Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Tuhan Adalah Gembalaku
RENUNGAN HARIAN
GKY MANGGA BESAR
Selasa, 19 April 2022
Lukas 24:36-53
Yesus Menampakkan Diri Kepada Semua Murid.
Kita bersyukur bahwa Tuhan Yesus telah bangkit dari antara orang mati. Melalui semuanya itu, kita mendapat pesan yang sangat kuat, bahwa manusia akhirnya bukan pada kematian, tetapi ada kekekalan setelah kematian.
Kita bersyukur karena Tuhan Yesus bangkit. Kita punya pengharapan bahwa kebinasaan telah dikalahkan oleh kebangkitanNya, sehingga kita yang percaya kepada-Nya adalah orang-orang yang menang atas kematian itu. Kita bisa hidup di dalam Tuhan. Puji Tuhan!
Kata ‘bukti’ mungkin sering kita dengar dari orang-orang lain tentang kebangkitan dari Tuhan Yesus. Apa buktinya? Bukti kebangkitan Tuhan Yesus saat ini terdapat di dalam tulisan saksi-saksi mata, yaitu tulisan dari murid-murid Tuhan Yesus, yang terdapat di dalam Perjanjian Baru atau Injil.
Apakah Injil yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, dapat dipercaya? Tentunya pertanyaan ini memerlukan bukti secara historis dan arkheologis.
Pertama, ketika kita membaca Injil, kita perlu membaca baik-baik. Apa kesan kita ketika kita membaca Injil tentang kisah Tuhan Yesus? Apakah ada tanda-tanda ketidaktulusan dalam mengisahkannya?
Mungkin pertanyaan yang sering timbul di kebanyakan orang adalah mengapa ada perbedaan-perbedaan tertentu di dalam keempat Injil di dalam mengisahkannya?
Sesungguhnya perbedaan itu memberitakan satu hal, bahwa di dalam mereka mengisahkan ulang, tidak ada rekayasa atau tidak ada kongkalikong satu dengan yang lain.
Bukankah jikalau seorang ingin mengelabui orang lain, maka mereka akan bekerja sama begitu rupa supaya semuanya sama, sehingga orang tidak melihat bahwa seseorang itu mengelabui?
Namun, Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, memang tidak bermaksud demikian. Mereka bermaksud menceritakan apa adanya, apa yang mereka saksikan.
Perbedaan dalam menyaksikan apa yang disaksikan merupakan hal yang wajar. Apa yang mereka lihat itulah yang mereka tulis. Namun, mereka semua memberikan pesan yang sama, tentang siapa Yesus.
Kedua, tidak ada naskah kuno yang dapat dibandingkan dengan naskah-naskah kuno Alkitab, baik di Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, di dalam penemuan naskah salinannya yang begitu banyak. Mungkin puluhan ribu.
Belum lagi Injil ini juga banyak dikutip oleh bapa-bapa gereja di abad kedua dalam tulisan-tulisannya yang mengkonfirmasi bahwa tulisan-tulisan itu sudah beredar di abad pertama dan sudah dikenal oleh masyarakat luas.
Ketiga, dengan sirkulasi tulisan-tulisan itu sudah dikenal di abad pertama, maka mengkonfirmasi akan kebenaran tulisan sejarah itu, karena pada abad pertama, saksi mata masih banyak yang hidup.
Tidak cukupkah bukti yang seperti ini? Tidak ada bukti historis apa pun di dunia ini yang terkait dengan catatan kuno yang selengkap Injil.
Lukas 24:36-53
36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"
37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.
38 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?
39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."
40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.
41 Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"
42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.
43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.
44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
46 Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,
47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini.
49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi."
50 Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.
51 Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
52 Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.
53 Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.
Yesus Kristus yang bangkit bukan saja dinyatakan melalui kubur yang kosong dan dengan perkataan dari malaikat.
Dia sendiri menampakkan diri-Nya kepada murid-muridNya berulang-ulang kali dengan pelbagai cara di berbagai situasi. Itu yang pernah Ia katakan sebelumnya kepada mereka, bahwa Ia akan datang lagi.
Kubur kosong, perkataan-perkataan malaikat, dan penampakan diri berulang-ulang selama 40 hari yang disaksikan oleh murid-muridNya di dalam segala situasi, dengan jumlah yang berbeda-beda, bahkan ada di antaranya dengan kehadiran 500 orang.
Tidakkah cukup menjadi bukti yang meyakinkan bahwa sesungguhnya Dia hidup?
Pesan Firman Tuhan pada hari ini :
1. Tuhan Yesus membuktikan kepada murid-murid yang ragu-ragu bahwa Ia memang telah bangkit dan hidup secara nyata.
Lukas 24:38-39
38 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?
39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."
Murid-murid Tuhan Yesus tidak pernah terpikir bahwa Yesus yang mati akan bangkit, sehingga ketika Tuhan Yesus menampakkan diri, mereka menjadi ragu-ragu.
Dari sini kita tahu, bagaimanakah mungkin yang tidak terpikirkan mereka membuat sebuah rekayasa?
Tuhan Yesus berkata, “Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."
Kalau peristiwa ini merupakan halusinasi, maka tidak mungkin mereka dapat meraba Tuhan Yesus.
Lukas 24:40
Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.
