Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Sabtu, 2 April 2022

Tuhan Adalah Gembalaku

Tuhan Adalah Gembalaku

RENUNGAN HARIAN

GKY MANGGA BESAR

Sabtu, 02 April 2022


Yesaya 11:1-16

Raja Damai Yang Akan Datang; Sisa-Sisa Israel Akan Kembali


Shalom Saudara-Saudara yang dikasihi Tuhan, dalam kehidupan yang kita lalui, kita sangat membutuhkan pengharapan karena kehidupan yang kita lalui bukanlah kehidupan yang statis, tetapi dinamis, ada pasang surutnya.


Kita bersyukur karena kita mengenal Tuhan Yesus yang selalu memberikan pengharapan yang sejati dalam hidup kita.


Saya percaya setiap kita pernah mengalami apa yang disebut dengan kegagalan dan kegagalan yang kita alami pastilah bukan pengalaman yang menyenangkan.


Memang ada orang mengatakan bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, namun ketika kita mengalami kegagalan, respons perasaan kita kepada pengalaman itu bagaikan sebuah akhir segalanya.


Namun apa yang kita rasakan dengan kegagalan sebetulnya juga dialami oleh tokoh-tokoh iman di dalam Alkitab.


Mereka mengalami kehidupan yang tidak sesuai dengan ekspektasi dan kita belajar di atas semuanya itu ternyata Tuhan tidak pernah letih atau bosan dengan kegagalan demi kegagalan yang kita alami.


Dia selalu ada bagi umat-Nya, puji Tuhan!


Mari kita membaca Firman Tuhan dariYesaya 11:1-16


1Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.


2Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;


3ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.


4Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik.


5Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.


6Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya.


7Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu.


8Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak.


9Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.


10Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.


11Pada waktu itu Tuhan akan mengangkat pula tangan-Nya untuk menebus sisa-sisa umat-Nya yang tertinggal di Asyur dan di Mesir, di Patros, di Etiopia dan di Elam, di Sinear, di Hamat dan di pulau-pulau di laut.


12Ia akan menaikkan suatu panji-panji bagi bangsa-bangsa, akan mengumpulkan orang-orang Israel yang terbuang, dan akan menghimpunkan orang-orang Yehuda yang terserak dari keempat penjuru bumi.


13Kecemburuan Efraim akan berlalu, dan yang menyesakkan Yehuda akan lenyap. Efraim tidak akan cemburu lagi kepada Yehuda, dan Yehuda tidak akan menyesakkan Efraim lagi.


14Tetapi mereka akan terbang ke barat, ke atas lereng gunung Filistin, bersama-sama mereka akan menjarah bani Timur; mereka akan merampas Edom dan Moab, dan orang Amon akan patuh kepada mereka.


15TUHAN akan mengeringkan teluk Mesir dengan nafas-Nya yang menghanguskan, serta mengacungkan tangan-Nya terhadap sungai Efrat dan memukulnya pecah menjadi tujuh batang air, sehingga orang dapat melaluinya dengan berkasut.


16Maka akan ada jalan raya bagi sisa-sisa umat-Nya yang tertinggal di Asyur, seperti yang telah ada untuk Israel dahulu, pada waktu mereka keluar dari tanah Mesir.


Tuhan memiliki perjanjian dengan raja Daud, yaitu Ia akan membangkitkan kerajaan yang bersifat kekal, kerajaan yang gilang gemilang di bawah otoritas kekuasaan raja di atas segala raja yaitu Mesias.


Namun ketika Yesaya berbicara kepada bangsa Yehuda, kemuliaan raja atau kerajaan Daud sudah semakin suram dan bahkan dengan lewatnya waktu, kejayaan raja Daud sudah semakin tidak terlihat.


Namun bagian Firman Tuhan ini memberitahukan kepada kita bahwa kerajaan kekal yang tidak berubah di bawah otoritas Mesias tidaklah dimunculkan oleh kekuatan manusia, tetapi Tuhan.


Dia yang memunculkan kembali cahaya yang gilang gemilang dari kerajaan Mesias yang telah dijanjikan-Nya itu.


Apakah pesan Firman Tuhan bagi kita hari ini?


1. Kegagalan manusia tidak pernah menggagalkan Tuhan


Di dalam bagian awal dari pasal ini maka Firman Tuhan berkata:


1Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.


Firman Tuhan ini memberitahukan kepada kita bahwa masa suram kerajaan Daud sudah terjadi tetapi bagi Tuhan tidak ada satu masa suram yang dapat menyuramkan-Nya, tidak ada masa yang begitu binasa dimana Allah dikekang oleh kebinasaan itu.


Firman Tuhan mau berkata suatu tunas, suatu kehidupan akan keluar bukan dari raja Daud, namun bahkan dikatakan dari tunggul Isai.


Isai adalah orang tua Daud, artinya bukan karena raja Daud, bukan karena kehebatan raja Daud, tetapi karena Tuhan yang memegang janji kepada raja Daud.


