Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Jumat, 11 Maret 2022

Tuhan Adalah Gembalaku


Tuhan Adalah Gembalaku

RENUNGAN HARIAN

GKY MANGGA BESAR

Jumat, 11 Maret 2022


Lukas 19:28-40

Yesus Dielu-Elukan Di Yerusalem


Iman kita selalu harus terus bertumbuh, namun ada kalanya iman kita terguncang dengan apa yang kita alami apa yang kita dengar dan apa yang kita lihat.


Karena itu, kita perlu membaca firman Tuhan karena firman Tuhan akan meneguhkan iman kita menjadi iman yang kokoh dan iman yang dilandasi oleh kebenaran adalah firman Allah.


Apakah mudah bagi seseorang untuk menggenapi nubuat tentang Mesias?


Tentu tidaklah mudah. Seperti nubuat yang tercantum dalam Perjanjian Lama tentang Mesias begitu banyak, mulai dari dikandung sampai mati dengan segala detailnya.


Setiap bagian yang harus digenapi tidak mudah karena hal-hal itu tergantung kepada perbuatan orang lain dimana mereka terlibat tetapi tidak tahu tentang nubuatan itu.


Seperti para prajurit Romawi yang tidak peduli dengan kitab taurat orang Yahudi.


Tuhan Yesus tidak langsung campur tangan dalam pengertian lahiriah untuk penggenapan-penggenapan tersebut.


Tetapi Tuhan Yesus menggenapi seluruh nubuatan Perjanjian Lama. Allah melakukan semuanya itu agar kita boleh mengenal sang Juruselamat yaitu Yesus Kristus.


Ditengah dunia ini, ada begitu banyak tawaran-tawaran yang terlihat begitu bagus dan seringkali membuat kita tidak meneliti dengan baik.


Oleh karena itu setiap orang perlu membaca Firman Tuhan dengan baik untuk mengenal siapakah Yesus


Lukas 19:28-40


28 Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.


29 Ketika Ia telah dekat Betfage dan Betania, yang terletak di gunung yang bernama Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya


30 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu: Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan mendapati seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah ke mari.


31 Dan jika ada orang bertanya kepadamu: Mengapa kamu melepaskannya? jawablah begini: Tuhan memerlukannya."


32 Lalu pergilah mereka yang disuruh itu, dan mereka mendapati segala sesuatu seperti yang telah dikatakan Yesus.


33 Ketika mereka melepaskan keledai itu, berkatalah orang yang empunya keledai itu: "Mengapa kamu melepaskan keledai itu?"


34 Kata mereka: "Tuhan memerlukannya."


35 Mereka membawa keledai itu kepada Yesus, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan menolong Yesus naik ke atasnya


36 Dan sementara Yesus mengendarai keledai itu mereka menghamparkan pakaiannya di jalan.


37 Ketika Ia dekat Yerusalem, di tempat jalan menurun dari Bukit Zaitun, mulailah semua murid yang mengiringi Dia bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring oleh karena segala mujizat yang telah mereka lihat.


38 Kata mereka: "Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!"


39 Beberapa orang Farisi yang turut dengan orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, tegorlah murid-murid-Mu itu."


40 Jawab-Nya: "Aku berkata kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak."


Sebelum memasuki kota Yerusalem, Tuhan Yesus meminta kedua murid-Nya untuk mengambil keledai muda yang tertambat disebuah kota.


Tentu keledai itu bukan milik Tuhan Yesus, tetapi milik orang lain. Ketika murid-muridNya pergi, mereka menjumpai keledai muda itu tertambat seperti apa yang Yesus katakan.


Yesus sudah berpesan, “Jikalau engkau mengambilnya lalu pemiliknya bertanya: Untuk apa? Maka katakan: Tuhan memerlukannya."


Mengapakah Tuhan Yesus menyuruh tindakan seperti ini? Bukankah perintah Tuhan ini sifatnya sangat spekulatif?


Artinya tidak ada kepastian bahwa orang yang mempunyai keledai itu akan meminjamkan keledainya kepada Tuhan Yesus.


