Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Jumat, 22 April 2022

Tuhan Adalah Gembalaku


Tuhan Adalah Gembalaku

RENUNGAN HARIAN

GKY MANGGA BESAR

Jumat, 22 April 2022

Yesaya 26

Nyanyian Puji-Pujian Karena Kelepasan Dan Penghakiman Yang Diberikan Allah.

Alkitab mengajarkan kepada kita, “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan.”

Biarlah kita menjadi orang yang diberkati Tuhan dengan tidak menghidupi hidup ini dengan mengandalkan kekuatan diri sendiri tetapi mengandalkan Tuhan yang Maha Kuasa yang mencintai kita.

Mungkin ada pertanyaan dalam hati kita:

"Mengapakah saya harus hidup berpusat kepada Tuhan?"

"Mengapakah saya tidak boleh hidup berpusat kepada yang lain?"

Alkitab dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru memberitahukan bahwa central/fokus segala sesuatu adalah Tuhan.

Maksudnya adalah yang menentukan segala sesuatu adalah Tuhan bukan manusia.

Ketika kita membaca Alkitab maka kita akan melihat manusia berusaha menentukan jalan hidupnya tetapi Tuhanlah yang menetapkannya.

Seluruh Alkitab memberitahukan akan jalan keselamatan yang Tuhan sediakan, bukan atas dasar desain manusia tetapi Tuhanlah yang menentukannya.

Oleh karena itu, ketika kita di dalam Kristus dan percaya kepada Yesus kita akan memiliki hidup yang kekal dan keselamatan yang pasti karena Tuhan menetapkannya.

Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan. Karena seluruh dunia ini, pusatnya adalah Tuhan yang menentukan segala sesuatu.

Yesaya 26

1 Pada waktu itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda: "Pada kita ada kota yang kuat, untuk keselamatan kita TUHAN telah memasang tembok dan benteng.

2 Bukalah pintu-pintu gerbang, supaya masuk bangsa yang benar dan yang tetap setia!

3 Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.

4 Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.

5 Sebab Ia sudah menundukkan penduduk tempat tinggi; kota yang berbenteng telah direndahkan-Nya, direndahkan-Nya sampai ke tanah dan dicampakkan-Nya sampai ke debu.

6 Kaki orang-orang sengsara, telapak kaki orang-orang lemah akan menginjak-injaknya."

7 Jejak orang benar adalah lurus, sebab Engkau yang merintis jalan lurus baginya.

8 Ya TUHAN, kami juga menanti-nantikan saatnya Engkau menjalankan penghakiman; kesukaan kami ialah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau.

9 Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi; sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar.

10 Seandainya orang fasik dikasihani, ia tidak akan belajar apa yang benar; ia akan berbuat curang di negeri di mana hukum berlaku, dan tidak akan melihat kemuliaan TUHAN.

11 Ya TUHAN, tangan-Mu dinaikkan, tetapi mereka tidak melihatnya. Biarlah mereka melihat kecemburuan-Mu karena umat-Mu dan biarlah mereka mendapat malu! Biarlah api yang memusnahkan lawan-Mu memakan mereka habis!

12 Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami.

13 Ya TUHAN, Allah kami, tuan-tuan lain pernah berkuasa atas kami, tetapi hanya nama-Mu saja kami masyhurkan.

14 Mereka sudah mati, tidak akan hidup pula, sudah menjadi arwah, tidak akan bangkit pula; sesungguhnya, Engkau telah menghukum dan memunahkan mereka, dan meniadakan segala ingatan kepada mereka.

15 Ya TUHAN, Engkau telah membuat bangsa ini bertambah-tambah, ya, membuat bertambah-tambah umat kemuliaan-Mu; Engkau telah sangat memperluas negerinya.

16 Ya TUHAN, dalam kesesakan mereka mencari Engkau; ketika hajaran-Mu menimpa mereka, mereka mengeluh dalam doa.

17 Seperti perempuan yang mengandung yang sudah dekat waktunya untuk melahirkan, menggeliat sakit, mengerang karena sakit beranak, demikianlah tadinya keadaan kami di hadapan-Mu, ya TUHAN:

18 Kami mengandung, kami menggeliat sakit, tetapi seakan-akan kami melahirkan angin: kami tidak dapat mengadakan keselamatan di bumi, dan tiada lahir penduduk dunia.

19 Ya, TUHAN, orang-orang-Mu yang mati akan hidup pula, mayat-mayat mereka akan bangkit pula. Hai orang-orang yang sudah dikubur di dalam tanah bangkitlah dan bersorak-sorai! Sebab embun TUHAN ialah embun terang, dan bumi akan melahirkan arwah kembali.

20 Mari bangsaku, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintumu sesudah engkau masuk, bersembunyilah barang sesaat lamanya, sampai amarah itu berlalu.

21 Sebab sesungguhnya, TUHAN mau keluar dari tempat-Nya untuk menghukum penduduk bumi karena kesalahannya, dan bumi tidak lagi menyembunyikan darah yang tertumpah di atasnya, tidak lagi menutupi orang-orang yang mati terbunuh di sana.

Umat Tuhan, bangsa Israel, bukanlah bangsa yang besar dan kuat pada zaman itu, karena Israel ada diantara bangsa-bangsa raksasa dengan kekuatan militer dan ekonomi mereka.

Dalam bagian ini kita tahu betapa sering umat Tuhan mengalami penjajahan dari bangsa-bangsa lain.

Tetapi mereka menyadari, menyembah dan memuja hanya kepada Tuhan karena dari Tuhanlah keselamatan itu datang.

