Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
2 Korintus 3:1-6
Pelayan-pelayan perjanjian yang baru (part 1)
Apakah Saudara familiar dengan CV (Curriculum Vitae), yaitu dokumen yang biasanya digunakan untuk melamar kerja?
CV umumnya berisi rangkuman data diri, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, keahlian, prestasi, dan hal lain yang dapat dipakai untuk menunjukkan/memperkenalkan diri kepada orang lain, bahkan sebelum orang tersebut bertemu langsung.
Dulu, Paulus pernah dipertanyakan oleh banyak orang mengenai kerasulan dan pelayanannya. Namun, Paulus memberi respons yang menarik terhadap hal ini.
Paulus tidak memberikan CV dalam bentuk dokumen atau kertas untuk membuktikan bahwa ia benar-benar rasul yang diutus Tuhan.
Akan tetapi, ia menunjukkan bahwa jemaat Korintus adalah “CV”-nya. Maksudnya adalah, jemaat Korintus merupakan bukti bahwa Allah telah bekerja melalui pelayanan Paulus sebagai rasul.
Apa maksudnya ketika jemaat Korintus disebut sebagai surat Kristus yang dapat dilihat dan dibaca oleh semua orang?
Mari kita baca bagian firman Tuhan dari:
2 Korintus 3:1-6
1 Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu?
2 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang.
3 Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.
4 Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus.
5 Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.
6 Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.
Dalam bagian firman ini, ketika kerasulannya dipertanyakan, Paulus menunjuk kepada jemaat Korintus sebagai bukti nyata dari pelayanannya.
Namun, ia tidak ingin bukti tersebut dilihat sebagai sesuatu yang hebat dan luar biasa.
Oleh karena itu, Paulus menekankan bahwa jemaat Korintus bukan sekadar surat pujian atas pelayanan Paulus dan rekan-rekannya.
Yang terutama, mereka adalah surat Kristus, seperti yang dikatakan dalam ayat 3.
Paulus dan rekan-rekannya hanyalah alat yang dipakai Allah untuk memberitakan Injil dan melayani jemaat Korintus.
Oleh karena itu, Paulus menjelaskan bahwa jemaat Korintus adalah surat Kristus yang tidak ditulis dengan tinta atau pada loh batu, melainkan dengan Roh Allah yang hidup dalam hati manusia.
Artinya, Paulus dan rekan-rekannya bukanlah sumber perubahan dalam kehidupan jemaat.
Allah sendiri yang bekerja melalui Roh-Nya untuk mengubahkan hati mereka melalui karya kematian dan kebangkitan Kristus.
Roh Kuduslah yang bekerja sehingga mereka dapat percaya kepada Yesus, mengenal Yesus, dan hidup di dalam Yesus.
Dengan demikian, hidup mereka menjadi kesaksian yang dapat dilihat oleh semua orang karena menunjukkan bahwa Tuhan telah bekerja dalam kehidupan mereka.
Namun, tahukah Anda bahwa bukan hanya jemaat di Korintus yang menjadi “surat Kristus” yang dapat dibaca dan dilihat semua orang?
Akan tetapi, seluruh orang percaya, termasuk kita, juga merupakan surat Kristus yang dapat dibaca dan dilihat semua orang.
Kita adalah orang-orang yang telah mengalami karya Kristus di dalam kehidupan kita. Kita telah mengalami kasih dan anugerah-Nya yang mengubahkan hidup kita melalui pekerjaan Roh Kudus.
Ketika orang lain melihat kehidupan kita, yang seharusnya terlihat bukan hanya diri kita, melainkan karya Kristus yang sedang Tuhan kerjakan dalam hidup kita.
Ketika orang lain melihat kita yang sedang belajar mengasihi, mengampuni, merendahkan diri, bertobat, bahkan hidup di dalam kebenaran, semua itu bukanlah pujian bagi kehebatan kita.
Semua itu adalah kesaksian tentang karya Kristus yang luar biasa dalam hidup kita.
Pesan Firman Tuhan bagi kita
1. Ketika orang lain melihat kehidupan kita, kira-kira apa yang sedang mereka baca dan pikirkan tentang Kristus?
Jika hidup kita adalah surat Kristus yang terbuka yang dapat dibaca dan dilihat orang banyak, hal ini tidak berarti bahwa kita harus membuat diri kita terlihat sempurna di hadapan mereka.
2. Kita adalah orang-orang yang terus dimampukan oleh Tuhan untuk hidup mencerminkan kasih Kristus di dalam-Nya.
Kiranya kita menyadari dan mensyukuri bahwa Allah berkenan menjadikan kita surat Kristus yang terbuka sebagai kesaksian bagi-Nya.
Allah menjadikan kita sebagai surat Kristus bukan karena kehebatan atau kemampuan kita, melainkan semata-mata karena anugerah-Nya yang luar biasa bagi kita.
Sebagai surat Kristus yang dapat dibaca dan dilihat oleh semua orang, apa yang ingin kita tunjukkan tentang Kristus melalui hidup kita?
Kiranya Tuhan menolong dan memampukan kita agar melalui hidup kita, orang lain dapat terus melihat Kristus dan karya-Nya yang luar biasa yang terpancar bagi dunia ini.
Doakan dan renungkan
* Telah ternyata, bahwa kita adalah surat Kristus, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.
* Ketika orang lain melihat kehidupan kita, kira-kira apa yang sedang mereka baca dan pikirkan tentang Kristus?
Apa yang terbaca dari hidup kita?