Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Sabtu, 14 Mei 2022

Tuhan Adalah Gembalaku


Tuhan Adalah Gembalaku

RENUNGAN HARIAN

GKY MANGGA BESAR

Sabtu, 14 Mei 2022


Yesaya 52:1-12

Tuhan Menyelamatkan Sion


Shalom Saudara-Saudara yang dikasihi oleh Tuhan, kehidupan kita tidak selalu dalam kondisi yang baik, adakalanya kita berada di masa-masa kelam dalam waktu cukup lama.


Pada masa seperti ini sesungguhnya iman kita di uji, apakah kita tetap percaya kepada Tuhan yang mengendalikan segala sesuatu dan yang memimpin kita dan apakah kita tetap mau bersandar kepada-Nya.


Sadar atau tidak sadar kita adalah orang-orang yang rentan tenggelam dalam situasi dan kondisi yang telah lama mencengkram kita tersebut. Bagai berada dalam lumpur, apapun gerakan kita, maka kita akan terus semakin tenggelam.


Sesungguhnya Tuhan mengasihi kita, Dia tidak mau membiarkan kita terus hidup tanpa pengharapan, apalagi kita ditenggelamkan oleh situasi dan kondisi kehidupan kita.


Tuhan selalu memanggil kita keluar dari situasi dan kondisi yang mencengkram itu, pertanyaannya adalah apakah kita mau percaya kepada Dia yang memanggil kita?


Mari kita membaca Yesaya 52:1-12.


1Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah kekuatanmu seperti pakaian, hai Sion! Kenakanlah pakaian kehormatanmu, hai Yerusalem, kota yang kudus! Sebab tidak seorangpun yang tak bersunat atau yang najis akan masuk lagi ke dalammu.


2Kebaskanlah debu dari padamu, bangunlah, hai Yerusalem yang tertawan! Tanggalkanlah ikatan-ikatan dari lehermu, hai puteri Sion yang tertawan!


3Sebab beginilah firman TUHAN: Kamu dijual tanpa pembayaran, maka kamu akan ditebus tanpa pembayaran juga.


4Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dahulu umat-Ku berangkat ke Mesir untuk tinggal di situ sebagai orang asing, lalu Asyur memeras dia tanpa alasan.


5Tetapi sekarang, apakah lagi urusan-Ku di sini? demikianlah firman TUHAN. Umat-Ku sudah dirampas begitu saja. Mereka yang berkuasa atas dia memegahkan diri, demikianlah firman TUHAN, dan nama-Ku terus dihujat sepanjang hari.


6Sebab itu umat-Ku akan mengenal nama-Ku dan pada waktu itu mereka akan mengerti bahwa Akulah Dia yang berbicara, ya Aku!


7Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!"


8Dengarlah suara orang-orang yang mengawal engkau: mereka bersama-sama bersorak-sorai. Sebab dengan mata kepala sendiri mereka melihat bagaimana TUHAN kembali ke Sion.


9Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab TUHAN telah menghibur umat-Nya, telah menebus Yerusalem.


10TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita.


11Menjauhlah, menjauhlah! Keluarlah dari sana! Janganlah engkau kena kepada yang najis! Keluarlah dari tengah-tengahnya, sucikanlah dirimu, hai orang-orang yang mengangkat perkakas rumah TUHAN!


12Sungguh, kamu tidak akan buru-buru keluar dan tidak akan lari-lari berjalan, sebab TUHAN akan berjalan di depanmu, dan Allah Israel akan menjadi penutup barisanmu.


Bagian Firman Tuhan yang kita baca pada hari ini adalah Firman Tuhan kepada bangsa Israel yang terbuang di tanah pembuangan Babel.


Beritanya adalah berita penebusan atau berita pembebasan yang membuat mereka dapat kembali ke tanah perjanjian, tepatnya ke Yerusalem.


Nyatanya tidak mudah untuk merespons kabar baik setelah berpuluh-puluh tahun hidup di dalam perbudakan dan ada banyak halangan untuk mereka bisa merespon.


Salah satunya mungkin di antara mereka sudah nyaman hidup disana karena sudah lama disana, mereka sudah membangun rumah, mungkin juga sudah membangun usaha mereka.


Tidak tertutup kemungkinan mereka sudah menyerap kebudayaan, gaya hidup dari orang-orang Babel yang tidak sesuai dengan gaya hidup umat Tuhan.


Inilah kesulitannya ketika berita pembebasan diberikan kepada mereka.


Apakah pesan Firman Tuhan kepada kita hari ini?


1. Respon kita kepada Firman Tuhan sepatutnya adalah antusias dan taat dengan melepaskan diri dari hal-hal yang menghalangi kita untuk mengikut Tuhan.


Ini dikatakan oleh Firman Tuhan:


1Terjagalah, terjagalah! Kenakanlah kekuatanmu seperti pakaian, hai Sion! Kenakanlah pakaian kehormatanmu, hai Yerusalem, kota yang kudus! Sebab tidak seorangpun yang tak bersunat atau yang najis akan masuk lagi ke dalammu.


2Kebaskanlahdebu dari padamu, bangunlah, hai Yerusalem yang tertawan! Tanggalkanlah ikatan-ikatan dari lehermu, hai puteri Sion yang tertawan!


Jelas sekali ketika berita kabar baik diberitakana kepada mereka maka Tuhan mengatakan kepada mereka supaya mereka terjaga, artinya mereka jangan terus tidur.


Berpuluh tahun hidup di tengah bangsa yang tidak mengenal Tuhan, umat Tuhan menjadi tertidur, terlena dengan kebiasaan-kebiasaan yang tidak cocok sebagai umat Tuhan.


