Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Kamis, 29 Oktober 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

I Korintus 16:12-24

Beberapa Pemberitahuan; Salam


Saat ini kita sampai pada akhir dari surat I Korintus. Mari, kita membacanya:


I Korintus 16:12-24 Beberapa Pemberitahuan; Salam


13 Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!


14 Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!


15 Ada suatu permintaan lagi kepadamu, saudara-saudara. Kamu tahu, bahwa Stefanus dan keluarganya adalah orang-orang yang pertama-tama bertobat di Akhaya, dan bahwa mereka telah mengabdikan diri kepada pelayanan orang-orang kudus.


16 Karena itu taatilah orang-orang yang demikian dan setiap orang yang turut bekerja dan berjerih payah.


17 Aku bergembira atas kedatangan Stefanus, Fortunatus dan Akhaikus, karena mereka melengkapi apa yang masih kurang padamu;


18 karena mereka menyegarkan rohku dan roh kamu. Hargailah orang-orang yang demikian!


19 Salam kepadamu dari Jemaat-jemaat di Asia Kecil. Akwila, Priskila dan Jemaat di rumah mereka menyampaikan berlimpah-limpah salam kepadamu.


20 Salam kepadamu dari saudara-saudara semuanya. Sampaikanlah salam seorang kepada yang lain dengan cium kudus.


21 Dengan tanganku sendiri aku menulis ini: Salam dari Paulus.


22 Siapa yang tidak mengasihi Tuhan, terkutuklah ia. Maranata!


23 Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu.


24 Kasihku menyertai kamu sekalian dalam Kristus Yesus.



Setiap hari kita pasti melihat orang berdiri. Namun, ada perbedaan antara orang yang berdiri dalam keadaan tenang, dengan orang yang berdiri ketika angin kencang.


Siapa yang lebih kuat? Siapa yang lebih kokoh?


Jika kita perhatikan, maka kita akan menemukan orang yang berdiri dalam keadaan tenang tanpa angin kencang, akan lebih mudah bertahan untuk berdiri kokoh.


Tetapi, jika anginnya kencang, maka kaki akan mudah goyah. Apalagi jika tekanan anginnya sangat besar.


Sama halnya dengan kehidupan iman kita. Mudah bagi kita mengatakan, kita percaya kepada Tuhan, ketika semuanya berjalan dengan baik.


Tetapi pertanyaannya, bagaimana ketika doa kita belum dijawab? Bagaimana ketika masalah itu datang bertubi-tubi dan belum selesai-selesai? Bagaimana ketika ada hutang dan kita belum sanggup untuk melunasinya?


Bagaimana ketika kita mengalami kekecewaan yang besar terhadap seseorang? Bagaimana ketika kita mengalami sakit? Bagaimana ketika kita mengalami godaan atau ketidakpastian akan hidup ini?


Dalam keadaan ini, justru sebenarnya iman kita diuji.


Bagian firman Tuhan yang kita baca ini, merupakan penutup surat Paulus kepada jemaat Korintus.


Paulus memberikan suatu nasihat yang sangat kuat, dan luar biasa kepada jemaat di Korintus dalam bagian yang kita baca.


Setelah kita melihat dalam pasal sebelumnya, Paulus menjelaskan banyak hal tentang dosa, perpecahan, kekudusan, tentang hidup dalam kasih, tentang karunia roh, perjamuan Tuhan, kebangkitan, pelayanan, dan kepedulian.


Di pasal ini, Paulus justru memberikan suatu nasihat atau seruan yang sangat luar biasa, dengan mengatakan:


I Korintus 16:13

Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!


Perhatikan nasihat ini. Ini merupakan sebuah panggilan untuk keteguhan.


Akan tetapi, kita perlu memahami dulu, bahwa dalam bagian ini Paulus tidak sedang mengatakan, kuatkan dirimu sendiri supaya kamu bisa menjadi orang Kristen yang kuat.


Kita harus sadar, bahwa kekristenan bukanlah usaha manusia untuk menjadi cukup kuat di hadapan Allah.


Dan keteguhan iman kita, bukanlah kekuatan kita, melainkan karya Kristus yang sangat sempurna.


Itulah sebabnya, nasehat ini harus dibaca, dan harus dipahami dalam terang Injil yang Paulus beritakan.


