Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Minggu, 17 Juli 2022

Tuhan Adalah Gembalaku

Tuhan Adalah Gembalaku

RENUNGAN HARIAN

GKY MANGGA BESAR

Minggu, 17 Juli 2022


Roma 16:17-27

Tabut Tuhan Dirampas


Berita yang sangat penting yang Alkitab sampaikan kepada kita di dalam Perjanjian Lama dan di dalam Perjanjian Baru adalah bahwa Tuhan Allah menyertai umat-Nya.


Di dalam Perjanjian Baru maka Allah menyatakan kepada kita melalui Yesus Kristus bahwa Dialah Imanuel, Dia menyertai kita sampai kesudahannya.


Ini berita yang sangat besar. Siapa kita sehingga Tuhan mau menyertai kita?

Semata-mata karena Tuhan menyertai kita.


Seberapakah penting bagi kita penyertaan Tuhan di dalam kehidupan kita? Sejauh mana kita menghargai penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita sebagai orang percaya?


Yesus Kristus disebut juga Imanuel, yaitu Allah beserta kita karena ketika kita percaya kepada Yesus Kristus maka kita mengalami penyertaan Allah di dalam kehidupan kita.


Ada kalanya sebagai orang percaya kita dapat saja lebih menghargai penyertaan berkat-berkat Tuhan daripada penyertaan Tuhan.


Ketika kita mulai merasa tidak diberkati maka kita mulai tidak senang dan tidak puas atau ada juga yang mengeluh, tetapi ketika kita diberkati atau merasa diberkati maka kita bergembira dan bersyukur.


Apakah kita bersyukur untuk penyertaan Tuhan di dalam kehidupan kita?


1 Samuel 4:12-22

12 Seorang dari suku Benyamin lari dari barisan pertempuran dan pada hari itu juga ia sampai ke Silo dengan pakaian terkoyak-koyak dan dengan tanah di kepalanya.


13 Ketika ia sampai, Eli sedang duduk di kursi di tepi jalan menunggu-nunggu, sebab hatinya berdebar-debar karena tabut Allah itu. Ketika orang itu masuk ke kota dan menceritakan kabar itu, berteriaklah seluruh kota itu.


14 Ketika Eli mendengar bunyi teriakan itu, bertanyalah ia: “Keributan apakah itu?” Lalu bersegeralah orang itu mendapatkan Eli dan memberitahukannya kepadanya.


15 Eli sudah sembilan puluh delapan tahun umurnya dan matanya sudah bular, sehingga ia tidak dapat melihat lagi.

16 Kata orang itu kepada Eli: “Aku datang dari medan pertempuran; baru hari ini aku melarikan diri dari medan pertempuran.” Kata Eli: “Bagaimana keadaannya, anakku?”


17 Jawab pembawa kabar itu: “Orang Israel melarikan diri dari hadapan orang Filistin; kekalahan yang besar telah diderita oleh rakyat; lagipula kedua anakmu, Hofni dan Pinehas, telah tewas, dan tabut Allah sudah dirampas.”


18 Ketika disebutnya tabut Allah itu, jatuhlah Eli telentang dari kursi di sebelah pintu gerbang, batang lehernya patah dan ia mati. Sebab telah tua dan gemuk orangnya. Empat puluh tahun lamanya ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel.


19 Adapun menantunya perempuan, isteri Pinehas, sudah hamil tua. Ketika didengarnya kabar itu, bahwa tabut Allah telah dirampas dan mertuanya laki-laki serta suaminya telah mati, duduklah ia berlutut, lalu bersalin, sebab ia kedatangan sakit beranak.


20 Ketika ia hampir mati, berkatalah perempuan-perempuan yang berdiri di dekatnya: “Janganlah takut, sebab engkau telah melahirkan seorang anak laki-laki.” Tetapi ia tidak menjawab dan tidak memperhatikannya.


