Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Tuhan Adalah Gembalaku
RENUNGAN HARIAN
GKY MANGGA BESAR
Kamis, 28 April 2022
Yesaya 36
Yerusalem Dikepung Oleh Sanherib.
Kita patut bersyukur kepada Tuhan untuk keluarga dan teman-teman yang baik, karena Tuhan bisa memakai mereka untuk menjadi berkat dalam hidup kita.
Meskipun demikian, biarlah kita tetap mengarahkan telinga kita kepada firman Allah yang sangat penting dalam hidup kita.
Mazmur 1:1
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
Peringatan seperti ini merupakan hal yang paling penting untuk kita perhatikan, karena hidup kita tidak pernah lepas dari apa yang disebut nasihat.
Kita sering mendengar nasihat, tetapi Tuhan mengingatkan kita untuk tetap berhati-hati.
Ketika Tuhan berbicara tentang orang fasik, orang fasik adalah orang yang tidak takut akan Tuhan. Bagi orang tidak takut akan Tuhan, apa yang dia pikir, apa yang dia kerjakan, apa pun niat hatinya akan sesuai dengan apa yang dia rasa benar, apa yang dia rasa baik, apa yang dia rasa nyaman, dan apa yang dia rasa untung.
Oleh karena itu, Alkitab berkata: "Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik."
Setiap kita pasti sering mendengar bagaimana orang memberikan kita nasihat. Mungkin ada orang berkata begini: "Ah, biarkan saja!" Masuk telinga kanan, keluar telinga kiri.
Memang mengatakannya sangat mudah, tetapi nasihat yang berulang-ulang yang diberikan kepada kita itu akan terus membentuk pola pikir kita.
Jangan berpikir bahwa nasihat itu akan berlalu begitu saja, dia akan masuk ke dalam pikiran kita dan akan terus mempengaruhi kehidupan kita.
Memang tidak semua nasihat orang itu buruk, ada nasihat yang baik. Namun, ada juga nasihat yang mirip dengan yang baik, tetapi sesungguhnya memiliki falsafah yang salah.
Contohnya nasihat seperti ini: "Semut saja jika ditekan akan menggigit atau semut saja jikalau diinjak akan menggigit." Atau nasihat seperti ini "Jangan sok suci!"
Apa maksudnya? Bagaimana kita menanggapi nasihat seperti itu?
Yesaya 36:1-22
1 Maka dalam tahun keempat belas zaman raja Hizkia majulah Sanherib, raja Asyur, menyerang segala kota berkubu negeri Yehuda, lalu merebutnya.
2 Raja Asyur mengutus juru minuman agung dari Lakhis ke Yerusalem kepada raja Hizkia disertai suatu tentara yang besar. Ia mengambil tempat dekat saluran kolam atas di jalan raya pada Padang Tukang Penatu.
3 Keluarlah mendapatkan dia Elyakim bin Hilkia, kepala istana, dan Sebna, panitera negara, serta Yoah bin Asaf, bendahara negara.
4 Lalu berkatalah juru minuman agung kepada mereka: "Baiklah katakan kepada Hizkia: Beginilah kata raja agung, raja Asyur: Kepercayaan macam apakah yang kaupegang ini?
5 Kaukira bahwa hanya ucapan bibir saja dapat merupakan rencana dan kekuatan untuk perang! Sekarang, kepada siapa engkau berharap, maka engkau memberontak terhadap aku?
6 Sesungguhnya, engkau berharap kepada tongkat bambu yang patah terkulai itu, yaitu Mesir, yang akan menusuk dan menembus tangan orang yang bertopang kepadanya. Begitulah keadaan Firaun, raja Mesir, bagi semua orang yang berharap kepadanya.
7 Dan apabila engkau berkata kepadaku: Kami berharap kepada TUHAN, Allah kami, — bukankah Dia itu yang bukit-bukit pengorbanan-Nya dan mezbah-mezbah-Nya telah dijauhkan oleh Hizkia sambil berkata kepada Yehuda dan Yerusalem: Di depan mezbah inilah kamu harus sujud menyembah!
8 Maka sekarang, baiklah bertaruh dengan tuanku, raja Asyur: Aku akan memberikan dua ribu ekor kuda kepadamu, jika engkau sanggup memberikan dari pihakmu orang-orang yang mengendarainya.
9 Bagaimanakah mungkin engkau memukul mundur satu orang perwira tuanku yang paling kecil? Padahal engkau berharap kepada Mesir dalam hal kereta dan orang-orang berkuda!
10 Sekarang pun, adakah di luar kehendak TUHAN aku maju melawan negeri ini untuk memusnahkannya? TUHAN telah berfirman kepadaku: Majulah menyerang negeri itu dan musnahkanlah itu!"
