Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Tuhan Adalah Gembalaku
RENUNGAN HARIAN
GKY MANGGA BESAR
Selasa, 5 April 2022
Yesaya 14
Ejekan Tentang Raja Babel; Ucapan Ilahi Terhadap Asyur; Ucapan Ilahi Terhadap Filistea
Kita bersyukur ketika kita mengenal Tuhan Yesus, kita disebut sebagai anak-anak Allah. Allah begitu mencintai kita sebagai anak-anakNya.
Bagaimana kita bisa memahami kasih Tuhan kepada kita? Itu hal yang sangat penting, sehingga kita mengerti isi hati-Nya.
Sebagai orang percaya, kita tahu dengan pasti bahwa Tuhan mengasihi kita. Namun, bagaimana kita memahami kasih Tuhan kepada kita?
Kita pasti setuju bahwa Tuhan mengasihi kita adalah Tuhan yang tidak membiarkan kita, atau Tuhan peduli dengan kita. Namun, bagaimana kita mengerti bahwa Tuhan tidak membiarkan kita?
Yang kita pahami adalah Tuhan tidak membiarkan kita dalam arti Tuhan akan melindungi kita, bahkan ketika kita tidak ada jalan, Tuhan membuka jalan bagi kita. Itu betul.
Namun, ada satu sisi yang seringkali menjadi titik buta bagi kita, di mana kita tidak melihat bahwa pengertian Tuhan tidak membiarkan kita, juga dalam arti bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan kita tidak bertumbuh, atau Tuhan tidak pernah membiarkan kita bertumbuh dengan liar atau jatuh dalam dosa.
Disitulah kita mengalami apa yang disebut dalam Alkitab bahwa Tuhan menghajar anak-anakNya yang dikasihi-Nya. Apakah Saudara memahami kasih Allah yang seperti ini bagi kita?
Yesaya 14
1 Sebab TUHAN akan menyayangi Yakub dan akan memilih Israel sekali lagi dan akan membiarkan mereka tinggal di tanah mereka, maka orang asing akan menggabungkan diri kepada mereka dan akan berpadu dengan kaum keturunan Yakub.
2 Bangsa-bangsa lain akan mengantar Israel pulang ke tempatnya, lalu kaum Israel akan memiliki bangsa-bangsa itu di tanah TUHAN sebagai hamba-hamba lelaki dan hamba-hamba perempuan. Demikianlah mereka akan menawan orang-orang yang menawan mereka dan akan berkuasa atas para penindas mereka.
3 Maka pada hari TUHAN mengakhiri kesakitan dan kegelisahanmu dan kerja paksa yang berat yang dipaksakan kepadamu,
4 maka engkau akan memperdengarkan ejekan ini tentang raja Babel, dan berkata: "Wah, sudah berakhir si penindas sudah berakhir orang lalim!
5 TUHAN telah mematahkan tongkat orang-orang fasik, gada orang-orang yang memerintah,
6 yang memukul bangsa-bangsa dengan gemas, dengan pukulan yang tidak putus-putusnya; yang menginjak-injak bangsa-bangsa dalam murka dengan tiada henti-hentinya.
7 Segenap bumi sudah aman dan tenteram; orang bergembira dengan sorak-sorai.
8 Juga pohon-pohon sanobar dan pohon-pohon aras di Libanon bersukacita karena kejatuhanmu, katanya: 'Dari sejak engkau rebah terbaring, tidak ada lagi orang yang naik untuk menebang kami!'
9 Dunia orang mati yang di bawah gemetar untuk menyongsong kedatanganmu, dijagakannya arwah-arwah bagimu, yaitu semua bekas pemimpin di bumi; semua bekas raja bangsa-bangsa dibangunkannya dari takhta mereka.
10 Sekaliannya mereka mulai berbicara dan berkata kepadamu: 'Engkau juga telah menjadi lemah seperti kami, sudah menjadi sama seperti kami!'
11 Ke dunia orang mati sudah diturunkan kemegahanmu dan bunyi gambus-gambusmu;
ulat-ulat dibentangkan sebagai lapik tidurmu, dan cacing-cacing sebagai selimutmu."
12 "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
13 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
14 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!
15 Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.
16 Orang-orang yang melihat engkau akan memperhatikan dan mengamat-amati engkau, katanya:
Inikah dia yang telah membuat bumi gemetar, dan yang telah membuat kerajaan-kerajaan bergoncang,
17 yang telah membuat dunia seperti padang gurun, dan menghancurkan kota-kotanya, yang tidak melepaskan orang-orangnya yang terkurung pulang ke rumah?
