Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Tuhan Adalah Gembalaku
RENUNGAN HARIAN
GKY MANGGA BESAR
Rabu, 12 Oktober 2022
Kisah Para Rasul 8:9-25
Filipus di Samaria.
Injil harus diberitakan kepada semua orang, sebab hanya Injil yang dapat memerdekakan kita dari belenggu kuasa si jahat yang membutakan dan membuat banyak orang disesatkan dalam kebinasaan.
Kita adalah orang-orang yang ingin Tuhan pakai untuk memberitakan Injil yang memerdekan itu. Manusia sering buta, tuli, dan mati rohani karena seluruh manusia telah berada di kuasa dosa serta terputus relasi dengan Allah.
Manusia sangat sulit untuk bisa memahami kebenaran Allah, sebab manusia memahami Allah dengan ukurannya sendiri.
Disitulah kita dapat memahami bagaimana efektifnya si jahat itu dengan naturnya sebagai bapak pendusta sejak semula untuk menjerat manusia dan membinasakannya.
Si jahat adakalanya menampakan diri di dalam kejahatannya, namun adakalanya menampakan diri dengan baju yang berbeda. Semua ia lakukan untuk menjerat manusia yang buta, tuli, dan mati rohani.
Oleh karena itu, Tuhan Yesus datang ke dunia untuk membinasakan pekerjaan si iblis dan mencari orang berdosa untuk diselamatkan.
Kisah Para Rasul 8:9-25
9 Seorang yang bernama Simon telah sejak dahulu melakukan sihir di kota itu dan mentakjubkan rakyat Samaria, serta berlagak seolah-olah ia seorang yang sangat penting.
10 Semua orang, besar kecil, mengikuti dia dan berkata: "Orang ini adalah kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar."
11 Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia mentakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya.
12 Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan.
13 Simon sendiri juga menjadi percaya, dan sesudah dibaptis, ia senantiasa bersama-sama dengan Filipus, dan takjub ketika ia melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat besar yang terjadi.
14 Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ.
15 Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus.
16 Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorang pun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.
17 Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus.
18 Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka,
19 serta berkata: "Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus."
20 Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang.
21 Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah.
22 Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini;
23 sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan."
24 Jawab Simon: "Hendaklah kamu berdoa untuk aku kepada Tuhan, supaya kepadaku jangan kiranya terjadi segala apa yang telah kamu katakan itu."
25 Setelah keduanya bersaksi dan memberitakan firman Tuhan, kembalilah mereka ke Yerusalem dan dalam perjalanannya itu mereka memberitakan Injil dalam banyak kampung di Samaria.
Simon adalah tukang sihir yang terkenal di Samaria, orang-orang Samaria berpikir bahwa Simon melakukan segala sesuatu dengan kuasa Allah.
Kita tidak perlu heran dengan apa yang terjadi di kota tersebut, sebab sampai hari inipun banyak orang yang percaya kepada hal-hal supranatural atau kelihatan religius, tetapi tidak memperhatikan dasar kebenarannya.
Filipus pergi ke Samaria untuk memberitakan Injil kerajaan Allah dan nama Yesus Kristus, maka terjadilah perubahan radikal di kota Samaria.
Pesan firman Tuhan bagi kita:
1. Injil itu mencelikkan mata rohani orang.
Kisah Para Rasul 8:9-12
9 Seorang yang bernama Simon telah sejak dahulu melakukan sihir di kota itu dan mentakjubkan rakyat Samaria, serta berlagak seolah-olah ia seorang yang sangat penting.
10 Semua orang, besar kecil, mengikuti dia dan berkata: "Orang ini adalah kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar."
11 Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia mentakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya.
12 Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan.
Manusia selalu mengikuti hal-hal yang menakjubkan seperti supranatural atau kereligiusan.
Orang Samaria sangat mengagumi Simon sebagai seorang yang bisa melakukan sihir, mereka menganggap ia orang penting yang dipakai oleh Tuhan untuk mengadakan hal-hal supranatural.
Mereka tidak pernah mempertimbangkan dasar dari apa yang dilakukan Simon, latar belakangnya, dan apa yang telah ditulis oleh kitab suci.
Mereka hanya melihat supranaturalnya dan menyimpulkan bahwa Simon adalah orang yang dipakai oleh Tuhan.
