Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Senin, 04 Juli 2022

Tuhan Adalah Gembalaku

Tuhan Adalah Gembalaku

RENUNGAN HARIAN

GKY MANGGA BESAR

Senin, 4 Juli 2022


Roma 15:1-7

Kepatuhan kepada Pemerintah.


Hidup adalah pembelajaran. Kalau kita tidak belajar, sesungguhnya kita tidak menghidupi kehidupan secara sesungguhnya, apalagi hidup mengikut Yesus Kristus.


Hidup mengikut Yesus Kristus adalah pembelajaran seumur hidup kita. Ajaran firman Tuhan adalah pelajaran seumur hidup kita sebagai orang Kristen.


Tidak ada orang Kristen yang berkata bahwa dia telah tamat belajar, karena belajar ajaran firman Tuhan itu harus menyentuh sampai kepada kehidupan dan kebiasaan hidup kita, termasuk pada motif dalam batin kita.


Dasar pembelajaran firman Tuhan dalam hidup praktis kita adalah mengasihi. Dalam mengasihi diri ada menyangkal diri dan memikul salib.


Itu adalah esensi menjadi murid Kristus. Berhenti belajar firman Tuhan dapat dikatakan berhenti mengikut Kristus.


Roma 15:1-7


1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.


2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.


3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku."


4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.


5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus,


6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.


7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.


Firman Tuhan ini berbicara tentang orang Kristen yang kuat yang sungguh memahami bagaimana hidup di dalam Kristus, yaitu menerima kemerdekaan di dalamNya.


Namun, orang percaya yang dikategorikan kuat, yang memiliki pemahaman komprehensif, tetap harus menjadi orang Kristen yang belajar untuk hidup sebagai orang Kristen.


Pesan Firman Tuhan pada hari ini :

1. Orang Kristen perlu terus belajar tidak mencari kesenangan dirinya sendiri.


Roma 15:1-4
1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.


2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.


3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: "Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku."


4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.


Bagian ini mengajarkan bagaimana pun kondisi kita, dalam keadaan kuat atau pun lemah, kita tetap menjadi orang Kristen yang selalu belajar.


Khususnya bagi kita yang memiliki pengetahuan dan iman yang kokoh di dalam Kristus. Kita tetap harus belajar untuk tidak mencari kesenangan diri kita sendiri, karena kita ingin menjadi serupa dengan Kristus yang tidak mencari kepentingan-Nya sendiri.


Dengan tidak mencari kepentingan diri sendiri, maka kita hidup demi kebaikan orang lain. Tujuannya adalah membangun orang lain.


Orang yang mencari kepentingannya sendiri, tidak pernah memikirkan apa yang baik untuk orang lain, apalagi untuk membangun orang lain.


Semangat mementingkan diri sendiri seringkali bukannya membangun orang lain, justru menciderai orang lain.


Sebagai orang percaya, di mana pun level iman kita, baru mulai atau sudah lama bertumbuh (mengenal firman Tuhan dengan baik), kita harus tetap belajar bagaimana kita tidak mencari kepentingan diri sendiri.


Tidak mencari kepentingan diri kita sendiri dimotivasi oleh kasih kepada orang lain dan kepada Tuhan. Kita belajar untuk menyangkal diri kita dan memikul salib setiap hari ikut Yesus. Itulah implementasi menjadi seorang murid Kristus.


Ketika kita sedang belajar tidak mencari kepentingan diri kita sendiri, di situ kita mulai bertumbuh semakin serupa dengan Yesus Kristus.


Di mana pun kita berada, di keluarga, gereja, tempat kerja, itu adalah tempat-tempat di mana kita bisa belajar untuk tidak mencari kepentingan diri kita sendiri.


Tujuannya adalah supaya hidup kita boleh menjadi kebaikan bagi orang lain. Kita juga boleh membangun orang lain, supaya mereka juga diberkati oleh Tuhan.


2. Menerima satu dengan yang lain tidak mudah, bersandarlah kepada Tuhan.


Roma 15:5-7

5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus,


6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.


7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.


Menerima satu sama lain tidaklah mudah. Kita lebih suka kalau orang itu memiliki pemahaman, gaya, selera atau cara pikir yang sama dengan kita. Kalau berbeda, seringkali menjadi kesulitan bagi kita.


Namun, firman Tuhan mengajarkan bahwa kita harus belajar menerima orang lain karena Kristus telah menerima kita.


Bagaimana kita menjaga hal ini? karena dengan menerima satu sama lain, membuat kita bersatu dan rukun.


Alkitab mengajar kepada kita, Tuhanlah yang menjadi sandaran kita. Dialah sumber kehidupan kita untuk tetap belajar menerima orang lain. Dialah yang memberikan kekuatan untuk bisa terima orang lain.


Di tengah kita menyangkal diri dan memikul salib, kita bisa tekun dan dikuatkan, dengan satu tujuan: Semua yang kita lakukan itu supaya kita semua bisa memuliakan Allah.


Jika engkau dan saya bergantung pada kekuatan diri sendiri, kita tidak akan mampu menerima orang lain sebagaimana adanya orang itu, tetap mengasihi, membangun dan berjalan bersamanya.


Namun, ketika Tuhan bekerja dalam hidup kita, kasih-Nya meliputi hati kita, Roh Kudus memenuhi kita. Kita bisa melihat bagaimana anugerah Tuhan itu cukup bagi kita, sehingga kita bisa belajar menerima orang lain dengan sukacita, dan menjadi berkat.


Apa yang Tuhan inginkan dari hidup kita bukan hal yang mudah, tetapi bukan hal yang mustahil bagi orang yang hidup di dalam Kristus.


Karena orang yang hidup di dalam Kristus tidak mengandalkan kekuatan, hikmat dan kasihnya sendiri, tetapi mengandalkan Kristus yang hidup di dalam dia.


Firman Tuhan berkata, “Hidupku bukannya aku lagi, tetapi Kristus yang hidup dalamku, Dialah yang memegang kendali, bukan diriku.”


Mari serahkan hidup kita kepada Tuhan! Di situlah Tuhan membentuk kita. Ketika kita belajar menerima orang lain, engkau dan saya bertumbuh semakin hari semakin mengenal Kristsus.


Doakan dan renungkan.


*Kita yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan mencari kesenangan kita sendiri.


* Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.


Dikuatkan Untuk Membangun Sesama