Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Tuhan Adalah Gembalaku
RENUNGAN HARIAN
GKY MANGGA BESAR
Kamis, 15 September 2022
2 Samuel 21
Orang-orang Gibeon dan keluarga Saul; Peperangan melawan orang Filistin.
Panggilan kita sebagai orang percaya adalah menjadi berkat di mana pun kita berada. Kita bisa menjadi berkat melalui tutur kata kita. Mari kita awasi tutur kata kita, sebab Alkitab berkata bahwa barang siapa bisa menguasai lidahnya maka dia bisa menguasai seluruh kehidupannya.
Ada lagu yang mengatakan bahwa memang lidah tak bertulang, tak berbekas kata-kata. Setelah kata-kata terucap, tidak akan ada bekasnya di lidah yang mengucapkannya. Namun, perkataan yang terucap dari lidah tersebut akan berbekas di ingatan Tuhan.
Alkitab mengatakan bahwa kita akan dihakimi Tuhan karena perkataan kita. Bicara memang mudah, tetapi kita juga harus mempertanggungjawabkan apa yang kita katakan di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam berbicara, agar perkataan kita bisa menjadi berkat bagi orang lain.
2 Samuel 21:1-22
1 Dalam zaman Daud terjadilah kelaparan selama tiga tahun berturut-turut, lalu Daud pergi menanyakan petunjuk TUHAN. Berfirmanlah TUHAN: "Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon."
2 Lalu raja memanggil orang-orang Gibeon dan berkata kepada mereka, — orang-orang Gibeon itu tidak termasuk orang Israel, tetapi termasuk sisa-sisa orang Amori dan walaupun orang Israel telah bersumpah kepada mereka, Saul berikhtiar membasmi mereka dalam kegiatannya untuk kepentingan orang Israel dan Yehuda, --
3 Daud berkata kepada orang-orang Gibeon itu: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu dan dengan apakah dapat kuadakan penebusan, supaya kamu memberkati milik pusaka TUHAN?"
4 Lalu berkatalah orang-orang Gibeon itu kepadanya: "Bukanlah perkara emas dan perak urusan kami dengan Saul serta keluarganya, juga bukanlah urusan kami untuk membunuh seseorang di antara orang Israel." Tetapi kata Daud: "Apakah yang kamu kehendaki akan kuperbuat bagimu?"
5 Sesudah itu berkatalah mereka kepada raja: "Dari orang yang hendak membinasakan kami dan yang bermaksud memunahkan kami, sehingga kami tidak mendapat tempat di mana pun di daerah Israel,
6 biarlah diserahkan tujuh orang anaknya laki-laki kepada kami, supaya kami menggantung mereka di hadapan TUHAN di Gibeon, di bukit TUHAN." Lalu berkatalah raja: "Aku akan menyerahkan mereka."
7 Tetapi raja merasa sayang kepada Mefiboset bin Yonatan bin Saul, karena sumpah demi TUHAN ada di antara mereka, di antara Daud dan Yonatan bin Saul.
8 Lalu raja mengambil kedua anak laki-laki Rizpa binti Aya, yang dilahirkannya bagi Saul, yakni Armoni dan Mefiboset, dan kelima anak laki-laki Merab binti Saul, yang dilahirkannya bagi Adriel bin Barzilai, orang Mehola itu,
9 kemudian diserahkannyalah mereka ke dalam tangan orang-orang Gibeon itu. Orang-orang ini menggantung mereka di atas bukit, di hadapan TUHAN. Ketujuh orang itu tewas bersama-sama. Mereka telah dihukum mati pada awal musim menuai, pada permulaan musim menuai jelai.
10 Lalu Rizpa binti Aya mengambil kain karung, dan membentangkannya bagi dirinya di atas gunung batu, dari permulaan musim menuai sampai tercurah air dari langit ke atas mayat mereka; ia tidak membiarkan burung-burung di udara mendatangi mayat mereka pada siang hari, ataupun binatang-binatang di hutan pada malam hari.
11 Ketika diberitahukan kepada Daud apa yang diperbuat Rizpa binti Aya, gundik Saul itu,
12 maka pergilah Daud mengambil tulang-tulang Saul dan tulang-tulang Yonatan, anaknya, dari warga-warga kota Yabesh-Gilead, yang telah mencuri tulang-tulang itu dari tanah lapang di Bet-San, tempat orang Filistin menggantung mereka, ketika orang Filistin memukul Saul kalah di Gilboa.
13 Ia membawa dari sana tulang-tulang Saul dan tulang-tulang Yonatan, anaknya. Dikumpulkanlah juga tulang-tulang orang-orang yang digantung tadi,
14 lalu dikuburkan bersama-sama tulang-tulang Saul dan Yonatan, anaknya, di tanah Benyamin, di Zela, di dalam kubur Kish, ayahnya. Orang melakukan segala sesuatu yang diperintahkan raja, maka sesudah itu Allah mengabulkan doa untuk negeri itu.
