Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Minggu, 5 Juni 2022

Tuhan Adalah Gembalaku

Tuhan Adalah Gembalaku

RENUNGAN HARIAN

GKY MANGGA BESAR

Minggu, 05 Juni 2022


Roma 3:9-20

Semua Manusia Adalah Orang Berdosa


Tuhan menginginkan kehadiran kita sebagai orang -orang percaya menyatakan kasih Tuhan kepada orang lain, bukankah itu yang Tuhan perintahkan kepada kita semua, hendaklah engkau mengasihi sesama manusia seperti dirimu sendiri.


Dengan demikian melalui hidup kita, nama Tuhan dipermuliakan dan orang lain diberkati.


Permasalahan antar manusia salah satu pemicunya adalah ada sekelompok manusia merasa diri lebih baik daripada yang lain, bukankah ini terjadi di pelbagai tempat?


Ada yang merasa lebih baik di dalam ranah budaya, bahwa mereka merasa kelompoknya adalah kelompok yang memiliki budaya yang lebih tinggi daripada bangsa lain.


Ada juga dalam ranah ilmu pengetahuan dan filsafat, dan merasa diri sebagai kelompok manusia yang mempunyai ilmu pengetahuan dan filsafat yang lebih tinggi daripada orang lain.


Namun juga ada yang merasa bahwa mereka adalah ras yang lebih tinggi daripada ras yang lain, demikian juga orang-orang yang beragama, bisa merasa diri lebih benar dan lebih suci daripada orang lain.


Sehingga kita mendapatkan di dunia ini mereka yang merasa lebih benar dan lebih suci ini bisa menganiaya mereka yang dianggap tidak benar dan tidak suci.


Bagaimanakah firman Tuhan menyatakan tentang manusia yang beraneka rupa ini, maka pertanyaannya adalah apakah bangsa Israel lebih baik daripada bangsa-bangsa lain karena bangsa ini adalah bangsa pilihan Tuhan?


Roma 3:9-20


9 Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa,


10 seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.


11 Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah.


12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.


13 Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa.


14 Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah,


15 kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.


16 Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka,


17 dan jalan damai tidak mereka kenal;


18 rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu."


19 Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.


20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.


Kalimat pertama yang dituliskan dari bagian firman Tuhan yang kita baca adalah “Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain?”


Yang dimaksud “kita” itu adalah orang-orang Yahudi, karena kita tidak boleh lupa Rasul Paulus adalah orang Yahudi, dia keturunan asli dari suku Benyamin, bahkan dia secara hukum Allah, dia melakukan sunat pada hari ke delapan.


Di dalam melakukan hukum-hukum Allah dia adalah seorang Farisi, dan dia bertanya apakah orang-orang Yahudi mempunyai kelebihan dari pada orang lain?


Maka jawabannya adalah sama sekali tidak, sebab sebelumnya firman Allah sudah menuduhkan baik orang Yahudi maupun orang Yunani berada di bawah kuasa dosa.


Ketika kita merenungkan firman Tuhan dari Alkitab maka tidak ada kemungkinan lain kecuali Allah mau memberitahukan kepada kita bahwa kita harus mengasihi sesama manusia.


Karena sebagaimana kita membutuhkan penebusan di dalam Yesus Kristus supaya dosa kita diampuni, demikian pun orang-orang lain.


Oleh karena itu, sebagai manusia kita sama dengan orang lain dan jikalau kita mendapatkan belas kasihan Tuhan, maka marilah kita mengasihi orang lain karena mereka pun butuh belas kasihan Tuhan.


Pesan Firman Tuhan pada hari ini :

1. Tidak ada seorang pun lebih baik daripada orang lain di hadapan Tuhan, karena semua orang adalah orang berdosa dan tidak ada yang mencari Tuhan.


Roma 3:9

Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa,


Yang dimaksud orang Yunani adalah orang-orang non Yahudi, orang Yahudi maupun orang non Yahudi sama di hadapan Tuhan kita semua adalah orang-orang berdosa.


Oleh karena itu, Rasul Paulus mengatakan orang Yahudi pun tidak mempunyai kelebihan, kita semua orang berdosa, seperti apakah orang-orang berdosa itu?


Roma 3:11

Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah.


Berakal budi maksudnya adalah yang mempunyai hikmat sedemikian rupa sehingga mereka takut akan Tuhan, bahkan Alkitab berkata tidak ada seorangpun yang mencari Allah, mungkin terbersit dalam hati Anda, bukankah begitu banyak orang mencari Allah?


Yang dimaksud dengan orang yang mencari Allah adalah orang yang mau percaya kepada penyataan Allah, bukan berdasarkan kepada apa yang menjadi preferensinya, apa yang dia anggap benar, tetapi dia mau tunduk kepada kebenaran Allah.


Roma 3:12

Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.


Disitulah Alkitab mengatakan semua orang telah menyeleweng, karena mereka tidak tunduk kepada penyataan yang Allah berikan sehingga manusia menjadi manusia yang menyeleweng.


