Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Rabu, 04 November 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

2 Korintus 3:12-18

Pelayan-pelayan perjanjian yang baru (part 3)


Jika kita menggunakan kacamata, saat keluar dari ruangan dingin ke tempat yang lebih panas, kacamata kita jadi berembun sehingga membuat pandangan kita menjadi buram.


Kita tahu hal yang ada di depan kita, tapi tidak dapat melihat dengan jelas. Kita perlu membersihkan embun yang ada di kacamata itu, supaya bisa kembali melihat dengan jelas.


Embun yang menutupi kacamata tadi, dapat membantu kita memahami gambaran yang Paulus katakan di dalam 2 Korintus 3.


Paulus berbicara tentang selubung yang menutupi hati manusia, sehingga manusia tidak dapat lagi melihat kemuliaan Allah yang dinyatakan Alkitab, melalui Kristus.


Bagi kita yang berada di dalam Kristus, selubung itu sudah disingkapkan.


Mari, kita merenungkan hal ini:


2 Korintus 3:12-18


12 Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian,


13 tidak seperti Musa, yang menyelubungi mukanya, supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu.


14 Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya.


15 Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka.


16 Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya.


17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.


18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.


Seperti yang sudah direnungkan sebelumnya, dalam 2 Korintus 3 ini Paulus sedang membandingkan pelayanan dalam perjanjian baru dengan pelayanan Musa di perjanjian lama.


Pelayanan Musa di perjanjian lama memiliki kemuliaan, karena berasal dari Allah; tetapi pelayanan di perjanjian baru memiliki kemuliaan yang jauh lebih besar dan tidak berkesudahan melalui karya Kristus dan Roh Kudus.


Maka pada ayat 12, Paulus menekankan hal yang membuat dirinya dan rekan-rekannya memiliki harapan yang luar biasa dan melayani dengan berani pada saat itu.


Lalu pada ayat 13, dijelaskan bahwa tidak seperti Musa yang menutupi mukanya dengan kain yang disebut selubung, supaya orang-orang Israel tidak melihat akhir dari kemuliaan yang memudar pada wajah Musa, seperti yang dikisahkan di Keluaran 34:33.


Menariknya, Paulus menjelaskan lagi tentang hal yang lebih dalam. Selubung yang awalnya merupakan kain yang menutupi wajah Musa. Selanjutnya, digunakan Paulus untuk menggambarkan kondisi hati manusia.


Paulus mengatakan bahwa sampai masa itu, selubung masih menutupi orang-orang Israel ketika mereka membaca perjanjian lama.


Mereka rajin membaca kitab suci, tahu tentang Allah; tetapi tidak dapat melihat dengan jelas bahwa hal yang dibaca itu menunjuk kepada Kristus.


Sebuah masalah rohani terungkap. Masalah bukan terletak pada mereka yang tidak memiliki Firman Tuhan atau tidak mengetahui tentang Allah, melainkan kondisi hati dan pikiran yang tumpul.


Mereka tidak dapat melihat dan memahami dengan benar, hal yang Allah nyatakan melalui firman-Nya, mengenai kemuliaan Allah yang terbesar; dimana Kristus adalah penggenapan yang telah dinyatakan di dalam perjanjian lama.


Paulus menjelaskan bahwa solusi dari masalah rohani ini bukan berasal dari mereka sendiri.


Bukan dengan membaca Alkitab lebih banyak, berusaha lebih keras melakukan hukum Taurat, atau menjadi lebih pintar dari pada orang lain.


Solusinya adalah Kristus sendiri. Hanya di dalam Kristus, selubung itu dapat disingkapkan dari hati manusia. Hal ini dijelaskan dalam ayat 16.


2 Korintus 3:16


16 Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya.


Hanya Tuhan yang dapat membebaskan kita dari selubung, ketumpulan rohani; sehingga kita dapat melihat dan mengenal kemuliaan-Nya yang luar biasa di dalam Kristus Yesus.


Firman Tuhan mengatakan bahwa bagi kita yang sudah hidup di dalam Kristus, selubung itu sudah disingkapkan di dalam diri kita.


Tuhan sudah membebaskan kita dari selubung itu sehingga kita bisa melihat kemuliaan Tuhan yang begitu luar biasa di dalam Kristus Yesus. Kita juga semakin bisa mengenal Dia di dalam kehidupan kita.


Setelah hal tersebut disingkapkan, pertanyaannya adalah apakah saat kita membaca dan mendengarkan Firman Tuhan di setiap ibadah; hal itu masih hanya sekadar menjadi informasi dan pengetahuan yang ada di dalam pikiran kita saja?


Padahal tujuan kita membaca dan mendengarkan Firman Tuhan, itu bukan hanya supaya kita menjadi banyak tahu tentang Tuhan, melainkan semakin mengenal, melihat kemuliaan yang Tuhan nyatakan di dalam diri Kristus.


Saat kita terus memandang kemuliaan Tuhan yang besar itu, hidup kita tidak akan pernah sama lagi.


Pada ayat 18, Paulus mengatakan bahwa kita semua sudah tidak memiliki selubung lagi karena anugerah Tuhan.


Hidup kita akan memancarkan kemuliaan Tuhan itu dengan terus bertumbuh dan menjadi serupa dengan Kristus. Hal ini bukan suatu usaha yang dapat kita capai dengan kekuatan sendiri.


Itu adalah pekerjaan Allah di dalam diri kita ketika kita mau terus hidup memandang Dia, hidup terus memandang kemuliaan-Nya di dalam karya Tuhan.


Pesan Firman Tuhan bagi kita


1. Ketika kita memandang kemuliaan Kristus, Roh Kudus bekerja untuk terus membentuk kita menjadi serupa dengan Kristus.


Membentuk cara kita menjalani hidup sehari-hari. Saat kita melihat bagaimana Kristus mengasihi kita, kita juga dapat belajar mengasihi orang lain dengan baik.


Saat kita melihat Kristus taat kepada Bapa, kita juga belajar untuk semakin taat kepada Tuhan.


Saat Kristus menunjukkan anugerah-Nya yang begitu besar untuk kita, kita juga belajar untuk hidup di dalam anugerah itu.




2. Kiranya kita bisa semakin serupa dengan Kristus di seluruh kehidupan kita


Mencerminkan kemuliaan Kristus dengan hidup semakin serupa dengan Dia adalah hal yang Tuhan inginkan dalam hidup kita.


Doakan dan renungkan


* Apabila hati orang berbalik kepada Tuhan, maka selubung yang menutupi hatinya diambil dari padanya.


* Hanya Tuhan yang dapat membebaskan kita dari selubung, ketumpulan rohani; sehingga kita dapat melihat dan mengenal kemuliaan-Nya yang luar biasa di dalam Kristus Yesus.


Masihkah hatiku terselubung?