Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG

Renungan Harian
GKY Mangga Besar

Rabu, 2 Februari 2022

Tuhan Adalah Gembalaku

Tuhan Adalah Gembalaku

RENUNGAN HARIAN

GKY MANGGA BESAR

Rabu, 2 Februari 2022


Lukas 9:22-36

Pemberitahuan Pertama Tentang Penderitaan Yesus dan Syarat-syarat Mengikut Dia; Yesus Dimuliakan di Atas Gunung.


Sebagai orang percaya kita bersyukur kita adalah orang yang telah dilahirkan kembali oleh Roh Kudus, sehingga kita boleh percaya kepada Yesus Kristus dan hidup kita menjadi hidup yang baru.


Mengenal Yesus Kristus di dalam kehidupan kita merupakan sebuah anugerah yang besar, karena dengan mengenal Yesus Kristus, terjadi perubahan yang radikal dalam kehidupan kita.


Mengenal Yesus Kristus, mengubah hati dan cara pikir, bahkan mengubah sikap kita terhadap lingkungan.


Itulah pentingnya seseorang mengenal Yesus Kristus. Perubahan yang terjadi bukan karena terpaksa, ataupun disertai dengan sungut-sungut.


Namun tidak berarti bahwa seorang yang telah mengalami hidup baru tidak mengalami kesulitan dan penderitaan atau tidak harus membayar harga.


Sebagai orang-orang percaya justru ada hal-hal di mana kita harus bayar harga, atau disebut berkorban.


Namun indahnya adalah sebagai orang percaya, kita melihat itu semua sebagai berkat yang Tuhan berikan kepada kita.


Sebuah hak istimewa boleh hidup bagi Tuhan. Indahlah kehidupan orang yang hidup dalam hidup yang baru itu.


Lukas 9:22-36


22 Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."


23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.


24 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.


25 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?


26 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus.


27 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Kerajaan Allah."


28 Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.


29 Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.


30 Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.


31 Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.


32 Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.


33 Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.


34 Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka.


35 Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia."


36 Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat itu.


Bagian Firman Tuhan hari ini merupakan pengajaran Tuhan Yesus tentang bagaimana kita seharusnya mengikut Tuhan Yesus atau menjadi muridNya.


Ternyata mengikut Tuhan Yesus memang tidak bisa dengan setengah hati atau setengah hidup kita, tetapi harus dengan sepenuh hati dan sepenuh hidup kita.


Mengapa demikian?


Pesan Firman Tuhan pada hari ini :


  1. 1. Hidup yang kekal dan kebinasaan tidak ada kaitannya satu dengan yang lain namun ketika kita menerima hidup kekal dalam Kristus, kita sadar bahwa Ia jauh lebih berharga daripada apapun.


Inilah yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita.


Tuhan Yesus berkata, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?”Dan ditambahkan, “bahkan kehilangan nyawamu”, sebab hidup kekal dan kebinasaan tidak ada kaitannya satu dengan yang lain.


Tuhan ingin Saudara dan saya sungguh-sungguh memiliki mata rohani yang celik.


Celik dalam arti Saudara melihat betapa mulianya mengikut Yesus dan betapa remehnya hal-hal yang sifatnya binasa di dunia ini.


Kita tidak bisa melayani Yesus sambil melayani mamon atau dunia ini.


Kita tidak bisa mencintai Yesus, juga mencintai hal-hal duniawi, karena itu tidak ada kaitan sama sekali.


Jika Saudara memiliki sikap seperti itu, yaitu tetap memiliki cinta yang begitu besar kepada perkara-perkara duniawi, maka ada baiknya Saudara introspeksi diri.


Jikalau Saudara telah lahir kembali, maka Roh Kudus mengubah seluruh hati, cara berpikir, dan bagaimana Saudara hidup, karena kuasa Roh Kudus begitu besar.


Roh Kudus mencelikkan mata rohani kita, sehingga kita tahu mana yang mulia mana yang tidak, mana yang berharga mana yang tidak, mana yang bersifat kekal dan mana yang bersifat fana/binasa.


Dengan demikian, kita memilih yang kekal, yang bernilai, yaitu Tuhan Yesus dan seluruh kehendak-Nya yang mulia itu.


  1. 2. Tidak ada pengorbanan yang kita sebut sebagai pengorbanan ketika kita melakukannya untuk Kristus, melainkan sebagai sebuah hak istimewa memberi persembahan kepada-Nya.


Ketika Tuhan Yesus mengajar murid-muridNya, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”


Maka pada saat itulah Tuhan Yesus mengajarkan, apa gunanya mendapatkan segala sesuatu tetapi kehilangan nyawa?


Artinya, begitu berharganya Tuhan Yesus sehingga seluruh pengorbanan kita dengan menyangkal diri, memikul salib, itu bukanlah sebuah pengorbanan.


Itu adalah sebuah hak istimewa karena kita boleh menghidupi kehidupan yang Tuhan inginkan dalam hidup kita.


Murid-murid yang mendengar pengajaran bagaimana mengikut Yesus, dan ketiga murid di atas bukit menyaksikan akan siapa Yesus.


Yesus yang sesungguhnya adalah Anak Allah itu sendiri, namun Dia inkarnasi mengenakan manusia.


Pada saat Dia di atas bukit, Tuhan Yesus menampakkan kemuliaan itu yang disaksikan oleh Musa dan Elia, dimana Musa dan Elia berbicara mengenai tujuan Kristus datang ke dalam dunia ini, untuk pergi ke Yerusalem dan mati di atas kayu salib.


Saat orang melakukan pengorbanan bagi seorang Yang Mulia, Yang Maha Tinggi, maka pengorbanan itu berubah menjadi hak istimewa yang Tuhan berikan.


Bukan sebagai kehinaan, tetapi sebagai kemuliaan. Biarlah kita mempunyai cara pikir yang seperti ini dalam kehidupan kita sebagai orang kristen.


Cara pikir hidup yang seperti ini hanya dapat dimungkinkan jika Engkau dan saya mengenal sungguh-sungguh siapa Yesus.


Disitulah Engkau bisa mengubah rasa berkorban menjadi rasa hak istimewa. Bisa melayani Tuhan dalam hidup ini adalah merupakan kasih karunia Tuhan.


Biarlah bagian Firman Tuhan ini mengubah cara pikir kita, ketika kita mengenal siapa Yesus dalam hidup kita.


Doakan dan renungkan


*Mengikut Tuhan Yesus tidak bisa dengan setengah hati atau setengah hidup, tetapi harus dengan sepenuh hati dan sepenuh hidup.


*Bukankah kita sangat terbatas untuk mengikut Tuhan sepenuh hati, sepenuh hidup? Mari andalkan Roh Kudus memimpin kita menghidupi hidup yang baru.


Terbatas itu baik, menyadarkan kita perlu Tuhan