Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Rabu, 16 Maret 2022

Tuhan Adalah Gembalaku


Tuhan Adalah Gembalaku

RENUNGAN HARIAN

GKY MANGGA BESAR

Rabu, 16 Maret 2022


Lukas 20:27-40

Pertanyaan Orang Saduki Tentang Kebangkitan.


Setiap kita sebagai orang percaya dipanggil untuk menjadi murid Tuhan kita, Yesus Kristus.


Menjadi murid artinya kita harus belajar dari Tuhan Yesus. Untuk belajar dari Tuhan Yesus, kita perlu rendah hati dan selalu ingin memahami apa yang Tuhan maksudkan kepada kita.


Setiap orang termasuk kita sebagai orang Kristen, pastilah memiliki keterbatasan untuk memahami Tuhan dan hal-hal yang terkait dengan sesuatu yang tidak kita dapat lihat atau yang sifatnya kekal.


Oleh karena itu, di dunia ini ada banyak orang yang mempunyai pemikiran-pemikiran sendiri tentang sesuatu yang tidak kasat mata ini, yang tidak kelihatan.


Memang ada saja yang mengikuti pandangan-pandangan seperti itu.


Sebagai orang Kristen adakalanya kita mengalami kesulitan untuk memahami apa yang disampaikan oleh Firman Allah. Waktu kita mendapat kesulitan, bagaimana kita meresponinya?


Salah satu hal yang sangat penting dari seorang murid adalah mau belajar. Di dalam pembelajaran itu adakalanya belum memahami.


Disitulah kita perlu rendah hati. Kita terus belajar dengan rendah hati, minta pimpinan dari Roh Kudus agar Tuhan di dalam anugerah-Nya menolong kita memahami-Nya.


Lukas 20:27-40


27 Maka datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:


28 "Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.


29 Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak.


30 Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua,


31 dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak.


32 Akhirnya perempuan itu pun mati.


33 Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia."


34 Jawab Yesus kepada mereka: "Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan,


35 tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam

kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.


36 Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.


37 Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.


38 Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup."


39 Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata: "Guru, jawab-Mu itu tepat sekali."


40 Sebab mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.


Di dalam kepemimpinan religius orang-orang Yahudi pada masa Tuhan Yesus, mereka terbagi di dalam faksi-faksi.


Yang terdapat di dalam Firman Tuhan yang kita baca, ada 2 faksi, terkait dengan pelajaran teologi mereka.


Pertama adalah faksi orang-orang Saduki. Kedua adalah faksi orang-orang Farisi dan ahli Taurat. Kedua faksi ini mempunyai teologi yang berbeda.


Orang Saduki tidak percaya akan kebangkitan orang mati, termasuk tidak percaya adanya malaikat. Namun orang-orang Farisi dan ahli Taurat percaya akan hal itu.


Pada kisah yang kita baca dalam Firman Tuhan hari ini, orang-orang Saduki datang kepada Tuhan Yesus. Mereka ingin mengkonfirmasi pelajaran teologinya, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati.


Pesan Firman Tuhan pada hari ini :

1. Di dalam kekekalan tidak ada lagi kawin dan dikawinkan, karena mereka tidak dapat mati lagi.


Inilah yang diungkapkan Tuhan Yesus kepada kita. Orang Saduki berkata, ada di dalam aturan Taurat jika seorang istri ditinggal mati oleh suaminya dan dia tidak punya anak, maka adik dari suaminya itu harus mengawini wanita itu supaya melaluinya kakak laki-lakinya mendapatkan keturunan.


Namun jika ada tujuh bersaudara dan mereka semuanya mati, dan mereka semua mengawini wanita ini, maka pertanyaan orang Saduki adalah nanti pada saat kebangkitan wanita ini istri siapa?


Tuhan Yesus memberitahukan orang-orang Saduki ini bahwa di dalam kekekalan tidak ada lagi kawin dan dikawinkan.


Kita semua akan hidup seperti malaikat, di dalam kekekalan. Tidak akan mati lagi, sehingga keberadaan manusia yang dibangkitkan itu tidak akan berkurang. Mereka akan terus ada.


Bukankah ini sesuatu yang asing dalam pemikiran kita?


Seringkali manusia memikirkan kehidupan di kekekalan sana akan seperti kehidupan di alam fana, karena memang manusia tidak punya ide dan tidak pernah juga pergi ke kekekalan itu, sehingga manusia selalu memikirkan seperti apa di sana.