Pada saat itu adalah terakhir kalinya Tuhan Yesus memasuki Yerusalem karena Dia akan menjalankan misi penebusan-Nya, Dia memerintahkan murid-murid itu untuk mengambil keledai itu


Pesan firman Tuhan bagi kita :


1. Apa yang Tuhan Yesus perbuat tidak ada yang kebetulan atau insiden, melainkan Ia melakukannya karena Ia adalah Mesias yang menggenapi apa yang tertulis di dalam Perjanjian Lama


Seberapa pentingkah Yesus masuk ke kota Yerusalem terakhir kali dengan menaiki keledai? Ternyata penting sekali karena ada tertulis di dalam kitab Perjanjian Lama:


Zakharia 9:9

Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.


Ayat tersebut sama seperti perintah Tuhan Yesus kepada murid-muridNya,“bahwa engkau akan mendapati seekor keledai muda yang tertambat”


Yesus menunggang keledai itu masuk Yerusalem. Dan bukan itu saja sebagaimana yang ditulis kitab Zakharia ketika Yesus memasuki Yerusalem maka murid-muridNya bersorak- sorai akan kedatangan Dia.


Semua hal tersebut sama persis seperti yang tertulis di dalam Zakharia 9:9


Ketika pemimpin-pemimpin agama melarang murid – muridNya bersorak – sorai seperti itu, maka Tuhan Yesus berkata “jikalau mereka tidak bersorak-sorak maka batu-batu ini akan berteriak.”


Artinya adalah nubuatan mengenai Mesias di dalam diri Yesus selalu digenapi secara detail.


Apakah maksud Tuhan dengan seluruh apa yang Dia lakukan?


Semuanya tidak lain dan tidak bukan, Dia menggenapi seluruh nubuatan perjanjian lama tentang Mesias melalui tindakan-Nya. Untuk menyatakan siapakah diriNya, Dia adalah Mesias.


Semua yang terjadi dalam penggenapan tidak mungkin sebuah kebetulan karena akan terlalu banyak kebetulan di dalam penggenapan itu.


Semua itu adalah rancangan Tuhan karena Dia adalah Mesias. Jikalau Dia bukan Mesias maka pasti ada banyak nubuatan yang tidak sanggup digenapi


2. Yesus Kristus datang adalah untuk membawa damai sejahtera bagi hidup kita.


Ini adalah pesan yang sangat kuat, ketika Tuhan Yesus masuk ke kota Yerusalem dengan menunggang keledai memberitahukan bahwa Dia datang untuk membawa damai sejahtera bagi umat manusia


Bukankah itu misi Kristus ketika Dia naik ke atas kayu salib untuk membawa damai sejahtera bagi manusia?


Damai sejahtera pertama yang Tuhan berikan adalah manusia berdamai dengan Tuhan Allah atas pengampunan dosa dengan perantaraan Yesus Kristus, maka manusia diterima oleh Allah Bapa melalui iman.


Relasi manusia dengan Allah yang diperdamaikan itu adalah kunci damai sejahtera yang sesungguhnya.


Tanpa itu seberapapun jerih lelah manusia untuk mencari damai sejahtera tidak akan pernah berhasil didapatkan karena alam semesta dan materi apapun dalam dunia ini tidak dapat memenuhi damai sejahtera manusia.


Manusia membutuhkan damai sejahtera yang dari Allah. Damai sejahtera Allah diperoleh manusia ketika manusia memiliki relasi dengan Allah itu sendiri.


Ketika Tuhan Yesus masuk kota Yerusalem, Dia menunggangi keledai memberitahukan kepada kita bahwa Dialah Raja damai itu.


Hidupmu dan hidupku membutuhkan damai sejahtera. Hanya di dalam Yesus engkau bisa menerima damai sejahtera tersebut.


Doakan dan renungkan.


*Saat Tuhan Yesus memasuki Yerusalem dengan menunggang seekor keledai muda.


*Ia memenuhi nubuatanZakharia 9:9

…bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.


Seluruh nubuat nyata dalam hidupNya