Dikatakan mereka semua tidak berguna, apa yang mereka cari menjadi sesuatu yang kosong dan hampa dan tidak ada yang berbuat baik di hadapan Tuhan, seorangpun tidak.


Firman Tuhan ini betul bahwa dari perkataan, perbuatan, apa yang ditinggalkan manusia dan sikap manusia kepada orang lain, maka kita mengetahui bahwa manusia sesungguhnya berada di bawah kuasa dosa.


Semua manusia, seluruh suku bangsa, siapapun dia, berada di bawah kuasa dosa dan tidak mencari Allah.


Sebagai manusia kita tidak boleh menghina orang lain karena kita tidak luput dan kita adalah sama dengan orang lain.


Sebagai manusia, kita perlu mengasihi orang lain karena Tuhan telah mengasihi kita orang berdosa, sehingga Tuhan mau menyelamatkan kita dengan darah Tuhan Yesus.


Kita harus mengasihi orang lain, bukan kesalahan mereka. Yang kita fokuskan bagaimana jiwa mereka ditebus oleh darah Yesus dan diperbaharui sehingga seluruh manusia yang ditebus oleh darah Yesus boleh hidup seturut dengan rencana Tuhan.


Semua manusia sama di hadapan Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang non Yahudi, baik orang yang percaya eksistensi Allah maupun orang yang tidak percaya eksistensi Allah, semua berada di bawah kuasa dosa, semua orang membutuhkan kasih karunia Tuhan.


2. Hukum Taurat diberikan oleh Tuhan, sehingga tidak seorangpun manusia dapat membenarkan diri di hadapan Tuhan. Sebab melalui hukum Taurat manusia memiliki pengetahuan akan dosa bukan mendapat kekuatan untuk menghindar dari dosa.


Roma 3:19-20

19 Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.


20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.


Ketika Allah tidak memberikan hukum-hukum-Nya, maka manusia tidak tahu apa itu pelanggaran akan hukum-hukum Allah, tetapi ketika Allah memberikan hukum-hukum-Nya, maka manusia memiliki pengetahuan apa itu artinya melanggar kesucian Allah.


Hukum-hukum Allah itu suci dan sempurna, dan manusia berada di bawah kuasa dosa yang sifatnya memberontak kepada Allah sehingga Anda bisa membayangkan dan menyadari bahwa tidak seorang manusia pun yang luput daripada pelanggaran hukum-hukum Allah.


Hukum-hukum Allah memberikan pengetahuan akan dosa, tetapi hukum-hukum Allah tidak memberikan kekuatan kepada kita untuk terhindar dari dosa, dengan demikian ketika Allah memberikan hukum-hukum-Nya kepada manusia. Allah ingin manusia menyadari sesungguhnya tidak seorangpun di antara manusia baik orang Yahudi maupun orang non Yahudi lepas daripada kuasa dosa, semua manusia tidak berdaya, semua manusia melanggar, semua manusia lelah berada di bawah murka Tuhan.


Alkitab berkata supaya tersumbat seluruh mulut manusia karena ada hukum Allah itu.


Sebagai manusia, kita sering salah paham terhadap Allah. Kita berpikir ketika Allah memberikan hukum-Nya maka kita harus memenuhi hukum tersebut dan kita sanggup dan kita bisa kedapatan benar di hadapanNya.


Dalam hati nurani yang terdalam, Anda dan saya harus jujur bahwa kita tidak pernah dengan sempurna melakukan hukum Taurat, bahkan di dalam hati kecil kita, kita seringkali melakukan hal-hal yang melanggar hukum-hukum Allah.


Disitulah kita harus dengan jujur berkata, ya Tuhan, sesungguhnya saya berada di bawah murka Tuhan, saya tidak sanggup, saya orang berdosa, saya butuhkan kasih karunia Tuhan yang Tuhan berikan di dalam Yesus Kristus.


Jikalau Tuhan tidak menggantikan saya menanggung dosa, maka saya yang harus menanggung upah dosa, yaitu maut, kebinasaan yang kekal.


Mari kita jujur di hadapan Tuhan, apakah kita adalah orang yang secara sempurna bisa melakukan seluruh hukum-hukum Allah secara lahiriah dan secara batiniah.


Engkau dan saya tidak sanggup karena kita adalah orang berdosa, mari datang kepada Tuhan yang menyediakan kasih karunia di dalam Yesus Kristus untuk mengampuni dosamu dan dosaku dan memberikan engkau hidup yang baru.


Sehingga dengan hidup yang baru, firman Allah yang Allah berikan kepada kita tertanam dalam hati kita melalui pekerjaan Roh Kudus sehingga kita boleh menyenangkan hati Tuhan.


Doakan dan renungkan.

* Hukum Taurat diberikan oleh Tuhan, sehingga tidak seorangpun manusia dapat membenarkan diri di hadapanNya.


* Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat.


Hukum Untuk Dilakukan, Tapi Pembenaran Dari Tuhan