Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Jumat, 30 Oktober 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

2 Korintus 1:3-7

Ucapan Syukur.

Kita akan kembali melanjutkan perenungan firman Tuhan kita dari:


2 Korintus 1:3-7


1:3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,


1:4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.


1:5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah.


1:6 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.


1:7 Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami.


Setiap manusia pasti membutuhkan penghiburan termasuk kita karena ada saat-saat di dalam hidup kita mengalami keadaan yang penuh dengan tekanan dan pergumulan.


Sehingga membuat hati kita diliputi kegelisahan dan gundah gulana, dengan hati yang seperti ini kita sangat membutuhkan sebuah penghiburan atau tempat untuk kita bersandar.


Itu sebabnya ada banyak orang atau mungkin kita mencari penghiburan melalui manusia, pekerjaan kita, uang, liburan, atau berbagai macam hal.


Semuanya itu memang dapat memberikan kelegaan sementara kepada kita, tetapi tidak ada yang mampu memberikan kita penghiburan yang sempurna atau kekal.


Dalam bagian firman Tuhan yang kita baca hari ini, Paulus membuka 2 Korintus dengan sebuah pernyataan yang sangat indah, dia menyebut:


2 Korintus 1:3


1:3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,


Di sini Paulus tidak mengatakan bahwa Allah hanya memberikan penghiburan, tetapi dia menyebut bahwa Allah itu sebagai sumber segala penghiburan.


Ini berarti bahwa ketika hati kita sedang gundah gulana, kecewa, sedih, hancur, tempat pertama yang harus kita datangi bukanlah sekedar mencari sesuatu yang membuat kita lupa terhadap masalah, tetapi kita harus datang kepada sumber penghiburan itu.


Jelas tadi sumber penghiburan adalah Allah, itu sebabnya tempat pertama yang harus kita datangi adalah Allah itu sendiri.


Namun ada sesuatu yang sangat penting, di sini Paulus menyebut Allah sebagai Bapa Tuhan kita Yesus Kristus dengan tegas.


Ini berarti bahwa penghiburan Kristen atau penghiburan kita itu tidak bisa dipisahkan dari Kristus, melalui hal ini kita diingatkan bahwa kita itu tidak mengenal Allah sebagai Bapa secara alami atau dengan sendirinya.


Alkitab jelas mengajarkan bahwa manusia yang jatuh dalam dosa mengalami keterpisahan dengan Allah, tetapi melalui Yesus Kristus orang berdosa kemudian diperdamaikan dengan Allah.


Di atas kayu salib Kristus menanggung hukuman dosa kita, Dia mengambil tempat kita sehingga mereka yang percaya kepadanya menerima pengampunan dan dibawa masuk ke dalam hubungan dengan Allah sebagai anak-anak-Nya.


Ketika Paulus menyebut Allah sebagai Bapa, ini bukan sekedar panggilan yang sentimental, ini adalah realitas Injil yang harus kita syukuri di mana kita boleh datang kepada Allah sebagai Bapa.


Karena Kristus telah membuka jalan bagi kita, dan inilah dasar terdalam dalam penghiburan Kristen.


Itu sebabnya kita harus menyadari bahwa penghiburan kita bukan pertama-tama karena masalah akan segera selesai.


Tetapi penghiburan kita ada di tengah masalah yang belum selesai, kita memiliki Allah yang menjadi Bapa di dalam Kristus.


Keadaan kita hari ini belum berubah, masalah kita masih ada, pergumulan kita masih ada, doa kita bahkan mungkin belum dijawab.


Tetapi, kita harus bersyukur dan mengingat bahwa kita tidak menghadapinya seorang diri, Allah hadir, Allah tahu, Allah peduli, dan Allah itulah yang menjadi sumber segala penghiburan bagi kita.


Pada ayat kedua setelah Rasul Paulus memberikan penjelasan tentang siapa sumber penghiburan kita, Paulus melanjutkannya dengan memberikan kesaksian bahwa Allah menghibur dia di dalam segala penderitaan yang dia alami.


Perhatikan Paulus tidak berkata bahwa karena dia melayani Tuhan, dia menjadi rasul, maka hidupnya bebas dari penderitaan atau masalah, tidak justru sebaliknya di sini Paulus mengalami banyak penderitaan.


Apa yang Paulus nyatakan ini menghancurkan sebuah pemahaman yang sering muncul di dalam kehidupan banyak orang Kristen, yaitu bahwa kalau kita sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, kita sungguh-sungguh melayani Tuhan, maka hidup kita akan selalu mudah, tidak seperti itu.


Alkitab tidak pernah menjanjikan hal-hal seperti itu, Iman kepada Kristus tidak membuat kita kebal terhadap penderitaan, masalah, dan sakit penyakit, tidak.


