Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan adalah Gembalaku
Tuhan Adalah Gembalaku
RENUNGAN HARIAN
GKY MANGGA BESAR
Rabu, 6 Oktober 2021
Yohanes 6:60-63
Murid-murid mengundurkan diri di Galilea.
Sudahkah Saudara bersyukur karena Tuhan memberikan Alkitab, yaitu FirmanNya? Karena dengan demikian, Saudara boleh mengenal Tuhan dan kasih-Nya.
Jangan pernah tinggalkan Alkitabmu! Baca dan renungkan, karena melalui-Nya kita mengenal Tuhan.
Untuk setia membaca Alkitab atau merenungkan FirmanNya, banyak orang Kristen mengalami kesulitan karena konteks dan budaya dalam Alkitab yang sangat berbeda dengan masa ini.
Bisa juga karena bahasa dan terminologi yang dipakai. Namun satu hal yang hakiki karena Firman Allah sifatnya rohani sedangkan manusia berdosa tidak dapat melihat perkara rohani.
Beberapa orang berkata, “Alkitab hanya mengajarkan hal-hal baik.” dan bagi mereka itu cukup, padahal Alkitab tidak sekedar membahas hal-hal baik.
Alkitab berbicara bagaimana manusia mati rohani/binasa, mendapatkan hidup kekal dan dihidupkan rohaninya oleh pekerjaan Roh Kudus dalam Yesus Kristus.
Oleh karena itu kita yang mengenal Yesus, mari setia membaca Firman, karena Firman itu mencelikkan mata rohani kita.
Yohanes 6:60-63
60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
62 Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?
63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.
Kita terbiasa dengan respons dari pemimpin agama orang Yahudi kepada Yesus bahwa mereka menolak Yesus bahkan mereka membenci Yesus.
Namun dalam peristiwa ini, justru murid-murid Tuhan Yesus (selain 12 murid) juga menolak perkataan Tuhan Yesus.
Pesan Firman Tuhan pada hari ini:
1.Bagi orang yang tidak mengenal Yesus, perkataan-Nya adalah perkataan yang sulit untuk diterima.
Yohanes 6:60
Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
Kata “sanggup mendengarkannya” bukan semata-mata berarti mampu memahaminya, tapi juga mampu menerimanya.
Perkataan apa yang begitu keras dan sulit bagi murid-murid untuk memahami? Setidaknya ada dua.
Pertama “Akulah roti yang telah turun dari sorga."Kedua“… jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup (hidup kekal) di dalam dirimu.”
Bagi para murid, kalimat pertama adalah kalimat yang sangat sensasional karena mereka hanya mengenal Yesus secara jasmaniah.
Mereka bertanya, “Bagaimana Yesus, yang ayah ibunya tinggal di Nazaret yang kita kenal, bisa berkata bahwa Ia adalah roti hidup yang turun dari sorga?”
Kalimat kedua sangat barbarian dan mengerikan: Makan daging dan minum darah, sedangkan murid-murid Yesus adalah orang Yahudi/beragama yang memiliki aturan makan yang sangat ketat.
Para murid tidak dapat menerima perkataan Yesus karena mereka tidak mengenal Yesus Kristus.
Ketika seseorang mengenal Yesus Kristus, barulah mata rohani dicelikkan sehingga ketika ia mendengar atau menerima Firman itu, dia mulai memahami apa yang Tuhan katakan.
Hanya Yesus Kristus yang dapat membuka tabir penutup mata rohani ketika kita membaca Kitab Suci.
Begitu banyak orang Yahudi membaca Perjanjian Lama tanpa disingkapkan.
Hanya Yesus Kristus yang dapat menyingkapkan Perjanjian Lama, sehingga bisa dipahami dan dimengerti apa yang dimaksudkan Firman Tuhan.
Sebagai orang percaya yang sudah mengenal Yesus, kita harus merenungkan Firman Tuhan karena melalui Firman Tuhan, mata rohani kita dicelikkan kembali.
Kita bisa mengenal Dia lebih dalam lagi karena Firman Tuhan adalah penyataan Allah yang khusus bagi kita.
2.Pemahaman lahiriah tidak akan sanggup memahami hal-hal rohani, perkataan Tuhan Yesus adalah perkara rohani dan hidup.
Yohanes 6:61-63
61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
62 Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?
63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.
Yesus tahu apa yang menjadi keluh kesah mereka. Oleh karena itu Tuhan berkata, “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?”
Bahwa Yesus adalah roti hidup yang turun dari sorga. Ayat 62 berbicara sesuatu yang tidak sanggup dipikirkan secara jasmaniah.
Yesus memberitahukan bahwa Ia memang berasal dari sorga, dan Ia akan kembali ke tempat itu lagi.
Tuhan mau berkata bahwa apa yang Ia katakan kepada mereka adalah hal sorgawi atau rohani, sesuatu yang melampaui hal jasmani atau hal-hal di bumi.
Jika kita tidak memiliki hidup rohani maka kita tidak bisa memahami perkara-perkara rohani.
Ketika kita membaca Firman yang rohani tetapi kita tidak memiliki hidup rohani, maka kita melihat Firman hanya sebatas jasmani berupa aturan, perintah atau etika.
Hampir sama dengan ajaran-ajaran pada umumnya mengenai perbuatan baik. Namun Firman Tuhan tidak hanya sampai di sana.
Firman Tuhan justru ingin memberikan suatu tataran yang berbeda yaitu kita memiliki hidup rohani di dalam Kristus melalui pekerjaan Roh Kudus di dalam kita.
Oleh karena itu, orang-orang yang rohani melihat kehidupan ini berbeda dengan orang-orang semata-mata jasmani.
Orang-orang rohani bersikap berbeda dalam menghadapi kehidupan ini.
Meskipun hidup ini penuh dengan pergumulan, orang-orang rohani memiliki mata rohani sehingga mereka bisa memiliki sukacita melampaui segala pergumulan yang dia hadapi.
Rugilah kita jikalau kita hanya hidup dengan jasmaniah karena karunia sorgawi itu adalah hidup rohani yang diberikan dalam Yesus Kristus.
Doakan dan renungkan:
*Bagi orang yang belum mengenal Tuhan Yesus, FirmanNya kadang terdengar keras dan menggoncangkan iman. Mengapa?
* Karena Firman Tuhan seringkali berbicara tentang hal rohani yang sulit bahkan mustahil diterima oleh logika manusia.
Mari belajar FirmanNya dari Sang Firman