15 Ketika terjadi lagi peperangan antara orang Filistin dan orang Israel, maka berangkatlah Daud bersama-sama dengan orang-orangnya, lalu berperang melawan orang Filistin, sampai Daud menjadi letih lesu.
16 Yisbi-Benob, yang termasuk keturunan raksasa — berat tombaknya tiga ratus syikal tembaga dan ia menyandang pedang yang baru — menyangka dapat menewaskan Daud.
17 Tetapi Abisai, anak Zeruya, datang menolong Daud, lalu merobohkan dan membunuh orang Filistin itu. Pada waktu itu orang-orang Daud memohon dengan sangat kepadanya, kata mereka: "Janganlah lagi engkau maju berperang bersama-sama dengan kami, supaya keturunan Israel jangan punah bersama-sama engkau."
18 Sesudah itu terjadi lagi pertempuran melawan orang Filistin di Gob; pada waktu itu Sibkhai, orang Husa, memukul kalah Saf, yang termasuk keturunan raksasa.
19 Dan terjadi lagi pertempuran melawan orang Filistin, di Gob; Elhanan bin Yaare-Oregim, orang Betlehem itu, menewaskan Goliat, orang Gat itu, yang gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun.
20 Lalu terjadi lagi pertempuran di Gat; dan di sana ada seorang yang tinggi perawakannya, yang tangannya dan kakinya masing-masing berjari enam: dua puluh empat seluruhnya; juga orang ini termasuk keturunan raksasa.
21 Ia mengolok-olok orang Israel, maka Yonatan, anak Simea kakak Daud, menewaskannya.
22 Keempat orang ini termasuk keturunan raksasa di Gat; mereka tewas oleh tangan Daud dan oleh tangan orang-orangnya.
Kelaparan terjadi selama tiga tahun di masa kepemimpinan Raja Daud. Hal ini terjadi karena Raja Saul bertindak semena-mena kepada orang Gibeon. Itulah yang Tuhan katakan kepada Daud ketika dia menanyakan hal tersebut. Orang-orang Gibeon bukanlah orang Israel.
Pada zaman Yosua, Yosua pernah berjanji untuk tidak akan membasmi orang-orang Gibeon dan akan melindungi mereka. Ia terburu-buru tanpa tahu kebenarannya. Bagaimanapun kekeliruan Yosua, ia sudah mengucapkan janji kepada orang-orang Gibeon dan dia harus menepati janjinya.
Raja Saul tidak peduli dengan janji yang telah diucapkan Yosua kepada orang-orang Gibeon, sehingga ia membunuh orang-orang Gibeon tersebut. Hal ini mengajarkan kita bahwa umat Tuhan harus setia di dalam segala perkara.
Pesan firman Tuhan kepada kita:
1. Janganlah bertindak tidak setia di dalam kehidupanmu, karena Tuhan tidak berkenan.
2 Samuel 21:1
Dalam zaman Daud terjadilah kelaparan selama tiga tahun berturut-turut, lalu Daud pergi menanyakan petunjuk TUHAN. Berfirmanlah TUHAN: "Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon."
Orang Gibeon bukanlah bangsa Israel, tetapi Tuhan memegang janji yang telah diucapkan Yosua kepada mereka. Raja Saul adalah seorang raja yang berambisi, maka dia membunuh orang-orang Gibeon dan sekarang mereka adalah orang-orang tersisa dari yang tidak dibunuh.
Tuhan tidak membiarkan tindakan tidak setia dan tidak adil Raja Saul. Pada zaman Raja Daud, Tuhan berikan bangsa Israel kelaparan dan gagal panen selama tiga tahun berturut-turut. Tuhan berkata bahwa ada hutang darah kepada orang-orang Gibeon.
Kesetiaan sangatlah penting, baik dalam tutur kata atau tindakan kita. Kita sebagai orang percaya harus belajar untuk menjadi orang yang setia sampai akhir hidup kita. Kesetiaan itu adalah salah satu karakter Tuhan Yesus.
Dia adalah Tuhan yang setia, maka orang yang percaya harus setia kepada Tuhan melalui perbuatan dan tutur katanya. Alkitab mengatakan bahwa mencari orang baik itu mudah, tetapi mencari orang setia tidaklah mudah.
Tuhan tidak berkenan kepada orang-orang yang tidak setia. Kita harus memiliki motivasi hidup untuk menyenangkan hati Tuhan dengan belajar setia dalam tutur kata dan perbuatan kita.
2. Penghakiman Tuhan seringkali sulit kita pahami, namun kita harus tunduk karena penghakiman adalah kedaulatan Tuhan sendiri.