Menjadi anak Tuhan tidak berarti kita tidak akan pernah mengalami air mata, tidak akan pernah mengalami dukacita, kesedihan, tidak.


Mengikuti Kristus tidak berarti semua masalah hilang, tetapi Injil memberikan sesuatu yang jauh lebih dalam, yaitu di dalam penderitaan, di tengah pergumulan berat yang kita hadapi, bahkan di tengah kekelaman, kita itu tidak pernah ditinggalkan sendiri oleh Allah.


Allah bukan Tuhan yang hanya ada ketika hidup kita baik, akan tetapi Dia adalah Tuhan yang juga ada ketika hidup kita sedang berada dalam lembah kekelaman.


Itu sebabnya menarik sekali dalam bagian firman Tuhan ini, Paulus mengatakan bahwa penderitaan yang dia alami menghasilkan kemampuan untuk menghibur orang lain dengan penghiburan yang ia sendiri sudah terima dari Allah.


2 Korintus 1:4


1:4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.


Hal ini menunjukkan bahwa penderitaan di dalam tangan Allah, tidak pernah menjadi sesuatu yang sia-sia.


Allah sanggup bekerja melalui penderitaan kita, Allah memakai pengalaman kita yang pahit untuk membentuk iman dan hati kita.


Mengajar kita untuk bergantung kepada-Nya setiap waktu dan bahkan menjadikan pengalaman kita untuk menjadi alat penghiburan bagi orang lain seperti yang dialami oleh Rasul Paulus.


Ingat bahwa orang yang belum pernah mengalami pergumulan mungkin hanya dapat memberikan nasehat dan kata-kata penguatan, tetapi seseorang yang telah mengalami pertolongan Tuhan itu dapat berkata kepada orang lain bahwa:


"Saya tahu rasanya sakit, saya tahu artinya kehilangan, saya tahu gimana dikecewakan, saya tahu gimana rasanya menangis, saya tahu gimana rasanya dalam lembah yang gelap, tetapi saya juga tahu bahwa Tuhan tetap setia dan Tuhan memberikan penghiburan kepada saya."


Itulah yang dialami oleh Paulus. Paulus sendiri bahkan tidak mengatakan bahwa semua penderitaannya langsung hilang, namun kehadiran Tuhan itu begitu nyata dalam kehidupannya, dan kehadiran Tuhan itu lebih besar daripada perubahan keadaan yang sedang dihadapi.


Hari ini mungkin ada di antara kita sedang membawa beban, hanya kita sendiri yang tau, ada air mata yang tidak terlihat, malam-malam yang kita lewati begitu berat yang membuat kita sulit untuk tidur, bahkan ada doa-doa yang hanya dapat kita ucapkan di dalam hati kita.


Ada luka yang sangat sulit untuk kita jelaskan, ada kekecewaan, kemarahan, ada ketakutan tentang masa depan. Ingatlah firman Tuhan hari ini mengingatkan kepada kita untuk:


1. Datanglah kepada Allah! Allah akan memberikan kita kekuatan dan penghiburan bagi kita, bahkan memulihkan dan mengubahkan hidup kita.


Jangan hanya datang ketika semuanya berjalan dengan baik, datanglah ketika hati kita hancur.


Datanglah ketika kita tidak bisa dimengerti orang lain, datanglah ketika kita juga dalam kelemahan, bahkan di dalam lembah kekelaman, di dalam lembah dosa kita.


Allah akan memberikan kita kekuatan, penghiburan, bahkan Allah sanggup untuk memulihkan, mengubahkan hidup kita.


Namun karena itu kita perlu ingat penghiburan yang sejati bukan berarti bahwa Allah langsung mengubah keadaan kita sesuai keinginan kita.


Penghiburan yang sejati adalah mengetahui bahwa di dalam Kristus kita tidak akan pernah menghadapi keadaan apapun sendirian.


Allah hadir, Allah mengasihi, Allah memelihara, dan Allah berdaulat.


2. Mari kita meletakkan kembali hati kita ke dalam tangan Tuhan!


Biarlah kita boleh berkata:


"Tuhan, saya mungkin tidak mengerti apa yang sedang saya alami, dan terjadi dalam hidup saya, tetapi saya percaya bahwa Engkau yang tahu segala sesuatu dan penuh dengan belas kasihan. Engkau Allah yang akan memberikan kekuatan, penghiburan, bahkan pertolongan bagiku,


Biarlah kasih karunia-Mu lah yang cukup nyata dalam hidupku, sekalipun mungkin saat ini aku sedang dalam kelemahan.”


Kiranya Tuhan menolong kita di dalam segala keadaan, mari kita selalu kembali kepada sumber yang menjadi sumber penghiburan sejati dalam hidup kita, yaitu Tuhan kita Yesus Kristus.


Doakan dan renungkan


* Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami,


* sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.


Dihibur untuk Menghibur