Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
2 Korintus 3 : 7-11
Pelayan-pelayan perjanjian yang baru (part 2)
2 Korintus 3 : 7-11
7 Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian
8 betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh!
9 Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran.
10 Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai arti.
11 Sebab, jika yang pudar itu disertai dengan kemuliaan, betapa lebihnya lagi yang tidak pudar itu disertai kemuliaan.
Pernahkah kita mendaki gunung sampai ke puncaknya? Semakin tinggi kita mendaki, semakin luas dan indah pemandangan yang bisa kita lihat.
Dari atas, kita dapat melihat hal-hal yang sebelumnya tidak terlihat ketika masih berada di bawah.
Dalam 2 Korintus 3:7–11, Paulus juga mengajak kita melihat kemuliaan yang jauh lebih besar daripada apa pun.
Kemuliaan ini bukan hanya jauh lebih besar, tetapi juga tidak berkesudahan karena sifatnya kekal dan tidak pernah pudar.
Bagian Firman Tuhan ini merupakan tulisan Paulus ketika ia sedang membicarakan pelayanannya pada saat itu.
Dalam ayat sebelumnya, yaitu ayat 6, Paulus berkata, “Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari roh. Sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi roh menghidupkan.”
Melalui ayat ini, Paulus menyatakan bahwa pelayanan yang sedang ia lakukan merupakan pelayanan yang berasal dari perjanjian baru yang telah Tuhan anugerahkan. Perjanjian yang tertulis dalam Alkitab bukan sekadar kesepakatan, melainkan sebuah ikatan dan relasi yang Allah tetapkan dengan umat-Nya.
Di dalamnya, Allah menyatakan janji dan anugerah-Nya, serta memanggil umat-Nya untuk hidup dalam relasi dengan Dia.
Pelayanan Paulus berasal dari perjanjian baru, yang tidak lagi berpusat pada hukum Taurat yang tertulis di loh batu seperti dalam perjanjian lama.
Sebaliknya, perjanjian baru berpusat pada karya Roh Kudus yang memberikan kehidupan.
Dalam ayat 7, Paulus membicarakan pelayanan dalam perjanjian lama. Pelayanan ini diberikan Allah melalui Musa dalam bentuk hukum Taurat yang dituliskan pada loh-loh batu.
Hukum Taurat menyatakan kehendak Allah dan menunjukkan kepada manusia bagaimana seharusnya hidup di hadapan Tuhan.
Namun, seperti yang kita ketahui, tidak ada manusia yang dapat menjalani hidup dengan sempurna sesuai dengan hukum tersebut.
Karena itu, Paulus berkata bahwa pelayanan ini memimpin kepada kematian, sebab tidak ada satu pun manusia yang mampu hidup sesuai dengan hukum itu.
Bukan berarti pelayanan dalam perjanjian lama lebih buruk. Paulus mengingatkan bahwa kemuliaan Allah tetap ada dan menyertai pelayanan dalam perjanjian lama tersebut.
Ada cahaya pada wajah Musa ketika ia turun dari gunung setelah menerima loh-loh batu dari Tuhan. Wajah Musa memancarkan kemuliaan Allah sehingga bangsa Israel pun tidak tahan melihatnya.
Pelayanan dalam perjanjian lama juga menyadarkan manusia bahwa mereka tidak dapat menyelamatkan diri sendiri melalui usaha mereka.
Pelayanan ini tetap menyatakan kemuliaan Allah, bahkan mengarahkan manusia kepada kemuliaan yang akan datang.
Oleh karena itu, Paulus mengatakan bahwa jika pelayanan yang membawa kematian dan penghukuman saja tetap mendatangkan kemuliaan Allah, terlebih lagi pelayanan dalam perjanjian baru yang membawa pembenaran.
Kemuliaan pelayanan yang baru ini tentu jauh lebih besar.
Dalam Perjanjian Baru, kita menerima sesuatu yang jauh lebih besar melalui karya Kristus.
Kita bukan hanya melihat hukum yang menunjukkan dosa dan kelemahan kita, tetapi juga menerima pengampunan dan pembenaran dari Tuhan.
Roh Kudus pun bekerja di dalam diri kita dan memampukan kita untuk hidup dalam relasi yang baru dengan Tuhan.
Itulah sebabnya pelayanan dalam Perjanjian Baru disebut sebagai pelayanan Roh. Pelayanan ini membawa kita untuk melihat kemuliaan Kristus yang jauh lebih besar dan lebih indah daripada apa pun.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa ada kemuliaan yang Tuhan berikan kepada kita yang tidak pernah pudar, tidak pernah hilang, tidak pernah berubah, dan tidak berkesudahan.
Kemuliaan itu adalah karya Allah melalui Kristus dalam perjanjian baru, yang oleh Paulus disebut sebagai pelayanan Roh.
Karena itu, jangan sampai kita salah fokus dan justru terus mengejar kemuliaan dunia ini.
Tidak dapat dimungkiri bahwa kita sering kali mudah merasa takjub terhadap sesuatu yang terlihat besar dan mengagumkan, seperti jabatan yang tinggi, pelayanan yang berhasil, pencapaian, penghargaan, relasi yang baik, dan berbagai hal lainnya.
Semuanya terlihat begitu mengagumkan dan indah. Namun, jika kita renungkan, kita akan menyadari bahwa segala sesuatu tersebut bersifat sementara.
Semuanya bisa pudar, berubah, bahkan hilang sewaktu-waktu.
Karena itu, marilah kita belajar mengarahkan hati dan pikiran kepada kemuliaan yang tidak berkesudahan ini. Di dalam Kristus, kita telah menerima anugerah yang begitu besar dan mulia.
Apakah hati kita masih terus bersyukur atas anugerah ini? Apakah hati kita terus tertuju kepada-Nya, bukan kepada kemuliaan dunia yang sementara?
Marilah kita terus meminta Roh Kudus menjaga hati kita agar hanya tertuju kepada Kristus.
Dengan demikian, kita dapat menjalani hidup yang senantiasa bersyukur, memiliki kerendahan hati, dan tetap setia kepada Kristus karena kita tahu bahwa di dalam Dia, kita telah menerima kemuliaan yang tidak berkesudahan. Amin.
Doakan dan renungkan
* Paulus menyatakan bahwa pelayanan yang sedang ia lakukan merupakan pelayanan yang berasal dari perjanjian baru yang telah Tuhan anugerahkan.
* Perjanjian yang tertulis dalam Alkitab bukan sekadar kesepakatan, melainkan sebuah ikatan dan relasi yang Allah tetapkan dengan umat-Nya.
Pelayanan atas dasar relasi