11 Lalu berkatalah Elyakim, Sebna dan Yoah kepada juru minuman agung: "Silakan berbicara dalam bahasa Aram kepada hamba-hambamu ini, sebab kami mengerti; tetapi janganlah berbicara dengan kami dalam bahasa Yehuda sambil didengar oleh rakyat yang ada di atas tembok."
12 Tetapi juru minuman agung berkata: "Adakah tuanku mengutus aku untuk mengucapkan perkataan-perkataan ini hanya kepada tuanmu dan kepadamu saja? Bukankah juga kepada orang-orang yang duduk di atas tembok, yang memakan tahinya dan meminum air kencingnya bersama-sama dengan kamu?"
13 Kemudian berdirilah juru minuman agung dan berserulah ia dengan suara nyaring dalam bahasa Yehuda. Ia berkata: "Dengarlah perkataan raja agung, raja Asyur!
14 Beginilah kata raja: Janganlah Hizkia memperdayakan kamu, sebab ia tidak sanggup melepaskan kamu!
15 Janganlah Hizkia mengajak kamu berharap kepada TUHAN dengan mengatakan: Tentulah TUHAN akan melepaskan kita; kota ini tidak akan diserahkan ke dalam tangan raja Asyur.
16 Janganlah dengarkan Hizkia, sebab beginilah kata raja Asyur: Adakanlah perjanjian penyerahan dengan aku dan datanglah ke luar kepadaku, maka setiap orang dari padamu akan makan dari pohon anggurnya dan dari pohon aranya serta minum dari sumurnya,
17 sampai aku datang dan membawa kamu ke suatu negeri seperti negerimu, suatu negeri yang bergandum dan berair anggur, suatu negeri yang beroti dan berkebun anggur.
18 Jangan sampai Hizkia membujuk kamu dengan mengatakan: TUHAN akan melepaskan kita! Apakah pernah para allah bangsa-bangsa melepaskan negerinya masing-masing dari tangan raja Asyur?
19 Di manakah para allah negeri Hamat dan Arpad? Di manakah para allah negeri Sefarwaim? Apakah mereka telah melepaskan Samaria dari tanganku?
20 Siapakah di antara semua allah negeri-negeri ini yang telah melepaskan negeri mereka dari tanganku, sehingga TUHAN sanggup melepaskan Yerusalem dari tanganku?"
21 Tetapi orang berdiam diri dan tidak menjawab dia sepatah kata pun, sebab ada perintah raja, bunyinya: "Jangan kamu menjawab dia!"
22 Kemudian pergilah Elyakim bin Hilkia, kepala istana, dan Sebna, panitera negara, dan Yoah bin Asaf, bendahara negara, menghadap Hizkia, dengan pakaian yang dikoyakkan, lalu memberitahukan kepada raja perkataan juru minuman agung.
Bagian firman Tuhan ini mengisahkan utusan raja Asyur yaitu raja Sanherib. Dia mengutus juru minuman agungnya. Juru minuman agung identik dengan penasihat raja, orang yang sangat dipercaya. Dia datang ke Yerusalem untuk berjumpa dengan raja Hizkia, namun yang berjumpa dengan dia ialah Eliyakim, Sebna, dan Yoah.
Mereka datang ke Yerusalem karena mereka melihat bahwa bangsa Yehuda dianggap telah memberontak kepada mereka dengan tidak memberikan upeti lagi kepada bangsa Asyur, juga karena bangsa Yehuda berkoalisi dengan Mesir.
Jika kita membaca bagian ini, kita mengerti bagaimana bangsa Asyur menghina bangsa Mesir dan menganggap Mesir bangsa yang lemah, dan dikatakan bangsa Yehuda tidak perlu bergantung kepada Mesir.
Pada saat yang sama, Asyur merasa sebagai bangsa yang perkasa, karena telah menguasai beberapa wilayah dari bangsa-bangsa lain. Dan yang paling mengenaskan adalah bagaimana bangsa Asyur merasa lebih kuat daripada Tuhan Allah itu sendiri, dengan ucapan yang tidak patut yang dia sampaikan kepada bangsa Yehuda.
Pesan firman Tuhan bagi kita:
1. Waspadai nasihat yang mirip namun memiliki tujuan yang berbeda.
Nasihat atau perkataan utusan dari raja Sanherib yaitu raja Asyur kepada raja Hizkia atau bangsa Yehuda, adalah supaya bangsa Yehuda jangan bergantung kepada Mesir.
Lalu dikatakan juga bahwa bangsa Mesir itu adalah bangsa yang lemah, bahkan bangsa Mesir bisa mencelakakannya.
