Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan adalah Gembalaku
Tuhan Adalah Gembalaku
RENUNGAN HARIAN
GKY MANGGA BESAR
Minggu, 28 Maret 2021
Mazmur 5
Doa pada pagi hari
Saat kita bertutur kata,
jangan lupa bahwa itu
adalah pemberian
Tuhan kepada kita.
Tuhan memberi kita
segala kelengkapan
supaya kita bisa berbicara
dengan orang lain.
Gunakanlah tutur kata kita
untuk kemuliaan Tuhan
dan menjadi berkat
bagi orang lain.
Saudara pasti pernah
mendengar kata ini….
GOSIP.
Ketika kata ini muncul,
kira-kira apa yang ada
dalam pikiran kita,
POSITIF atau NEGATIF ?
Pada umumnya ketika
mendengar kata GOSIP,
orang pasti berpikir ini
sesuatu kata-kata yang
tidak positif,
ini adalah negatif.
Dalam bahasa Indonesia
kata GOSIP diterjemahkan
sebagai bergunjing.
Apakah kau pernah
dipergunjingkan orang ?
Pasti bukan hal yang baik.
Kalau itu adalah sesuatu
yang baik,
kita pasti akan
bersyukur kepada Tuhan.
Pergunjingan ini adalah
sesuatu yang negatif.
Seringkali pergunjingan
bukan menyampaikan
perkara yang benar,
tapi perkara yang tidak benar
bahkan cenderung dilebih-
lebihkan sehingga nama kita
menjadi sangat buruk
di hadapan orang lain.
Mazmur 5
1) Untuk pemimpin biduan.
Dengan permainan suling.
Mazmur Daud.
(5-2) Berilah telinga
kepada perkataanku,
ya TUHAN,
indahkanlah keluh kesahku.
2) (5-3) Perhatikanlah teriakku
minta tolong,
ya Rajaku dan Allahku,
sebab kepada-Mulah aku berdoa.
3) (5-4) TUHAN,
pada waktu pagi Engkau
mendengar seruanku,
pada waktu pagi aku
mengatur persembahan bagi-Mu,
dan aku menunggu-nunggu.
4) (5-5) Sebab Engkau bukanlah
Allah yang berkenan
kepada kefasikan;
orang jahat takkan
menumpang pada-Mu.
5) (5-6) Pembual tidak akan
tahan di depan mata-Mu;
Engkau membenci semua orang
yang melakukan kejahatan.
6) (5-7) Engkau membinasakan
orang-orang yang
berkata bohong,
TUHAN jijik melihat
penumpah darah dan penipu.
7) (5-8) Tetapi aku,
berkat kasih setia-Mu
yang besar,
aku akan masuk
ke dalam rumah-Mu,
sujud menyembah
ke arah bait-Mu
yang kudus dengan
takut akan Engkau.
8) (5-9) TUHAN,
tuntunlah aku dalam
keadilan-Mu karena seteruku;
ratakanlah jalan-Mu di depanku.
9) (5-10) Sebab perkataan mereka
tidak ada yang jujur,
batin mereka penuh kebusukan,
kerongkongan mereka seperti
kubur ternganga,
lidah mereka merayu-rayu.
10) (5-11) Biarlah mereka
menanggung kesalahan mereka,
ya Allah,
biarlah mereka jatuh
karena rancangannya sendiri;
buanglah mereka karena
banyaknya pelanggaran mereka,
sebab mereka memberontak
terhadap Engkau.
11) (5-12) Tetapi semua orang
yang berlindung pada-Mu
akan bersukacita,
mereka akan bersorak-sorai
selama-lamanya,
karena Engkau menaungi mereka;
dan karena Engkau akan
bersukaria orang-orang
yang mengasihi nama-Mu.
12) (5-13) Sebab Engkaulah
yang memberkati orang benar,
ya TUHAN;
Engkau memagari dia
dengan anugerah-Mu
seperti perisai.
Mazmur 5 adalah mazmur Daud.
Daud mengalami pergumulan
hidup yang tidak mudah.
Banyak orang yang
sentimen kepadanya.
