Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Tuhan Adalah Gembalaku
RENUNGAN HARIAN
GKY MANGGA BESAR
Minggu, 16 Januari 2022
Lukas 6:1-5
Murid-Murid Memetik Gandum Pada Hari Sabat
Shalom Saudara-Saudara yang dikasihi oleh Tuhan, kita hidup di dunia ini bukan sekedar untuk menjalankan kehidupan untuk kepentingan diri sendiri.
Namun ada panggilan Tuhan karena Tuhan yang mencipta kita, Tuhan yang menebus kita, Tuhan yang melihat bahwa hidup kita ini memang berguna dan memang demikianlah Tuhan di dalam mencipta kita.
Marilah kita menjadi orang yang berguna ditengah-tengah dunia ini.
Adakalanya kita menemukan terjadinya penyalahgunaan sesuatu, sebagai contoh penyalahgunaan kekuasaan.
Kekuasaan seharusnya adalah demi kebaikan masyarakat, tetapi tidak terjadi demikian bukan?
Adakalanya manusia mencapai kekuasaan untuk mencari kepentingannya sendiri misalnya korupsi atau penyalahgunaan hak dan wewenang.
Bukan itu saja, penyalahgunaan tubuh sehingga tubuh yang baik ini menjadi cepat rusak, karena penyalahgunaan.
Juga penyalahgunaan hukum dan peraturan, memakai hukum untuk tindakan yang tidak memenuhi standard kemanusiaan.
Bagaimana kita melihat hukum-hukum Allah di dalam kehidupan kita sebagai orang Kristen?
Mari kita membaca Firman Tuhan dariLukas 6:1-5
1Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.
2Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
3Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
4bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?"
5Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."
Hari Sabat memang ditetapkan oleh Tuhan bagi bangsa Israel, merupakan peraturan demi kebaikan bangsa Israel.
Tuhan tidak membuat hari Sabat menjadi jerat, tetapi manusialah yang membuat nya menjadi jerat dan beban bagi umat Tuhan.
Apakah pesan Firman Tuhan dari bagian yang kita baca ini?
1.Peraturan Tuhan adalah sebagai kebutuhan manusia, bukan sekedar manusia bagi peraturan.
Firman Tuhan berkata diayat 1-4:
1Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.
2Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
3Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
4bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?"
Orang Farisi keberatan ketika murid-murid Tuhan Yesus di dalam perjalanan mengambil bulir gandum dari ladang lalu menggisarnya dengan tangannya, menurut orang-orang Farisi hal itu tidak diperbolehkan pada hari Sabat.
Sedangkan di dalam Perjanjian Lama hal ini tidak dilarang, mereka boleh melakukannya, namun pemimpin agama Yahudi menambahkan apa yang tidak boleh dilakukan pada hari Sabat yang tidak tercantum dalam Perjanjian Lama.
Disini Tuhan Yesus memberikan penjelasan ketika raja Daud dan pengikutnya lapar tidak punya makanan, maka mereka mengambil roti sajian yang ada di rumah Tuhan, roti itu adalah khusus bagi Imam-Imam, tetapi diberikan kepada Daud dan pengikutnya karena mereka lapar.
Tuhan mau memberitahukan kepada kita bahwa peraturan dan hukum Allah adalah demi kebaikan manusia, bukan manusia demi peraturan.
Hari Sabat yang Tuhan berikan kepada bangsa Israel adalah demi kebaikan, mereka sudah bekerja selama 6 hari maka pada hari ketujuh Tuhan memerintahkan kepada mereka beristirahat.
Beristirahat secara jasmani dengan tidak bekerja di ladang namun juga mengalami peristirahatan secara rohani, atau yang disebut dengan direchargekerohanian dengan beribadah kepada Tuhan. Siapakah yang dapat mengisi rohani kita? Hanya Tuhan saja.
Bukankah baik setelah kita begitu letih dalam pekerjaan kita, mungkin kita mengalami yang disebut dengan sampah-sampah rohani yang masuk ke dalam jiwa kita dan pada hari ketujuh, pada hari Sabat itu sebagai bangsa Israel mereka mengalami kesegaran yang daripada Tuhan.
Peraturan Tuhan bukan untuk menjerat Anda dan saya, tapi peraturan Tuhan ketika Anda dan saya menghidupi dengan benar dan memaknainya, Anda akan mengalami berkat yang daripada Tuhan.
2.Tuhan Yesus adalah Tuhan atas Sabat yang memberikan sabat bagi jiwa kita, Dia dan kehendak-Nyalah yang harus diutamakan, bukan sekedar kita mengutamakan harinya.
Firman Tuhan berkata di ayat 5, kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."
Ketika Tuhan memerintahkan untuk menghormati hari Sabat dan menguduskannya, apakah maksud Tuhan menghormati harinya atau menghormati Tuhannya?
Orang-orang yang legalistik bisa kehilangan pesan yang Tuhan berikan kepada mereka, ketika Tuhan katakan kuduskanlah hari Sabat maksudnya adalah khususkanlah hari Sabat bagi Tuhan.
Ketika kita mengkhususkan satu hari maka kita bukan sedang menghormati harinya, tetapi kita sedang menghormati Tuhannya atas hari itu.
Kalau dikatakan kita menghargai hari-hari yang kita terima, sebetulnya kita bukan sekedar menghargai harinya, karena hari itu bukanperson, tetapi kita menghargai sang pemberi hari itu kepada kita.
Oleh karena itu Tuhan Yesus adalah Tuhan atas hari Sabat, artinya Dia lah yang harus diutamakan dan kehendak Dia lah yang harus kita kerjakan.
Sabat itu adalah kelegaan bagi jiwa kita, bukan harinya yang memberikan kelegaan, tetapi Tuhan Yesus yang memberikan kelegaan kepada kita.
Oleh karena itu Tuhan Yesus memanggil kita, mengundang kita, Dia berkata marilah datang kepada-Ku hai kamu yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan bagimu.
Inilah yang Tuhan maksudkan di dalam hari perhentian, sebagai orang percaya Tuhan menyediakan waktu hari minggu, hari pertama tiap minggu, merupakan hari perhentian bagi kita.
Kita bukan menghormati harinya, tapi kita menghormati Tuhan yang telah bangkit yang kita peringati setiap hari minggu dan kebangkitan-Nya itulah memberikan kelegaan, memberikan hidup yang baru dan menyegarkan jiwa kita.
Sudahkah kita memaknai tiap-tiap hari kita, bukan menghormati harinya, tapi menghormati Tuhan yang memberikan hari itu kepada kita.
Doakan dan renungkan:
*Hari Minggu adalah libur yang kita nantikan setiap minggu bukan? Hal utama apa yang biasanya Saudara lakukan pada hari Minggu?
*Tuhan menciptakan hari istirahat bagi tubuh dan kerohanian kita, mari nikmati setiap minggu bersekutu denganNya.
Utamakan Pencipta sabat pada hari sabat