Tunas ini berbicara akan kedatangan Mesias yaitu Yesus Kristus dan Alkitab mencatat di dalam Yesaya ini bahwa Yesus Kristus atau Tunas itu adalah yang diurapi oleh Roh Tuhan, dikatakan:


2Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;


Tujuh roh di ayat kedua ini, tidak berkata bahwa roh itu ada tujuh, tetapi angka tujuh itu berbicara tentang kesempurnaan.


Jika Anda membaca Firman Allah pada kitab Efesus, Perjanjian Baru, Yesus Kristus menerima Roh Allah dengan tidak terbatas, artinya Yesus Kristus mengalami kepenuhan yang sempurna dari Roh Kudus.


Bahkan dikatakan di injil Lukas, Yesus Kristus melayani dengan kuasa Roh Kudus, dipimpin oleh Roh Kudus, inilah penggenapan daripada tulisan atau nubuatan di dalam kitab Yesaya.


Hal ini memberitahukan betapa kita bahwa kegagalan umat Tuhan, kegagalan manusia tidak pernah menggagalkan Tuhan di dalam menggenapi rencana-Nya.


Oleh karena itu ketika Anda dan saya memiliki keniscayaan untuk mengalami kegagalan, ingatlah satu hal, kegagalanmu dan kegagalanku tidak pernah menggagalkan Tuhan.


Mari ikut Tuhan Yesus sungguh-sungguh, menyangkal diri, pikul salib, dan ikut Dia karena Dia tidak pernah gagal. Kita bisa gagal, tapi Tuhan tidak pernah gagal dengan hidup kita.


Mari bersandar kepada Tuhan meskipun mungkin kita mengalami masa-masa yang sangat gelap, Tuhan tidak pernah dikungkung oleh kegelapan itu sehingga Dia tidak berdaya.


Karena Tuhan adalah terang dan ketika Dia datang, kegelapan itu kalah, mari bersandar kepada Tuhan.


2. Pengenalan akan Tuhan membawa damai sejahtera


Bukankah manusia berlomba-lomba meningkatkan teknologi di dunia karena teknologi sangat membantu manusia dalam kehidupannya.


Namun perhatikan, meskipun teknologi begitu maju, tapi satu hal yang sangat hakiki yang selalu manusia cari di dunia ini yaitu damai sejahtera.


Apapun yang manusia capai di dunia ini, tanpa damai sejahtera maka manusia sesungguhnya telah kehilangan hidup itu sendiri. Dimana bisa mendapatkan damai sejahtera yang sejati?


Alkitab hari ini memberitahukan kepada kita pengenalan akan Tuhan itu yang akan membawa damai sejahtera.


Firman Tuhanayat 9berkata begini:

9Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.


Inilah masa yang disebut masa Mesias, ketika segala sesuatu telah tunduk di bawah otoritas Yesus Kristus.


Maka itulah masa yang disebut dengan masa damai sejahtera karena Yesus Kristus dikatakan adalah Raja damai.


Damai sejahtera tidak terkait materi, tidak terkait dengan apa yang kita miliki, dan bukan soal bagaimana kita menyesuaikan diri dengan segala sesuatu.


Tetapi damai sejahtera terkait pada Siapakah yang mengatur hidup kita, yang mengatur dunia ini, yang berotoritas ditengah dunia.


Ketika yang mengatur dunia ini adalah orang-orang yang berkuasa, dunia tidak pernah damai.


Tetapi ketika yang mengatur seluruh dunia ini adalah Yesus Kristus dan satu hari itu akan terjadi, Alkitab memberitahukan sesuatu yang mustahil, bahwa ada hewan yang tidak pernah akur bisa makan bersama-sama, dan hal itu terjadi, ini semua gambaran bagaimana damai sejahtera itu terjadi.


Pengenalan akan Tuhan itulah yang membuat dunia memiliki damai sejahtera, disitulah mengapa Anda dan saya diperintahkan Tuhan untuk memberitakan kabar baik supaya ada damai sejahtera bagi banyak orang.


Hidup kita akan mengalami damai sejahtera ketika kita mengenal Tuhan.


Mengenal Tuhan bukan sekedar memiliki pengetahuan akan Tuhan, tapi Anda dan saya punya relasi yang dekat dengan Tuhan.


Anda dan saya sudah diperdamaikan oleh darah Yesus sehingga kita boleh memanggil Allah: Bapa kami yang di Surga, karena kita adalah anak-anakNya.


Kedekatan hubungan dengan Bapa, disitulah kita berdamai dengan Allah, maka damai sejahtera Allah yang melampaui akal budi itu akan menguasai hati kita.


Ketika hatimu dan hatiku ada damai sejahtera Tuhan, maka engkau dimampukan berdamai dengan orang lain, bahkan Anda dan saya menjadi pembawa damai bagi banyak orang.


Doakan dan renungkan.


*Apakah Saudara rindu membawa damai kepada keluarga dan teman-teman? Saudara perlu dekat dengan Tuhan.


*Ketika hati kita dipenuhi damai sejahtera Tuhan, maka kita dimampukan berdamai dengan orang lain, bahkan kita menjadi pembawa damai bagi banyak orang.


Bawalah Tuhan sumber damaisejahtera itu