Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
2 Korintus 4:7-15
Harta Rohani Dalam Bejana Tanah (Part 2)
Jika kita memiliki harta yang sangat berharga, misalnya berlian senilai miliaran rupiah, tentu kita akan menyimpannya dengan sangat hati-hati, bukan?
Kita akan memilih tempat yang aman, yang kuat, bahkan tempat yang begitu indah untuk menyimpan berlian tersebut.
Rasanya aneh jika kita memiliki berlian yang begitu mahal, tapi malah justru disimpan di dalam sebuah wadah yang sederhana, bahkan mudah pecah.
Gambaran yang berbeda justru kita temukan di dalam 2 Korintus 4:7-15.
Paulus mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya pada saat itu memiliki sebuah harta yang sangat berharga, namun harta tersebut malah disimpan di dalam bejana tanah liat.
Bejana yang sederhana, bejana yang rapuh, bahkan mudah pecah. Apa yang dimaksud dengan harta dalam bejana tanah liat itu? Mari kita membaca bagian firman Tuhan dari:
2 Korintus 4:7-15
4:7 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
4:8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
4:9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.
4:10 Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.
4:11 Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.
4:12 Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu.
4:13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.
4:14 Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya.
4:15 Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.
Harta berharga yang dimaksud Paulus adalah Injil, yaitu kabar baik yang menyatakan kemuliaan Allah melalui Kristus.
Paulus dan rekan-rekannya menyadari bahwa mereka itu memiliki Injil sebagai harta yang sangat berharga, karena melalui Injil mereka percaya Kristus dan karena itu mereka juga mau memberitakan Injil kepada orang-orang.
Padahal harta itu berada di dalam bejana tanah liat menggambarkan bagaimana Injil berada di dalam manusia yang rapuh, manusia yang lemah, dan manusia yang terbatas.
Karena itu jika Paulus dan rekan-rekannya bisa terus memberitakan Injil di dalam berbagai keadaan, itu merupakan kuasa Tuhan yang bekerja di dalam diri mereka.
2 Korintus 4:8-9
4:8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
4:9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.
Di ayat 8-9, Paulus berkata bahwa mereka melayani dan membagikan Injil tersebut dalam keadaan ditindas, dalam keadaan tidak tahu bagaimana menyelesaikan keadaan yang tidak mudah, dianiaya, mengalami berbagai macam tekanan.
Walaupun begitu, mereka tidak terjepit, mereka tidak putus asa, mereka tidak pernah ditinggalkan sendirian.
Bahkan mereka tidak binasa, karena dalam segala keadaan itu ada Tuhan yang terus menyertai, terus memelihara, bahkan terus memampukan mereka.
Saudara, sampai di sini yang perlu kita renungkan Adalah: sadarkah kita bahwa sebagai orang yang telah menerima Injil, kita juga sudah menerima harta yang sangat berharga itu.
Kita telah menerima kabar baik tentang Kristus dan melalui Injil itu akhirnya kita dapat mengenal dan percaya kepada Allah dan karya keselamatan-Nya, namun harta berharga itu bukan hanya untuk kita simpan sendiri.
Tuhan yang telah mempercayakan Injil kepada kita juga memanggil kita untuk memberitakannya kepada orang-orang lain. Itulah yang Paulus dan rekan-rekannya lakukan pada saat itu.
Jika begitu, apakah kita bersedia juga dipakai Tuhan untuk memberitakan Injil kepada orang-orang lain di luar sana?
Karena sebetulnya itulah yang Tuhan kehendaki, seperti yang Tuhan Yesus katakan sebelum Dia naik ke surga, supaya kita sebagai orang percaya itu bisa pergi memberitakan Injil, menjadikan semua bangsa sebagai murid-Nya Tuhan.
Ini memang bukanlah tugas yang mudah, kita merasa mungkin diri kita ini terlalu lemah, tidak mampu, bingung cara menyampaikannya dengan baik seperti apa, merasa kita tidak pandai berbicara, atau juga kita mungkin merasa takut ditolak.
Seperti yang Paulus katakan tadi, memang kita ini seperti bejana tanah liat yang memang rapuh, lemah, dan terbatas, tapi jangan lupa ada kuasa Tuhan yang mampu melampaui kemampuan kita.
Dia dapat memampukan kita, memberikan kita kekuatan supaya kita bisa menjalankan apa yang menjadi kerinduan Tuhan, yaitu bagaimana semua orang di dunia ini dapat mendengar Injil adalah kabar baik yang luar biasa.
2 Korintus 4:13
4:13 Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.
Paulus dan rekan-rekannya juga bukan orang yang sempurna untuk menjalankan pelayanan mereka, tapi seperti yang Paulus katakan di ayat 13, karena mereka memiliki iman percaya kepada Tuhan, maka mereka terus dapat berkata-kata memberitakan Injil.
Kekuatan mereka itu bukan bersumber pada diri mereka sendiri, tapi bersumber pada Dia yang adalah Tuhan.
Kira-kira apa yang membuat Paulus tetap semangat, tetap yakin melakukan semuanya itu sekalipun di tengah pelayanan yang penuh dengan penderitaan, bahkan penuh dengan resiko yang ada?
2 Korintus 4:13
4:14 Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya.
Ayat 14, Paulus mengatakan bahwa mereka memiliki sebuah pengharapan di dalam Kristus.
Dia tahu bahwa Allah yang telah membangkitkan Tuhan Yesus juga akan membangkitkan mereka bersama-sama dengan Yesus.
Itu berarti, Paulus tidak hanya melihat keadaan yang sedang dia hadapi pada saat itu, tapi dia melihat ke depan kepada apa yang Tuhan kerjakan pada akhirnya.
Paulus tahu bahwa penderitaan yang dia alami pada saat itu bukanlah akhir dari segala sesuatunya.
Bahkan jika pelayanannya membawa resiko bahwa dia harus mati, dia tahu bahwa ada sebuah pengharapan yang luar biasa, bagaimana suatu hari nanti orang percaya akan dibangkitkan dan bertemu dengan Kristus.
Saudara, kita sudah menerima harta Injil itu, karena itu seharusnya pengharapan yang kita punya adalah pengharapan yang sama seperti yang Paulus punya.
Pengharapan mengenai suatu hari nanti kita semua akan bertemu dengan Kristus yang adalah Juru selamat kita.
Yang perlu kita renungkan adalah:
1. Kira-kira apa yang masih menghalangi kita untuk mau mengabarkan Injil Kristus yang begitu indah itu?
Apa yang membuat kita ragu untuk menceritakan kepada orang di sekitar kita tentang keindahan Kristus yang mau berkorban hanya untuk menyelamatkan kita yang sebenarnya tidak layak untuk diselamatkan?
2. Kiranya kita kembali diteguhkan dan dikuatkan supaya kita mau membagikan Injil Kristus.
2 Korintus 4:15
4:15 Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.
Doakan dan renungkan
* Paulus dan teman-temannya menyadari bahwa mereka memiliki Injil sebagai harta yang sangat berharga, karena itu mereka mau memberitakan Injil kepada orang lain.
* Jika Paulus dan rekan-rekannya bisa terus memberitakan Injil dalam berbagai keadaan, itu merupakan kuasa Tuhan yang bekerja di dalam diri mereka.
Bagikan Berita Injil