21 Ia menamai anak itu Ikabod, katanya: “Telah lenyap kemuliaan dari Israel” — karena tabut Allah sudah dirampas dan karena mertuanya dan suaminya.


22 Katanya: “Telah lenyap kemuliaan dari Israel, sebab tabut Allah telah dirampas.”


Imam Eli sangat khawatir dengan tabut Allah yang dibawah ke medan perang. Oleh karena itu ketika bangsa Israel berperang dengan bangsa Filistin, imam Eli terus menunggu-nunggu bagaimana hasil akhir peperangan itu (sebetulnya yang ditunggu adalah kabar tentang tabut Allah).


Betul saja, bangsa Israel kalah dan tabut Allah dirampas oleh orang-orang Filistin bersamaan dengan dibunuhnya anak dari imam Eli, yaitu Hofni dan Pinehas.


Pesan Firman Tuhan pada hari ini :


  1. 1. Tidak menghormati Tuhan tidak akan mengalami penyertaan Tuhan.


1 Samuel 4:17

17 Jawab pembawa kabar itu: “Orang Israel melarikan diri dari hadapan orang Filistin; kekalahan yang besar telah diderita oleh rakyat; lagipula kedua anakmu, Hofni dan Pinehas, telah tewas, dan tabut Allah sudah dirampas.”


Tabut Allah dirampas menggambarkan kondisi dari bangsa Israel yang telah ditinggalkan oleh Tuhan karena mereka tidak menghormati Tuhan.


1 Samuel 2:30

30 Sebab itu — demikianlah firman TUHAN, Allah Israel — sesungguhnya Aku telah berjanji: Keluargamu dan kaummu akan hidup di hadapan-Ku selamanya, tetapi sekarang — demikianlah firman TUHAN —: Jauhlah hal itu dari pada-Ku! Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah.


Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa Imam Eli lebih menghormati anak-anaknya daripada menghormati Tuhan karena imam Eli sama sekali tidak menegur dengan keras bagaimana anak-anak nya tidak menghargai korban-korban yang dibawa kepada Tuhan.


Imam Eli seharusnya menegur keras anak-anaknya yang tidak menghormati ibadah kepada Tuhan.


Tapi Imam Eli lebih menghormati anak-anaknya karena ia pun jatuh di dalam dosa yang sama,sebab dia menikmati hasil curian dari korban sembelihan yang dicuri oleh Hofni dan Pinehas.


Tabut Allah dirampas oleh orang Filistin memberitahukan kepada bangsa Israel bahwa Tuhan meninggalkan mereka.


Alkitab menceritakan bagaimana imam Eli terkejut ketika tabut Allah dirampas oleh orang-orang Filistin sehingga orang Israel kehilangan tabut Allah, tetapi imam Eli tidak pernah terkejut ketika Tuhan meninggalkan umat-Nya.


Imam Eli dan anak-anaknya tidak menghormati Tuhan. Disitulah, orang Israel tidak mengalami penyertaan Tuhan.


Tuhan berjanji pada kita akan menyertai sampai kesudahan zaman, namun ketika kita tidak hidup berkenan kepada Tuhan kita tidak mengalami penyertaan Tuhan.


Penyertaan Tuhan selalu dinyatakan dengan kuasa Allah yang menyertai kita sehingga kita menjadi orang-orang yang menang.


Ketika kita tidak hidup memperkenan Tuhan,kita tidak mengalami kuasa Tuhan yang membuat kita menang secara rohani.


Tuhan Yesus berkata Dia menyertai kita, itu betul, tetapi ketika kita tidak mau bergantung kepada Dia, kita tidak mengalami penyertaan Tuhan,tidak mengalami kuasa-Nya dalam hidup kita.


Ada orang-orang Kristen bertanya, apa bedanya saya sebagai orang Kristen dan sebelum saya jadi orang Kristen? Karena hidup saya sama saja, saya seperti ini,kalah terus.


Itu bukan karena Tuhan tidak menyertai kita.Tapi kita tidak mengalami penyertaan Tuhan atau kuasa Tuhan karena kita tidak menghormati Tuhan.


