yang tidak bisa kita lihat, yang menentukan hidup kita.
Kita tidak melihat Dia bekerja. Namun, jika kita tidak bisa melihat, bukan berarti Dia tidak bekerja. Mari kita hidup dengan iman, melihat dengan mata rohani, melihat karya Tuhan yang agung itu.
Apa yang dikerjakan manusia dalam hidup di dunia nampaknya harus dilakukan dengan usaha keras, seperti pada masa lalu dengan pertaniannya, dan sampai kepada era industri, bahkan sampai sekarang, dalam era teknologi informasi yang sangat rumit.
Maka banyak orang berpikir bahwa tanpa usaha manusia, tidak ada sesuatu yang terjadi.
Ada orang yang mengagungkan akal budi, khususnya pada masa yang dalam bahasa Jerman disebut Aufklarung (artinya masa pencerahan), di mana orang sangat meninggikan akal budi di atas segala-galanya.
Ada juga orang yang mengagungkan harta benda. Mereka tidak percaya Tuhan itu ada, menganggap iman itu sebuah kesia-siaan.
Mereka berpikir bahwa dengan iman, manusia tidak bisa mencapai kemajuan seperti di hari ini. Semua ini terjadi karena usaha manusia.
Hal ini juga masuk ke ranah yang disebut sebagai keselamatan kekal. Pada umumnya manusia meyakini bahwa keselamatan diperoleh jika hidup mereka baik, namun Tuhan berkata yang berbeda.
Lukas 5:32
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."
Kisah Para Rasul 10:1-33
1 Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
2 Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.
3 Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!"
4 Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.
5 Dan sekarang, suruhlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang yang bernama Simon dan yang disebut Petrus.
6 Ia menumpang di rumah seorang penyamak kulit yang bernama Simon, yang tinggal di tepi laut."
7 Setelah malaikat yang berbicara kepadanya itu meninggalkan dia, dipanggilnya dua orang hambanya beserta seorang prajurit yang saleh dari orang-orang yang selalu bersama-sama dengan dia.
8 Dan sesudah ia menjelaskan segala sesuatu kepada mereka, ia menyuruh mereka ke Yope.
9 Keesokan harinya ketika ketiga orang itu berada dalam perjalanan dan sudah dekat kota Yope, kira-kira pukul dua belas tengah hari, naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa.
10 Ia merasa lapar dan ingin makan, tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi.
11 Tampak olehnya langit terbuka dan turunlah suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya, yang diturunkan ke tanah.
12 Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung.
13 Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!"
14 Tetapi Petrus menjawab: "Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir."
15 Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram."
16 Hal ini terjadi sampai tiga kali dan segera sesudah itu terangkatlah benda itu ke langit.
17 Petrus bertanya-tanya di dalam hatinya, apa kiranya arti penglihatan yang telah dilihatnya itu. Sementara itu telah sampai di muka pintu orang-orang yang disuruh oleh Kornelius dan yang berusaha mengetahui di mana rumah Simon.
18 Mereka memanggil seorang dan bertanya, apakah Simon yang disebut Petrus ada menumpang di rumah itu.
19 Dan ketika Petrus sedang berpikir tentang penglihatan itu, berkatalah Roh: "Ada tiga orang mencari engkau.
20 Bangunlah, turunlah ke bawah dan berangkatlah bersama-sama dengan mereka, jangan bimbang, sebab Aku yang menyuruh mereka ke mari."
21 Lalu turunlah Petrus ke bawah dan berkata kepada orang-orang itu: "Akulah yang kamu cari; apakah maksud kedatangan kamu?"
22 Jawab mereka: "Kornelius, seorang perwira yang tulus hati dan takut akan Allah, dan yang terkenal baik di antara seluruh bangsa Yahudi, telah menerima penyataan Allah dengan perantaraan seorang malaikat kudus, supaya ia mengundang engkau ke rumahnya dan mendengar apa yang akan kaukatakan."
23 Ia mempersilakan mereka untuk bermalam di situ.
Keesokan harinya ia bangun dan berangkat bersama-sama dengan mereka, dan beberapa saudara dari Yope menyertai dia.
