Audio Stream
00 : 00 : 00
Tuhan Adalah Gembalaku
Tuhan Adalah Gembalaku
RENUNGAN HARIAN
GKY MANGGA BESAR
Sabtu, 16 Juli 2022
1 Samuel 4:1-11
Tabut Tuhan Dirampas
Kita sebagai orang-orang percaya adalah orang-orang yang hidup di dalam Yesus Kristus.
Yesus Kristus telah menang atas maut dan atas kuasa si jahat dengan mati dan bangkit dari antara orang mati.
Oleh karena itu, ketika kita berada di dalam Dia kita lebih daripada orang-orang yang menang karena Kristus yang mengasihi kita.
Ada kalanya kita menerima pertanyaan terkait dengan peranan yang dikisahkan di dalam Perjanjian Lama.
Orang mengatakan bahwa Allah dalam Perjanjian Lama adalah Allah yang kejam, namun Allah di dalam Perjanjian Baru adalah Allah yang penuh kasih. Sesungguhnya pernyataan ini bukan pernyataan yang benar.
Ada juga yang berkata bahwa Alkitab orang Kristen banyak menceritakan kekerasan yang dimaksudkan adalah peperangan yang dikisahkan di dalam Perjanjian Lama.
Sesungguhnya peperangan lahiriah di dalam Perjanjian Lama merupakan ekspresi dari peperangan rohani sebab peperangan bangsa Israel dengan bangsa-bangsa lain adalah peperangan dengan ilah-ilah yang menjadi kepercayaan bangsa-bangsa lain.
Melalui peperangan itu, Allah menyatakan bahwa Tuhan yaitu Yehovah adalah Allah yang sejati, Tuhan itulah Pencipta dan Penebus. Dia menyatakan dirinya kepada umat-Nya.
Bukan itu saja, tindakan Tuhan yang membinasakan di dalam Perjanjian Lama menyatakan bahwa dosa membawa kebinasaan dan kekudusan Tuhan tidak boleh dilanggar semaunya.
Dengan pemahaman demikian maka manusia baru menghargai kasih karunia Allah di dalam Kristus Yesus.
1 Samuel 4:1-11
1 Dan perkataan Samuel sampai ke seluruh Israel. Orang Israel maju berperang melawan orang Filistin dan berkemah dekat Eben-Haezer, sedang orang Filistin berkemah di Afek.
2 Orang Filistin mengatur barisannya berhadapan dengan orang Israel. Ketika pertempuran menghebat, terpukullah kalah orang Israel oleh orang Filistin, yang menewaskan kira-kira empat ribu orang di medan pertempuran itu.
3 Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel: "Mengapa TUHAN membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Marilah kita mengambil dari Silo tabut perjanjian TUHAN, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita."
4 Kemudian bangsa itu menyuruh orang ke Silo, lalu mereka mengangkat dari sana tabut perjanjian TUHAN semesta alam, yang bersemayam di atas para kerub; kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, ada di sana dekat tabut perjanjian Allah itu.
5 Segera sesudah tabut perjanjian TUHAN sampai ke perkemahan, bersoraklah seluruh orang Israel dengan nyaring, sehingga bumi bergetar.
6 Dan orang Filistin yang mendengar bunyi sorak itu berkata: "Apakah bunyi sorak yang nyaring di perkemahan orang Ibrani itu?" Ketika diketahui mereka, bahwa tabut TUHAN telah sampai ke perkemahan itu,
7 ketakutanlah orang Filistin, sebab kata mereka: "Allah mereka telah datang ke perkemahan itu," dan mereka berkata: "Celakalah kita, sebab seperti itu belum pernah terjadi dahulu.
8 Celakalah kita! Siapakah yang menolong kita dari tangan Allah yang maha dahsyat ini? Inilah juga Allah, yang telah menghajar orang Mesir dengan berbagai-bagai tulah di padang gurun.
9 Kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki, hai orang Filistin, supaya kamu jangan menjadi budak orang Ibrani itu, seperti mereka dahulu menjadi budakmu. Berlakulah seperti laki-laki dan berperanglah!"
10 Lalu berperanglah orang Filistin, sehingga orang Israel terpukul kalah. Mereka melarikan diri masing-masing ke kemahnya. Amatlah besar kekalahan itu: dari pihak Israel gugur tiga puluh ribu orang pasukan berjalan kaki.
11 Lagipula tabut Allah dirampas dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas.
Bangsa Israel masih berada di bawah bayang-bayang kekuatan orang-orang Filistin.