Jika kita membaca bagian lain di kitab Yesaya ini, maka perkataan Tuhan kepada bangsa Yehuda sama, yaitu "Jangan kamu bersandar kepada Mesir!"
Jikalau begitu, apakah nasihat raja Asyur dan nasihat Tuhan itu sama? Tidak sama. Memang nasihat raja Asyur adalah untuk bangsa Yehuda tidak berkoalisi dengan Mesir, tetapi bangsa Yehuda menjadi budak dari bangsa Asyur.
Bangsa Yehuda harus memberikan upeti terus kepada bangsa Asyur dan bangsa Asyur terus memeras bangsa Yehuda.
Tuhan tidak berbuat demikian kepada bangsa Yehuda. Tuhan berkata, "Jangan bersandar kepada Mesir, tetapi bersandar kepada Tuhan." Tuhan tidak memperbudak bangsa Yehuda, tetapi Tuhan ingin memberkati bangsa Yehuda.
Kita harus waspada terhadap nasihat yang mirip seperti itu. Mirip seperti yang dikatakan firman Tuhan, tetapi nasihat itu bukan lahir dari kebenaran firman Tuhan.
Nasihat itu telah menyimpang dari apa yang dikatakan oleh firman Tuhan, sehingga jikalau kita menerima nasihat itu maka kita akan menghidupi nasihat yang tidak sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh Tuhan.
Bagaimana kita peka terhadap nasihat-nasihat yang mirip tetapi sebetulnya tidak sama?
Kita harus betul-betul mengerti dan memahami firman Tuhan barulah kita menjadi orang-orang yang peka akan nasihat-nasihat firman Allah yang berbeda dari nasihat dalam dunia ini.
2. Waspadai kepada cemoohan yang membuat kita memiliki pandangan yang salah tentang Tuhan atau tentang diri kita.
Utusan raja Sanherib yang datang ke Yerusalem yaitu juru minuman agung itu, selain melecehkan orang Mesir, dia juga melecehkan Tuhan Allah. Perkataan-perkataannya membuat tawar hati bangsa Yehuda.
Eliyakim dan kawan-kawan berkata kepada utusan itu supaya dia hanya berbicara di dalam bahasa Aram, bukan di dalam bahasa Yehuda atau bahasa Ibrani.
Namun, utusan raja Sanherib itu justru memakai bahasa Ibrani atau bahasa Yehuda, supaya rakyat negeri Yehuda menjadi tawar hati dan bisa bergoncang imannya, karena apa yang dia katakan adalah suatu perkataan yang mencemooh Tuhan Allah, sehingga membuat sebuah persepsi yang berbeda tentang Tuhan.
Utusan raja Sanherib berkata, "Siapakah di antara raja-raja bangsa lain dan ilah-ilah mereka yang sanggup melawan raja Asyur? Kalau mereka tidak sanggup, maka Tuhan Allahmu pun tidak akan sanggup."
Perkataan ini bisa sangat menggoncangkan bangsa Yehuda, karena yang mereka lihat dari bangsa Asyur adalah bangsa yang besar dan mereka bisa terpelosok oleh cemoohan ini.
Bukankah iblis selalu mencemooh akan iman kita? Bukankah iblis selalu mencemooh jikalau kita bersandar kepada Tuhan? Bukankah iblis akan membuat kita tawar hati waktu kita bersungguh-sungguh ikut Tuhan? Bukankah iblis berkata, “Jangan ikut Tuhan!”?
Iblis bisa memakai siapa pun untuk mencemooh iman dan Tuhan kita, tetapi satu hal yang Tuhan ingin beritahu kepada kita, yaitu marilah kita melihat akan Kristus yang telah mati bagi kita.
Ketika engkau selalu memandang kepada Dia, engkau tahu bahwa Dialah yang rela mati bagi engkau dan saya. Dia juga menjadi pembela agung bagi kita.
Terhadap cemoohan dunia kepada iman kita, cemoohan dunia kepada apa yang kita sebagai orang Kristen lakukan di dalam Tuhan, janganlah kita terjebak di dalam cemoohan itu!
Marilah kita selalu mendengarkan apa yang Tuhan katakan kepada kita, jangan sampai cemoohan mereka membuat persepsi yang salah mengenai Tuhan dan diri kita sendiri, sehingga kita tidak hidup seturut dengan kehendak Tuhan.
Doakan dan renungkan.
* Bagaimana kita bisa membedakan nasihat Tuhan dari nasihat dunia?
* Iblis bisa memakai siapa saja untuk mencemooh dan menggoncang iman kita. Jangan kita terjebak dalam cemoohan itu. Selalu memandang kepada Tuhan Yesus. Ia akan menguatkan iman kita.
Waspada akan nasihat yang mirip tapi berbeda!