Bukan disebabkan karena
Raja Daud adalah
orang yang jahat.
Melainkan, orang-orang
itulah yang berlaku
tidak wajar kepadanya.
Mungkin karena iri hati
dan sebagainya.
Bagaimana mereka
bersikap kepada Daud?
Mereka bertutur kata
bohong dan menghasut
orang-orang lain
sehingga Raja Daud
dimusuhi banyak orang.
Situasi Raja Daud
bukanlah situasi yang mudah.
Bagaimana Raja Daud bersikap?
Apakah pesan Firman Tuhan
pada hari ini bagi kita?
1. Kehidupan orang percaya
adalah berkat Tuhan yang benar.
Firman Tuhan mengajarkan
kepada kita bahwa
kehidupan orang percaya
adalah semata-mata berkat
Kasih Tuhan yang besar.
Raja Daud menyatakan :
Mazmur 5:7
7) (5-8) Tetapi aku,
berkat kasih setia-Mu
yang besar,
aku akan masuk
ke dalam rumah-Mu,
sujud menyembah ke arah
bait-Mu yang kudus
dengan takut akan Engkau.
Hidup kita sebenarnya
tidak bergantung kepada
apa yang diperbuat
oleh manusia.
Seringkali kita terjebak.
Kita pikir harga diri dan
nama baik kita tergantung
pada apa yang orang
lain katakan.
Kita pikir hidup kita
akan hancur berantakan
bila orang-orang
mencemarkan nama baik kita,
mempergunjingkan kita,
menyatakan hal yang
tidak benar tentang kita,
atau dengan bahasa lain
menjelek-jelekkan kita.
Padahal, hidup kita tidak
tergantung pada hal itu.
Raja Daud berkata :
“Berkat Kasih SetiaMu yang Besar”
Raja Daud tidak
putus asa dengan
pergunjingan orang.
Daud tetap setia
menyembah Tuhan dan
bersyukur kepada Tuhan.
Dia tahu berkat Tuhan
bukan tergantung dari
perkataan orang lain.
Berkat Tuhan tergantung
pada perkataan Tuhan.
Tuhan selalu setia
dengan perkataanNya.
Tidak ada seorangpun
dengan pergunjingannya
dapat membatalkan
perkataan Tuhan yang benar.
Oleh karena itu,
janganlah kau menjadi
putus asa ketika menghadapi
perkataan orang yang
tidak benar mengenaimu dan
mempergunjingkan tentang
sesuatu yang tidak baik.
Hidup kita bergantung
pada berkat Tuhan.
Mari kita selalu mendengar
Firman Tuhan,
bukan mendengarkan
pergunjingan orang.
Karena Firman Tuhan
mengatakan perkara yang
benar dan memberikan kita
iman dan pengharapan.
2. Kehidupan orang percaya
bergantung kepada
tuntunan Tuhan
di jalan kebenaranNya.
Mazmur Daud ingin memberitahukan
pada kita bahwa kehidupan
orang percaya bergantung
pada tuntunan Tuhan
di jalan kebenaranNya.
Itu yang Daud katakan :
Mazmur 5:8
(5-9) TUHAN,
tuntunlah aku dalam keadilan-Mu
karena seteruku;
ratakanlah jalan-Mu di depanku
Sebenarnya, sangat mudah sekali
bagi orang yang mempunyai
kekuasaan seperti Raja Daud
untuk menjadi emosi terhadap
orang-orang yang tidak berkata
benar tentang dirinya.
Dia dapat langsung bertindak
untuk membalas apa yang
dikatakan orang tidak benar.
Demikian juga dengan kita.
Kita bisa menjadi jengkel sekali
ketika orang lain berkata
tidak benar tentang kita,
menjelek-jelekkan
dan mempergunjingkan kita.
Sehingga orang lain bisa
salah sangka pada kita.
Tetapi, mari kita belajar
dari Firman Tuhan ini.
Raja Daud juga tidak
berbuat seperti itu.
Raja Daud meminta kepada
Tuhan supaya Tuhan
menuntun Daud
di dalam keadilanNya.