Seperti yang kita tahu bersama, jemaat di Korintus adalah jemaat yang percaya kepada Kristus. Tetapi, kehidupan mereka menghadapi berbagai macam persoalan.


Itu sebabnya, mereka mengalami perpecahan di gereja.


Dalam persekutuan mereka ada kesombongan, ada dosa seksual, ada perselisihan, penyalahgunaan kebebasan, kebingungan mengenai karunia Roh. Bahkan, ada yang memiliki pemahaman yang salah tentang kebangkitan.


Namun, Paulus tidak mengatakan, bahwa karena kalian banyak masalah, berarti kalian tidak mungkin menjadi umat Tuhan.


Sebaliknya, Paulus berusaha membawa jemaat Tuhan untuk kembali kepada Kristus. Ini menjadi pelajaran yang penting buat kita. Bahwa iman yang teguh, bukan berarti kita tidak pernah lemah.


Iman yang teguh, berarti ketika kita lemah, kita tahu kepada siapa kita harus datang.


Kita harus sadar, bahwa kita tidak berdiri teguh karena kita tidak pernah jatuh. Justru kita berdiri teguh, karena ketika kita jatuh, kita memiliki Kristus yang menopang hidup kita.


Dalam ayat 13, setelah Paulus mengingatkan untuk betul-betul berdiri teguh. Kemudian dia memberikan penegasan sesuatu hal yang sangat penting, yaitu untuk berjaga-jaga.


Kalimat ini mengandung kesadaran, bahwa kehidupan Kristen berlangsung di tengah peperangan rohani di dunia ini.


Kita tidak boleh hidup dengan sembarangan atau ceroboh. Kita tidak boleh menganggap dosa sebagai sesuatu yang kecil.


Kita harus ingat, bahwa dosa selalu ingin membawa kita jauh dari Kristus. Karena itu, orang percaya dipanggil untuk berjaga-jaga.


Kita harus waspada terhadap godaan, terhadap kesombongan, terhadap kompromi, terhadap ajaran yang menyimpang, terhadap keinginan hati yang perlahan-lahan terus berusaha untuk menggantikan posisi Tuhan dalam hidup kita.


Kita harus ingat, bahwa seringkali kejatuhan rohani tidak terjadi dalam satu malam, tapi mulai dari hal-hal kecil yang kita biarkan, yang kita anggap biasa.


Misalnya, kita mulai mengurangi waktu bersama Tuhan; kita mulai menganggap dosa sebagai sesuatu yang biasa; kita mulai lebih mempercayai diri kita sendiri daripada firman Tuhan; kita mulai mencari penerimaan manusia lebih dari perkenanan Allah.


Karena itulah, Paulus mengatakan, berjaga-jagalah. Tetapi, kita perlu ingat, bahwa berjaga-jaga ini, bukan berarti hidup dalam ketakutan.


Berjaga-jaga di sini, berarti hidup dengan kesadaran, bahwa kita sangat membutuhkan Kristus. Setiap hari kita sangat membutuhkan kebenaran Tuhan. Setiap hari dalam hidup kita.


Itu sebabnya, Paulus melanjutkan dengan mengatakan, berdirilah teguh dalam iman.


Perhatikan! Paulus tidak mengatakan berdirilah teguh dalam perasaanmu.


Ingat perasaan kita itu berubah. Hari ini mungkin kita merasa dekat dengan Tuhan. Besok kita bisa saja merasa kering, merasa bahwa Tuhan jauh. Padahal bukan Tuhan yang jauh, tetapi kita yang menjauh.


Hari ini mungkin kita merasa kuat sekali, tapi besok bisa saja kita merasa lemah sekali untuk menjalani hidup ini. Hari ini kita penuh sukacita, besok mungkin kita berdukacita, kita menangis.


Jika iman kita bergantung pada perasaan kita, maka kita akan mudah goyah. Ingat, bahwaiman berdiri di atas kebenaran Allah yang tidak berubah.


Kita harus percaya, bahwa Kristus benar-benar mati, karena dosa-dosa kita. Kita percaya, bahwa Dia benar-benar bangkit.


