Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
1 Korintus 15:1-11
Bantuan untuk jemaat di Yerusalem
1 Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu — kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.
3 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;
5 bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.
6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.
7 Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.
8 Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
11 Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.
Ada banyak berita yang kita dengar setiap hari, ada berita yang membuat kita senang, sedih, kecewa, takut dan ada juga berita yang kita lupakan setelah beberapa saat karena bagi kita tidak penting.
Tetapi kita harus ingat bahwa ada satu berita yang tidak boleh hanya kita dengar sekali lalu kita lupakan dalam hidup ini.
Karena ini adalah berita yang menentukan kehidupan kita sekarang dan kekekalan kita yaitu berita injil.
Yang menjadi pertanyaan penting bagi kita sekarang adalah, apakah berita injil yang kita dengar itu sungguh-sungguh kita percaya dan menghidupinya?
Paulus membuka 1 Kor 15 dengan mengingatkan kepada jemaat di Korintus tentang Injil yang telah diberitakannya kepada mereka.
Paulus berkata bahwa, injil itu telah mereka terima, mereka teguh berdiri didalamnya dan oleh Injil itu mereka diselamatkan, asalkan mereka tetap di dalam Firman-Nya.
Artinya, Injil bukan sekedar informasi tentang Kekristenan, injil adalah berita keselamatan yang menjadi dasar kehidupan orang percaya.
Sebagian dari kita mungkin tahu bahwa kata injil itu berati kabar baik, tetapi kita tidak akan mengerti betapa baiknya kabar itu kalau kita tidak memahami terlebih dahulu kabar buruk tentang keadaan manusia.
Sebab kalau ada sebuah kabar baik, berarti juga ada kabar buruknya. Itu sebabnya kita perlu tahu dan harus mengerti tentang kabar buruk mengenai manusia yang berdosa.
Alkitab mengatakan bahwa manusia itu telah jatuh ke dalam dosa, dosa ini bukan sekedar kesalahan kecil atau kelemahan moral, Bukan!
Dosa adalah pemberontakan terhadap Allah, manusia yang diciptakan untuk hidup bagi kemuliaan Allah justru memilih hidup bagi dirinya sendiri, itulah sebabnya manusia berada dibawah penghukuman Allah.
Firman Tuhan jelas mengatakan upah dosa adalah maut dan tidak mampu untuk menyelamatkan diri sendiri, baik melalui kebaikan, amal ibadah, moralitas, pelayanan atau usaha yang dilakukan oleh manusia.
Karena itu Injil benar-benar adalah sebuah kabar baik, kabar sukacita, sebab injil mengatakan bahwa keselamatan bukan dimulai dari apa yang manusia lakukan bagi Allah, melainkan dari apa yang Allah telah lakukan bagi manusia di dalam Kristus.
Di Ayat 3, paulus menjelaskan inti injil kepada kita, bahwa Kristus itu telah mati, dikuburkan dan dibangkitkan pada hari ke-3 sesuai dengan kitab suci, dari bagian ini sangat jelas bahwa pusat injil bukan manusia tetapi Kristus.
Injil bukan berkata berusahalah menjadi baik supaya Allah menerima kamu, tetapi injil berkata, Kristus telah melakukan apa yang tidak sanggup kamu lakukan.
Disini jelas bahwa Kristus mati karena dosa-dosa kita, ini berbicara tentang karya penebusan Kristus di dalam kehidupan orang berdosa.
Kematian Yesus bukan kecelakaan sejarah, bukan sekedar contoh pengorbanan yang heroik.
Di kayu salib, Kristus harus menanggung dosa umat manusia.
Ia yang tidak berdosa mengambil tempat orang berdosa, Ia menanggung murka Allah supaya orang berdosa yang percaya kepada-Nya dapat menerima pengampunan dan pendamaian dengan Allah.
Inilah inti injil yang sering kita kehilangan maknanya dalam hidup kita.
Kita harus sadar benar bahwa kekristenan bukanlah tentang bagaimana kita menjadi orang yang lebih baik tetapi bagaimana orang berdosa diperdamaikan dengan Allah melalui kematian dan kebangkitan Kristus.
Kalau keselamatan bergantung kepada kebaikan kita, kita tidak akan pernah dapat memiliki kepastian keselamatan itu.
Karena kita harus sadar, kalau hari ini kita merasa cukup baik tetapi besok kita pasti bisa jatuh lagi.
Hari ini kita merasa kerohanian kita sedang oke tetapi besok kita mungkin mengalami kelemahan secara rohani.
