Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Minggu, 6 Maret 2022

Tuhan Adalah Gembalaku


Tuhan Adalah Gembalaku

RENUNGAN HARIAN

GKY MANGGA BESAR

Minggu, 06 Maret 2022


Lukas 18:18-30

Orang Kaya Sukar Masuk Kerajaan Allah; Upah Mengikut Yesus


Shalom Saudara-Saudara yang dikasihi oleh Tuhan, kita bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan mengaruniakan kita iman, namun kita tidak boleh berpuas hati karena kita sudah menjadi orang beriman.


Karena iman itu sifatnya dinamis, dia harus bertumbuh dan bertumbuhnya karena kita mengenal Tuhan Yesus.


Untuk mengenal Tuhan Yesus tidak dapat tidak, Anda dan saya harus membaca Firman Tuhan, oleh karena itu kita tidak bisa berpuas diri dengan iman yang kita miliki, namun kita harus terus merindukan iman kita bertumbuh.


Apakah iman kita kepada Tuhan dapat diukur? Bagaimana mengukur iman dan apa parameter nya?


Adakalanya di saat-saat tertentu kita merasa iman kita itu begitu bertumbuh, misalnya ketika seseorang ditanya mengapa engkau beribadah di gereja tersebut?


Maka jawabannya,”karena disini iman saya bertumbuh”, pertanyaannya, apa artinya iman saya bertumbuh?


Mari kita membaca injilLukas 18:18-30


18Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"


19Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.


20Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu."


21Kata orang itu: "Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku."


22Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: "Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."


23Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya.


24Lalu Yesus memandang dia dan berkata: "Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.


25Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."


26Dan mereka yang mendengar itu berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"


27Kata Yesus: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah."


28Petrus berkata: "Kami ini telah meninggalkan segala kepunyaan kami dan mengikut Engkau."


29Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Kerajaan Allah meninggalkan rumahnya, isterinya atau saudaranya, orang tuanya atau anak-anaknya,


30akan menerima kembali lipat ganda pada masa ini juga, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal."


Orang yang datang kepada Tuhan Yesus ini bukanlah orang sembarangan karena Alkitab mencatat bahwa dia seorang pemimpin, kemungkinan dia adalah orang terhormat terkait dengan religiusitas.


Tidak tertutup kemungkinan dia adalah seorang ahli taurat, hal ini kita bisa tahu dari pertanyaan yang ditanyakan, bukan hanya itu saja, dia adalah seorang yang sangat kaya raya bukan?


Mungkin meskipun Alkitab tidak mencatat, dia mempunyai banyak properti yang dia beli dengan kekayaannya, mengapa saya katakana demikian?


Karena kita lihat dari perintah Tuhan Yesus kepadanya untuk menjual semua miliknya lalu memberikan kepada orang miskin lalu mengikut Yesus.


Pada jaman itu untuk mengikut Yesus artinya ikut pergi ke pelbagai tempat sebagaimana murid-murid Tuhan Yesus meninggalkan jala dan perahunya, demikian juga dengan orang ini.


Tuhan Yesus katakan jual seluruh milikmu, berikan kepada orang miskin lalu ikutlah Aku.


Seringkali pertanyaannya,”Apakah untuk menerima hidup kekal, orang harus tidak memiliki sesuatu?”


Jikalau pertanyaan dibalik, jikalau untuk mendapatkan hidup yang kekal, engkau harus tidak mempunyai apapun, apakah engkau mau?


Inilah yang harus kita renungkan, apakah pesan Firman Tuhan yang kita baca pada hari ini?


1.Iman yang sejati dinyatakan dengan ketaatan sepenuhnya dan ketaatan sepenuhnya menggambarkan prioritas kita.


Ketika pemimpin ini bertanya kepada Tuhan apa yang dia harus perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal, Tuhan Yesus langsung merujuk kepada sepuluh perintah Allah terkait relasi dengan manusia.


Lalu orang ini menjawab bahwa sejak muda dia telah melakukan semuanya, lalu Tuhan berkata ada satu hal yang kurang, maka Tuhan katakan jual seluruh hartamu, berikan kepada orang miskin lalu ikutlah aku.


Apa yang telah dilakukan orang ini adalah perintah “jangan”, jangan berzinah, jangan membunuh, tetapi Tuhan tidak sekedar ingin kita tidak melakukan apa yang jahat.


Tuhan ingin dia melakukan yang baik dari apa yang Tuhan percayakan kepadanya, inilah yang Tuhan sampaikan kepada dia.


Ketika Tuhan memberikan perintah ini kepada dia, Tuhan tidak bermaksud dengan dia menjual hartanya maka Tuhan mengganti dengan hidup yang kekal.


Namun sejak awal ketika orang ini datang kepada Tuhan Yesus, ketika dia memanggilNya guru yang baik, Tuhan Yesus berkata,”mengapa engkau memanggil Aku baik? Bukankah hanya Allah yang baik?”