Nabi Yesaya menyampaikan bahwa pengharapan dari Tuhan adalah sesuatu yang pasti terjadi, karena Tuhan sudah mengatakan-Nya dan Tuhan sendiri yang mengadakannya.

Pesan Firman Tuhan bagi kita:

1. Orang percaya Tuhan jagai dengan damai sejahtera.

Yesaya 26:3,12

3 Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.

12 Ya Tuhan, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami.

Inilah yang dikatakan Firman Allah kepada kita.

Di saat umat Tuhan dalam ancaman dan bahaya, Nabi Yesaya menyuarakan perkataan Tuhan bahwa damai sejahtera bukan pemberian dari bangsa-bangsa kuat disekitar bangsa Israel.

Damai sejahtera tidak dimiliki mereka karena mereka memiliki kekuatan militer atau ekonomi.

Karena pada bagian-bagian sebelumnya, Nabi Yesaya sudah mengatakan bangsa-bangsa yang ekonominya kuat diruntuhkan, yang militernya kuat diratakan.

Nabi Yesaya mengatakan kepada bangsa Israel bahwa orang-orang yang percaya yang bersandar kepada Tuhan dijagai dengan damai sejahtera.

Karena umat Tuhan tahu apa yang mereka kerjakan bukan semata-mata apa yang mereka kerjakan tetapi Tuhan yang mengerjakan bagi mereka.

Sebagai orang percaya, kita bersyukur kepada Tuhan. Kita sudah mengalami bahwa bukan kita yang mengerjakan tetapi Tuhanlah yang mengerjakan.

Ketika Tuhan Yesus berkata seperti yang terdapat dalam:

Yohanes 14:27

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Kristus adalah damai sejahtera kita karena Dia adalah Raja Damai dan Dia membawa korban pendamaian diatas kayu salib.

Damai sejahtera itu dikerjakan oleh Tuhan bukan oleh kekuatan kita.

Betapa penting hidup kita berpusat kepada Tuhan karena hanya Tuhan yang bisa memberikan damai sejahtera. Dia berdaulat dan mengendalikan segala sesuatu.

Oleh karena itu, benarlah yang Firman Tuhan katakan: "Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan."

Karena ketika kita mengandalkan Tuhan maka hidup kita dijamin oleh Dia, dipelihara oleh Dia.

Meskipun dunia bergolak, tidak ada seorangpun yang dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan yang begitu ajaib kepada kita.

Orang yang percaya, Tuhan akan jagai dengan damai sejahtera. Marilah kita menjadi orang yang percaya kepada Tuhan.

2. Segala jerih payah orang percaya di dalam Tuhan tidak pernah sia-sia, karena ada kepastian kebangkitan dari orang-orang mati.

Seperti yang dikatakan Firman Tuhan dalam:

Yesaya 26:19

Ya, TUHAN, orang-orang-Mu yang mati akan hidup pula, mayat-mayat mereka akan bangkit pula. Hai orang-orang yang sudah dikubur di dalam tanah bangkitlah dan bersorak-sorai! Sebab embun TUHAN ialah embun terang, dan bumi akan melahirkan arwah kembali.

Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa kita sebagai orang percaya ketika kita hidup bagi Tuhan kita tidak pernah melakukan segala sesuatu dalam kesia-siaan karena ada jaminan kebangkitan dari antara orang mati.

Jika hidup kita hanya berakhir dalam kematian maka segala sesuatu yang kita kerjakan betapapun baiknya adalah sia-sia.

Tetapi Tuhan memberitahukan bahwa hidup kita tidak berakhir pada kebinasaan atau kematian tetapi akan beralih karena Tuhan akan membangkitkan kita dari antara orang mati.

Bagaimana Alkitab memberitahukan kepada kita ada kepastian kebangkitan dari antara orang mati?

Alkitab memberitahukan karena Kristus adalah buah sulung, Dia yang telah bangkit dari antara orang mati yang pertama dari yang lain.

Oleh karena itu, di dalam Kristus dengan kuasa Kristus maka orang-orang yang mati yang percaya kepada Dia dibangkitkan untuk menerima hidup yang kekal.

Ini dikatakan oleh kitab Yesaya bahwa orang-orang mati akan hidup pula oleh kuasa Tuhan bahkan dikata orang-orang dikubur akan hidup untuk bersorak-sorai bagi Tuhan.

Bukankan Firman Tuhan pernah berkata bahwa di dalam dunia orang mati tidak ada yang bisa bersyukur kepada-Nya.

Tetapi kita bersyukur kepada Tuhan karena orang-orang percaya tidak berakhir pada kematian tetapi akan dibangkitkan dan mengalami kemuliaan Tuhan.

Marilah kita melayani Tuhan dalam hidup ini karena nanti suatu kali kita berjumpa muka dengan muka dengan Tuhan.

Kita dibangkitkan dan kita akan mendengar suara Gembala kita yang baik berkata: "Marilah masuk, Hai hamba-Ku yang baik dan setia."

Jerih lelah kita di dalam Tuhan tidak pernah sia-sia karena suatu kali nanti walau kita harus meninggalkan dunia, Tuhan akan membangkitkan kita untuk menerima mahkota kemuliaan.

Doakan dan renungkan

*Ya, TUHAN, orang-orang-Mu yang mati akan hidup, mayat-mayat mereka akan bangkit pula.

*Segala jerih payah orang percaya di dalam Tuhan tidak pernah sia-sia, karena ada kepastian kebangkitan dari orang-orang mati.

Mati 1x, lalu hidup selamanya