Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Senin, 29 Agustus 2022

Tuhan Adalah Gembalaku

Tuhan Adalah Gembalaku

RENUNGAN HARIAN

GKY MANGGA BESAR

Senin, 29 Agustus 2022


2 Samuel 6:16-23

Tabut Dipindahkan ke Yerusalem.


Masih ingatkah akan Mazmur 23? Mazmur ini ingin menekankan bahwa Tuhan menyertai kehidupan kita.


Oleh karena itu, kita menjadi orang yang sangat diberkati karena Tuhan mau berjalan bersama dengan kita. Penyertaan Tuhan sejak awal dialami oleh umat Tuhan bangsa Israel.


Kesadaran akan pentingnya penyertaan Tuhan oleh bangsa Israel itu terjadi melalui pengalaman mereka di dalam perjalanan mereka keluar dari tanah Mesir masuk ke tanah perjanjian.


Hal ini menjadi pelajaran yang penting bagi kita, betapa berharganya penyertaan Tuhan di dalam kehidupan kita. Tanda yang paling penting bahwa kita adalah umat Tuhan yaitu Tuhan menyertai kita.


2 Samuel 6:16-23


16 Ketika tabut TUHAN itu masuk ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya.


17 Tabut TUHAN itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, di dalam kemah yang dibentangkan Daud untuk itu, kemudian Daud mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN.


18 Setelah Daud selesai mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama TUHAN semesta alam.


19 Lalu dibagikannya kepada seluruh bangsa itu, kepada seluruh khalayak ramai Israel, baik laki-laki

maupun perempuan, kepada masing-masing seketul roti bundar, sekerat daging, dan sepotong kue kismis. Sesudah itu pergilah seluruh bangsa itu, masing-masing ke rumahnya.


20 Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: "Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!"


21 Tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal: "Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, — di hadapan TUHAN aku menari-nari,


22 bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; engkau akan memandang aku rendah, tetapi bersama-sama budak-budak perempuan yang kaukatakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati."


23 Mikhal binti Saul tidak mendapat anak sampai hari matinya.


Betapa raja Daud bersukacita ketika ia dapat membawa tabut perjanjian ke kotanya, apalagi setelah binasanya Uza ketika pertama kali Daud membawa tabut perjanjian.


Sukacita Daud tidak mengherankan, karena tabut perjanjian itulah kehadiran Tuhan bagi umat Tuhan.


Kehadiran Tuhan bagi umat Tuhan merupakan jaminan dan kelanggengan keberadaan umat Tuhan itu sendiri.


Pesan Firman Tuhan pada hari ini :

1. Adakah ekspresi rasa sukacita yang besar dan rasa syukur yang mendalam atas penyertaan Tuhan Yesus di dalam kehidupan Saudara?

2 Samuel 6:16-18

16 Ketika tabut TUHAN itu masuk ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya.


17 Tabut TUHAN itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, di dalam kemah yang dibentangkan Daud untuk itu, kemudian Daud mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan TUHAN.


18 Setelah Daud selesai mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama TUHAN semesta alam.


Ketika kita membaca ini, kita bisa merasakan akan kegembiraan dan sukacita yang besar dari raja Daud. Alkitab mencatat bagaimana Daud meloncat-loncat dan menari-nari bagi Tuhan.


Tentu kita tahu kalau orang sangat gembira, dia tidak akan menahan dirinya. Dia akan meloncat-loncat.


Kebiasaan orang-orang Israel adalah mereka suka menari-nari dengan gambus dan kecapi untuk menggambarkan riang gembiranya mereka.


Inilah ekspresi raja Daud ketika dia tahu tabut perjanjian telah kembali ke kotanya, karena itu menggambarkan Tuhan yang hadir di dalam kehidupannya.


Namun, bukan itu saja, Daud juga membawa korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan Tuhan.


Korban ini adalah korban syukur kepada Tuhan. Raja Daud lakukan itu sebagai ekspresi dia bersukacita karena tabut perjanjian itu kembali ke kota Daud.


Kita adalah orang-orang percaya di mana Tuhan menyertai kita. Tuhan Yesus berjanji bahwa Dia akan selalu bersama dan menyertai kita. Dia tidak pernah meninggalkan kita.


Apakah ada ekspresi sukacita besar dan rasa syukur atas penyertaan Tuhan? Sukacita dalam hati kita tidak pernah dapat disembunyikan. Jikalau sukacita itu ada dalam hati kita, pasti nyata dalam kehidupan kita.