Tuhan Yesus mau memberitahukan siapa yang dipanggilnya sebagai guru yang baik, Dia adalah Allah itu sendiri.


Ketika dia memanggil guru yang baik, maka Tuhan memberikan perintah kepadanya, dan perintah ini memberitahukan kepada dia apakah dia mengenal Yesus adalah Allah itu sendiri.


Keselamatan hanya diperoleh melalui iman kepada Yesus Kristus, orang ini kehilangan kesempatan saat itu untuk menerima hidup yang kekal karena dia tidak taat kepada perintah Tuhan Yesus yang adalah Allah itu sendiri.


Ketidaktaatan dia mengekpresikan iman dia yang sesungguhnya bahwa dia tidak percaya, yang memerintahkan itu adalah Allah itu sendiri dan dia tidak memprioritaskan Allah.


Disini kita mengerti apa artinya seseorang memiliki iman, itu terekpresi ketika dia mentaati apa yang Tuhan perintahkan.


Perintah Tuhan Yesus kepada orang ini sangat spesifik baginya, yang tidak Tuhan perintahkan kepada kita, perintah spesifik ini karena Tuhan mengenal siapa orang ini dan Tuhan ingin dia menyadari siapakah Yesus.


Ketika engkau berkata engkau memiliki iman yang sejati, coba periksa apakah engkau memiliki ketaatan yang sepenuhnya kepada Tuhan dan ketaatan kita kepada Tuhan mengekspresikan prioritas hidup kita.


2.Tuhan tidak pernah berhutang kepada kita dan apa yang kita lakukan kepada-Nya tidak pernah melampaui apa yang Ia lakukan kepada kita.


Perintah Tuhan kepada orang ini sangat ekstrem bukan? Disuruh menjual seluruh hartanya dan bagi-bagikan kepada orang miskin, perintah ini membuat murid-murid Tuhan Yesusflashbackke belakang, mengapa?


Karena mereka juga meninggalkan segala sesuatu untuk ikut Yesus, disitulah Petrus bertanya kepada Tuhan, "Kami ini telah meninggalkan segala kepunyaan kami dan mengikut Engkau.", maksud dari pertanyaan ini, apa yang kami terima?


Lalu Tuhan Yesus menjawab begini,"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Kerajaan Allah meninggalkan rumahnya, isterinya atau saudaranya, orang tuanya atau anak-anaknya, akan menerima kembali lipat ganda pada masa ini juga, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal."


Perkataan Tuhan ini bisa dalam konteks pada jaman itu, karena mengikut Tuhan Yesus berarti mengiring Dia kemana Dia pergi, sehingga seseorang bisa meninggalkan keluarganya karena dia menjadi murid Tuhan Yesus.


Namun perkataan Tuhan Yesus bisa juga diartikan di dalam masa kini dimana orang-orang percaya rela membayar harga untuk menjadi pengikut Yesus Kristus.


Ketika kita berbicara membayar harga maka kita selalu berpikir orang Kristen bayar harga adalah orang Kristen yang berkorban.


Tapi jawaban Tuhan Yesus kepada Petrus memberitahukan kepada kita, Tuhan tidak pernah berhutang kepada kita.


Dan kita tidak pernah bisa disebut berkorban bagi Tuhan, karena apa yang kita lakukan tidak pernah melampaui apa yang telah dan akan Tuhan lakukan bagi kita.


Tuhan berkata ia akan menerima kembali lipat ganda pada masa ini juga dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal, artinya apa?


Artinya seorang yang percaya Tuhan Yesus bukan hanya menerima hidup yang kekal tetapi ia menerima lipat ganda dari kemurahan Tuhan kepadanya.


Memang kita tidak boleh mengartikan kata “lipat ganda” ini secara lahiriah, namun lipat ganda yang dimaksudkan adalah pemberian Tuhan nilainya jauh lebih berharga dari apa yang kita miliki.


Ketika Tuhan memberikan sesuatu yang lebih berharga itu, membuat kita lebih menghargai apa yang Tuhan sediakan.


Seringkali kekayaan batiniah tidak dapat diukur dengan kekayaan lahiriah dan yang Tuhan berikan kepada kita bukan sekedar kekayaan lahiriah, tetapi kekayaan batiniah yang membuat kita tahu kita adalah orang yang diberkati Tuhan.


Oleh karena itu jangan berhitung-hitung ketika melayani Tuhan, hidup bagi Tuhan, karena Tuhan tidak pernah berhutang.


Doakan dan renungkan.


*Melayani Tuhan memang perlu pengorbanan; kadang pengorbanan waktu, perasaan, uang dll. Apakah Saudara merasa sudah cukup berkorban untukNya?


* Apa yang kita lakukan bagiNya, tidak pernah melampaui apa yang telah dan akan Ia lakukan bagi kita.


Tak ada pengorbanan terlalu besar untukNya