24 Dan pada hari berikutnya sampailah mereka di Kaisarea. Kornelius sedang menantikan mereka dan ia telah memanggil sanak saudaranya dan sahabat-sahabatnya berkumpul.
25 Ketika Petrus masuk, datanglah Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur di depan kakinya, ia menyembah Petrus.
26 Tetapi Petrus menegakkan dia, katanya: "Bangunlah, aku hanya manusia saja."
27 Dan sambil bercakap-cakap dengan dia, ia masuk dan mendapati banyak orang sedang berkumpul.
28 Ia berkata kepada mereka: "Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.
29 Itulah sebabnya aku tidak berkeberatan ketika aku dipanggil, lalu datang ke mari. Sekarang aku ingin tahu, apa sebabnya kamu memanggil aku."
30 Jawab Kornelius: "Empat hari yang lalu kira-kira pada waktu yang sama seperti sekarang, yaitu jam tiga petang, aku sedang berdoa di rumah. Tiba-tiba ada seorang berdiri di depanku, pakaiannya berkilau-kilauan
31 dan ia berkata: Kornelius, doamu telah didengarkan Allah dan sedekahmu telah diingatkan di hadapan-Nya.
32 Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus; ia sedang menumpang di rumah Simon, seorang penyamak kulit, yang tinggal di tepi laut.
33 Karena itu segera kusuruh orang kepadamu, dan dengan senang hati engkau telah datang. Sekarang kami semua sudah hadir di sini di hadapan Allah untuk mendengarkan apa yang ditugaskan Allah kepadamu."
Kornelius adalah seorang asing yang menganut agama Yudaisme, yang disebut dengan proselit. Dia adalah seorang Romawi atau kemungkinan juga seorang Itali.
Dia adalah seorang perwira dan keluarganya memang orang-orang saleh yang menganut agama Yahudi.
Dari kisah ini, kita belajar bahwa kesalehan itu tidak cukup untuk menyelamatkannya. Untuk menerima keselamatan, orang membutuhkan Yesus Kristus.
Pesan Firman Tuhan pada hari ini :
1. Keselamatan kekal adalah inisiatif dan pemberian Tuhan di dalam Kristus.
Kisah Para Rasul 10:1-6
1 Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
2 Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.
3 Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!"
4 Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.
5 Dan sekarang, suruhlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang yang bernama Simon dan yang disebut Petrus.
6 Ia menumpang di rumah seorang penyamak kulit yang bernama Simon, yang tinggal di tepi laut."
Kornelius dan keluarga adalah orang proselit, yaitu orang asing yang percaya pada agama Yahudi. Keluarga ini adalah keluarga yang saleh.
Mereka mengikuti ibadah-ibadah orang Yahudi, termasuk doa sehari tiga kali. Jam 9, jam 12 dan jam 3 sore. Mereka juga memberikan sedekah. Apakah ini cukup?
Jikalau apa yang dilakukan Kornelius dan keluarganya ini cukup untuk menyelamatkan mereka, Tuhan tidak perlu memanggil Petrus untuk memberitakan Injil kepadanya.
Kesalehan tidak cukup untuk menyelamatkan engkau dan saya, karena keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus.
Bukan Kornelius yang mencari Yesus, tetapi Tuhan yang berbicara kepada Kornelius, supaya Kornelius mendengar berita Injil.
Keselamatan yang kekal itu bukan atas dasar inisiatif manusia, melainkan inisiatif Allah yang mau menyelamatkan seseorang. Itu adalah pemberian Tuhan semata-mata.
Bukan karena seseorang itu saleh sehingga Tuhan harus menyelamatkan dia, tetapi karena memang Tuhan sudah memilih.
Dia bertindak dan berinisiatif memberikan keselamatan itu di dalam Yesus kepada seseorang.
Betapa indahnya kasih karunia Tuhan bagi manusia. Kasih karunia itu bukan karena perbuatan, usaha atau kesalehan manusia.
Kasih karunia itu bahkan juga bagi orang-orang yang menurut kita mungkin tidak cocok untuk diselamatkan. Namun, kasih karunia Tuhan cukup bagi dia, untuk Tuhan menyelamatkannya.