18 Semua bekas raja bangsa-bangsa berbaring dalam kemuliaan, masing-masing dalam rumah kuburnya.
19 Tetapi engkau ini telah terlempar, jauh dari kuburmu, seperti taruk yang jijik, ditutupi dengan mayat orang-orang yang tertikam oleh pedang dan jatuh tercampak ke batu-batu liang kubur seperti bangkai yang terinjak-injak.
20 Engkau tidak akan bersama-sama dengan raja-raja itu di dalam kubur, sebab engkau telah merusak negerimu dan membunuh rakyatmu. Anak cucu orang yang berbuat jahat tidak akan disebut-sebut untuk selama-lamanya.
21 Dirikanlah bagi anak-anaknya tempat pembantaian, oleh karena kesalahan nenek moyang mereka,
supaya mereka jangan bangun dan menduduki bumi dan memenuhi dunia dengan kota-kota."
22 "Aku akan bangkit melawan mereka," demikianlah firman TUHAN semesta alam, "Aku akan melenyapkan nama Babel dan sisanya, anak cucu dan anak cicitnya," demikianlah firman TUHAN.
23 "Aku akan membuat Babel menjadi milik landak dan menjadi air rawa-rawa, dan kota itu akan Kusapu bersih dan Kupunahkan," demikianlah firman TUHAN semesta alam.
24 TUHAN semesta alam telah bersumpah, firman-Nya: "Sesungguhnya seperti yang Kumaksud, demikianlah akan terjadi, dan seperti yang Kurancang, demikianlah akan terlaksana:
25 Aku akan membinasakan orang Asyur dalam negeri-Ku dan menginjak-injak mereka di atas gunung-Ku; kuk yang diletakkan mereka atas umat-Ku akan terbuang dan demikian juga beban yang ditimpakan mereka atas bahunya."
26 Itulah rancangan yang telah dibuat mengenai seluruh bumi, dan itulah tangan yang teracung
terhadap segala bangsa.
27 TUHAN semesta alam telah merancang, siapakah yang dapat menggagalkannya? Tangan-Nya telah teracung, siapakah yang dapat membuatnya ditarik kembali?
28 Dalam tahun matinya raja Ahas datanglah ucapan ilahi ini:
29 Janganlah bersukaria, hai segenap Filistea, karena walaupun gada orang yang memukul engkau sudah patah, tetapi dari keturunan ular itu akan keluar ular beludak, dan anaknya akan menjadi ular naga terbang.
30 Yang paling hina dari umat-Ku akan mendapat makanan dan orang-orang miskin akan diam dengan tenteram, tetapi keturunanmu akan Kumatikan dengan kelaparan, dan sisa-sisamu akan Kubunuh.
31 Merataplah, hai pintu gerbang! Berteriaklah, hai kota! Gemetarlah, hai segenap Filistea! Sebab di sebelah utara sudah mengepul asap perang, dan barisan musuh maju tanpa ada yang mundur.
32 Dan apakah jawab yang akan diberi kepada utusan-utusan bangsa itu? "TUHAN yang meletakkan dasar Sion, dan di sanalah orang-orang yang sengsara dari umat-Nya mendapat perlindungan."
Bagian Firman Tuhan hari ini ditujukan kepada tiga bangsa yaitu bangsa Babel, Asyur dan Filistin.
Tiga bangsa ini adalah bangsa-bangsa yang kuat pada masanya.
Bangsa-bangsa inilah yang menindas umat Tuhan, yaitu bangsa Israel.
Namun, bangsa-bangsa inilah yang diruntuhkan oleh Tuhan. Pada saat yang sama itu juga, keruntuhan mereka menjadi kemuliaan atau kejayaan umat Tuhan, bangsa Israel.
Semuanya ini telah dirancangkan Tuhan sebagaimana yang tertulis di kitab Yesaya, tetapi belum terjadi.
Namun, bagi kita yang hidup hari ini, tentu kita dapat melihat sejarah yang ada dan betul apa yang dikatakan Firman Allah. Itu yang terjadi pada ketiga bangsa ini.
Pesan Firman Tuhan pada hari ini :
1. Tuhan yang mendidik kita, Tuhan juga yang membebat kita dengan kasih sayang-Nya.
Yesaya 14:1-2
1 Sebab TUHAN akan menyayangi Yakub dan akan memilih Israel sekali lagi dan akan membiarkan mereka tinggal di tanah mereka, maka orang asing akan menggabungkan diri kepada mereka dan akan berpadu dengan kaum keturunan Yakub.
2 Bangsa-bangsa lain akan mengantar Israel pulang ke tempatnya, lalu kaum Israel akan memiliki bangsa-bangsa itu di tanah TUHAN sebagai hamba-hamba lelaki dan hamba-hamba perempuan. Demikianlah mereka akan menawan orang-orang yang menawan mereka dan akan berkuasa atas para penindas mereka.