Tentu pemikiran manusia sangat dibatasi oleh pengalamannya dan keberadaannya di dunia ini.


Itulah mengapa Tuhan perlu menyatakan Firman-Nya kepada kita. Kalau Tuhan tidak menyatakan apa itu kekekalan dan apa yang terjadi di sana, kita tidak akan dapat tahu.


Apapun pendapat kita, semuanya itu pemikiran manusia.


Jikalau Tuhan tidak memperkenalkan diri-Nya, kita tidak pernah bisa mengenal Dia.


Jika Tuhan tidak memberitahukan bagaimana jalan masuk ke kekekalan, kita tidak akan tahu jalannya.


Setiap orang percaya satu kali akan masuk ke sorga dan di sana kita akan berkumpul dengan orang-orang yang kita kasihi, namun di sana tentu tidak seperti di sini.


Kita bisa mengenal mereka namun relasi kita berbeda.


Kita tidak dapat bayangkan seperti apakah persekutuan yang terjadi, namun satu hal yang kita harus tahu, persekutuan itu adalah persekutuan di dalam kasih Tuhan yang sempurna.


Persekutuan itu di dalam kebenaran Tuhan yang sempurna.


Kita tidak lagi melihat kepada cermin, tetapi melihat kepada kenyataan.


Yang pasti kita semua mengalami kemuliaan bersama-sama dengan Tuhan.


2. Kebangkitan orang mati dan hidup yang kekal itu pasti terjadi karena Allah adalah Allah orang hidup.


Orang-orang Saduki tidak percaya akan kebangkitan orang mati.


Di sini Tuhan Yesus mengajar mereka dan Tuhan Yesus pun tahu mereka tidak percaya adanya malaikat.

Tuhan juga berbicara bahwa di dalam kekekalan nanti orang-orang yang dibangkitkan itu akan seperti malaikat, artinya tidak akan mati lagi selama-lamanya.


Tuhan Yesus mau menekankan, malaikat itu ada. Tidak seperti pemikiran-pemikiran orang Saduki.


Demikian juga Tuhan Yesus menekankan kebangkitan orang mati itu pasti ada.


Tuhan Yesus memberikan ajaran kepada orang Saduki yang memegang juga Taurat, bahwa Allah ketika menyatakan diri-Nya kepada Musa, Allah berkata, “Aku adalah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.”


Padahal Abraham, Ishak dan Yakub sudah meninggal. Atau dikatakan, jika tidak ada kebangkitan orang mati, maka Abraham, Ishak dan Yakub sudah tidak ada keberadaannya lagi.


Ketika Dia berbicara, ”Aku adalah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.”, apakah Allah adalah Tuhan bagi orang yang sudah tiada?


Tentu tidak. Disitulah Tuhan Yesus berkata bahwa Allah yang kita percaya adalah Allah orang hidup.


Mengapa Allah berkata, “Aku adalah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.”?


Karena keberadaan Abraham, Ishak dan Yakub tetap ada, meskipun mereka sudah meninggal, karena suatu kali ketiga orang ini pun akan dibangkitkan.


Firman Tuhan mau memberitahukan kepada kita bahwa sesuatu yang kita belum bisa lihat hari ini, yang akan datang, yang melampaui dunia ini, pasti terjadi.


Oleh karena itu, mari kita sungguh-sungguh sudah mengenal Tuhan Yesus.


Mari kita hidup bukan semata-mata untuk perkara-perkara yang duniawi, tapi kita hidup mengarahkan hati kita kepada perkara-perkara sorgawi, yang kekal itu.


Kita melakukan hal-hal yang sementara yang kita kerjakan tiap hari tetapi dengan hati yang sorgawi, karena kita tahu tujuan hidup kita bukan di dunia ini.


Tujuan hidup kita adalah di dalam kemuliaan bersama-sama Tuhan Yesus.

Doakan dan renungkan.


*Mengapa Allah berkata, “Aku adalah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.”?


*Karena keberadaan Abraham, Ishak dan Yakub tetap ada, meskipun mereka sudah meninggal, karena suatu kali, ketiga orang ini pun akan dibangkitkan.


Kebangkitan orang-orang percaya sepasti kebangkitanNya