Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Kamis, 31 Maret 2022

Tuhan Adalah Gembalaku


Tuhan Adalah Gembalaku

RENUNGAN HARIAN

GKY MANGGA BESAR

Kamis, 31 Maret 2022


Yesaya 8: 23 – 10: 4

Kelahiran Raja Damai; Murka TUHAN Terhadap Efraim


Shalom Saudara-Saudara yang dikasihi oleh Tuhan.


Sadarkah kita betapa hidup kita sangat berdampak dari apa yang kita alami didalam hati.


Hati kita sangat membutuhkan satu dasar yang kuat yang meneguhkan yaitu damai sejahtera Tuhan.


Menurut Saudara, bagaimana manusia mendapatkan damai sejahtera?


Ada pelbagai cara manusia berusaha mendapatkan damai sejahtera itu. Misal dengan mengandalkan apa yang mereka miliki seperti harta benda/kekayaan, jabatan dan koneksi dengan orang-orang tertentu yang dianggap bisa melindungi.


Ada yang berusaha mendapatkan damai sejahtera dengan kekuatan sendiri. Dengan cara menguasai diri dengan baik maka mereka bisa mendapatkan damai sejahtera itu dalam hidup.


Sehingga damai sejahtera sangat tergantung pada kekuatan diri sendiri.


Ada pula yang berpikir, jika dia bisa menyesuaikan diri dengan alam, harmoni dengannya, maka dia mendapatkan damai sejahtera.


Sebetulnya bagaimna kita mendapatkan damai sejahtera? Tergantung dengan apa dan siapa?


Mari kita membaca Firman Tuhan dari:


Yesaya 8: 23 – 10: 4


(8-23)Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain.


(9-1)Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.


(9-2)Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.


(9-3)Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.


(9-4)Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api.


(9-5)Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.


(9-6)Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.


(9-7)Tuhan telah melontarkan firman kepada Yakub, dan firman-Nya itu menimpa Israel.


(9-8)Biarlah seluruh bangsa itu mengetahuinya, yakni Efraim dan penduduk Samaria, yang berkata dengan congkaknya dan tinggi hatinya:


(9-9)"Tembok batu bata jatuh, akan kita dirikan dari batu pahat; pohon-pohon ara ditebang, akan kita ganti dengan pohon-pohon aras."


(9-10)Maka TUHAN membangkitkan para panglima Rezin melawan mereka, dan menggerakkan musuh-musuh mereka:


(9-11)Orang Aram dari timur, dan orang Filistin dari barat, mereka menelan Israel dengan mulut yang lebar. Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut, dan tangan-Nya masih teracung.


(9-12)Tetapi bangsa itu tidak kembali kepada Dia yang menghajarnya, dan mereka tidak mencari TUHAN semesta alam.


(9-13)Maka TUHAN mengerat dari Israel kepala dan ekor, batang dan ranting pada satu hari juga.


(9-14)Tua-tua dan orang yang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor.


(9-15)Sebab orang-orang yang mengendalikan bangsa ini adalah penyesat, dan orang-orang yang dikendalikan mereka menjadi kacau.


(9-16)Sebab itu Tuhan tidak bersukacita karena teruna-teruna mereka, dan tidak sayang kepada anak-anak yatim dan janda-janda mereka, sebab sekaliannya mereka murtad dan berbuat jahat, dan setiap mulut berbicara bebal. Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut, dan tangan-Nya masih teracung.


(9-17)Sebab kefasikan itu menyala seperti api yang memakan habis puteri malu dan rumput, lalu membakar belukar di hutan sehingga tonggak asap berkepul-kepul ke atas.


(9-18)Oleh karena murka TUHAN semesta alam, terbakarlah tanah itu, dan bangsa itu menjadi makanan api; seorang pun tidak mengasihani saudaranya.