Jelas sekali Firman Tuhan berkata “Kenakanlah kekuatanmu seperti pakaian, hai Sion! Kenakanlah pakaian kehormatanmu, hai Yerusalem, kota yang kudus!”, artinya apa?


Artinya Tuhan tahu bagaimana mereka hidup tidak di dalam kekudusan Tuhan, maka ketika berita anugerah diberikan, Tuhan memanggil mereka untuk tidak lagi hidup di dalam kenajisan, tapi mengenakan kekudusan.


Kesulitan bangsa Israel untuk taat kepada Firman Tuhan karena mereka sudah merasa nyaman dengan keberadaan mereka meskipun tidak sesuai dengan rencana Tuhan,


Sebagai orang percaya kita bisa mirip bahkan sama seperti bangsa Israel yang berada di tanah pembuangan Babel.


Kita hidup ditengah dunia bergaul dengan banyak orang dengan pelbagai gaya hidup, kesukaan, dan filosofi.


Ketika Firman Tuhan datang, kita bisa menjadi orang yang tidak peka atau menjadi orang yang begitu banyak rintangan untuk mentaati Firman Tuhan, mengapa?


Karena kita sudah merasa nyaman, terbiasa dengan gaya hidup dunia ini sehingga kita tidak lagi antusias ketika mendengar Firman Tuhan.


Kita tidak lagi mempunyai ketaatan yang bersifat segera seperti Abraham, tetapi kita menunda-nunda, berpikir-pikir.


Firman Tuhan di dalam Ibrani 12:1-2 berkata demikian:


1Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.


2Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.


Situasi yang terjadi pada bangsa Israel waktu itu mirip dengan situasi yang di alami orang-orang Kristen pada jaman surat Ibrani dituliskan.


Orang Kristen menjadi orang yang lamban, tidak merespon, tidak antusias kepada Firman Tuhan.


Orang Kristen yang tidak dewasa, sudah di ajar oleh Firman Tuhan tapi tidak pernah bertumbuh, harusnya menjadi pemimpin rohani tetapi mereka tetap jadi bayi-bayi rohani.


Ada banyak rintangan selain beban termasuk dosa, Firman Tuhan berkata terjagalah, terjagalah, bangunlah dari tidurmu dan dengarkanlah Firman Tuhan.


2. Betapapun runtuhnya kehidupan kita, ada kabar baik bagi kita bahwa Kristus yang bertahta Dia sanggup memerdekakan kita setelah Ia melaksanakan karya penebusan di atas kayu salib.


Ketika berita gembira disampaikan kepada umat Tuhan, Yerusalem masih dalam reruntuhan. Reruntuhan Yerusalem tidak membatalkan rencana Tuhan, tidak membuat Tuhan merasa pesimis untuk mengembalikan umat Tuhan ke Yerusalem, justru Tuhan mau membebaskan mereka.


Alkitab mengatakan demikian:


7Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!"


8Dengarlah suara orang-orang yang mengawal engkau: mereka bersama-sama bersorak-sorai. Sebab dengan mata kepala sendiri mereka melihat bagaimana TUHAN kembali ke Sion.


9Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama, hai reruntuhan Yerusalem! Sebab TUHAN telah menghibur umat-Nya, telah menebus Yerusalem.


10TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita.


Reruntuhan Yerusalem tidak menghalangi kuasa Tuhan untuk mengembalikan umat Tuhan ke Yerusalem, bahkan apa yang Tuhan lakukan kepada umat Tuhan dengan tangan yang kuat melepaskan mereka justru disaksikan oleh mata bangsa-bangsa, betapa dahsyat nya Tuhan.


Oleh karena itu, Alkitab mengatakan bahwa Tuhan Allah itulah, Dia lah raja, artinya Dia yang memerintah, yang berkuasa dan yang mengendalikan, tidak ada reruntuhan apapun yang dapat membatasi Dia, didalam Dia membangun kembali umat Tuhan didalam kehidupannya.


Kehidupan kita sebagai orang percaya bisa saja dalam kondisi yang runtuh, sepertinya tidak ada harapan, karena begitu banyak pergumulan, rintangan, halangan.


Tetapi ada kabar baik yang diberitakan dari Firman Allah, Yesus Kristus Dia adalah Raja di atas segala raja, Dia yang mengendalikan segala sesuatu, Dia telah ditinggikan dan segala kuasa diberikan kepadaNya, betapun runtuhnya hidup kita, rencana Tuhan tidak pernah tergantung semuanya itu.


Yang perlu kita lakukan adalah mari kita percaya kepada Tuhan, ketika kita percaya kepada-Nya, Dia lah yang memimpin kehidupan kita.


Maka Alkitab berkata orang-orang Israel yang keluar dari Babel tidak sekaligus kembali ke Yerusalem, tidak langsung semua kembali ke Yerusalem, tapi sebagian demi sebagian.


Alkitab mengatakan mengapa mereka tidak terburu-buru, karena Tuhan lah yang memimpin mereka, Tuhan tidak pernah terburu-buru, Dia memimpin langkah kita supaya langkah kita adalah langkah yang mantap berjalan bersama Tuhan.


Kita tidak perlu takut, tidak perlu kuatir, ada Tuhan memimpin kita, reruntuhan kehidupan kita tidak menjadi halangan Tuhan bekerja menyatakan kemuliaan-Nya dalam hidup kita.


Marilah kita percaya bersandar kepada-Nya.


Doakan dan renungkan.

* Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat dan berkata kepada Sion: "Allahmu itu Raja!"


* Anda dan sayakah pembawa berita itu?


Pembawa berita selamat selalu dinantikan