Biarlah Tuhan sendiri
yang meratakan
jalan yang sudah Tuhan
siapkan di depan Daud.
Bukankah kita adalah
orang yang beruntung
karena hidup kita dapat
diserahkan pada Tuhan?
Kita tidak perlu membalas.
Kita hanya perlu meminta
Tuhan untuk menuntun langkah kita
di dalam jalan kebenaranNya,
supaya kita tidak hidup
sesuai hawa nafsu kita.
Minta pada Tuhan agar kita
tidak terjebak di dalam
keduniawian kita,
keegoisan kita,
emosi kita dan
hikmat kita yang terbatas.
Karena seringkali kita suka
memakai hikmat duniawi.
Mari kita berkata :
‘ Tuntunlah jalanku’ dan
Tuhan akan menuntun kita
ke jalan yang benar.
Dia adalah Gembala yang baik.
Ketika kau menghadapi
situasi yang sulit seperti itu,
mintalah tuntunan Tuhan.
Jauhilah sikap yang
ingin membalas.
Biarlah Tuhan yang
menuntun kita di dalam
keadilanNya.
Tuhan akan meratakan
jalanNya di hadapan kita
sehingga kita dapat melihat
betapa ajaibnya Tuhan.
3. Kehidupan orang percaya
akan bersukacita ketika
orang percaya berlindung
pada Tuhan.
Firman Tuhan hari ini
menasehati dan mengingatkan
kita bahwa orang percaya
akan bersukacita ketika
kita berlindung pada Tuhan.
Mazmur 5:11
(5-12) Tetapi semua orang
yang berlindung pada-Mu
akan bersukacita,
mereka akan bersorak-sorai
selama-lamanya,
karena Engkau
menaungi mereka;
dan karena Engkau
akan bersukaria
orang-orang yang
mengasihi namaMu.
Raja Daud mendengar gosip
dan perkataan bohong.
Itu semua membuat ia merana,
sedih, dan hilang harapan.
Namun Daud mengenal Tuhan.
Tuhan adalah Gembalanya.
Sesuatu yang kontras bukan?
Ketika Daud sedang mengalami
pergunjingan dari orang lain,
Dia justru dapat mengalami
sukacita yang sangat besar.
Tuhanlah yang memberi
sukacita itu kepadanya,
karena ia berlindung
kepada Tuhan.
Inilah pengalaman Raja Daud
yang begitu nyata.
Tidak mudah untuk Raja
Daud menjalani hidupnya.
Meskipun ia adalah
seseorang yang berkuasa,
namun banyak sekali orang-
orang yang mengkhianati dia.
Walaupun begitu,
sukacita di dalam hatinya
tetap melimpah karena
Tuhanlah yang Daud andalkan.
Janganlah kau mengandalkan
manusia karena kau
akan kecewa.
Manusia bisa tidak setia
dan bisa memiliki
subjectivitas yang
tidak tulus dalam hidupnya.
Tetapi Tuhan adalah
Tuhan yg dapat selalu
kita andalkan.
Tuhan tidak akan berubah.
Dialah yang memberikan
sukacita dalam hidup kita.
Biarlah Tuhan yang menjadi
sumber sukacita kita.
Bukanlah yang di dunia ini
yang kelihatannya baik,
bagus dan mahal.
Ketika kita menghadapi
segala kesulitan,
biarkan saja orang2 yang
berkata yang tidak baik.
Mari kita tetap bersandar
kepada Tuhan yang dapat
memberikan sukacita
pada kita.
Doakan dan Renungkan
•Bagaimana cara yang benar
untuk menyikapi orang yang
menggosipkan dan menjelekkan
nama baikmu?
•Apakah kau pernah mengalami
sukacita seperti Raja Daud
ketika kau menghadapi kesulitan
dalam hidupmu?
•Doakan dan Introspeksi kehidupanmu.
Apakah secara sadar maupun
tidak sadar kau pernah
mempergunjingkan orang lain?
Bertobatlah dan jalani hidup
yang memancarkan sukacita
dari Tuhan.
Mari kita terus belajar
dan bertumbuh dalam Kristus