(9-19)Mereka mencakup ke sebelah kanan, tetapi masih lapar, mereka memakan ke sebelah kiri, tetapi tidak kenyang, setiap orang memakan daging temannya:


(9-20)Manasye memakan Efraim, dan Efraim memakan Manasye, dan bersama-sama mereka melawan Yehuda. Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut, dan tangan-Nya masih teracung.


Yesaya 10:1-4


1Celakalah mereka yang menentukan ketetapan-ketetapan yang tidak adil, dan mereka yang mengeluarkan keputusan-keputusan kelaliman,


2untuk menghalang-halangi orang-orang lemah mendapat keadilan dan untuk merebut hak orang-orang sengsara di antara umat-Ku, supaya mereka dapat merampas milik janda-janda, dan dapat menjarah anak-anak yatim!


3Apakah yang akan kamu lakukan pada hari penghukuman, dan pada waktu kebinasaan yang datang dari jauh? Kepada siapakah kamu hendak lari minta tolong, dan di manakah hendak kamu tinggalkan kekayaanmu?


4Tak dapat kamu lakukan apa-apa selain dari meringkuk di antara orang-orang yang terkurung, dan tewas di antara orang-orang yang terbunuh! Sekalipun semuanya ini terjadi, murka TUHAN belum surut, dan tangan-Nya masih teracung.


Kitab Yesaya memberitakan Firman Tuhan didalam konteks bangsa Yehuda dan bangsa Israel.


Namun sesungguhnya kitab Yesaya bukan sedang hanya berbicara didalam konteks sejarah orang-orang Yehuda termasuk orang Israel, namun kitab Yesaya sedang memberitakan kemana dunia sedang menuju.


Dunia bukan berjalan secara auto pilot atau ditentukan oleh manusia melainkan dunia sedang berjalan didalam rencana Tuhan.


Apakah rencana Tuhan? Rencana Tuhan adalah terkait dengan Mesias.


Kitab Yesaya memberitahukan bahwa Tuhan, Dialah yang mengendalikan segala sesuatu, sejarah dunia ini ada dalam tangan-Nya.


Oleh karena itu adalah hal yang masuk akal, kita percaya kepada Tuhan dan bersandar kepadaNya karena Dia memegang segala otoritas atas segala sesuatu.


Apa pesan Firman Tuhan dari bagian yang kita baca dari kitab Yesaya ini?


1.Sukacita dan damai sejahtera sesungguhnya hanya ketika Yesus Kristus bertahta di dalam kehidupan kita dan memerintah sebagai Raja.


Alkitab mengatakan bahwa:

(9-1) Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.


(9-2) Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.


Siapakah bangsa yang hidup dalam kegelapan? Dalam konteks sejarah pada waktu itu, bangsa Israel, yaitu daerah utara, mereka mengalami dahulu kegelapan yang besar karena merekalah yang pertama-tama mengalami serangan daripada bangsa Asyur dan bangsa Asyur meluluhlantakan Israel.


Bangsa inilah yang pertama kali mengalami masa-masa kegelapan tetapi bangsa inilah yang juga mengalami pertama kali bagaimana terang itu bersinar.


Kapankah terang itu bersinar? Yaitu ketika Yesus Kristus datang ke dalam dunia ini 2000 tahun yang lalu.


Di dalam Matius 4:13,

Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernau, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,


Alkitab memberitahukan maka genaplah Firman Tuhan bahwa Zebulon dan Naftali yang tanah nya direndahkan Tuhan, boleh mengalami terang Tuhan.


Ketika Alkitab berbicara tentang bangsa yang dalam kegelapan bukan hanya berbicara Israel pada waktu Yesaya, namun Alkitab juga berbicara tentang umat Tuhan pada zaman Tuhan Yesus.


Bagaimanakah kondisi umat Tuhan pada jaman Tuhan Yesus?


Apakah umat Tuhan menjadi umat yang tidak beragama? Tidak sama sekali, justru pada masa itu adalah masa dimana bangsa Israel sangat berpusat kepada keagamaan mereka, namun Alkitab mengatakan mereka ada didalam kegelapan.