Kita percaya, bahwa keselamatan adalah anugerah Allah. Kita percaya, bahwa kita, yang percaya kepada Kristus, dibenarkan bukan karena perbuatan kita, melainkan karena karya Kristus.


Inilah yang menjadi dasar iman kita, sehingga kita dapat berdiri teguh dalam iman kita. Tidak mudah goyah.


Lalu kemudian nasihat Paulus dalam ayat 14, yaitu:


I Korintus 16:14

Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!


Di sini, setelah Paulus meneguhkan kita, ia memberikan perintah supaya jemaat sadar dan kembali untuk benar-benar terus tinggal di dalam kasih.


Artinya, keteguhan iman bukan kekerasan hati. Keteguhan iman bukan berarti menjadi orang yang keras, merasa paling benar, tidak peduli kepada orang lain.


Orang-orang yang sungguh berdiri teguh dalam iman justru semakin bertumbuh dalam kasih. Hatinya penuh dengan kasih.


Hatinya tidak menyimpan hal-hal yang jahat, atau hal yang buruk, atau hal yang penuh kepahitan kepada orang lain. Tetapi, hatinya terus bertumbuh dalam kasih.


Itu semua karena bukti Kristus mengasihi kita. Kita menerima kasih karunia yang begitu besar, sehingga kita juga dipanggil untuk menunjukkan kasih kita kepada orang lain.


Karena itu, iman yang benar, selalu menghasilkan kehidupan yang berubah. Perubahan hidup nyata melalui kasih yang dinyatakan kepada sesama.


Ini yang luar biasa. Ia betul-betul membawa kita kembali melakukan segala sesuatu yang didasarkan pada kasih Krsitus.


Di ayat 17-18, menarik sekali sebagai ayat penutup, Paulus menyebut keluarga Stefanus yang telah mengabdikan diri untuk pelayanan kepada orang-orang kudus.


Di sini Paulus meminta supaya jemaat menghormati dan menghargai orang-orang seperti Stefanus, atau siapa pun yang melayani. Mereka harus tunduk dipimpin oleh para pelayan Tuhan.


Hal ini menunjukkan, bahwa keteguhan iman juga terlihat melalui kerendahan hati dan kesediaan menghargai orang lain.


Semua nasihat ini bukan hanya untuk jemaat Korintus, tetapi juga untuk kita semua.


Biarlah melalui perenungan ini, kita selalu ingat, bahwa iman kepada Tuhan Yesus harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari.


Pesan firman Tuhan bagi kita:


1. Kita harus berjaga-jaga dan tetap teguh dalam iman.


Artinya ketika menghadapi masalah, godaan, atau keadaan yang tidak sesuai harapan, kita tidak mudah meninggalkan Tuhan. Tetapi, kita tetap percaya dan berpegang pada firman-Nya.


2. Biarlah kita melakukan segala pekerjaan dan pelayanan kita di dalam kasih untuk kemuliaan nama Tuhan.


Ini berarti di dalam keluarga, pekerjaan, maupun pelayanan di gereja, kita tidak boleh hanya memikirkan diri kita sendiri.


Kita belajar melayani dengan kasih, menghargai orang lain. Jangan hanya menghargai yang terlihat di mimbar. Hargai juga semua orang yang melayani.


Siapa pun, mulai dari para majelis, pelayan-pelayan Tuhan yang lain, yang melayani di bidang-bidang terkecil, sampai para tukang bersih taman dan sebagainya.


Siapa pun itu, semua yang melayani dengan setia, harus kita hargai.


Dengan demikian, kehidupan kita akan memuliakan nama Tuhan, dan orang lain yang melihat kehidupan gereja, dapat sungguh-sungguh menemukan kasih Tuhan yang luar biasa.


Karena itu, mari, kita selalu ingat untuk berjaga-jaga, tetap teguh dalam iman kita. Kita harus betul-betul giat melakukan segala pekerjaan kita dalam kasih untuk kemuliaan nama Tuhan.


Doakan dan renungkan


* Paulus bergembira atas kedatangan Stefanus dan kawan-kawan, karena mereka melengkapi apa yang masih kurang padanya.


* Mereka menyegarkan rohnya dan roh jemaat. Untuk itu Paulus berpesan,”Hargailah orang-orang yang demikian!”


Kesediaan Menghargai Orang Lain