Pada bagian ini kita membaca bagaimana bangsa Israel kalah berperang dengan bangsa Filistin dan kekalahannya amat dahsyat menghabiskan sekian banyak pasukan mereka.
Mereka sadar bahwa kekalahan mereka terkait dengan penyertaan Tuhan oleh karena itu mereka berpikir untuk membawa tabut perjanjian Tuhan yang menggambarkan kehadiran Tuhan di tengah peperangan itu.
Ketika tabut perjanjian Tuhan tiba ke lokasi peperangan maka orang-orang Israel bersorak-sorai sehingga terdengar oleh orang-orang Filistin.
Ketika orang-orang Filistin tahu bahwa tabut perjanjian Allah hadir di dalam peperangan itu maka mereka menjadi gentar karena mereka mengingat bagaimana Tuhan Allah memporak-poranda orang-orang Mesir ketika Tuhan Allah membebaskan bangsa Israel.
Dari sini kita mendapatkan satu pesan yang penting bahwa peperangan yang terjadi di dalam Perjanjian Lama antara bangsa Israel dengan bangsa-bangsa lain bukan sekedar peperangan jasmani.
Tetapi sesungguhnya peperangan rohani, yaitu Tuhan Allah pencipta alam semesta menghancurkan ilah-ilah palsu yang disembah oleh bangsa-bangsa lain.
Sesungguhnya kehidupan kita tidak pernah lepas dari aspek rohani. Disitulah kita sebetulnya sebagai orang percaya sedang di dalam peperangan rohani.
Pesan Firman Tuhan pada hari ini :
1. Bertobat adalah langkah kemenangan
peperangan rohani
Kemenangan peperangan rohani sangat ditentukan oleh kesadaran kita untuk bertobat.
1 Samuel 4:3-4
3 Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel: “Mengapa TUHAN membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Marilah kita mengambil dari Silo tabut perjanjian TUHAN, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita.”
4 Kemudian bangsa itu menyuruh orang ke Silo, lalu mereka mengangkat dari sana tabut perjanjian TUHAN semesta alam, yang bersemayam di atas para kerub; kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, ada di sana dekat tabut perjanjian Allah itu.
Kesadaran orang Israel bahwa kekalahan mereka dalam berperang terkait dengan apakah Tuhan ada dipihak mereka.
Oleh karena itu, ketika mereka kalah dengan 4.000 orang pasukan yang mati dalam peperangan pertama mereka membawa tabut perjanjian Tuhan.
Ketika mereka mau membawa tabut perjanjian Tuhan dari Silo, maka Alkitab mencatat disana dekat tabut perjanjian Tuhan ada anak-anak Eli, Hofni dan Pinehas.
Mengapa Alkitab mencatat Hofni dan Pinehas ada disana? Ini ada kaitannya dengan dosa-dosa Hofni dan Pinehas, termasuk imam Eli.
Bagaimanapun tabut perjanjian Allah ada di tengah-tengah peperangan, tapi Allah tidak ada di pihak orang Israel karena orang Israel melalui Hofni dan Pinehas, mereka tidak berobat.
Bertobat berarti kembali kepada Tuhan, mengarahkan hati kepada Tuhan dan berharap kepada Tuhan. Tetapi mereka tidak bertobat, mereka menjauhi Tuhan.
Alasan mereka kalah perang bukan ada kesalahan pada tabut perjanjian Allah tetapi karena mereka tidak bertobat dari dosa-dosa mereka.
Yesaya 30:15-17
15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Tetapi kamu enggan,
16 Kamu berkata: “Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat,” maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: “Kami mau mengendarai kuda tangkas,” maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi.
17 Seribu orang akan lari melihat ancaman satu orang, terhadap ancaman lima orang kamu akan lari, sampai kamu ditinggalkan seperti tonggak isyarat di atas puncak gunung dan seperti panji-panji di atas bukit.
Jelas sekali firman Tuhan mengajarkan kepada kita dimana letak kekuatan orang-orang percaya.
Letak kekuatan orang percaya terletak pada Tuhan, bukan pada diri sendiri.
Oleh karena itu, mengapa bertobat dan bersandar kepada Tuhan menjadi kekuatan yang besar dalam hidup orang percaya.
Sebagai orang percaya sesungguhnya kita adalah orang-orang yang lebih daripada orang yang menang karena Kristus telah menang dan mengasihi kita.
Namun janganlah kita menggadaikan kemenangan itu dengan hidup tidak berkenan kepada Allah.