Tuhan membela kita. Tuhan ada bersama kita. Tuhan melindungi kita. Tuhan menyediakan berkat bagi kita. Apakah hal ini tidak membuat hati Saudara penuh dengan sukacita besar?


Sukacita yang sangat besar itu diperlukan dalam hidup kita, supaya kita cakap menanggung segala pergumulan yang kita hadapi di tengah dunia ini.


Sukacita kita yang terbesar adalah Tuhan mau menyertai hidup kita. Jikalau Tuhan menyertai hidup kita, apa yang kita kuatir dan takutkan?


Itulah kabar yang gembira pada waktu Natal. Malaikat berkata bahwa ada kesukaan besar karena telah lahir Kristus, Juruselamat dan Tuhan, di kota Daud.


Kristus itulah Imanuel. Allah beserta kita. Biarlah hari ini kita sekali lagi merenungkan betapa bahagianya kita. Kita adalah orang-orang yang penuh dengan kegembiraan karena Tuhan hadir dalam hidup kita.


2. Ekspresi merendahkan diri di hadapan Tuhan yang menyertai kita adalah dengan mempersembahkan diri kita sepenuhnya kepada Tuhan.


2 Samuel 6:20-22

20 Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: "Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!"


21 Tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal: "Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, — di hadapan TUHAN aku menari-nari,


22 bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; engkau akan memandang aku rendah, tetapi bersama-sama budak-budak perempuan yang kaukatakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati."


Ketika Daud memasuki Yerusalem, istri Daud, Mikhal melihat Daud menari-nari seperti itu, merasa tidak senang.


Dia merasa Daud tidak menghargai dirinya sebagai raja. Namun, Daud berkata bahwa dia menari bagi Tuhan, bahkan dia rela menghinakan dirinya lebih daripada itu di hadapan Tuhan.


Ketika Daud melayani Tuhan, dia tidak mengingat tentang dirinya. Dia tidak ingat tentang status dan harga dirinya.


Yang dia ingat adalah Tuhan. Dia bersukacita dan bergembira karena Tuhan. Dia ingin mengelu-elukan Tuhan. Tuhan di atas segala-galanya.


Kita belajar merendahkan diri di hadapan Tuhan yang menyertai kita, dengan mempersembahkan diri kita seutuhnya ke hadapan Tuhan.


Ketika kita melihat kemuliaan Tuhan di atas segala-galanya, kita rela melayani Tuhan sesuai apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita.


Kita bahkan rela kalau dihina oleh orang lain, asalkan kita bisa menyenangkan hati Tuhan. Bukankah itu yang raja Daud lakukan?


Dia tidak memikirkan dirinya, padahal dia seorang raja atas bangsa Israel. Dia dikukuhkan menjadi raja atas Israel.


Bagi dia Tuhanlah yang menjadi pusat dalam hidupnya, sehingga ketika dia bergembira di hadapan Tuhan, dia tidak lagi mengingat dirinya sendiri, bahkan dia rela menghinakan dirinya lebih daripada itu.


Apakah Engkau rela merendahkan dirimu di hadapan Tuhan dan mempersembahkan hidupmu kepada Tuhan? Itu menggambarkan Engkau sedang merendahkan diri di hadapan Tuhan.


Engkau meletakkan Tuhan di atas segalanya. Kita tidak lagi memikirkan diri kita sendiri, tetapi kita mensyukuri segala kebaikan Tuhan kepada kita.


Mari kita belajar mempersembahkan hidup kita seutuhnya kepada Tuhan, sebagaimana yang Tuhan inginkan, sebab sesungguhnya kita adalah milik Tuhan, sehingga hidup kita bisa dipakai oleh Tuhan.


Jikalau kita selalu memikirkan diri sendiri, kita sulit untuk merenungkan betapa baiknya Tuhan dan kita sulit untuk mengutamakan Tuhan, karena kita lebih mencari kepentingan diri daripada kepentingan yang lain.


Namun, ketika kita merendahkan diri dan mempersembahkan diri kita kepada Tuhan, kita menaruh kepentingan Tuhan di atas segalanya.


Doakan dan renungkan.


* Ketika tabut TUHAN masuk ke kota Daud, maka Mikhal, melihat raja Daud meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya.


* Tapi Daud menari bagi Tuhan, bahkan dia rela menghinakan dirinya lebih daripada itu di hadapan Tuhan.


Menari Bagi Tuhan