Di situlah kita mengerti bagaimana seorang perampok yang ada di salah satu sisi Tuhan Yesus yang meminta Tuhan Yesus untuk mengingat dia, lalu Tuhan Yesus berkata, “Hari ini, engkau akan bersama-sama Aku di Firdaus.”
Perampok ini belum pernah melakukan apa yang baik. Dia dihukum sebagai kriminal, tetapi kasih karunia Yesus Kristus cukup bagi dia.
Kesalehan dan perbuatan baik tidak pernah cukup untuk menyelamatkan engkau, tetapi kasih karunia Yesus Kristus itu cukup dan satu-satunya yang dapat menyelamatkan engkau dan saya.
Itu karena inisiatif dan pemberian Tuhan semata-mata.
2. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan di dalam menyelamatkan seseorang di dalam Kristus.
Kisah Para Rasul 10:25-29
25 Ketika Petrus masuk, datanglah Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur di depan kakinya, ia menyembah Petrus.
26 Tetapi Petrus menegakkan dia, katanya: "Bangunlah, aku hanya manusia saja."
27 Dan sambil bercakap-cakap dengan dia, ia masuk dan mendapati banyak orang sedang berkumpul.
28 Ia berkata kepada mereka: "Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir.
29 Itulah sebabnya aku tidak berkeberatan ketika aku dipanggil, lalu datang ke mari. Sekarang aku ingin tahu, apa sebabnya kamu memanggil aku."
Bagi seorang asing seperti Kornelius, sangat sulit baginya untuk mendengar kabar keselamatan itu dari mulut seorang Yahudi seperti Simon Petrus, karena orang-orang Yahudi tidak bergaul dengan orang asing, apalagi harus ke rumah orang asing. Bagi mereka itu sebuah kenajisan.
Bagi Simon Petrus, tidak mungkin baginya datang ke rumah Kornelius, karena ia seorang Yahudi tulen. Namun, kasih karunia Tuhan di dalam Yesus Kristus, mengubah Simon Petrus.
Tuhan menampakkan penglihatan akan hewan-hewan yang dianggap haram oleh orang Yahudi. Tuhan berkata, “Apa yang Aku tidak anggap haram tidak boleh engkau anggap haram.”
Maksud Tuhan adalah Simon Petrus sudah di dalam Kristus, maka Tuhan mengasihi juga bangsa-bangsa lain, dan Simon Petrus harus memberitakan kepada mereka, karena mereka adalah umat Tuhan juga. Mereka juga harus diselamatkan oleh Tuhan.
Di situlah kemustahilan menjadi ketidakmustahilan, ketika seorang dicelikkan mata rohaninya oleh Yesus Kristus.
Simon berkata, “Sesungguhnya mustahil bagi seorang Yahudi bisa datang ke rumah ini, tetapi semata-mata karena kasih karunia Tuhan yang mau menyelamatkan seseorang.”
Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil ketika menyelamatkan seseorang. Tuhan bisa memakai cara-Nya, bahkan Tuhan juga bisa pakai orang yang mungkin mustahil untuk melayani.
Keselamatan adalah pemberian Tuhan, tetapi Tuhan juga mau memakai kita untuk memberitakan Injil, dipakai untuk menyaksikan Yesus Kristus.
Ketika Dia memakai kita, Tuhan sesungguhnya sedang membuka jalan bagi kita untuk kita menyaksikan. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.
Oleh karena itu, ketika Tuhan pimpin engkau untuk melayani Dia, memberitakan kabar baik, lakukan dengan setia. Engkau akan menyaksikan betapa ajaib Tuhan kita!
Doakan dan renungkan.
* Sebagai orang Yahudi tulen, Petrus tidak mungkin datang ke rumah Kornelius karena hal tersebut merupakan kenajisan baginya. Namun, kasih karunia Tuhan Yesus, mengubahnya.
*Sebaliknya, sangat sulit bagi Kornelius untuk mendengar kabar keselamatan dari Petrus karena dia adalah orang asing. Saat itu orang Yahudi tidak bergaul dengan orang asing.
Apa yang mustahil, tak lagi mustahil