Jika kita tidak bertobat sesungguhnya bukan Tuhan tidak mengasihi kita, tetapi karena kita tidak mengandalkan Tuhan/berpaling dari Tuhan, dan mengandalkan kekuatan diri, Tuhan tidak berkati.
Kemenangan orang percaya sangat bergantung apakah kita rela meninggalkan dosa, rela bertobat, dan mengarahkan hidup dekat pada Tuhan.
Mari bertobat, itulah yang menjadi kekuatan orang-orang percaya untuk menang di dalam peperangan rohani yang kita hadapi sehari-hari.
2. Dosa selalu membawa kebinasaan
1 Samuel 4:11
11 Lagipula tabut Allah dirampas dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas.
1 Samuel 2:34
34 Inilah yang akan menjadi tanda bagimu, yakni apa yang akan terjadi kepada kedua anakmu itu, Hofni dan Pinehas: pada hari yang sama keduanya akan mati.
Dosa bagaimanapun caranya akan membawa manusia kepada kebinasaan. Inilah pesan yang jelas dari firman Tuhan.
Perjanjian Lama ketika berbicara kebinasaan, berbicara tentang kematian secara jasmani karena tidak mudah bagi banyak orang mengerti arti mati rohani atau terpisah dari Allah, tetapi manusia mengerti apa arti kematian jasmani.
Kematian yang dialami oleh Hofni dan Pinehas itu akibat mereka hidup dalam dosa dan Allah membinasakan mereka.
Apapun caranya, dosa akan membawa seseorang kepada kebinasaan.
Pada peristiwa ini, Hofni dan Pinehas binasa karena peperangan. Pada awalnya Hofni dan Pinehas tidak terlibat dalam peperangan karena mereka bertugas di rumah Tuhan.
Tapi orang Israel justru mengajak mereka ke tempat peperangan bukan karena ingin mengajak mereka untuk berperang, orang Israel ingin membawa tabut Allah oleh karena itu mereka ikut.
Seharusnya mereka tidak ikut berperang, tapi bagaimanapun caranya dosa akan memimpin dan membawa orang kepada kebinasaan.
Betapa kuat pesan Perjanjian Lama kepada kita.Di Perjanjian Baru Tuhan berbicara secara lebih mendalam, yaitu kebinasaan kekal atau kebinasaan/mati rohani.
Manusia berdosa adalah manusia yang mati rohani, artinya tidak sanggup untuk hidup secara rohani, sehingga dibelenggu oleh dosa dan dibawah kuasa si jahat.
Mati rohani pada akhirnya akan binasa kekal, terpisah dari Tuhan yang mengsihi kita.
Oleh karena itu, Kristus harus datang ke dalam dunia supaya Ia menanggung dosa kita dan Dia bangkit dari antara orang mati.
Kebangkitan-Nya yang hidup itu melahirkan kita kembali melalui kuasa Roh Kudus sehingga kita yang tadinya mati rohani dihidupkan rohaninya.
Pada saat itu kita baru mengerti betapa kotor dan berdosanya kita dan kita baru mengerti arti pertobatan.
Pertobatan bukan sekedar penyesalan, artinya kita mengakui tidak sanggup berbuat apa-apa, kita binasa, celaka, dan perlu kasih karunia sepenuhnya dari Tuhan Yesus.
Alkitab menggambarkan di dalam Perjanjian Lama betapa mengerikan kebinasaan yang digambarkan dalam Perjanjian Lama sebagai kebinasaan fisik.
Tetapi sesungguhnya Allah mau berbicara bahwa kebinasaan rohani lebih mengerikan daripada kebinasaan fisik itu.
Oleh karena itu, mari kita datang kepada Tuhan Yesus, dibasuh oleh darah-Nya sehingga kita disucikan dari dosa-dosa kita dan boleh mengalami kasih Tuhan dalam hidup kita.
Karena bagaimanapun manusia berdosa tidak pernah bisa lari dari kebinasaan.
Mari kita menjadi orang bijaksana, Tuhan menawarkan kepada kita hidup yang kekal, hidup rohani melalui Yesus Kristus.
Buka hati dan terima dia maka kita akan mengalami hidup rohani dan mengalami berkat-berkat rohani dari Tuhan.
Doakan dan renungkan.
* Dosa dengan segala cara akan membawa manusia kepada kebinasaan.
* Tapi sebagai orang percaya sesungguhnya kita adalah lebih dari pemenang karena Kristus telah menang dan Ia mengasihi kita.