Disini memberitahukan kepada kita bahwa keagamaan mereka tidak menolong mereka, mereka tetap didalam kegelapan karena memang manusia sudah berada dibawah kutuk dosa.


Hanya Yesus yang dapat memberikan sukacita dan damai sejahtera itu. Mengapa demikian?


Alkitab mengatakan demikian:


(9-5)Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.


(9-6)Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.


Mengapa Yesus? Alkitab mengatakan karena Dia adalah Allah itu sendiri, Dia datang menjadi manusia supaya Dia membawa damai antara manusia dengan Allah.


Alkitab berkata seorang Anak telah lahir, ini berbicara tentang Allah Tri Tunggal yaitu Allah pribadi kedua, Dia menjadi manusia, terlahir sebagai bayi yang lemah.


Namun Alkitab tidak berhenti disana, seorang Putra telah diberikan. Ini berbicara tentang Putra Allah, berbicara tentang keilahian Yesus Kristus dan Alkitab memberitahukan siapakah Yesus.


Maka Alkitab berkata Dia adalah yang Ajaib itu, Dia Allah itu sendiri. Dia adalah Penasehat itu. Dia adalah hikmat yang diberitakan dalam Perjanjian Lama itu, yaitu Allah yang adalah sumber hikmat.


Dia adalah Allah yang maha perkasa karena memang Dia adalah Allah pencipta segala sesuatu dan dengan Firmannya Dia menciptakan segala sesuatu.


Tetapi Dia disebut juga Bapa yang kekal karena Dia adalah sumber daripada hidup yang kekal itu sehingga setiap orang yang percaya kepadaNya menerima hidup yang kekal.


Dan pada akhirnya Alkitab mengatakan Dialah Raja Damai.


Berbicara damai sejahtera bukan berbicara apa yang kau miliki. Berbicara damai sejahtera bukan berbicara bagaimana kekuatanmu.


Berbicara damai sejahtera bukan berbicara bagaimana engkau bersikap kepada alam semesta. Berbicara damai sejahtera berbicara siapakah yang mengendalikan hidupmu.


Jika Kristus mengendalikan hidupmu, engkau mengalami damai sejahtera. Hanya Yesus yang bisa memberikan damai sejahtera kepada kita.


2.Kecongkakan manusia yang sesungguhnya adalah ketika manusia menganggap dirinya mampu tanpa Tuhan.


Inilah yang terjadi kepada bangsa Yehuda, bagaimana mereka merasa mereka mampu tanpa pertolongan Tuhan. Itulah kecongkakan manusia.


Kecongkakan ini bukan saja terjadi kepada orang-orang yang belum percaya Tuhan namun bisa terjadi kepada kita sebagai orang-orang percaya. Bukankah itu yang dialami bangsa Yehuda sebagai umat Tuhan?


Sebagai orang percaya, kita bisa mengalihkan persandaran kita dari Tuhan kepada diri kita atau kepada yang lain. Dan kita merasa mampu.


Seseorang yang merasa dirinya mampu tanpa Tuhan sesungguhnya sedang mengalami kebutaan rohani. Karena tanpa Tuhan, Saudara dan saya tidak bisa ada sebagaimana kita ada hari ini.


Karena siapapun yang hidup didunia ini, tergantung kepada Dia yang memberikan. Jikalau Dia tidak menyediakan, tidak ada seorangpun yang masih bisa hidup sampai hari ini.


Disitulah kecongkakan sejati manusia, ketika dia menolak Tuhan dan menolak bersandar kepada-Nya.


Oleh karena itu marilah kita menjadi orang-orang yang rendah hati dan selalu tahu menempatkan diri sebagai ciptaan dan sebagai orang tebusan yang selalu harus mengandalkan Tuhan dalam hidup kita.


Doakan dan renungkan.


*Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.


*Kegelapan menjadi bagian hidup umat manusia, tapi Tuhan Yesus telah hadir dan menjadi terang bagi umatNya.


Terang itu hadir menuntun langkah anak-anakNya