2 Samuel 21:6-9, 11-14
6 biarlah diserahkan tujuh orang anaknya laki-laki kepada kami, supaya kami menggantung mereka di hadapan TUHAN di Gibeon, di bukit TUHAN." Lalu berkatalah raja: "Aku akan menyerahkan mereka."
7 Tetapi raja merasa sayang kepada Mefiboset bin Yonatan bin Saul, karena sumpah demi TUHAN ada di antara mereka, di antara Daud dan Yonatan bin Saul.
8 Lalu raja mengambil kedua anak laki-laki Rizpa binti Aya, yang dilahirkannya bagi Saul, yakni Armoni dan Mefiboset, dan kelima anak laki-laki Merab binti Saul, yang dilahirkannya bagi Adriel bin Barzilai, orang Mehola itu,
9 kemudian diserahkannyalah mereka ke dalam tangan orang-orang Gibeon itu. Orang-orang ini menggantung mereka di atas bukit, di hadapan TUHAN. Ketujuh orang itu tewas bersama-sama. Mereka telah dihukum mati pada awal musim menuai, pada permulaan musim menuai jelai.
11 Ketika diberitahukan kepada Daud apa yang diperbuat Rizpa binti Aya, gundik Saul itu,
12 maka pergilah Daud mengambil tulang-tulang Saul dan tulang-tulang Yonatan, anaknya, dari warga-warga kota Yabesh-Gilead, yang telah mencuri tulang-tulang itu dari tanah lapang di Bet-San, tempat orang Filistin menggantung mereka, ketika orang Filistin memukul Saul kalah di Gilboa.
13 Ia membawa dari sana tulang-tulang Saul dan tulang-tulang Yonatan, anaknya. Dikumpulkanlah juga tulang-tulang orang-orang yang digantung tadi,
14 lalu dikuburkan bersama-sama tulang-tulang Saul dan Yonatan, anaknya, di tanah Benyamin, di Zela, di dalam kubur Kish, ayahnya. Orang melakukan segala sesuatu yang diperintahkan raja, maka sesudah itu Allah mengabulkan doa untuk negeri itu.
Tuhan menghakimi bangsa Israel atas tindakan keji dan tidak setia Raja Saul. Kita tidak bisa mengerti mengenai penghakiman Tuhan, tetapi ingatlah bahwa Dia adalah Tuhan yang maha hikmat, bijaksana, dan berdaulat untuk menyatakan keadilan-Nya.
Ketujuh anak dari gundik Raja Saul yang bernama Rizpa diserahkan Daud kepada orang-orang Gibeon dan mereka semua tewas dibunuh. Raja Daud tidak mempunyai dendam kepada Raja Saul yang bersikap tidak adil kepadanya. Dia menyerahkan ketujuh anak itu bukan karena dendam.
Ketika Raja Daud mendengar bahwa Rizpa adalah ibu dari ketujuh anak yang tewas itu, maka Raja Daud mengambil tulang-tulang Saul dan Yonatan dan ketujuh tulang dari orang-orang yang tewas itu dan dikuburkan di pemakaman Saul.
Hal yang dilakukan Raja Daud itu adalah suatu penghormatan kepada Raja Saul dan keturunannya, untuk menghibur hati Rizpa yang berdukacita. Raja Daud menghormati mereka yang telah tewas demi bangsa Israel.
Bangsa Israel harus belajar bahwa mereka harus setia kepada janji dan tutur kata mereka. Kita tidak bisa memahami bagaimana Tuhan menghakimi bangsa Israel. Ada maksud Tuhan dari kisah orang Gibeon yang menggantung ketujuh orang itu.
Tuhan ingin orang Israel setia dan tidak berkhianat, sebab Tuhan tidak berkenan kepada orang-orang yang tidak setia. Apa yang kita katakan dan perbuat mungkin tidak ada bekasnya, tetapi ada Tuhan yang selalu mengingat apa yang telah kita katakan dan perbuat.
Marilah menjadi orang-orang yang tahu bagaimana untuk membalas kasih Tuhan kepada kita, sebab tujuan hidup kita adalah untuk menyenangkan hati-Nya. Tetaplah setia di dalam perbuatan dan tutur katamu, sebab penghakiman Tuhan tidak bisa kita mengerti. Namun, Dia selalu menghakimi dengan keadilan dan kebenaran.
Doakan dan renungkan
* Tuhan kita adalah Tuhan yang setia, maka orang percaya harus setia kepada Tuhan melalui perbuatan dan tutur katanya.
* Apa yang kita katakan dan perbuat mungkin tidak ada bekasnya, tetapi ada Tuhan yang selalu mengingat apa yang telah kita katakan dan perbuat.
Setia dalam tutur kata dan perbuatan.