Itu sebabnya, kalau dasar dari keselamatan itu adalah performa kita atau diri kita, maka kita akan terus hidup dalam ketakutan, karena sewaktu waktu keadaan kita bisa berubah, dari baik kemudian menjadi tidak baik lagi.
Kita harus bersyukur untuk kemurahan Tuhan karena dasar dari keselamatan kita bukan dari diri kita tetapi Kristus yang mati dan bangkit.
Karena itu iman kristen bukan hanya sekedar mengikuti ajaran Yesus, kita percaya kepada pribadi yang hidup.
Kita tidak hanya mengingat apa yang Yesus lakukan di masa lalu, tetapi hidup di dalam hubungan dengan Kristus yang telah bangkit.
Itu sebabnya Paulus memberikan kesaksian, bagaimana Kristus menampakkan diri kepada orang banyak bahkan juga kepada dirinya, sehingga Paulus mengatakan bahwa ia adalah yang paling hina dari semua rasul karena dahulu dia menganiaya jemaat Allah.
Disini kita melihat sesuatu yang sangat indah tentang injil, injil sanggup menyelamatkan orang yang paling tidak layak.
Paulus bukan orang yang memiliki masa lalu yang membanggakan, ia pernah melawan dan memberontak kepada Kristus bahkan menganiaya umat Tuhan, namun Kristus menyelamatkannya.
Itulah sebabnya di ayat 10 Paulus berkata, “Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang.”
Perhatikan ayat ini, di sini Paulus tidak berkata karena saya hebat, karena saya berjasa, saya luar biasa saya menjadi rasul, tetapi karena kasih karunia Allah
Inilah doktrin anugerah yang menjadi jantung injil di dalam kekristenan.
Kita diselamatkan bukan karena kita layak, tetapi karena Allah berbelas kasihan kepada kita.
Kita tidak dapat membanggakan diri kita di hadapan Allah, bahkan pelayanan kitapun bukan menjadi alasan untuk merasa bahwa kita lebih layak daripada orang lain.
Kalau hari ini kita dapat percaya kepada Kristus, itupun karena kasih karunia Allah.
Mari kita terus kembali kepada injil, mungkin kita sudah lama menjadi orang kristen, sudah sering mendengar khotbah, sudah melayani Tuhan, sangat aktif digereja.
Tetapi ada bahaya ketika injil yang dahulu menyelamatkan kita tidak lagi menjadi pusat kehidupan kita.
Kita mulai menggantikan injil dengan segala prestasi di dalam pelayanan kita.
Kita mulai berfikir bahwa Tuhan pasti lebih mengasihi kita karena pelayanan kita lebih banyak.
Kita mulai membandingkan diri dengan orang lain. Kita kecewa ketika pelayanan kita tidak dihargai.
Kita merasa bersalah ketika kita gagal, lalu kita mencoba menebusnya dengan melakukan lebih banyak lagi bagi Tuhan.
Tetapi injil membawa kita kembali kepada Salib dan berkata bahwa dasar penerimaan mu di hadapan Allah bukanlah seberapa baik kamu bekerja, tetapi dasarnya adalah Kristus.
Pesan Firman Tuhan bagi kita:
1. Mari kita terus kembali kepada injil
2. Mari ketika kita jatuh, jangan menjauh dari Kristus, datanglah kepada-Nya dalam pertobatan iman yang sejati.
Ketika kita berhasil, ingat juga untuk jangan menjadi sombong.
Kembalikan kemuliaan kepada Kristus, ketika kita merasa tidak layak, ingatlah bahwa keselamatan memang diberikan kepada orang yang tidak layak.
Dan ketika kita melayani jangan melayani untuk mendapatkan pujian bagi diri sendiri, tetapi layanilah karena kita tahu bahwa inilah pemberian dan persembahan yang hidup, yang harus kita berikan bagi kristus.
Ingatlah, bahwa injil bukan berita tambahan dalam kekristenan kita.
Injil adalah dasar segala sesuatu, kita diselamatkan oleh injil, kita berdiri teguh oleh injil dan kita harus terus hidup di dalam injil. Amin
Doakan dan renungkan
* Injil tidak berkata,”Berusahalah menjadi baik supaya Allah menerima kamu”, tetapi injil berkata,”Kristus telah melakukan apa yang tidak sanggup kamu lakukan.”
* Ia menanggung murka Allah supaya orang berdosa yang percaya kepada-Nya dapat menerima pengampunan dan pendamaian dengan Allah.
Kabar baik Injil