Ketika kita tidak menghormati Tuhan yang menyertai kita maka kita tidak akan mengalami penyertaan-Nya, tidak mengalami kuasa-Nya yang besar yang memberikan kita kemenangan dalam kehidupan kita.


Oleh karena itu, kita sudah disertai Tuhan, mari kita menghormati Tuhan yang menyertai kita sehingga kita mengalami sesungguhnya penyertaan Dia melalui kuasa dan Kasih-Nya di dalam hidup kita.


  1. 2. Tuhan hadir untuk menyatakan kemuliaan-Nya.


1 Samuel 4:21-22

21 Ia menamai anak itu Ikabod, katanya: “Telah lenyap kemuliaan dari Israel” — karena tabut Allah sudah dirampas dan karena mertuanya dan suaminya.

22 Katanya: “Telah lenyap kemuliaan dari Israel, sebab tabut Allah telah dirampas.”


Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa semua manusia telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.


Artinya manusia berdosa telah kehilangan untuk menyatakan kemuliaan Tuhan karena tidak disertai oleh Tuhan.


Penyertaan Tuhan itulah yang membawa bangsa Israel menampakkan kemuliaan Tuhan.

Itulah yang membedakan bangsa Israel dari bangsa-bangsa lain.


Oleh karena itu, isteri dari Pinehas menyebut anak yang dilahirkan itu dengan nama Ikabot karena bangsa Israel telah kehilangan kemuliaan Allah, yaitu tabut perjanjian Allah dirampas, sebagai gambaran Tuhan tidak menyertai mereka.


Keluaran 33:16

16 Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?”


Penyertaan Tuhan itulah yang membedakan antara umat Tuhan dengan bangsa-bangsa lain. Penyertaan Tuhan itu menyatakan kemuliaan Tuhan kepada bangsa-bangsa lain.


Inilah pesan penting bagi kita sebagai orang percaya.


Penyertaan Tuhan di dalam hidup kita, itulah yang memampukan kita untuk menyatakan kemuliaan Tuhan.


Kita tidak boleh lupa bagaimana Kristus berkata kita adalah saksi-saksi-Nya. Ketika Tuhan berkata demikian, Tuhan berkata seluruh tunggu di Yerusalem sampai roh kudus turun.


Untuk menjadi saksi Tuhan bukan sekedar kita bisa berbuat baik, tetapi kita perlu Roh Kudus yang menyertai kita karena menjadi saksi Tuhan.


Artinya kita menyatakan kemuliaan Tuhan dalam hidup kita yaitu ada kuasa dan kasih Allah.


Disitulah firman Allah berkata kerajaan Allah bukan berbicara soal makanan, tetapi berbicara tentang sukacita dan kebenaran di dalam roh kudus.


Betapa penting penyertaan Tuhan di dalam hidup orang percaya sehingga orang percaya selalu hidup berkemenangan dan menyatakan kemuliaan Tuhan.


Disitulah orang-orang percaya boleh menjadi saksi Kristus di tengah dunia ini, bukan saja berkata dan menceritakan Kristus kepada orang lain, tetapi kehidupannya menyatakan kemuliaan Tuhan.


Penyertaan Tuhan begitu penting dalam hidup kita. Oleh karena itu Tuhan sudah berjanji, Dia akan menyertai kita sebagai orang percaya sampai kepada akhir zaman.


Mari kita belajar menghormati Dia yang menyertai kita supaya kita mengalami penyertaan itu.


Doakan dan renungkan


* imam Eli terkejut ketika tabut Allah dirampas oleh orang-orang Filistin, tetapi imam Eli tidak pernah terkejut ketika Tuhan meninggalkan umat-Nya.


* Tabut Allah dirampas menggambarkan kondisi dari bangsa Israel yang telah ditinggalkan oleh Tuhan karena mereka tidak menghormatiNya.


Bukan Tuhan Yang Tidak Setia