Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Tuhan Adalah Gembalaku
RENUNGAN HARIAN
GKY MANGGA BESAR
Rabu, 29 Juni 2022
Roma 12:14-21
Nasihat Untuk Hidup Dalam Kasih 2
Kita masih mengingat apa yang dikatakan firman Tuhan bahwa,“Hidupku bukannya aku lagi, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku.”
Apakah itu yang menjadi realitas dalam kehidupan kita? Apakah kita sebagai orang percaya masih menghidupi kehidupan diri kita sendiri atau kita sudah menghidupi kehidupan Kristus di dalam diri kita?
Menjadi orang Kristen yang sebenarnya itu sulit karena apa yang diajarkan di dalam Alkitab untuk orang Kristen hidupi itu persis melawan arus besar dunia ini, tetapi mari kita merenungkan kembali kalimat seperti ini “Apakah ada yang sulit bagi Tuhan?”
Tentu saja jawabannya: tidak.Segala yang Tuhan kehendaki untuk orang Kristen hidupi dalam kehidupannya bukanlah berdasarkan kekuatan mereka sendiri, melainkan berdasarkan pekerjaan Roh Kudus di dalam diri orang percaya.
Ketika kita menghidupi kehidupan ini dengan kekuatan kita sendiri, kita akan menjadi orang Kristen yang kering dan mengalami kekeringan yang hebat dalam jiwa kita.
Tetapi ketika kita menghidupi kehidupan Kristen yang lahir dari kuasa dan kasih Tuhan yang mengalir keluar maka kita akan bersukacita dan sanggup bertekun di dalamnya.
Itulah rahasia kehidupan orang percaya yang sesungguhnya.
Roma 12:14-21
14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!
15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!
16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!
17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.
20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.
21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!
Firman Tuhan hari ini membuka wawasan mata kita bahwa hidup sebagai orang Kristen tidak boleh ekslusif karena Tuhan memang tidak mendesain orang Kristen untuk hidup ekslusif.
Tuhan membuka mata kita bahwa kita hidup dengan kemajemukan orang-orang di sekitar kita.
Kemajemukan dalam arti, bukan hanya terkait dengan suku, agama dan sebagainya, tetapi tentang bagaimana ragamnya sikap orang kepada kita.
Jadi, bagaimana sebenarnya orang Kristen harus mengejawantahkan imannya di dalam Yesus Kristus di tengah-tengah dunia ini?
Pesan Firman Tuhan pada hari ini :
Keberadaan orang Kristen di dalam segala situasi dan kondisi haruslah selalu hadir memberkati lingkungannya.
Roma 12:14-15
14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!
15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!
Roma 12:19-21
19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.
20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.
21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!
Bagian-bagian yang kita baca bukanlah bagian-bagian yang mudah untuk kita lakukan. Ada dua bagian yang disampaikan firman Tuhan kepada kita tentang bagaimana kita harus bersikap pada orang yang merugikan dan menyakiti kita.
Roma 12:14
14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!
Roma 12:20
20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.
Bagian firman tuhan ini adalah implementasi dari apa yang firman Tuhan katakan di dalam roma 12:1-2.
Kita mampu mengerjakan semuanya ketika kita mempersembahkan diri kita secara total sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah.
Ketika kita menyerahkan seluruh instrumen tubuh kita bukan kita yang kendalikan.
Bukan kedagingan, emosi, dan perhitungan kita yang mengendalikan, tetapi Tuhan yang memegang kendali.
Pada saat itu kita menjadi orang-orang yang bisa memberkati siapa yang menganiaya kita.
Tuhan memanggil kita di tengah-tengah dunia ini bukan saja agar kita ada, tetapi supaya kita hadir untuk memberkati lingkungan kita.
Kehadiran orang percaya di mata Tuhan sangat signifikan/penting/krusial dan emergency karena orang percaya harus menampakkan terang dan kebaikan Tuhan agar orang lain mengenal Tuhan Yesus dalam hidup mereka.
Panggilan Tuhan untuk keberadaan kita di dalam setiap situasi dan kondisi itu tetap sama, yaitu kita harus hadir memberkati lingkungan kita meskipun lingkungan kita tidak menguntungkan kita.
Ingatlah, Tuhan memberikan kita perintah “persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus, dan berkenan kepada Allah.”
Tuhan sanggup memakai kita menjadi berkat bagi orang lain bahkan bagi orang yang sangat sulit dihadapi dalam hidup kita.
Orang percaya bukan sekedar tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi orang percaya perlu mengusahakan perdamaian dengan semua orang.
Roma 12:18
Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
Kita mungkin bisa tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi kita memusuhi, menghindari, tidak mau berbicara, sakit hati dan mungkin kita menaruh dendam pada mereka.
Memang kita tidak membalas, tetapi Alkitab mengatakan itu tidak cukup. Orang percaya bukan hanya menjadi pencinta damai.
Tetapi orang percaya harus membuat damai/peace maker karena sesungguhnya sebelum kita percaya Yesus, kita adalah musuh Allah, dengan perngorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib, Dia menjadi peace maker dan memperdamaikan antara kita dengan Allah.
Kristus menanggung dosa-dosa kita untuk mendamaikan kita dengan Allah.
Dari situ kita belajar untuk menjadi orang yang berdamai dengan orang lain.kita harus menanggung hal-hal yang merugikan diri kita, namun kita tidak memperhitungkan itu, agar kita bisa menjadi berkat bagi orang lain.
Apa yang dikatakan firman Tuhan ini melampaui kekuatan manusia, tetapi orang-orang percaya yang sudah mengalami kasih Kristus dan mempersembahkan hidupnya secara total di tangan Tuhan, mereka dimampukan Tuhan untuk berkarya bagi tuhan di tengah-tengah kemustahilan dunia ini.
Mari implementasikan iman kita yang dahsyat dalam Kristus, di dalam kehidupan sehari-hari. Kita akan melihat bagaimana Allah yang luar biasa itu bekerja dan memberkati hidup kita.
Tidak hanya itu, melalui hidup kita Tuhan dapat memberkati orang lain.
Doakan dan renungkan.
*Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
* Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
Berbuat Baik Dan Berdamai