Kisah kehidupan orang Israel menjadi pelajaran yang penting dalam hidup kita.
Orang Israel menggambarkan betapa umat Tuhan begitu tegar tengkuk dan selalu melawan Tuhan.
Namun, dari Firman Tuhan yang kita baca, Tuhan itu setia pada janji-Nya, pada umat-Nya.
Bangsa Israel telah berkali-kali mengalami penjajahan dan penjarahan dari bangsa-bangsa lain karena dosa mereka.
Setidaknya ada tiga bangsa yang pernah menjajah dan menjarah bangsa Israel yaitu Filistin, Asyur dan Babel.
Mereka mengalami hal-hal yang pahit karena kesalahan mereka. Mereka sudah berdarah-darah karena kegagalan mereka dalam mengikut Tuhan. Namun, itu adalah didikan Tuhan bagi umat Tuhan.
Alkitab mengatakan, “Sebab TUHAN akan menyayangi Yakub dan akan memilih Israel sekali lagi…”. Tuhan yang mendidik umat Tuhan, Tuhan juga yang membebat mereka dengan kasih sayang-Nya.
Ayub 5:17-18
17 Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.
18 Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula.
Kita bersyukur mengenal Tuhan yang seperti ini. Tuhan yang tidak pernah memanjakan anak-anakNya, tetapi Tuhan yang peduli dengan kesulitan anak-anakNya.
Tuhan juga yang mendidik kita dengan didikan yang bijaksana. Namun, Tuhan yang mendidik dengan keras, Tuhan jugalah yang membebat kita dengan kasih sayang-Nya.
Dia tidak pernah meninggalkan kita. Dia tidak pernah membinasakan kita. Dia melukai kita supaya kita bertobat, bahkan dikatakan, tangan-Nya itu menyembuhkan kita. Itulah kasih Tuhan kepada kita.
Tuhan mengasihi kita. Tuhan tidak membiarkan kita, di dalam pengertian Dia memberikan jalan keluar. Dia melindungi kita.
Ketika kita berada dalam dosa dan kita menjauh dari Dia, Dia akan mendidik kita dan setelah itu Dia akan membebat kita dengan kasih sayang-Nya.
Bersyukurlah kita mempunyai Tuhan yang begitu indah. Kita selalu berpaut kepada-Nya karena orang-orang yang bersandar kepada-Nya, tidak pernah menyesal.
2. Tuhan memakai umat-Nya dan membawanya kepada kemuliaan, Tuhan memakai orang-orang fasik, membawa diri mereka kepada kebinasaan.
Dari sini kita bisa melihat, betapa kita mempunyai hak istiwewa ketika kita dipakai oleh Tuhan.
Tuhan memakai orang-orang percaya dan membawa mereka kepada kemuliaan. Tetapi ada fakta lain yang tidak dapat disangkali, Tuhan juga memakai orang-orang fasik atau orang-orang yang tidak percaya kepada-Nya, membawa diri mereka kepada kebinasaan.
Yesaya 14:22-23
22 "Aku akan bangkit melawan mereka," demikianlah firman TUHAN semesta alam, "Aku akan melenyapkan nama Babel dan sisanya, anak cucu dan anak cicitnya," demikianlah firman TUHAN.
23 "Aku akan membuat Babel menjadi milik landak dan menjadi air rawa-rawa, dan kota itu akan Kusapu bersih dan Kupunahkan," demikianlah firman TUHAN semesta alam.
Bukankah Babel dipakai Tuhan untuk mendidik umat Tuhan?
Tuhan bisa pakai orang-orang seperti Babel, tetapi membawa mereka kepada kebinasaan, karena orang-orang yang tidak percaya selalu merasa diri mampu, sanggup mengontrol segala sesuatu, dan merasa begitu berkuasa sehingga mereka masuk ke dalam kecongkakan dan iri hati.
Yesaya 14:13-15
13 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
14 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!
15 Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur.
Tuhan bisa memakai orang-orang yang tidak percaya untuk mendidik umat Tuhan, tetapi Tuhan yang adil akan membawa diri mereka kepada kebinasaan.
Roma 9:22-24
22 Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan --
23 justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan,
24 yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain,
Tuhan mau memakai hidup kita sebagai orang percaya bukan untuk kebinasaan, tetapi membawa kita kepada kemuliaan. Bukankah ini hak istimewa?
Berbahagialah orang yang mata rohaninya celik, dan dia bisa bersyukur bahwa ini hak istimewa yang diberikan Tuhan.
Mari layani Tuhan dalam hidupmu!
Doakan dan renungkan.
*Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan yang Mahakuasa.
*Karena Dia yang memukul, tetapi tangan-Nya juga yang menyembuhkan.
Kasih-Nya menghukum dan memulihkan