Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Sabtu, 31 Oktober 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

2 Korintus 1:12-24

Perubahan dalam rencana Paulus


12 Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah.


13 Sebab kami hanya menuliskan kepada kamu apa yang dapat kamu baca dan pahamkan. Dan aku harap, mudah-mudahan kamu akan memahaminya sepenuhnya,


14 seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami, yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu.


15 Berdasarkan keyakinan ini aku pernah merencanakan untuk mengunjungi kamu dahulu, supaya kamu boleh menerima kasih karunia untuk kedua kalinya.


16 Kemudian aku mau meneruskan perjalananku ke Makedonia, lalu dari Makedonia kembali lagi kepada kamu, supaya kamu menolong aku dalam perjalananku ke Yudea.


17 Jadi, adakah aku bertindak serampangan dalam merencanakan hal ini? Atau adakah aku membuat rencanaku itu menurut keinginanku sendiri, sehingga padaku serentak terdapat “ya” dan “tidak”?


18 Demi Allah yang setia , janji kami kepada kamu bukanlah serentak “ya” dan “tidak”.


19 Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah “ya” dan “tidak”, tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada “ya”.


20 Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itupun sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.


21 Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi,


22 memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.


23 Tetapi aku memanggil Allah sebagai saksiku Ia mengenal aku, bahwa sebabnya aku tidak datang ke Korintus ialah untuk menyayangkan kamu.


24 Bukan karena kami mau memerintahkan apa yang harus kamu percayai, karena kamu berdiri teguh dalam imanmu. Sebaliknya, kami mau turut bekerja untuk sukacitamu.


Salah satu hal yang paling menyakitkan adalah ketika seseorang yang kita percaya tidak menepati janjinya.


Pengalaman ini bisa membuat kita sulit percaya, kalau manusia bisa berubah, apakah Tuhan juga bisa berubah?


2 Korintus 1:18-20

Kita menemukan Allah berbeda dengan manusia, manusia bisa mengingkari janji, tetapi Allah adalah setia.


Paulus di sini sedang menjelaskan kepada jemaat Korintus mengapa rencana perjalanannya berubah.


Ada kemungkinan sebagian orang menyangka Paulus tidak konsisten. Paulus menjelaskan perubahan rencana manusia tidak boleh disamakan dengan ketidaksetiaan Allah.


Paulus tidak berkata bahwa ia selalu konsisten, ia mengajak jemaat Korintus untuk melihat karakter Allah.


Paulus menyadari manusia memiliki keterbatasan, rencana, keadaan, kesehatan, hubungan, perasaan dan perkataan manusia bisa berubah, tetapi karakter Allah tidak pernah berubah.


Ini menjadi dasar pengharapan bagi orang percaya. Kesetiaan Allah menunjukkan bahwa Allah selalu konsisten dengan diri-Nya sendiri.


Apa yang Allah katakan, itu yang Allah lakukan. Apa yang dijanjikan, itu yang digenapi. Allah tidak pernah berbohong, berubah, meninggalkan/melupakan janji-Nya.


Paulus tidak berhenti dengan mengatakan Allah itu setia secara umum, tetapi kesetiaan Allah sebagai pusat kesetiaan yaitu Yesus Kristus.


2 Korintus 1:19

Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah “ya” dan “tidak”, tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada “ya”.


Ini adalah pernyataan Injil yang dalam, segala janji Allah menemukan kepastian dan penggenapannya di dalam Yesus Kristus.


Dalam ketidakpastian hidup kita, mari kita kembali memandang kepada Kristus, lihat bukti terbesar kasih Allah di kayu salib sebagai penggenapan janji Allah.


Salib bukan sekedar bukti Yesus mengasihi kita, tetapi juga menjadi bukti Allah setia dalam janji keselamatan.


2 Korintus 1:20

Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah.


Kristus adalah “ya bagi semua janji Allah”, artinya semua janji Allah yang berkaitan dengan keselamatan menemukan kepastian di dalam Kristus.


Janji pengampunan, perdamaian dengan Allah, kehidupan yang kekal, penyertaan Allah kepada umat-Nya dan kebangkitan semuanya di dalam Kristus.


Mungkin saat ini kita belum melihat semua penggenapan itu, tetapi kita memiliki kepastian karena Kristus telah datang dan menyelesaikan karya penebusan yang luar biasa.


Di sinilah kita melihat bahwa iman Kristen bukan optimisme (paham atau keyakinan) yang kosong yang meragukan.


Iman Kristen berkata,”Saya percaya Allah akan menggenapi kehendak dan janji-Nya sekalipun belum memahami jalan-Nya.”



Pesan Firman Tuhan:


1. Tetaplah percaya bahwa Allah yang telah berjanji tidak akan pernah melupakan janji-Nya!


Yang Tuhan mau bahwa kita percaya sepenuhnya kepada Dia.


Letakkan iman yang sejati dan terus pegang janji-Nya, sekalipun jalan yang kita tempuh tidak mudah, percayalah semua akan indah pada waktunya.


2. Mari jangan pernah meragukan kesetiaan-Nya dalam hidup kita sampai selama-lamanya!


Doakan dan renungkan


* Paulus menjelaskan kepada jemaat Korintus mengapa rencana perjalanannya berubah

dan kemungkinan adanya orang menyangka Paulus tidak konsisten.


* Ia mengingatkan bahwa perubahan rencana manusia tidak boleh disamakan dengan ketidaksetiaan Allah. Manusia memiliki keterbatasan, dan perkataannya bisa berubah, tetapi Allah tidak.


Allah Tidak Berubah