Iman Kristen berbicara tentang saksi mata yang sifatnya historis. Tidak berbicara di tempat yang gelap, tetapi disaksikan dengan mata kepala sendiri.
Itu yang Tuhan lakukan ketika Ia ulurkan tangan dan memperlihatkan kaki-Nya kepada mereka.
Lukas 24:41
Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"
Ini bukti kedua yang Tuhan Yesus mau sampaikan kepada mereka bahwa mereka tidak halusinasi. Yesus yang datang adalah Yesus yang telah bangkit dari antara orang mati dengan tubuh-Nya, yang nyata.
Lukas 24:42
Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.
Spesifik sekali, ikan yang diberikan adalah ikan goreng. Artinya hanya saksi mata yang dapat menceritakan sebuah kisah sangat detail sampai ikannya diapakan, yaitu digoreng.
Lukas 24:43
Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.
Iman kristen ditopang dengan fondasi historis saksi mata yang menyaksikan. Tuhan Yesus membuktikan kepada kita bahwa memang Ia telah bangkit. Dia hidup dengan nyata.
Melalui kebangkitan Tuhan Yesus, kita yang percaya kepada-Nya, kita mengalami kuasa kebangkitan itu, yang menghidupkan rohani kita dengan mata rohani kita celik.
Suatu hari nanti, kita pun akan mengalami menjadi serupa dengan Dia.
Dikatakan oleh firman Tuhan bahwa jerih payah kita, tidak pernah sia-sia karena tidak ada seorang pun di dalam dunia ini yang mengalami kebangkitan seperti Tuhan Yesus.
Tidak seorang nabi, imam atau tokoh agama apa pun. Satu-satunya adalah Yesus Kristus, karena Yesus berjanji, jikalau engkau percaya, engkau mengalami hidup dan kebangkitan dan kemuliaan Tuhan.
Mari buka hati kepada-Nya!
2. Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus tidak dimaksudkan sebagai peristiwa sensasional di dalam sejarah manusia, tetapi merupakan jalan pengampunan dosa bagi umat manusia sesuai yang tertulis dalam Alkitab.
Lukas 24:44
Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."
Tuhan Yesus tidak tiba-tiba menceritakan sesuatu yang tidak pernah mereka dengar, tetapi Tuhan sudah mengatakan sebelumnya.
Kitab Taurat Musa, kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur adalah sebagaimana yang kita pegang hari ini. Sebagaimana Tuhan Yesus berkata di kitab-kitab tersebut pada waktu itu adalah kitab-kitab yang sama yang dipegang oleh para nabi dalam Perjanjian Lama. Itulah yang digenapi.
Lukas 24:45-48
45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
46 Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,
47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini.
Kebangkitan Tuhan Yesus dari antara orang mati bukanlah sebuah atraksi yang sensasional supaya manusia terkagum-kagum, tetapi apa yang Dia perbuat adalah demi Saudara dan saya, supaya kita boleh diampuni dosanya.
Jika Yesus Kristus mati dan tidak pernah bangkit, artinya Dia termasuk orang yang dicengkeram oleh kebinasaan.
Dia tidak sanggup memberikan pengampunan bagi Saudara dan saya, sebagaimana para nabi, imam, dan tokoh agama yang mati, tidak pernah bisa menanggung dosa kita, karena kematian mereka itulah.
Mereka tidak bisa bangkit kembali melalui kekuatan diri, karena mereka dicengkeram oleh kebinasaan, kuasa maut.
Namun, berbeda dengan Tuhan Yesus. Dia mengalahkan kuasa maut dengan kuasa-Nya sendiri. Dia bangkit dari antara orang mati, karena Dia adalah Anak Allah itu sendiri.
Apa yang Ia perbuat itu untuk engkau dan saya, supaya engkau dan saya mengalami pengampunan dan rohani engkau dan saya bisa dihidupkan.
Engkau dan saya boleh memiliki hubungan relasi dengan Bapa di sorga. Engkau dan saya satu kali nanti boleh dibangkitkan dan mengalami kemuliaan bersama-sama dengan Tuhan.
Kebangkitan Tuhan Yesus bukan sekedar sebuah peristiwa masa lalu dalam sejarah, tetapi melalui kebangkitan Tuhan Yesus, setiap kita yang percaya kepada-Nya sampai akhir zaman nanti, boleh mengalami hidup yang baru, yaitu hidup rohani, hidup yang berkelimpahan, dan hidup yang kekal.
Suatu kali kita akan dibangkitkan sebagaimana Tuhan Yesus telah bangkit dari antara orang mati.
Betapa berharganya apa yang Dia perbuat kepada kita!
Sungguh disayangkan jika kita sudah tahu bukti kuat dan betapa penting mengenal Yesus, namun kita tetap tidak percaya.
Kita menjadi orang yang sudah dipastikan binasa, karena tidak menerima akan kasih Tuhan.
Doakan dan renungkan.
*Peristiwa bangkitnya Tuhan Yesus dari antara orang mati, pastilah menjadi peristiwa sangat besar saat itu hingga sepanjang masa.
*Tentu kebangkitanNya bukan sebagai atraksi agar manusia terkagum-kagum, tetapi membuktikan bahwa Dia adalah Allah.
Saksi melihat, sejarah mencatat, kita percaya