Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan adalah Gembalaku
Tuhan Adalah Gembalaku
RENUNGAN HARIAN
GKY MANGGA BESAR
Kamis, 11 November 2021
Yohanes 13:21-30
Yesus Memperingatkan Yudas
Shalom Saudara-Saudara yang dikasihi oleh Tuhan, saya percaya setiap orang yang mengenal Yesus mengalami kasih Tuhan, ekspresi kasih Tuhan yang seperti apa yang Anda alami dalam hidup ini?
Tentu ada banyak ekspresi kasih Tuhan ketika Tuhan mengasihi kita, biarlah kita peka akan ekspresi kasihNya supaya kita boleh mengikut Dia dengan sungguh-sungguh dan menyenangkan hatiNya.
Apakah Anda pernah merasa bahwa Tuhan menegur Anda melalui Firman-Nya?
Adakalanya Tuhan menegur kita lewat Firman-Nya secara langsung, contoh: jangan mencuri; tapi adakalanya Tuhan secara tidak langsung, contoh: lewat kisah yang menceritakan perbuatan Tuhan dan Anda tahu bahwa Tuhan sedang menegur Anda.
Pertanyaannya, apakah respon Anda?
Berbagai macam respon orang terhadap terguran Tuhan, yang pertama ada orang yang menganggap sepi, masa bodoh/tidak peduli, dia membaca Firman, tapi mengabaikan setiap teguran;
yang kedua, ada orang yang mencoba membela diri atau merasionalisasi apa yang dia perbuat;
yang ketiga, ketika dia membaca Firman dan tahu dia sedang ditegur oleh Tuhan, dia bertobat dan meninggalkan hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan dan melakukan apa yang Tuhan mau.
Satu hal yang kita perlu sadari bahwa kita tidak hidup di dunia yang netral, ada banyak faktor yang mempengaruhi keputusan kita, salah satunya pengaruh si jahat yang selalu menentang apa yang Tuhan mau, oleh karena itu mari kita introspeksi bagaimana kita merespons kepada nasehat dan teguran Tuhan.
Mari kita membaca dariYohanes 13:21-30
21Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
22Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.
23Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
24Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!"
25Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?"
26Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
27Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."
28Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.
29 Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.
30Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.
Bagian Firman Tuhan hari ini memberikan gambaran betapa Yesus dengan gamblang bersikap terhadap apa yang akan dilakukan oleh Yudas Iskariot,
yang pertama Tuhan Yesus tahu apa yang akan dilakukan oleh Yudas Iskariot, yang kedua, Tuhan Yesus tidak masa bodoh dengan apa yang akan dilakukan oleh Yudas Iskariot, dan yang ketiga Yesus Kristus tetap memegang kedaulatan atas diri-Nya sendiri.
Apakah pesan Firman Tuhan bagi kita?
1.Tuhan Yesus melalui Firman-Nya dapat menegur kita, apakah kita sungguh mau bertobat.
Firman Tuhan berkata demikian diayat 21-26:
21Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
22Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.
23Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.
24Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!"
25Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?"
26Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
Kadang ada orang yang berpendapat bahwa Tuhan Yesus membiarkan Yudas Iskariot di dalam kesalahannya, mungkin ada orang berpikir Yesus membenci Yudas Iskariot,
tapi kalau Anda membaca kisah injil maka faktanya tidak demikian, sebagaimana Tuhan Yesus mencuci kaki murid-murid yang lain, kaki Yudas Iskariot pun dicuci.
Tuhan Yesus tidak masa bodoh dengan apa yang akan diperbuat oleh Yudas Iskariot, Dia tahu dan dengan terus terang memberitahukan siapa yang akan mengkhianati Dia, bahkan dengan cara yang sangat gamblang.
Ketika Dia berkata orang itu adalah orang yang kepadanya Aku memberikan roti yang telah dicelup ke air anggur, setelah berkata demikian Yesus langsung mencelupkan roti ke dalam air anggur dan memberikannya kepada Yudas Iskariot.
Apa artinya? Artinya Yesus sedang berbicara dengan Yudas Iskariot, sebagai sebuah peringatan, hai Yudas Iskariot engkau akan mengkhianati Aku.
Di dalam hidup, Tuhan berbicara melalui Firman-Nya, Dia menegur/memberitahukan kepada kita apa yang salah.
Apakah respons kita seperti Yudas Iskariot? dia masa bodoh, tidak mau tahu akan peringatan Tuhan Yesus, dia berjalan sesuai dengan keinginannya saja.
Mari kita tidak bersikap seperti Yudas Iskariot terhadap teguran/nasehat Tuhan, kita menjadi orang yang memiliki hati yang lembut, cepat bertobat dan cepat melangkah untuk melakukan yang benar,
Tuhan menegur kita karena Dia mengasihi kita karena Dia ingin kita tidak celaka, supaya kita semakin bertumbuh menjadi kesaksian, bahkan menjadi serupa dengan Dia.
1.Hidup ini tidaklah netral, ada si iblis yang terlibat dan selalu mendorong kita untuk melawan Tuhan.
Firman Tuhan berkata demikian diayat 26-30:
26Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.
27Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."
28Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.
29 Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.
30Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.
Peristiwa mendekati salib ada banyak pihak yang terlibat, salah satunya adalah si iblis,
bagaimana Yudas menuruti bisikan dan dikuasai oleh si iblis sehingga dia mengkhianati Tuhan Yesus padahal Tuhan Yesus sudah memberikan peringatan kepadanya.
Namun kedaulatan Yesus Kristus berada di atas segala sesuatu, kisah kayu salib bukanlah dipimpin oleh si iblis, atau Yudas Iskariot tapi dipimpin oleh kehendak Allah Bapa, dibawah kedaulatan Tuhan Yesus, tidak ada seorang pun yang dapat mengambil apapun dari Tuhan Yesus kalau Dia tidak menyerahkannya.
Peristiwa ini memberitahukan kehidupan tidak pernah netral, kita tidak bisa hidup biasa-biasa saja, tidak ikut Tuhan, Anda akan dipengaruhi untuk ikut yang lain dan iblis itu mengaum-ngaum mencari mangsa.
Yudas Iskariot tidak mau ikut rencana Tuhan maka dia masuk kedalam rencana sang iblis, oleh karena itu marilah kita menjadi orang-orang yang selalu memiliki hati bagi Tuhan,
itulah yang akan melindungi kita dari desakan, bisikan dan pencobaan si iblis, ataupun pencobaan dari hawa napsu kedagingan kita.
Mari kita diam dalam pelukan Tuhan Yesus karena tidak ada seorang pun, tidak ada kuasa apapun yang sanggup merebut kita karena kedaulatan Dia begitu melampaui segala sesuatu.
Mari kita menyerahkan hidup kita untuk melakukan apa yang Tuhan mau.
Doakan dan renungkan:
*Firman Tuhan memang bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakukan dan mendidik orang dalam kebenaran.
*Dalam kasihNya, Yudas Iskariot diingatkan akan kesalahannya, tapi dia tidak menghiraukannya. Pernahkah Firman Tuhan yang Saudara dengar/baca menyatakan kesalahan? Apa respon Saudara?
Firman Tuhan Hidup Dalam Kehidupan Anak-AnakNya