Banyak orang yang hanya mengagumi hal-hal supranatural tanpa peduli kebenarannya, dan mengagumi religiusitas tanpa melihat dasar-dasar kebenaran yang dipegang.
Filipus ada di Samaria untuk memberitakan Injil kerajaan Allah dan nama Yesus. Injil mengubah orang-orang di Samaria, mereka dilahirkan kembali dan celik rohani sehingga mereka mengetahui siapa Tuhan Allah yang sejati.
Simon yang sebelumnya adalah ahli sihir juga menjadi percaya kepada Allah.
Injil itu mencelikkan mata rohani seseorang, membuat yang tuli mendengar akan firman Allah, dan yang mati rohani menjadi hidup dan mengenal Allah.
Ketika kita mengenal Allah yang sejati, maka kita bisa membedakan mana yang benar dan tidak.
Oleh karena itu, Injil harus diberitakan agar diterima oleh seseorang untuk menerima Yesus dan dicelikkan mata rohaninya untuk melihat kebenaran firman Tuhan.
Ketika seseorang menerima Yesus, maka akan terjadi perubahan yang radikal dalam hidupnya.
Mari beritakanlah Injil dan Yesus Kristus, karena hal tersebut akan mengubah hidup seseorang.
2. Pemberian Roh Kudus terjadi saat seseorang percaya kepada Tuhan Yesus.
Pemberian Roh Kudus setelah hari Pentakosta kepada bangsa-bangsa lain, termasuk kepada bangsa Samaria dan di luar bangsa Yahudi itu diawali oleh para rasul di dalam rangka kesatuan tubuh Kristus dan diatas dasar kitab suci.
Pemberian Roh Kudus terjadi pada saat seseorang itu percaya kepada Tuhan Yesus.
Kisah Para Rasul 8:14-17
14 Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ.
15 Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus.
16 Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorang pun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.
17 Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus.
Banyak orang-orang Kristen yang menganggap percaya Yesus tidak bersamaan dengan menerima Roh Kudus, sehingga orang yang percaya Yesus perlu ditumpangkan tangan terlebih dahulu untuk menerima Roh Kudus.
Kita harus memahami bahwa apa yang terjadi pada Kisah Para Rasul ini terjadi pada gereja mula-mula bukan gereja hari ini yang telah terikat dengan Perjanjian Baru.
Gereja mula-mula ada di Yerusalem, sedangkan orang diluar sana belum mendengar Injil dan menerima Yesus.
Terjadi penundaan orang percaya di Samaria yang percaya Yesus tetapi tidak langsung menerima Roh Kudus dikarenakan Allah ingin gereja di seluruh dunia menjadi gereja kesatuan.
Gereja kesatuan di dalam para rasul yang menulis kitab suci sehingga gereja Tuhan di seluruh dunia memiliki dasar yang sama, yaitu kitab suci.
Orang Samaria menerima Yesus tetapi tidak langsung menerima Roh Kudus dan rasul datang ke Samaria menumpangkan tangan untuk mereka menerima Roh Kudus. Disitulah mereka yang percaya mengakui otoritas daripada rasul.
Ketika mereka mengakui otoritas daripada rasul, maka mereka harus menerima otoritas firman Allah dan para rasul dengan inspirasi Roh Kudus menuliskan kitab suci.
Setelah Kisah Para Rasul ini setelah dituliskan kitab suci, orang yang percaya Yesus langsung menerima Roh Kudus.
Jikalau engkau tidak menerima Roh Kudus, maka engkau bukan anak-anak Allah. Engkau menjadi anak Allah karena Yesus memberikan Roh-Nya, yaitu Roh Kudus yang membuat kita bisa memanggil Allah.
Ketika kita membaca Kisah Para Rasul ini maka kita harus sadar bahwa firman Allah sangat penting bagi kita, betapa penting strategisnya firman Allah dihadapan Tuhan bagi kita.
Allah bekerja dengan cara-Nya sendiri supaya orang-orang percaya di Samaria mengakui otoritas para rasul.
Firman Tuhan adalah dasar bagi seluruh orang percaya. Kita harus menjadi orang percaya yang bersandar kepada firman dengan membaca dan merenungkannya serta hidup di dalam-Nya.
Doa dan renungkan.
* Simon adalah tukang sihir yang terkenal di Samaria, dia melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka.
* Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang.
Karunia Allah tidak untuk diperjualbelikan